[Drabble] Alone

 

A/N: Diary dalam bahasa Inggris, tapi endingnya bahasa Indonesia. Ada pertanyaan di endingnya, bagi yang mau buang waktu luang, silahkan jawab di komen. Arigatou~

lonely-is-not-being-alone-but-its-the-feeling-that-no-one-cared

February, 14th 2009

Is it just me or…everyone is damn busy that they don’t recognize my existence?

I am exist. 

I am here.

But, nobody notices.

That’s fine.

I’m used to it.

I’m used to be alone.

To not relying on others.

To not trusting others. 

To not loving others.

I’m all alone. 

In this damn big world.

Everyone is a monster.

They are all monsters.

They have two faces.

A creature with two faces….is that even a human? 

“Nothing sucks worse than feeling alone no matter how many people are around.”

That is so true. 

I am the worst.

I can’t make friends.

I can’t say hi to them.

Cause I can’t speak.

I am dumb. 

I can’t hear my own voice.

What voice. Don’t make me laugh.

Even though I can speak, no one will hear me.

That’s just it.

I am dumb and I am alone.

And I am the worst.

That’s just it.

But…I…I am…exist.

I am…

Never mind. Don’t mind me.

No one care, tho? 

Very well, you’re wasting your precious time by reading this kind of shit.

Why? You’re the same like everyone, rite?

You won’t care about me, rite?

You read my diary because you’re curious, not because you care, rite?

Am I rite?

Haha, I know. That’s why, I’m being silent all the time.

But, you have to  know one thing.

I am watching you.

From here.

From Heaven.

Sincerely, 

from someone who is actually exist

 

= = =

Aku memegang buku diary di tanganku dengan gemetar. Ini kasus bunuh diri ke-19 yang sudah tercatat di buku agendaku. Aku menoleh ke arah mayat Han Seon Cheon yang sedang dievakuasi oleh polisi. Dia tewas dengan mengenaskan. Setelah menulis catatan terakhirnya, dia melompat dari apartemennya yang berada di lantai 14.

“Ini sudah kasus ke-19, aku tidak mau jatuh korban lebih banyak lagi,” kataku.

“Kau benar, Han Sunhwa. Kita harus selesaikan masalah ini.” Aku menoleh pada partner kerjaku, Yoon Doojoon.

“Aku yakin Han Seon Cheon bukan korban terakhir, masih banyak orang yang tersisihkan di muka bumi ini.”

“Ya..tersisihkan…”

“Hidup, tapi serasa mati. Untuk apa?”

Aku melihat ke atas, ke arah lantai 14 apartemen. Kaca jendelanya telah pecah berantakan. Tirai jendela berkibaran keluar terkena tamparan angin.

“Kalau aku ada di posisi Han Seon Cheon…akankah aku melakukan hal yang sama?” gumamku.

Bagaimana dengan kalian? Apa kalian berpikir jika tersisihkan dari dunia ini, mati adalah pilihan yang terbaik?

THE END

A/N: Okeh ini..drabble tengah malam yang idenya datang secara tiba-tiba. selesai tepat jam 0:00 WIB. Nah, pertanyaan di akhir, tolong jawab ya di komen. Apa yang akan kalian lakukan jika hidup tapi serasa mati?

 

 

 

9 thoughts on “[Drabble] Alone

  1. aminocte says:

    Ahh..ini dilematis banget. Aku percaya bahwa mati bukanlah pilihan yang terbaik, tetapi bila aku dalam posisi yang sama, who knows? Mungkin aku sempat berpikiran seperti itu.
    Tapi, tetap aja, itu bukan pilihan yang bijak, kan? Nah, kalau seandainya ‘aku’ berada di posisi yang sama, aku akan mencoba peruntungan di dunia maya, biarin deh teman sekolah/tetangga/orang-orang di kehidupan nyata seperti itu.
    Siapa tahu, di dunia maya, ‘aku’ akan menemukan orang-orang yang berbeda dan baik hati, yang bisa menerima ‘aku’ apa adanya. Toh, di dunia maya tidak butuh suara untuk menyapa, bukan? Cukup dengan bersikap tidak menyebalkan di sana, kurasa ‘aku’ akan tidak kesepian lagi.
    Atau, dengan membuat sebuah karya yang bisa dirampungkan tanpa harus berinteraksi dengan orang lain, misalnya novel😀
    *jawaban macam apa ini?*

  2. vidiaf says:

    isi diary-nya aku banget masa .-. /apasih

    Hidup tapi serasa mati? Hmm..
    Yang jelas sih aku ga akan bunuh diri. Sedepresinya aku gara-gara ngerasa gitu ga akan ngebuat aku bunuh diri. Ya mungkin saking depresinya pasti ada sepintas pikiran buat bunuh diri, tapi daripada ngebuat hidup kita makin suram dan makin terasa mati, kenapa kita ga berusaha ngebuat hidup kita lebih ‘hidup’?

    misalkan daripada kita ngabisin waktu kita buat mengasihani diri sendiri gara-gara ga dianggep, kenapa kita ga ngembangin minat kita? Kayak memasak, berkebun, melihara binatang.

    Kalo versi aku sih, nulis. Ketika kita ga bisa mengungkapkan perasaan/pikiran kita dengan lisan, nulis aja. Daripada mendem pikiran dan ujung-ujungnya makin depresi? .-.

    Atau yang terakhir, dunia maya. Menurut aku, sosialisasi di dunia maya lebih gampang di dunia nyata (walaupun bagi aku ga lebih gampang karena emang aku susah sosialisasi –“).
    Di dunia maya orang-orang bisa temenan sama siapa aja. Ga peduli orang itu gendut, kurus, pendek, tinggi, cupu, keren.
    Itu menurut aku .-. Maaf kalo kepanjangan, capruk, ga jelas dan ga menjawab sama sekali. u_u aku emang ga lancar dan susah dimengerti kalo disuruh ngejelasin sesuatu .-.

  3. Minah (@AgentCIA_Minah) says:

    Hidup terasa mati?
    that kind of thing doesn’t exist. well, it’s the matter of point of view.

    You wouldn’t know that you are loved untill you try to love yourself. love your family, love your surrondings even they seems not to care.

    God will give you all of his blessings to ppl who are willing to bless themselves and their surroundings.

    For ppl out there who feel alone, you’re so far away from your God, buddy. reach him first then you’ll realize how blessed you are to be lived.

  4. sophiemorore says:

    hidup tapi terasa mati
    hampir semua orang pasti merasakan hal itu
    dan mungkin bisa dikatakan masuk akal jika pada akhirnya mereka memantapkan diri untuk benar2 menghilang dari dunia
    ahhh… ff nya bikin nyesek

    good story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s