[FF] Satellite

Note: Alohaaa~ long time no see you everybodeh yeah! *krik krik* Oke, kali ini aku mau post FF yang udah bikin aku dapet pulsa 10rb plus note EXO *uhuk pamer* *uhuk* Right, FF ini udah bikin aku menang juara 1 di lomba FF-nya @EXO_INDOFans \(^o^)/ Selamat menikmati~

= = =

Incheon Airport, 15:00 KST

Byun Baekhyun memegang kertas karton putih bertuliskan nama Lu Han, temannya yang baru datang dari China. Baekhyun memegang kertas itu tepat di depan dadanya, matanya tampak mencari-cari. Beberapa penumpang pesawat sudah mulai keluar dari pintu kedatangan luar negeri, akan tetapi orang yang ditunggu belum juga terlihat batang hidungnya. Baekhyun melirik jam tangannya sekali lagi, seharusnya Lu Han sudah datang sekarang juga.

“Aduuh..mana sih yang ngejemput?” Suara seorang wanita yang berbicara bahasa asing menarik perhatian Baekhyun. Ia menoleh ke arah kanannya. Seorang cewek dengan rambut panjang sepunggung sedang celingak-celinguk mencari seseorang. Ia tampak sangat gelisah. Baekhyun berpikir, cewek itu pasti baru sekali ini datang ke Korea. Dia pasti belum lancar berbahasa Korea dan belum tahu apa-apa tentang Korea. Jadi, Baekhyun datang untuk membantunya.

Can I help you?” sapa Baekhyun ramah. Gadis itu menoleh padanya, tampak terkejut ada yang menyapanya dalam bahasa Inggris.

Oh yes, I wanna go to Seoul. My friend promised me that he would pick me up in here, but he doesn’t show up. I wanna beat him up if I meet him.” Gadis itu malah menceritakan kekecewaannya. Baekhyun hanya bisa terkekeh mendengar curhat dadakan gadis itu.

I want to go to Seoul also, but I have to wait for my friend. Sorry, if my English is bad, you know I’m Korean.

I’m not  that fluent in English also. I’m Indonesian.”

Really? What’s your name?”

Nisa. But I have a Korean name. It’s Lee Sunghee. My English name is Autumn Lee. You can call me whatever you want.”

Can I call you Amie?

Why Amie?” Gadis itu mengerutkan kening.

Because..your English name is Autumn, in Korea, we often call our friend with the suffix ie. So Autumn will be Autumnie, shorten Amie. How is it? Dislike it?”

No! That’s good! I like that nickname. Joha, you can call me Amie.” Amie tersenyum.

My name is Byun Baekhyun.”

“Baekhyun? Similar pronunciation with Bacon. Can I call you Bacon?”

With pleasure. So, Amie, you can come with me to Seoul together. Just wait for my friend first.” Baekhyun melihat keadaan di sekelilingnya. Pintu kedatangan luar negeri mulai sepi, namun Lu Han belum juga ditemukannya.

Sorry, Bacon. My mom told me not to come with stranger.” Amie tersenyum manis. Ia melirik jam tangannya dan tersenyum pada Baekhyun sebelum berjalan pergi.

Baekhyun terkesiap dan segera menarik tangan Amie. Gadis itu menatap Baekhyun terkejut.

“Maaf, tapi..tunggu sebentar,” ucap Baekhyun dalam bahasa Korea. Amie mengerutkan kening. Ia lalu melihat Baekhyun cepat-cepat mengambil pulpen dan menuliskan nomor ponselnya di karton yang ia pegang. Ia lalu menyobek bagian kecil karton tersebut dan menyerahkannya pada Amie.

“Kalau ada apa-apa, telepon aku saja ya.” Baekhyun tersenyum. Amie menirukan gerakan menelepon dengan tangannya. Baekhyun mengangguk.

“Ne, call me.” Baekhyun mengiyakan bahasa isyarat Amie. Amie mengangguk dan melambai pada Baekhyun. Ia pun masuk ke dalam sebuah taksi yang sedang parkir dan taksi itu pun meluncur pergi.

Baekhyun terdiam memandangi taksi yang ditumpangi Amie sampai menghilang dari pandangan. Lima menit kemudian, Baekhyun tersadar ia melupakan sesuatu.

“Astaga! Lu Han Hyung! Eodiga?”

= = =

Lu Han merengut sepanjang perjalanan menuju Seoul. Baekhyun sudah beberapa kali meminta maaf padanya, namun masih tidak digubris oleh cowok yang lebih tua itu.

“Kamu kan tau sendiri aku mabok pesawat…aku pasti ke toilet dulu tadi,” kata Lu Han dengan nada pasrah.

“Maaf..Hyung, maaf ya? Aku traktir bubble tea deh! Dua! Ya ya? Pliiiss..maafin aku laaa..” balas Baekhyun dengan nada dimelas-melasin.

Lu Han menghela napas. “Dua ya?”

“SIP!” Baekhyun terkekeh. Dia mengacungkan jempol tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang kemudi.

“Ngomong-ngomong emangnya kamu ngilang kemana tadi?” Lu Han menatap Baekhyun yang sedang serius menyetir.

“Oh..tadi ada orang Indonesia yang nggak tahu jalan. Ya udah aku tolongin. Kasian.”

“Cewek?”

“Iya doong.”

“Dasar.” Lu Han tertawa. Baekhyun ikut tertawa juga. Kemudian, hening tercipta di antara mereka berdua. Lu Han terlalu pucat untuk diajak bicara lebih lanjut dan Baekhyun terlalu sibuk berkonsentrasi pada jalanan di hadapannya.

Tiba-tiba, ponsel Baekhyun berbunyi nyaring, membuat pemiliknya dan temannya si pemilik ponsel tersebut terkejut. Baekhyun buru-buru mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menjawab telepon. Lu Han menatapnya dengan pandangan risih campur penasaran.

“Yobosaeyo? Oh..Amie? Ah keuraeyo? Haha, I’m on my way home now. I’m going to buy Bubble Tea first for my lovely hyung. Oh? You like Bubble Tea too? Hahah, that’s good! I shall introduce him to you then, you two can buy Bubble Tea together! Aniyeyo! Gwaenchanasaeyo…ye..annyeong!” Baekhyun mematikan teleponnya setelah sekian detik berbincang dengan Amie. Lu Han menatapnya dengan sebelah alis terangkat.

“Jangan menatapku seperti itu~”

“Darimana kamu belajar bahasa Inggris?”

“Adalah pokoknya.” Baekhyun menjulurkan lidahnya. Lu Han mencibir.

“Oh, ya Baekkie, lusa ada acara launching film 2 Hours di COEX. Dateng yuk? Aku udah baca novelnya, seru lho. Ceritanya romantis, sedih, tapi ada pelajaran hidupnya juga.”

“Yang main siapa?”

“Lupa, pokoknya terkenal. Dateng yuk? Mau gak?” Lu Han tampak memohon. Baekhyun menghela napas. Dia takluk pada keimutan maksimal teman masa kecilnya ini dulu.

“Oh ya, tanggal 5 Mei nanti, selain launching film 2 Hours, sekaligus merayakan ulang tahun author dan sutradaranya lho. Hebat ya, padahal usianya baru 19 tahun, tapi sudah jadi novelis dan sutradara. Bahkan, waktu dia berumur 16 tahun, dia jadi penulis naskah drama di China. China loh! Padahal dia orang Indonesia.”

“Indonesia?” Baekhyun langsung menoleh. Lu Han mengangguk. Baekhyun terdiam. Ia tiba-tiba teringat pada Amie.

“Baekkie, nanti di COEX ada yang jualan Bubble Tea, kan?”

Baekhyun menghela napas.

= = =

Launching film 2 Hours di Gedung COEX diselenggarakan dengan mewah. Suasana gedung yang sudah memadai untuk konsep mewah tersebut sangat mendukung tema acara yang memang mengusung tema ‘Glamorous’. Untung saja Baekhyun sudah memakai pakaian yang rapi. Setidaknya dia pantas berada di tema Glamorous ini.

Lu Han mengajak Baekhyun untuk duduk di kursi yang tersedia. Lu Han sibuk mengaduk-aduk Bubble Tea yang sedang diminumnya, sedangkan Baekhyun sibuk memperhatikan keadaan sekitar.

“Mencari Amie?” tanya Lu Han. Baekhyun menggumam.

“Eh, acaranya mau mulai tuh.” Lu Han menyikut perut Baekhyun. Cowok itu terlonjak kaget sebelum memfokuskan diri pada acara.

Sutradara beserta para pemain mulai memasuki ruangan dan duduk di tempat yang sudah tersedia. Baekhyun terpana. Ternyata ada Amie di sana, sebagai sutradara dan penulis naskah. Pemeran utama pria adalah Kim Joonmyun, sedangkan pemeran utama wanita adalah seorang aktris dari Indonesia. Pemeran lainnya juga tidak bisa dibilang aktor dan aktris abal-abal. Rata-rata mereka semua sudah pernah bermain di berbagai macam film dan drama sebelumnya.

Acara wawancara pun dimulai. Salah satu wartawan dari TV lokal berdiri dan mengajukan pertanyaan.

“Kenapa Anda memilih Korea Selatan sebagai lokasi syuting?”

“Karena, aku sangat mencintai Korea, dan memang 2 Hours ini bercerita tentang kisah cinta antara orang Korea dengan orang Indonesia. Setelah promosi di Korea, kami akan terbang ke Indonesia untuk melakukan promosi film lagi,” jawab Amie dengan tenang.

Wartawan lainnya berdiri.

“Bisakah Anda ceritakan sepenggal kisah 2 Hours ini?”

“Aku akan menceritakan garis besarnya. Jadi, film ini bercerita tentang sepasang manusia yang bertemu secara tidak sengaja di Korea. Tania adalah gadis yang ramah dan berpikiran positif sedangkan Su Ho adalah cowok penyendiri yang selalu berpikiran negatif. Sifat mereka begitu berkebalikan meskipun ulang tahun mereka berdekatan. Tania berulang tahun pada tanggal 21 Mei, sedangkan Su Ho berulang tahun pada 22 Mei. Karena Tania harus kembali ke Indonesia, mereka berdua hanya bisa menghabiskan waktu dua jam untuk merayakan ulang tahun mereka bersama-sama. Ketika di Indonesia masih tanggal 21, di Korea sudah tanggal 22. Dan waktunya hanya berlangsung dua jam. Jadi, seperti itu intinya.” Amie tersenyum.

Baekhyun tertegun. Lu Han bilang, Amie berulang tahun hari ini, tanggal 5 Mei, sedangkan dia berulang tahun pada tanggal 6 Mei. Amie dari Indonesia, dan dia dari Korea. Apakah…kisahnya akan menjadi seperti itu?

Wartawan lain berdiri.

“Pertanyaan ini untuk Joonmyun. Apa kesulitanmu dalam memerankan Su Ho?”

Joonmyun meraih mic-nya dan menjawab, “Kesulitannya…adalah mendalami karakter Su Ho. Su Ho menjadi pendiam karena sejak kecil ia sering ditinggalkan oleh orang-orang di sekitarnya, jadi begitu dia bertemu dengan Tania, dia menjadi sangat bahagia namun sekaligus takut. Su Ho takut kehilangan Tania, dia takut sendirian lagi. Cara merealisasikan perasaan itu yang sulit.”

Baekhyun mengangguk-angguk paham. Dia bisa merasakan apa yang Su Ho rasakan. Memang, sejak kecil Baekhyun dikelilingi oleh orang-orang yang ia cintai, tapi, Baekhyun akhir-akhir ini sering merasa kesepian. Ia harus tinggal di apartemen sendirian sampai ia menamatkan sekolahnya.

Acara launching film pun selesai dengan nyanyian selamat ulang tahun untuk Amie yang bernama pena Autumn Lee. Para penggemar dipersilakan untuk berjabat tangan dengan para aktor dan aktris di sana.

“Kau mau berjabat tangan dengannya?” tanya Lu Han sambil mengedikkan kepalanya ke arah Amie yang wajahnya dipenuhi krim kue tart.

Baekhyun menggeleng. “Aku lapar.”

“Oke, kita makan.”

Baekhyun dan Lu Han pun melangkah pergi meninggalkan lokasi launching film tersebut. Mereka berdua asyik berdiskusi restauran mana yang akan dikunjungi mereka hari ini. Ketika sedang asyik berdiskusi, tiba-tiba seseorang memanggil Baekhyun.

“Bacon!”

Baekhyun dan Lu Han menoleh. Baekhyun tertegun melihat Amie berlari ke arahnya sambil sibuk membersihkan krim di wajahnya.

“Kau datang juga! Tak kusangka!” seru Amie gembira.

“Temanku yang memaksaku datang ke sini.” Baekhyun menunjuk Lu Han di sampingnya. Lu Han tersenyum dan berkenalan dengan Amie.

“Ini nih orang yang suka Bubble Tea itu. Hyung, kapan-kapan kalau mau beli Bubble Tea bareng Amie aja.” Mereka tertawa.

“Oh, boleh aku minta tanda tanganmu?” Lu Han menyodorkan kertas dan spidol. Amie mengangguk dan menandatangani kertas tersebut.

“Tapi…kenapa kamu dipanggil Amie? Orang lain memanggilmu Sunghee di sini.” Lu Han mengerutkan kening.

“Bacon yang memberiku nama itu. Kamu tanya dia saja.” Amie tersenyum.

“Oh ya, Baekhyun besok ulang tahun lho! Ulang tahunnya berdekatan denganmu! Seperti film-mu saja ya? Hahaha.” Lu Han tertawa.

“Benarkah? Waah…ternyata semua cerita yang kubuat kebanyakan jadi nyata.” Amie tersenyum. Ia lalu mencolek krim di pipinya dan mencoretkannya pada wajah Baekhyun.

“Saengil chukahae. Aku orang pertama yang mengatakannya padamu.” Amie tertawa.

“Aish..saengil chukahae juga!” Baekhyun mencolek krim di wajahnya dan mencoretkannya kembali pada Amie.

“Jorok!” seru Amie. Ia hendak menyerang Lu Han, namun cowok itu sudah kabur terlebih dahulu. Mereka bertiga tertawa dengan puas.

= = =

Baekhyun memandangi akuarium di rumahnya. Akuarium berukuran sedang itu hanya terisi oleh seekor ikan kecil. Baekhyun mengerucutkan bibirnya sambil memasang tampang berpikir.

“Kan, kamu pasti kesepian. Kamu sering galau ya? Kapan-kapan aku beliin temen deh buat kamu.” Baekhyun mengetuk-etuk kaca akuarium tersebut sambil tersenyum polos.

Baekhyun melirik jam dinding. Sudah pukul 10 malam. Sebentar lagi tanggalan di ponsel pasti akan berganti angka menjadi 6-5-2012. Baekhyun tersenyum sendiri. Ia melirik Lu Han yang sedang tidur di sofa sambil mendengarkan musik. Di perutnya terdapat sebuah balok rubik yang bergerak-gerak seiring gerakan perut Lu Han yang naik turun mengikuti irama nafasnya. Dia pasti tertidur karena kelelahan. Sedari tadi ia mencoba memecahkan masalah rubik 12×12.

Dua jam kemudian, bel apartemennya berbunyi. Baekhyun bergegas membukakan pintu.

“Annyeonghasaeyo, Bacon! Saengil chukahamnida!” seru Amie riang.

“Gomawo…kamu bawa apa?” Baekhyun menunjuk plastik hitam di tangan Amie.

“Ntar di dalem.” Amie melangkah masuk ke apartemen Baekhyun dan menghampiri akuarium. Dia mengeluarkan isi plastik hitam tersebut yang ternyata adalah plastik bening berisi seekor ikan kecil.

“Kasian ikan kamu sendirian. Kado ulang tahunnya aku kasih teman aja ya.” Amie tersenyum dan memasukkan ikan kecil itu ke dalam akuarium dengan menggunakan tangannya sendiri. Mereka berdua menatap dua ekor ikan kecil yang menari-nari di dalam akuarium tersebut.

“Tampaknya ikanmu bahagia punya teman baru,” kata Amie sambil tersenyum manis. Baekhyun mengangguk senang.

“Terima kasih ya.”

“Yah..ikan juga makhluk hidup. Mereka butuh teman.” Amie tersipu. Baekhyun tertegun.

“Tunggu sebentar, sejak kapan kamu mahir berbahasa Korea?”

“Dulu aku pernah ikut pertukaran pelajar ke Korea selama 3 bulan, wajar saja kalau aku bisa bahasa Korea.”

“Kalau gitu..waktu di bandara itu..cuma akting?”

“Ya. Aku sedang mendalami karakter Tania. Aku sedang mencoba merasakan apa yang dia rasakan. Padahal aku mengerti bahasa Korea, aku juga mengerti bagaimana ke Seoul, berapa harga taksi yang harus dibayar, naik bus apa, dll.”

“Kau ini…” Baekhyun kehabisan kata-kata.

“Tapi kemarin kan aku full berbicara bahasa Korea. Masa kamu nggak nyadar sih?” Amie mengerutkan kening. Dengan polosnya, Baekhyun menggeleng.

“Kemarin aku terlalu terkesima..sampai gak nyadar kamu ngomong bahasa Korea.” Amie tertawa.

“Terus..kamu kok tahu ikan di apartemenku cuma satu?” selidik Baekhyun.

“Dari dia.” Amie mengedikkan kepalanya ke arah pintu. Baekhyun menoleh.

“Saengil chukahamnida, saengil chukahamnida, saranghaneun uri Baekhyun, saengil chukahamnida!” Lu Han, para pemeran film 2 Hours, teman-teman Baekhyun, bahkan keluarga yang sudah lama tidak Baekhyun temui masuk ke dalam ruangan. Lu Han membawa sebuah kue tart yang dihiasi lilin berbentuk angka 21.

“Saengil chukahaeyo, Baekki-yah!” seru Chanyeol, sahabat dekat Baekhyun.

“Saengil chukahamnida, hyung!” seru Se Hun. Kyungsoo, Jongin, Minseok, Jongdae, bahkan teman-teman dari China seperti Tao, Kris, dan Lay pun ikut merayakan ulang tahunnya. Aktor Kim Joonmyun pun menyampaikan ucapannya pada Baekhyun.

“Waah..ini benar-benar hadiah ulang tahun yang terindah!” Baekhyun terharu. Ia menatap orang-orang di hadapannya dengan pandangan berbinar.

“Sudah kubilang kan, kado ulang tahun dariku itu teman,” kata Amie. Baekhyun yang sedang memeluk ibunya menoleh. Ia lalu tersenyum berterima kasih.

“Sekarang make a wish!” seru Chanyeol kegirangan sambil menyeret Baekhyun ke depan kue yang telah Lu Han letakkan di atas meja.

Baekhyun berdoa dalam hati sebelum meniup lilin tersebut. Semua orang yang hadir di sana bertepuk tangan dan berseru. Apartemen Baekhyun yang biasanya sepi jadi ramai karena kedatangan mereka semua. Baekhyun sampai terharu. Matanya berkaca-kaca.

“Gomawoyo, Amie-ssi,” bisik Baekhyun sambil menatap Amie dalam. Amie mengangguk sambil tersenyum.

Pukul 6 pagi, pesta selesai. Orang-orang sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Beberapa memang ada yang memilih menginap di apartemen Baekhyun. Namun mereka sedang tertidur lelap karena kelelahan. Lu Han juga ikut tertidur diantara Kris, dan Lay yang tidur di karpet ruang TV. Rupanya semalam ia hanya pura-pura tertidur. Sebenarnya ia sedang menunggu pukul 12 malam.

Kini, Baekhyun sedang berjalan-jalan di sekitar apartemen bersama Amie. Masing-masing memegang segelas cup kopi panas.

“Bacon?”

“Hm?” Baekhyun menggumam sambil meniupi kopi panasnya.

“Kamu mau berjanji satu hal padaku?”

“Apa?” Baekhyun menoleh.

“Ayo kita rayakan ulang tahun kita selama 2 jam.”

Baekhyun terdiam. Ia menghentikan langkahnya. Amie berdiri menghadapnya.

“Aku kan tidak akan selamanya tinggal di Korea. Lusa aku akan kembali ke Indonesia. Nanti, setiap ulang tahun kita datang, ayo kita rayakan bersama. Aku akan bangun jam 10 malam tanggal 5 Mei, dan kamu bangun tanggal 6 Mei jam 12 malam. Gimana?”

“Oke, bisa diatur. Tapi..kita merayakannya gimana?”

“Ya…webcam? Telepon? E-mail? Gampanglah.” Amie tersenyum.

“Apa..kita tidak akan pernah bertemu lagi?”

“Hmm..tentu saja tidak! Tahun ini aku akan terus bolak-balik Indonesia-Korea untuk urusan film. Rencananya, 2 Hours akan dibuat sekuel-nya. Karena kebanyakan shoot di Korea, aku pasti akan sering-sering datang kemari.”

“Benarkah?” Baekhyun tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Amie mengangkat alis.

“Kenapa? Kok seneng banget aku bisa bolak-balik ke Korea?”

“Ah, enggak..gak usah GR deh.” Baekhyun menjulurkan lidah dan mulai berlari. Amie tertawa dan mengejar cowok itu.

= = =

Tik..tok…tik..tok..bunyi jam dinding mengisi suara adegan Baekhyun yang sedang terdiam di sofa ruang TV malam itu. Baekhyun sedang menunggu TV-nya menampilkan film 2 Hours yang baru ia beli tadi siang. Beberapa detik kemudian, film pun dimulai. Baekhyun tersenyum senang dan menonton dengan penuh konsentrasi.

30 menit pertama, Baekhyun tampak semakin masuk kedalam film. Ia terlihat sangat-sangat serius. Kadang ia tertawa ketika ada adegan lucu, namun kembali serius ketika adegan kembali ke alur yang sedih.

15 menit kemudian, adegan mulai mencapai klimaks. Tania dan Su Ho sedang terlibat konflik. Ekspresi Baekhyun semakin serius. Sesekali ia menjilat bibirnya yang kering. Tubuhnya condong ke depan saking seriusnya.

“BAEKHYUUUUN!!”

Baekhyun tersentak. Ia terjungkal dari sofa karena suara yang sangat akrab tersebut meneriakkan namanya. Baekhyun cepat-cepat mem-pause film itu dan menoleh ke arah pintu dengan tampang garang.

“PARK CHANYEOL!” seru Baekhyun kesal. Chanyeol hanya tertawa tidak tahu malu.

“Ngapain kamu di lantai begitu?” Dengan kurang ajarnya, Chanyeol duduk bersila di sofa dan mengambil alih pop corn yang tadinya jadi cemilan Baekhyun.

“Ini kan gara-gara kamu!”

Why me?”

Why not you?”

Chanyeol tidak menanggapi. Dia mengambil remote dan mem-play film itu. Baekhyun bergegas duduk di samping Chanyeol dan mulai menonton dengan serius.

“Itu si Su Ho-nya kenapa? Kok nangis?” tanya Chanyeol.

“Inget keluarganya.”

“Terus si Tania-nya mana?”

“Lagi di Indonesia.”

“Lah? Kenapa?”

“Aduuuh! Yeol, diem bentar napa sih? Lagi serius nih!” sembur Baekhyun.

“Ciee marah cieee..” ejek Chanyeol.

“Ngasih kado nggak, kasih makanan enggak, malah bikin kesel,” gerutu Baekhyun.

“Loh? Kan aku kado ulang tahunmu.” Chanyeol mengedipkan sebelah matanya. Baekhyun bergidik ngeri.

Setelah dijinakkan selama lima menit, Chanyeol akhirnya mau diam juga. Dia malah ikut menyaksikan film tersebut dengan serius. Mereka berdua tidak ada yang berkomentar sampai film habis.

Chanyeol menoleh pada Baekhyun yang masih terdiam. Film sudah berakhir sejak 5 menit yang lalu, namun Baekhyun masih belum bereaksi.

“Tania…meninggal..” bisik Baekhyun pelan.

“Terus?” Chanyeol mengerutkan kening.

“Amie..jangan sampai meninggal..”

“Hah?”

“A-aniyeyo! Hahahah..bukan apa-apa..aduh..ceritanya sedih.” Baekhyun tertawa kikuk. Chanyeol terus memperhatikan Baekhyun.

“Jangan menatapku seperti itu!” Baekhyun langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

“Yah, kau kenapa? Hey..Baekki!” Chanyeol berusaha melepaskan tangan Baekhyun yang menutupi wajah cowok itu.

“Nggak! Nggak apa-apa!” seru Baekhyun lagi. Chanyeol terdiam. Ia menunggu Baekhyun kembali seperti biasa.

“Oke.” Baekhyun melepaskan tangannya yang menutupi wajah dan menghela napas. “Mungkin ini yang dirasakan oleh Su Ho tadi..”

“Ne?” Chanyeol memiringkan kepalanya bingung. Baekhyun melompat ke arah meja kerjanya dan bergegas mengirim e-mail. Ia terlihat begitu tergesa-gesa. Setelah e-mail terkirim, Baekhyun menunggu balasannya dengan gelisah. Jemarinya ia ketuk-ketukan ke meja.

Putus asa dengan menunggu balasan e-mail, Baekhyun segera meraih ponselnya dan menelepon seseorang. Ia masih tampak sangat gelisah.

Telepon pertama tidak dijawab. Baekhyun kembali menelepon. Teleponnya dijawab pada dering ke-8.

“Yobosaeyo, Bacon-ah? Ada apa? Aku sedang sibuk syuting sekuel 2 hours.”

“Ada sekuelnya? Ceritanya bagaimana?” balas Baekhyun cepat.

“Hng? Di film pertama kan Tania meninggal, di sini kakak Tania yang diceritakan. Su Ho memang muncul kembali, tapi tidak sesering di film pertama. Kenapa?”

“Jadi..tidak ada kelanjutan kisah Su Ho?”

“Tidak ada. Dia hanya muncul di film sekuel ini sebagai cameo. Dia hanya menceritakan sedikit tentang Tania, tentang kisah Su Ho selanjutnya tidak dilanjutkan lagi.”

“Bagaimana Su Ho di sana? Ehm maksudku..apakah dia sedih atau biasa saja..atau..”

“Kamu kenapa, Baekhyun? Di cerita ini Su Ho memang terlihat sedih, tapi tidak sampai terpuruk. Semua teman-temannya selalu mendukungnya. Jadi, Su Ho tidak apa-apa.”

“Begitukah..” Baekhyun menghela napas. “Lalu..kapan kau kembali ke Korea?”

“Mungkin tahun depan, ketika film sekuel ini rilis.”

“Oh..oke…”

“Sudah ya? Aku sedang bekerja.” Telepon dimatikan oleh Amie. Baekhyun meletakkan ponselnya ke atas meja dengan tangan gemetaran. Ia kemudian menghela napas lega.

“Yeol, tanggal berapa sekarang?”

“4 Mei.”

“Berarti besok ya..”

= = =

Malam ini, Baekhyun kembali disibukkan dengan ritualnya selama dua tahun terakhir. Ia bersiap merayakan ulang tahunnya bersama dengan Amie. Ini adalah ketiga kalinya mereka merayakan ulang tahun bersama-sama. Tahun lalu, mereka saling berkomunikasi lewat webcam. Bahkan ketika Amie sibuk menjadi sutradara, ketika Baekhyun sibuk latihan vokal untuk penampilannya, mereka terus menyisihkan waktu dua jam untuk menghabiskan waktu bersama.

Mereka bukan sepasang kekasih seperti yang orang lain kira selama ini. Mereka hanya sahabat. Sahabat yang saling mencintai. Itu saja. Mereka saling mendukung satu sama lain. Amie pernah bilang, Baekhyun adalah planetnya, dan dia adalah satelit. Sebuah satelit tidak akan pernah meninggalkan sang planet. Sebuah satelit akan terus berada di sisi planetnya, mendukung kehidupan planet tersebut. Amie bersumpah, ia akan selalu ada untuk Baekhyun sampai akhir hayatnya.

Sebuah janji yang sulit ditepati, kata Baekhyun saat itu. Namun Amie menyanggahnya. Ia bilang ia bisa melakukannya.

Baekhyun menunggu Amie online. Ia melirik jam. Sudah pukul 12.15, tapi yang ditunggu belum muncul juga.

Baekhyun memeriksa e-mailnya siapa tahu ada yang baru. Ternyata memang ada. Dari Amie. Baekhyun cepat-cepat membukanya.

“Ikan yang kuberikan padamu masih hidup, kan? Anggap saja itu aku. Kalau kamu merindukanku, kau bisa menatap ikan itu~”

Begitu isi e-mail dari Amie. E-mail itu dikirim sekitar seminggu yang lalu. Baekhyun terlalu sibuk sampai-sampai tidak sempat mengecek e-mail.

Telepon Baekhyun berbunyi. Ia bergegas menjawabnya. Ternyata dari Lu Han.

“Cepat nonton berita! Cari berita tentang Amie!” seru Lu Han di seberang sana. Baekhyun bergegas mengikuti perintah temannya. Ia mengganti-ganti channel TV sampai menemukan sebuah acara berita.

Sutradara film 2 Hours, Autumn Lee, dikabarkan mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas. Kondisinya sekarang sangat kritis, bahkan dia berada dalam keadaan koma. Sekuel film 2 Hours terancam tidak rilis.

Baekhyun merasa pundaknya menurun. Ia merasa dadanya sesak. Ia tidak mau kehilangan seorang sahabat yang sangat berharga. Ia tidak mau kehilangan satelitnya.

Baekhyun cepat-cepat mengemasi kopernya ala kadarnya dan bergegas keluar dari apartemen. Ia berlari menuju basement. Pandangannya kosong, jantungnya berdebar kencang.

“Baekhyun-ah! Kau mau kemana?” Manajer Baekhyun menarik lengan cowok itu, dengan paksa menghentikan langkah terburu-burunya.

“Indonesia,” jawab Baekhyun singkat.

“Mworago?! Hey, besok kamu harus tampil di Inkigayo! Kamu juga ada jadwal fan meeting! Mana mungkin kau mau meninggalkan pekerjaanmu?”

“Aku akan menyesal jika tidak melakukan hal ini, Hyung. Kumohon..minta cuti saja. Sehari saja.” Baekhyun memandang manajernya dengan pandangan memelas. Manajernya sampai terkejut melihatnya. Baekhyun yang biasa ceria, lucu, dan cerewet, bisa menampilkan ekspresi sesedih ini di hadapannya.

“Baiklah, kau boleh pergi. Nanti aku urus semuanya.”

“Terima kasih, Hyung.” Baekhyun tersenyum dan bergegas melanjutkan langkahnya lagi. Namun, baru saja ia melangkah tiga kali, ponselnya kembali berbunyi. Melihat kode negara nomor yang meneleponnya, itu pasti berasal dari Indonesia.

“Halo?” sapa Baekhyun.

Are you Bacon?” ujar sebuah suara laki-laki yang berat.

Uh..yes. Who are you?”

“I’m Sunghee’s brother. Your Amie’s brother. I read the letter she was made before she had an accident. It said she wanted to hear your voice badly. She wanted you to sing for her. I guess it’s a good idea to make her awake.”

Baekhyun terdiam, genggaman tangannya di koper terlepas.

What should I sing?” tanyanya.

Anything. Make sure the lyric is right, Bacon.

I’ll sing Angel then.”

Right. She’s listening now. I left the phone beside her ear.”

“Neoui sesangeuro yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro eodieseo wannyago
Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeon
Eodideun cheongugilteni..” Baekhyun mulai terisak. Ia terduduk di koridor apartemen. Manajernya terkejut. Ia segera membantu Baekhyun berdiri. Namun, kaki Baekhyun terlalu lemas untuk menopang tubuhnya sendiri.

“Neoui suhojaro jeo geosen barameul makgo…” Baekhyun melanjutkan nyanyiannya sambil menangis.
“Ne pyeoneuro modu da deungeul dollyeodo..” Suara Baekhyun goyang. Bibirnya gemetar karena tangis.
“Hime.. gyeoun eoneu nal… ne.. nunmureul dakka jul..” Suara Baekhyun mulai terputus-putus karena isak tangis.
“Geu-reon.. han saram… doel su.. itdamyeon..” Genggaman tangan Baekhyun pada ponselnya melemah. Manajer mengusap-usap punggungnya, berusaha menenangkan Baekhyun.
“Eodideun… cheongugilteni..” Suara lengkingan panjang terdengar di seberang.

Tangisan Baekhyun menjadi semakin menjadi-jadi mendengar lengkingan tersebut. Pundaknya berguncang hebat. Baekhyun menutup mulutnya dengan tangan kiri yang tidak memegang ponsel. Air matanya membasahi tangan kirinya.

“Saeng..il…chukahae…uri..sarang..haneun…Lee..Sunghee…my..Amie…” Baekhyun mengatakannya dengan terputus-putus. Meskipun orang yang diberi ucapan selamat tidak akan mendengarnya.

“Baekhyun-ssi? Baekhyun-ssi?”

“Ye, Hyung?”

“Gomawo. Tampaknya sedari tadi Amie sedang menantikan suaramu. Begitu ia mendengar suaramu..ia bisa pergi dengan tenang. Gomawo..”

“Andwae! Andwae!!” Baekhyun menjerit.

“Sudahlah, Baekhyun..ayo kita kembali ke apartemenmu. Orang-orang menatapmu aneh..” Manajer membujuk Baekhyun.

“Hyung…aku telah kehilangan satelitku..” bisik Baekhyun. Manajernya mengerutkan kening.

= = =

Baekhyun memantapkan hatinya. Ia hendak memeriksa e-mailnya lagi. Sudah satu tahun berlalu sejak kejadian itu, tapi Baekhyun tetap tidak pernah bisa melupakan Amie. Ia tetap mencintai satelitnya yang katanya akan selalu ada untuknya.

Kini Baekhyun hendak membuktikan ucapan satelitnya itu. Kakaknya Amie bilang, Amie akan selalu ada selama dua jam untuk Baekhyun di hari ulang tahunnya.

Kini tepat pukul 12 malam, Baekhyun memeriksa e-mailnya. Ada e-mail masuk dari akun Amie.

Saengil chukahamnida uri choding Baekhyunnie…saranghamnida! May your dreams came true. Best whises for you. And…my love is for you❤ hehe ^^v

Aku orangnya tidak suka melanggar janji. Jadi, ketika aku bilang aku akan selalu ada untukmu, itu benar. Aku sudah menyiapkan ratusan e-mail yang akan dikirim secara berkala oleh sistim komputerku. Memang, bukan aku yang mengirim e-mail ini, tapi aku yang menulis e-mailnya.

Bagaimana kabar ikan itu? Kau berinama dia siapa? Dia baik kan? Anggap saja itu aku ya. Jadi kalau kau sedang merindukanku, pandangi saja ikan itu sampai kau puas! Hahaha!

Ehm..sekali lagi..selamat ulang tahun untuk kita berdua! Semoga ke depannya, kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Amin.

From your satellite,

Amie.

Baekhyun tersenyum. Setitik air mata jatuh menuruni pipinya. Baekhyun segera menghapusnya.

“Kau benar, Amie. Sebuah satelit tidak akan meninggalkan planetnya. Satelit adalah sebuah benda yang paling setia di muka bumi ini. Dia akan selalu ada..sampai planetnya mati.”

Baekhyun mengetik balasan untuk Amie, meskipun gadis itu tidak akan bisa membacanya.

Thank you so much, Amie, for being my satellite.  You’re my best birthday gift. Saranghae yeongwonhi. Love you forever. Aku mencintaimu selamanya.

THE END

 

28 thoughts on “[FF] Satellite

  1. amitokugawa says:

    ah..pagi2 udah baca ff nyesek😦
    ahh..kasian baekhyun, kayaknya selama beberapa hari dia bakal sering ngelamun sambil ngeliat ikan yang dibeliin sunghee *pukpuk baekhyun*
    adegan yang bikin nyesek banget ya..pas baekhyun nyanyi di telepon sambil nangis

    kira2 sunghee bakal ngomong ,”nado saranghae” nggak ya?
    ah, bagus nis, as expected!😀

  2. dorky Mint says:

    ga nyadar kalo ternyata ini angst. Soalnya awalnya biasa aja, pas tengah baru ‘ngeh’ -_-

    this fanfic really turned me upside down. But it’s great as usual!😀

  3. hyohae says:

    Sunghee spesiaalis sad ending nih akhir akhir ini :((
    Perumpamaannya bagus planet & satelit :-bd
    Galau banget pas adegan bacon nyaanyi di telpon huaaa kasian dia

  4. Hwang Sungmi says:

    sunghee-yaaaaa! ini bikin galau to the max😦 bener bener gabisa bayangin pas baekhyun nyanyi yg angel ituuuu~ daebak deh😀
    aku suka sejarah namanya amie hehehe :p

  5. LEEchocochiko says:

    waw :O sebelum memulai komen gue mau bilang, Ohh ternyata baekhyun itu yang itu toh *nunjuk pict diatas* lucu juga xD *noel BH(?) ;D

    okay kita komen.
    ga kepikiran si sunghee mati -_- kesian xD wkwk
    dan buat baekhyun haha salam kenal kawan! baru tau langsung dibuat terpesoneng sama Aa BH(?) di sini aiiihh. cuap cuap buat baek :*

    icaaa cerita ini syedihh! bener deh ga boong T_T romantis, asoy geboy, lucu juga😀 top deh. harusnya lu dapet pulsa 50 ribu dari menang ini ff. trus transfer ke gue :3 *ditendang
    tapi ada satu yang kurang, alurnya kecepetan. coba dibuat lambat pasti lebih nyes. apalagi dibuat gaya novel beeehh!! *banyakmaunya *dikubur -_-
    INTINYA saya sukaaa!! suka ceritanya, suka castnya, suka BHnya-__-‘), suka authornya *ciee *ciumIca xD~ wkwk

    okaay sekian komen saya. paii~ :*

    • sungheedaebak says:

      ga enak banget BH😄
      tengkyu so much naaaad😀
      iya wajar kecepetan gue bikinnya ngebut coy satu malam (FF satu malam)
      WKWKWK😄

      idih cium-cium -.- #eh wkwk canda :**

      pai pai~~ :*

  6. Amanda says:

    Salam kenal, annyeong. Setelah berlayar di google dan ketemu ff ini. Aku nangis, lumayan nangisnya pas part baekhyun nyanyi lagu terakhir buat amie, ffnya daebak, jinjja daebak

  7. vidiaf says:

    suka ceritanyaaaa❤
    sedihnya sedih banget asli huaaaa T_____T
    kasian banget baekhyunnya u_u
    pas baekhyun nyanyi buat sunghee sama pas baca e-mail sunghee buat baekhyun itu bener-bener nyesek banget TT^TT
    analoginya unik, planet & satelit~ :3
    tapi tadi rada ga mudeng pas tiba-tiba amie dateng ke apartemen baekhyun ._. pas baca bawahnya baru ngerti ._.
    *aduh maap kepanjangan -_-v*

  8. Ara says:

    duh sampe banjir nih/?
    keren masa, unik pula.
    author bagusnya bikin novel aja, pasti laku’-‘)b
    wkwkwk keep writing ne^^

  9. SPARKYUHYUN☺♥ says:

    Aaaa nyesek T-T kasian si bacon. Sedihnya itu pas si bacon nyanyiin lagu angel buat amie. Pas baca e-mail dari amie kirain itu yg nulis oppanya, ternyata dia udh bikin yg banyak ya… Ditunggu ya ffmu yg lain’-‘
    Hwaiting!!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s