[FF] Diary Orang (sok) Pinter 13

Shocking News!

Hem, sok Inggris gue. Tapi, judul jurnal gue hari ini emang bener kok. Hari ini tuh shocking news banget. Hehe, bukan sesuatu banget ya. #apadeh

Jadi gini, tadi kan bagi rapot tuh, gue sama Sungmin beserta Donghae juga berangkat bareng ke sekolah. Tentu aja kita pake mobil, gue yang nyetir. Gak mungkin pake motor. Apalagi motor gue tuh motor tiger gitu jenisnya. Yang belakangnya tinggi. Kebayang kalo tigaan pake motor itu…

Continue reading

[Iseng] Jjong and Taem Chatting

Ini iseng-isengan hasil kegilaan aku sama temenku Mimi. Jaid kita tuh lagi chat biasa, eh tiba-tiba menjerumus ke hal yang sesat begini. Jjong itu aku, Taem itu Mimi. Baca aja deh… garing-garing dah

= = =

JJong and Taem Chatting

 

JJong: Hoi, Taem!

Taem: Ape?

Jjong: Lagi apa lo?

Taem:  Nenangin si Mimi nih…dari tadi nangis mulu.

Jjong: Nape cewe lo?

Taem: Dia belum tau GSA masuk ruang berapa. Belum diambil hasilnya..

Jjong: Ooh..turut berduka cita ya.

Continue reading

[FF] Book part 2

“EOMMA..HYUNG TOLONG AKU!! APPA!!!” jerit Taemin. Minho membawa air dan menumpahkannya ke tubuh Taemin. Api di tubuh Taemin mereda. Key membantunya dengan menyiramkan air lagi. Saat api di tubuh Taemin mulai hilang, sebuah pohon besar jatuh tepat mengenai Taemin. Taemin tewas seketika. Kepalanya pecah.

Key tertegun. Minho berteriak histeris. Chaerin pingsan. Key menutup mulutnya.

“TAEMIIIIN!!!!” raung Minho.

= = =

Jonghyun terdiam di meja kerjanya. Key belum pulang. Tentu saja, kemarin Key bilang dia akan menemani temannya yang baru saja kehilangan adiknya.

“Sunghee sayang…aku sendiri di sini. Seandainya kau masih ada..” Jonghyun terdiam menatap foto Sunghee. Mata perempuan itu berbeda warna. Itu karena dia nyaris menjadi korban kecelakaan. Mata kirinya buta karena itu.

Continue reading

[FF] Book part 1

Rating: PG-15

= = =

Seorang wanita mengambil kunci di kalungnya. Dia lalu membuka kunci sebuah buku jurnal. Buku yang sudah lusuh. Isinya sudah tertulisi kata-kata.

“Jonghyun ah, aku titip buku ini padamu,” kata wanita itu.

“Sunghee, kau yakin?”

“Ne. Aku sudah terlalu lama diteror. Besok aku mati.”

“Jangan bicara begitu, yeobo.” Jonghyun memeluk istrinya dari belakang. Dia mengecup mata kiri Sunghee yang sudah tidak bisa digunakan untuk melihat. Bola mata kiri Sunghee berwarna biru pucat sedangkan bola mata kanannya berwarna cokelat tua.

Continue reading