Gudang Karya Buka Cabang!

Jadi aku memutuskan untuk bikin blog baru…isinya khusus cerpen, curhatan sehari-hari, hal-hal random, entahlah.

Buka di sini

Blog ini Insya Allah tetap aktif, cuman memang harus digali lagi imajinasinya karena emang akhir-akhir ini lagi buntu…yeah I know writer’s block sucks. Link di atas langsung menuju ke cerpen comeback aku…ceilah comeback. Setelah sekian lama gak buat karya tulis, coba baca siapa tahu masih seperti dulu. haha

Makasih banyak buat readers sekalian yang masih setia baca dan nunggu….I love you all :*

Wanna keep in touch?

Twitter: @icayacaya

IG: @icayacaya

Advertisements

I’m Planning to COME BACK!

Jadi, gue baru buka blog ini lagi setelah sekian lama dan gue merinding ketika liat masih banyak komen yang masuk, dan lebih banyak lagi yang nungguin gue bikin cerita selanjutnya. Gila, gue beneran merinding dan terharu. Terima kasih banyak buat kalian yang udah setia baca cerita-cerita gue, setia nungguin gue meskipun gue kayak Bang Toyib gak jelas kapan baliknya.

Oke, jadi gue sudah memutuskan bakal baca ulang karya-karya unfinished gue dan bakal lanjutin lagi. Meskipun rasa suka gue kepada hal yang berbau Korea sudah berkurang, dan gue udah  jarang banget nulis karena kesibukan sehari-hari, tapi gue bakal balik. Demi kalian. So, thank you very much. I love you soooooo much.

Ica’s mind about: Tukang Nyontek

derp 43

Readers pasti udah gak asing deh dengan bahasan kita kali ini. Yap, tukang nyontek. Parasit ini selalu ada di setiap lingkungan pendidikan, menurut pengalaman saya sendiri sih. Ada yang tahu sekolah atau kampus atau tempat les mana yang anak-anaknya gak pernah nyontek? Kasih tau saya ya kalau ada.

Nah, sesuai request vidiaf kali ini, kita akan membahas soal tukang nyontek yang dapet nilai bagus dan bangga dengan hasil nyonteknya. Hmm, this is a serious problem, bro. Kalo menurut saya sih, nyontek itu kayak narkoba. Sekali dicoba pasti ketagihan. Lingkaran setan.

Continue reading

[FF] The Black Ribbon: The Unbeatable Wind #3

Chanyeol menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Ia mengulangi gerakannya lagi dan lagi hingga Yoonmin yang sedang berjalan di sebelahnya memukul belakang kepalanya denagn kesal.

“Kau ini terlihat seperti ibu hamil yang sedang melahirkan saja.” Yoonmin mendengus. Chanyeol hanya meringis.

“Aku sangat bersemangat. Aku akan bertemu The Unbeatable Wind! Dia idolaku selama ini!” Chanyeol nyaris memekik dengan suara beratnya, membuat Yoonmin terpaksa menutup telinga.

Chanyeol terus mengoceh. “Skill dia sudah mencapai tahap dewa! Aku pernah mencoba teknik mematikan lampu miliknya namun hasilnya malah menabrak pagar pembatas jalan.”

Continue reading

[FF] The Black Ribbon: Hunting #2

Dujun menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia melongokkan kepalanya untuk melihat gedung yang ada di samping kirinya dengan lebih jelas. Gedung itu tampak tua dan tidak terawat. Retakan terlihat di sana-sini. Catnya telah memudar. Dulu gedung itu pasti berwarna biru cerah, seiring dimakan usia, gedung itu tampak berwarna abu-abu kusam.

“Err..” Dujun mengusap tengkuknya. “Kau yakin ini tempatnya?”

Lee Joon membaca alamat yang tertera di secarik kertas di genggamannya. “Ya, memang ini tempatnya. Ayo.”

Mereka berdua turun dari mobil dan melangkahkan kaki mereka ke dalam gedung tua tersebut. Mereka disambut oleh sayup-sayup suara musik dari lantai atas. Tanpa membuang banyak waktu, Joon dan Dujun pun segera menuju ke lantai atas.

Apa yang mereka lihat benar-benar diluar dugaan. Lantai 2 gedung ini ternyata kosong melompong, tanpa ruangan, hanya ada satu toilet di pojok ruangan. Dindingnya dilapisi dengan cermin, lantainya licin dan bersih. Di sudut sebelah kiri dekat dengan cermin besar, terdapat sebuah sound system yang sedang memutar lagu bergenre RnB. Di tengah ruangan terdapat 6 orang remaja laki-laki yang sedang menari mengikuti irama. Di hadapan mereka berdirilah sang tutor yang sedang mengamati setiap gerakan mereka.

Itulah target Joon dan Dujun yang pertama. Kang Raeki.

Continue reading