[FF] The Black Ribbon: Hunting #2

Dujun menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia melongokkan kepalanya untuk melihat gedung yang ada di samping kirinya dengan lebih jelas. Gedung itu tampak tua dan tidak terawat. Retakan terlihat di sana-sini. Catnya telah memudar. Dulu gedung itu pasti berwarna biru cerah, seiring dimakan usia, gedung itu tampak berwarna abu-abu kusam.

“Err..” Dujun mengusap tengkuknya. “Kau yakin ini tempatnya?”

Lee Joon membaca alamat yang tertera di secarik kertas di genggamannya. “Ya, memang ini tempatnya. Ayo.”

Mereka berdua turun dari mobil dan melangkahkan kaki mereka ke dalam gedung tua tersebut. Mereka disambut oleh sayup-sayup suara musik dari lantai atas. Tanpa membuang banyak waktu, Joon dan Dujun pun segera menuju ke lantai atas.

Apa yang mereka lihat benar-benar diluar dugaan. Lantai 2 gedung ini ternyata kosong melompong, tanpa ruangan, hanya ada satu toilet di pojok ruangan. Dindingnya dilapisi dengan cermin, lantainya licin dan bersih. Di sudut sebelah kiri dekat dengan cermin besar, terdapat sebuah sound system yang sedang memutar lagu bergenre RnB. Di tengah ruangan terdapat 6 orang remaja laki-laki yang sedang menari mengikuti irama. Di hadapan mereka berdirilah sang tutor yang sedang mengamati setiap gerakan mereka.

Itulah target Joon dan Dujun yang pertama. Kang Raeki.

Continue reading

[FF] The Black Ribbon: The News #1

“WONJUN – Ketentraman sepertinya belum bisa didapatkan oleh Korea Selatan sepenuhnya. Korban pembunuh berantai The Black Ribbon terus berjatuhan. Selasa (12/05) seorang anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan tewas di sebuah gudang kayu yang sudah lama terbengkalai. Anak laki-laki itu diduga telah disekap selama dua minggu lebih tanpa makanan dan minuman. Tubuhnya dipenuhi oleh memar dan luka sayatan. Di tangan kirinya terikat sebuah pita hitam yang menandakan bahwa dia adalah korban The Black Ribbon yang ke-9 selama 2 bulan belakangan ini.

Teror terus menghantui Korea Selatan. Aparat keamanan dan bahkan FBI belum mampu mengungkap misteri ini. Warga pun mulai resah. Demo mulai terjadi dimana-mana meminta aparat segera menangkap pembunuh berdarah dingin tersebut, dan tidak memakan lebih banyak korban lagi.

“The Black Ribbon benar-benar mengerikan. Dalam dua bulan dia berhasil memakan korban sebanyak 9 jiwa. Itu berarti sekitar 1 jiwa tiap minggunya. Semuanya adalah anak usia 18 tahun kebawah. Tim masih mencari ke seluruh negeri, bahkan keluar negeri untuk mencari kemungkinan korban-korban lain yang belum terungkap. Dia bergerak dengan sangat cepat, jejaknya tidak pernah ditemukan,” tutur Lee Joon, FBI’s Assistant Director.

Continue reading

[Drabble] Alone

 

A/N: Diary dalam bahasa Inggris, tapi endingnya bahasa Indonesia. Ada pertanyaan di endingnya, bagi yang mau buang waktu luang, silahkan jawab di komen. Arigatou~

lonely-is-not-being-alone-but-its-the-feeling-that-no-one-cared

February, 14th 2009

Is it just me or…everyone is damn busy that they don’t recognize my existence?

I am exist. 

I am here.

But, nobody notices.

That’s fine.

I’m used to it.

Continue reading

[FF] Take care of my girlfriend part 5

kalau mau lihat part sebelumnya ke web ini: http://www.imaginationsandloves.tumblr.com/

“Ada bir yang sekali teguk langsung mabuk ga?” tanya Junhyung. Jaejoong terdiam sebentar lalu mulai mencari.

“Ada. Mau?” kata Jaejoong dingin.

“Tidak. Kapan-kapan saja.” Junhyung menatap sekeliling. Tiba-tiba seseorang menyapanya.

“Hai.” Sapa seorang cowok. Junhyung melirik sebentar dan membalas, “Hi.” Junhyung melirik cowok itu sebentar lalu dia teringat sesuatu. Kalau tidak salah dia pernah melihatnya di TV. Ah..guru dance baru, pikir Junhyung.

“Lee Hyukjae?” tanya Junhyung. Cowok itu mengangguk.

“Kau bisa memanggilku Eunhyuk.”

“Eunhyuk hyung tepatnya. Aku lebih muda darimu.”

“Ya aku tahu.” Eunhyuk tersenyum. “Well, aku pernah melihatmu di VRS. Kau salah seorang trainee juga kan?”

“Ne.”

“Rap ya? Dance juga?” tanya Eunhyuk. “Uh-huh.” Junhyung menjawab sambil mengangguk-angguk.

“Tunggu, siapa namamu?”

“Yong Junhyung.” Eunhyuk menggumam tidak jelas. Junhyung meliriknya sekilas.

“Di daftarku, kau juga jadi muridku. Ya kan?” Junhyung mengangkat bahu. Eunhyuk menatap Junhyung lama. Jadi ini pacar baru Sunghee? hah..apa kelebihannya? Kenapa Sunghee sampai memilihnya? Dan bibir itu..bibir yang telah mencium bibir pacarku, pikir Eunhyuk. Dadanya terasa panas melihat Junhyung. Junhyung yang ditatap begitu merasa risih.

Continue reading