[Friends FF] The Last Letter

Casts:    Lee Donghae

                Kang Hyojoon

                Hwang Sungmi

                Choi Minho

“Berdandanlah yang cantik besok, oke? Aku ingin melihatmu feminim. Sehariii saja .. jebal .. aku ingin jalan jalan denganmu.” Lelaki tampan itu merajuk pada gadis yang duduk di sebelahnya. Wanita itu mengerutkan kening, heran.

“Hae – ah kau aneh aneh saja. Apa kau sakit?”

“Aneh? Benarkah? Baiklah terserah kau saja…” Lelaki itu memajukan bibirnya dan menunduk

“Aish! Ara ara! Besok, hanya besok! Dasar namja aneh.” Rupanya lelaki itu hanya berpura pura saja. Dan gadis ini selalu tak bisa menolak jika gadis itu berlaku seperti tadi.

“Ah kau ini, aku aneh? Yang penting aku mencintaimu” lelaki itu mencium pipi gadisnya dan menarik tangannya lembut

“Ayo pulang, sudah sore.”

“Hmm, Kaja oppaJ”

Lelaki dan gadis ini adalah sepasang kekasih, sudah 3 tahun mereka merajut benang asmara. Sejak awal masuk kuliah hingga saat ini. Mereka dijuluki “best couple” di kampusnya. Dengan Lee Donghae seorang mahasiswa seni yang terkenal jago dance, menciptakan lagu, dan memainkan gitar yang mampu membuat semua hatu perempuan terbang melayang, tapi hatinya hanya terpaut pada hati seorang mahasiswa jurnalis manis pintar, tapi dia gadis yang kaku. Itulah yang Donghae suka. Pasangan unik

@Hyojoon house

Sudah hampir 3 jam dia melihat koleksi gaun di lemarinya, sesekali memegangnya, tapi beberapa detik kemudian menjauhkan jemarinya dari gaun gaun tersebut.

“Arrgh.. Dasar ikan jelek! Aku jadi bingung memilih gaun untuk besok” Ia duduk di ranjangnya, berpikir agak lama.

“Ah, baiklah aku pilih yang ini saja”

Took..tok..tok

“Ah ne umma?”

“Mandilah, lalu turun ke bawah, makan malam hampir siap”

“oke umma”

Keluarga Kang berkumpul di meja makan.

Ada seorang ayah, yang humoris, baik hati tapi juga tegas. Ia seorang designer otomotif di salah satu industry otomotif terkenal di dunia.

Ada seorang ibu, yang tegas, baik dan penyayang. Ia seorang pemilik café terkenal di Seoul, setiap hari banyak pelanggan yang datang kesana.

Dan juga seorang adik perempuan yang menurut Hyo joon galak, pemarah dan jail. Bernama Kang Hyorin

Seharusnya ada seorang anggota keluarga lagi, tapi dia sudah tiada sejak setahun yang lalu, meninggal. Seorang kakak lelaki adopsi bernama Tan Han Geng. Dia berasal dari China. Hyojoon sangat dekat dengannya tapi nasib buruk menimpa Hangeng, ia mengalami kecelakaan mobil. Keluarga Kang sangat sedih, terutama Hyo Joon. Tapi ia berhasil menjalani hidup kembali atas bantuan dan dorongan teman temannya dan juga Lee Donghae.

-Date-

Ia kembali mematut dirinya di depan cermin, berusaha tampil sempurna dengan gaun dress lengan pendek selutut berwarna blue jeans dengan sepatu wedges 5 cm yang berwarna senada dan tas selempang mungil berwarna coklat. Tentu dengan polesan wajah bernuansa natural, cantik.

Sekarang ia menunggu di sebuah taman di pusat kota Seoul, tempat mereka janjian.

1jam…

2jam…

3jam…

Wajah cantiknya terlihat lesu, menunggu seseorang yang ia cinta. Tapi orang yang ditunggu tak kunjung datang.

Awn hitam mulai berkumpul, cahaya matahari pun tertutupi yang ada hanya suara suara petir yang menggelegar. Hujan deras mengguyur kota Seoul tanpa ampun.

Tapi gadis ini tidak pindah sekedar untuk mencari tempat teduh. Ia masih duduk di bangku taman.

Tanpa disadari gadis ini, sedari awal dia datang ada seseorang yang memperhatikannya dengan tatapan cemas.

Lelaki itu, Lee Donghae terus saja memperhatikan Hyojoon dari dalam mobilnya yang ia parkir tak jauh dari bangku taman.

“Hyojoon-ah jangan bertindak bodoh, setidaknya berteduhlah. Walaupun system imun mu itu kebal tapi jangan begini.” Donghae bergumam sendiri di dalam mobilnya.

“Yeobosseo… Sungmi? Oh syukurlah”

“…………..”

“Bantu aku, ………..”

Setelah menutup telponnya, ia segera melajukan mobilnya menjauhi taman dan meninggalkannya sendiri di tengah hujan.

20menit ………

“Hey yeoja bodoh! Apa yang kau pikirkan sampai sampai tak berteduh? Ini hujan tau!” Seorang gadis membentak Hyojoon sambil memayunginya.

“kajja, pulang” Sungmi menarik tangan Hyojoon ke dalam mobilnya. Tapi yang ditarik hanya diam, tak bergerak.

“Sungmi-ah, aku sedang menunggunya.”

“Kau yakin dia akan datang? Sudah berapa lama kau menunggunya?”

“Entahlah, mungkin ± 4 jam”

“Ah bodoh, ayo pulang dulu sekarang. Badanmu sudah basah kuyup.”

Hyojoon terlihat berpikir dan segera mengikuti Sungmi ke dalam mobil.

@Hyojoon’s Home

“Gomawo Sungmi-ah. Hmm, ngomong ngomong kau tau darimana aku disana?”

“Ah itu, kebetulan aku dari suatu tempat dan tak sengaja melihatmu ada di taman saat perjalanan pulang.”

“Oh begitu. Yasudah, aku masuk rumah dulu, annyeong ^_^”

@Hyojoon’s Room

Hyojoon duduk di sisi tempat tidurnya, masih dengan sebuah handuk melekat di kepalanya. Sedari tadi ia hanya memandangi handphone nya.

“Ada apa dengan Donghae oppa? Tidak biasanya membatalkan janji tanpa memberitahu alasannya dan membuatku menunggu. Apa dia lupa? Atau… Ah tidak tidak, berpikirlah positif Joon!!! Baiklah, aku akan menelponnya.” Ia berbicara sendiri, bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Tuut..Tuut..Tuut..Nomor yang anda tuju……..

Hyojoon terus menelpon Donghae. Ia terlihat cemas, Hyojoon pun mengsms Donghae

Oppa, wae? Aku sudah menunggumu tahu! Kenapa tidak jadi datang? Ada apa denganmu? Tidak terjadi apa apa kan?

HYOJOON POV

**********************************satu minggu kemudian*****************************

Kubuka pintu rumah dengan malas, ya tentu dengan malas

Aissh! Gara gara si ikan jelek itu!

“Joon ada surat untukmu tadi. Umma simpan diatas tempat tidurmu.”

“oh, surat dari siapa umma?”

“molla, tidak ada nama pengirimnya, sudah cepat sana mandi dulu”

“ne, gomawo umma.”

Surat? Surat dari siapa ini ya? Tak biasanya aku mendapat surat, dan tak mungkin aku memiliki secret admire.

AUTHOR POV

Surat bersampul coklat itu dibuka. Di dalamnya ada sebuah surat dan benda bersampul plastic berwarna gold bernuansa mewah sepertinya.

Hyojoon membaca suratnya terlebih dahulu.

Kang Hyojoon

Perempuan kaku yang aku cintai dan telah mengisi hari hariku selama 3 tahun terakhir ini.

Gomawo, jeongmal gomawo.

Saranghae, jeongmal saranghae.

Mianhae, jeongmal mianhae

Kau ingat seminggu lalu kita membuat janji untuk pergi bersama? Pasti kau ingat, karena kau datang ke tempat itu. Kau menunggu, kau juga kehujanan. Aku tahu semuanya sayang. Karena sebenarnya aku datang kesana, hanya saja aku berdiam diri di mobilku. Aku tak punya muka untuk bertemu denganmu. Dan stu lagi, aku yang menyuruh Sungmi untuk datang menjemputmu. Kau tau kenapa kau malu bertemu dengamu dab tak ada kabar selama seminggu ini? aku tak berharap jawabannya akan membuatmu lega. Kerena aku akan menikag, Joon-ah. Percayalah itu juga kabar buruk untukku. Appa menjodohkanku dengan anak temannya, karena perusahaan appa bangkrut dan teman appa membantunya, menikah adalah salah satu pengikatnya. Aku sudah setengah mati menolak perjodohan ini, tapi appa dan umma selalu memohon, akhirnya aku setuju. Mereka merasa bersalah padamu.

Maafkan aku Joon-ah, maaf, maaf, dan maaf

Itu undangan pernikahanku, dan aku tidak berharap banyak kau akan datang

With love and sick

Lee Donghae

Gadis itu menutup mulutnya, tak percaya. Lalu terduduk lemas di kasurnya. Air mata itu keluar tanpa meminta izinnya. Gadis itu menangis dalam diam. Suasana shock masih sangat menyelimutinya. Sakit, hatinya sakit sekali. Seperti ada bongkahan Kristal besar yang tajam menghantam hatinya.

Masih dalam keadaan air mata yang mengalir, ia membuka benda berwarna gold itu. Lalu membacanya, dan …….

“Pernikahannya besok, ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan.” Ia bergumam sendiri. Mencoba mencari jawaban dalam kerumitan yang terjadi.

Han oppa, andaikan kau masih ada, kau pasti akan menenangkanku. Kau akan memberiku saran, dan kau ….., batinnya.

**********Wedding Day**********

Hyojoon POV

Ini hari bahagianya. Tapi sayangnya bukan dengan diriku. Hatiku sakit jika mengingatnya – lagi – . Sekuat tenaga kuhalau air mata yang sudah siap meluncur dipelupuk mataku. Ya, aku sudah berjanji tidak akan menangis lagi. Toh untuk apa menangis, menangis sampai Seoul banjir pun tak akan merubah segalanya.

Kugenggam surat berwarna krem ini. Aku bergegas menuju pintu depan ketika terdengar suara bel berkali kali, dan membukanya. Sungmi segera memelukku.

“Ya! Joon-ah! Kau sudah menyuruhku untuk datang pagi pagi, tapi kau? Ckckck”

Sungmi memutar tubuhku, melihatku dari atas sampai bawah. Aku tersenyum dan mempersilakan Sungmi dan Minho untuk masuk.

“Boleh aku titip sesuatu?” aku memberikan surat ini pada Sungmi.

“untuk Donghae oppa? Kau bisa memberikannya sendiri kan?”

“Aku tidak akan datang, Sungmi – ah. Dan sampaikan salam selamatku dan juga maafku padanya.”

“taka pa Hyojoon-ah, kami mengerti ini pasti berat untukmu.” Ucap Minho

“gomawo, jeongmal gomawo Minho-ya” aku tersenyum, padahal biasanya aku selalu beradu mulut dengannya.

“Ah ya, satu lagi …..”

“untuk Donghae oppa?” Perkataanku dipotong Sungmi. Aish! Bocah ini. langsug saja Minho membekap mulutnya, lalu membukanya lagi.

“Ani, ini untuk kalian. Ehm, siang ini aku akan pergi ke China.” Ucapku tenang, biarpun dalam hatiku aku ingin menangis.

“Mwoya?!” Sungmi membulatkan matanya, dan Minho juga terlihat kaget, tapi ia mencoba menyembunuyikannya.

Aku menghela nafasku. Agak susah menjelaskan pada gadis yang satu ini. ia memang cantik, tapi sifatnya yang kadang lemot seringkali membuatku kesal.

“Aku sudah memikirkannya semalaman. Ini bukan karena Donghae oppa sepenuhnya. Ini juga kemauanku sendiri. Urusan pendidikan, tempat tinggal dan sebagainya sudah diurus sebagian oleh appa.”

“Aku percaya soal pendidikan, kau pintar dan gampang beradaptasi karena kau sudah menguasai bahasa mandarin dari Han oppa. Tapi kau sendirian disana, Jooan – ah …. Apa kau yakin ?”

Aku hanya tertawa. Ada apa dengan si bocah ni. Apa dia salah minum obat?

“sudahlah tak usah khawatir lagipula Appa dan Umma  dan Hyorin akan sesekali main kesana”

“jam berapa  keberangkatanmu?” Minho bersuara. Hah bagus Minho, kau ….. memberhentikan ocehan Sungmi.

“09.15. wae?”

“Kami akan mengantarmu. Lagipula appa, umma, dan Hyorin sudah berkecamuk dengan kesehariannya. Biar kami yang gantikan oke?” Minho mengedipkan sebelah matanya.

“Hmm, oke jika kalian tak keberatan. Gomawo.”

****************************

AUTHOR POV

@Incheon Airport – 08.45

“apa kau yakin Joon-ah?”

“harus berapakali kubilang aku yakin dan aku tidak apa apa.”

Minho yang sedari tadi mendorong koper Hyojoon hanya tersenyum melihat kedua gadis itu yang berdebat terus

Setelah sampai di pintu keberangkatan, Hyojoon berpamitan.

“but I’m gonna miss you so bad. Joon ah …..” Sungmi memeluk Hyojoon erat dan melepaskannya. Keduanya tak bisa menahan air mata mereka.

“jaga dirimu baik baik disana Joon-ah” Minho memeluk Hyojoon

“Pasti, dan kau, berjanjilah untuk selalu menjaga Sungmi baik baik.”

“Pasti Joon” keduanya melepas pelukan

Minho dengan wajah tenangnya, tapi ia juga merasa sedih.

“aku akan meneleponmu begitu aku sampai Sungmi – ah. Bye bye …..”

Hyojoon melambai, sambil berjalan membawa koper menuju pesawat. Minho dan Sungmi membalas lambaiannya.

*************************

Hyojoon POV

@pesawat

Kualihkan pandanganku kearah jendela.

Selamat tinggal Seoul, selamat tinggal Appa, Eomma, Hyorin

Selamat tinggal Minho, Sungmi, Donghae oppa

Jujur aku masih mencintaimu

Aku akan berusaha melupakan kenangan kita. Tapi aku tidak akan pernah melupakanmu

Han oppa, aku akan hidup di tempat kelahiranmu

Aku merindukanmu, Han oppa

Selamat datang kehidupan bau, selamat datang China

************************

Wedding Day

Donghae POV

Udara siang ini sangat panas, kusempatkan diriku untuk ke balkon. Padahal acara pernikahanku belum selesai.

Tadi Sungmi dan Minho datang, dan sudah kupastikan Hyojoon jtak akan datang. Bodoh sekali aku memikirkan bahwa dia akan datang.

Sungmi memberikan sebuah surat berwarna krem sebelum dia pulang.

Lee Donghae,

Namja tampan yang ada di hatiku selama 3 tahun ini.

Gomawo…

Nado sarangahae …

Tentu saja aku kaget, marah dan kesal. Jujur saja hatiku sangat sakit mendengar kau akan menikah dengan wanita lain. Andai saja kau bisa mempertahankanku, kita kabur dari rumah dan menjalani hidup bersama. Hahaha ide konyol bukan? Ah sudahlah lupakan ide konyol itu.

Tapi, chukka atas pernikahanmu oppa. Aku ingin selalu ada dihatimu oppa, lupakanlah hanya kenangan. Kita saja, hanya kenangannya.

Kau harus menjalani hidupmu dengan benar oppa, cintai istrimu dengan tulus sebagaimana kau mencintaiku selama 3 tahun ini. bahagiakanlah dia …

Dan jangan pernah menyesal atas keputusan ini. sampaikan salamku pada istrimu.

Maaf aku tidak bisa datang, aku pergi ke Beijing. Mungkin saat kau membaca suratku, aku sedang ada di pesawat. Aku pidah ke Beijing untuk meneruskan pendidikanku. Baik baiklah menjalani hidup barumu ^-^

With love and sick

Kang Hyo Joon

Kulipat surat itu, kumasukkan ke saku jas ku. Lenganku bertopang di besi balkon. Mataku memanas, air mataku menggenang. Ia sudah memutuskan apa yang terbaik baginya, bagi kami, mungkin ini surat terakhir darinya, tapi rasa cintaku, dan semua kenangan indah tentangnya tidak akan pernah berakhir. saranghaeyo My Princess, saranghaeyo.. Kang Hyo Joon.

END

6 thoughts on “[Friends FF] The Last Letter

  1. dorky Mint says:

    – typo bertebaran walaupun sedikit, tolong diperhatikan.
    – ceritanya… (maaf) agak datar dan sedikit klise

    well, semoga saranku bermanfaat bagi author dan maaf kalau ada yg menyinggung perasaan author *bow*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s