[Friends FF] Lost and Found

Title      : Lost and Found

Author : mademoiselle Fleur

Genre: Romance, sad

Rating: general (?)

Casts    : Choi Minho (SHINee), Kim Kibum a.k.a. Key (SHINee), Krystal Jung (f(x)), Hwang Sungmi (OC’s)

Ps           : This is the sequel of “Last Kiss”. So, if you haven’t read that, I suggest you to read “Last Kiss” first. Thank you for reading and please leave your comment down there. Danke J

“Sajangnim, ada yang ingin bertemu dengan Anda.” ucap Jiyeon yang menjabat sebagai sekretaris Minho, dari telfon.

Minho menutup map yang sudah selesai ia baca ulang. “Baiklah, suruh masuk ke ruangan saya.”

“Ne, sajangnim.”

Minho melepas kacamata yang barusan bertengger dihidungnya dan meletakkannya di samping foto Sungmi. Minho bersandar dan memutar kursinya hingga ia bisa melihat pemandangan kota Seoul yang padat dari ruang kerjanya.

“Lama tak berjumpa, Choi Minho.” Suara bariton seorang namja menyapu pendengaran Minho. Sontak ia segera berbalik dan sedikit terkejut melihat siapa yang sekarang berdiri dihadapannya.

“Ada perlu apa Anda kemari, Choi sajangnim?” tanya Minho. Nada suaranya terkesan dingin. Ia menunduk. Bukan karena takut, tapi ia tak sudi menatap namja itu.

Tuan Choi berdeham sebelum berbicara, “Pulanglah secepatnya kalau kau tidak ingin namamu dicoret dari daftar pewaris keluarga Choi.”

“Saya tidak butuh uang ataupun segala harta milik Anda, Choi sajangnim.” Minho berkata sarkastis.

“Kalau bukan karena permintaan Eomma-mu, aku juga tidak akan mau memintamu kembali ke rumah.”

“Eomma sakit keras juga karena Anda, sajangnim. Jadi, jangan bawa nama Eomma dalam pembicaraan ini. Apa masih ada yang ingin Anda sampaikan, sajangnim?” balas Minho. Nadanya masih datar, tanpa emosi.

“Atau aku perlu memberikan sedikit pelajaran untuk gadis kecilmu itu?”

Minho mendongak. Ia menatap Tuan Choi tajam. “Don’t touch my girl. Ever.”

Tuan Choi tersenyum licik. “Apa kau lupa kalau aku bisa melakukan apa saja? Aku bisa mengirimkan anak buahku untuk menghancurkan kehidupan Sungmi-mu itu sekarang.”

Minho menghela nafas. “Baiklah, aku akan pulang. Lakukan apa yang ingin Anda lakukan. Tapi jangan pernah sentuh Sungmi.”

­­­___

Minho’s POV

Aku membuka pintu kamar dan Sungmi langsung menghambur ke pelukanku. Seperti biasa, ia membantuku melepas dasi.

“Bagaimana keadaan kantor?” tanya Sungmi antusias.

“Banyak yang harus kutangani sendiri. Para pegawai baru itu ternyata tidak becus mengerjakan apapun.” jawabku sambil menghempaskan tubuhku ke sofa. Aku bohong, tentu saja. Aku tidak mungkin menceritakan tentang kedatangan Appa ke kantor tadi.

Kulihat Sungmi percaya saja. Ia segera menyiapkan air panas untukku. Aku memejamkan mataku sebentar.

Apa ini keputusan yang benar?

Selesai mandi aku menghampiri Sungmi yang tengah membaca buku. Kututup bukunya. Sungmi mendongak menatapku. “Sudah selesai?” tanyanya.

Aku mengangguk. “Ne, Mrs. Choi.”

Sungmi berdiri. Aku merengkuh wajahnya dengan kedua tanganku. Kutatap kedua matanya yang bulat itu. “Apapun yang terjadi, saranghae…” Dan lalu kutarik Sungmi dalam dekapanku.

Setelah beberapa menit, kulepas pelukanku. Kulihat Sungmi terkecoh. Ia kira aku akan langsung tidur. Tapi aku malah melumat bibirnya lembut. This is gonna be our last kiss, Sungmi-ya..

Aku menggendong tubuh mungilnya ke kasur dan kutarik selimut kami sampai menutupi dadanya. Kuhempaskan tubuhku disampingnya. Jariku bergerak menyingkirkan anak rambut yang jatuh menutupi mata Sungmi.

“Tidurlah, I’ll always be with you.” ucapku lirih. Kulihat Sungmi mengangguk dan memejamkan matanya.

Aku terjaga sepanjang malam. Menatap wajah Sungmi yang terlelap dalam mimpinya. Aku tersenyum kecil. Lagi-lagi jariku bergerak dengan sendirinya. Membelai pipi Sungmi, merasakan wajahnya yang lembut. Mungkin ini adalah terakhir kalinya aku bisa sedekat ini dengan Sungmi, gadisku.

Jam menunjukkan pukul 3 pagi. Aku menyingkapkan selimut dengan hati-hati supaya Sungmi tidak terbangun. Aku segera menyambar jaket yang tersampir di sofa dan memakainya. Sebelum pergi, aku berbalik dan menghampiri Sungmi yang masih terpejam.

Kuletakkan setangkai mawar disana. Kuharap Sungmi mengerti artinya. Kukecup singkat dahi Sungmi. Lalu aku bergegas keluar dari kamar kami sebelum aku berubah pikiran.

Mianhae, Sungmi-ya..

___

A couple of weeks later..

Aku mengaduk-aduk spaghetti didepanku tanpa selera. Rasa laparku menguap begitu saja ketika tau siapa yang mengajakku makan siang bersama.

“Oppa, kenapa tidak dimakan? Spaghetti-nya tidak enak?” tanya Krystal. Ya, Krystal adalah gadis yang dijodohkan denganku. Sama seperti kisah putra pemilik perusahaan hebat di drama-drama Korea yang terkenal. Perjodohan bisnis.

Aku tersenyum. Senyum palsu. “Ani, hanya saja aku tidak lapar lagi.”

“Baiklah, bagaimana kalau kita langsung ke butik saja, oppa? Eomma sudah memesan gaun pengantin dan tuxedo untuk pernikahan kita.”

“Habiskan dulu makananmu, Krystal-ah.”

Kuakui Krystal memang cantik. Ia berkepribadian menarik. Banyak pria diluar sana yang mencoba mencuri perhatian Krystal. Selain parasnya yang diatas rata-rata, Krystal juga punya catatan akademik yang tidak bisa dianggap remeh. Tapi, tetap saja yang bisa memenuhi benak dan pikiranku hanya Sungmi.

Hwang Sungmi. Aku tidak benar-benar meninggalkan gadis itu. Aku masih mengawasinya setiap hari. Aku melihat bagaimana ia menjalani harinya tanpaku. Aku melihat setiap pandangan matanya yang kosong. Aku melihat senyumnya yang memancarkan kesedihan setiap saat. Aku juga melihatnya melamun lalu kemudian menangis.

Tiba-tiba setangkai mawar yang sudah layu tampak didepan mataku. Refleks, aku pun menegakkan kepalaku untuk melihat orang yang berani meletakkan mawar itu.

“Selamat untuk pernikahan Anda, Minho-ssi. And, thank you for everything.” Setelah meletakkan mawar pemberianku dan mengucapkan 2 kalimat itu, Sungmi segera berlalu pergi.

“Sungmi-ya! Tunggu!” Aku berdiri, hendak mengejarnya. Tapi, Krystal menahan lenganku.

“Oppa, kita harus pergi ke butik sekarang!” ucap Krystal manja. Ia menarik tanganku sampai aku terduduk lagi.

Aku menatap sosok Sungmi sampai akhirnya hilang di belokan jalan. Tidak, aku tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja. Setidaknya aku harus memberi penjelasan pada Sungmi.

“Maaf, tapi aku benar-benar harus pergi, Krystal..” Aku mencoba melepas genggaman tangan Krystal.

Krystal malah semakin mengeratkan genggamannya. Malah sekarang ia bergelung manja dilenganku. “Oppa tidak bisa meninggalkanku disini sendirian!”

Aku panik sekarang. Aku harus mengejar Sungmi. Harus. “KRYSTAL! Lepaskan tanganku!” aku membentaknya.

Setelah Krystal melepaskan tangannya, aku segera berlari keluar restoran. Menuju belokan jalan tempat Sungmi menghilang tadi.

Langkahku terhenti ketika melihat sepasang namja dan yeoja didepanku. Mereka berdiri sekitar 5 meter dari tempatku. Itu Sungmi.

Sungmi-ku..

Dalam pelukan namja lain. Tidak mungkin aku tidak mengenal namja itu. Namja yang pertama kali Sungmi kenalkan padaku. Teman kecil sekaligus sahabat Sungmi, Key.

Dan Key menatapku tajam. Dia menyadari kedatanganku, ternyata. Kulihat ia membisikkan sesuatu ke telinga Sungmi. Kemudian ia membimbing Sungmi memasuki mobilnya. Tentu saja tanpa membiarkan Sungmi melihatku.

Key berjalan memutari mobilnya dan masuk ke kursi pengemudi. Lalu ia melajukan mobilnya menjauhi tempat ini. Meninggalkanku yang masih terpaku disini.

Mungkin aku sudah kehilangan malaikat kecilku. Sungmi..

___

Sungmi’s POV

Aku bisa melihat gemerlap malam kota Seoul dari sini, puncak tertinggi Namsan Tower. Aku mengeratkan mantelku. Angin nakal malam ini cukup dingin, membuatku menggigil.

You’re freezing, baby..” Key meletakkan jaketnya dipundakku. Sementara ia sendiri mengusap kedua telapak tangannya dan kemudian menempelkan kedua telapak tangannya yang hangat itu ke pipiku.

Aku tersipu. “Tapi Key, kau tidak kedinginan juga?”

Key tersenyum. Manis sekali. “I’m not. As long as you feel warm, then it’s also warm for me.”

Thank you..” ucapku. Aku tidak tau harus mengatakan apa lagi selain beribu terima kasih. Tampaknya aku semakin berhutang banyak pada Key. Sejak kami di Kanada sampai kembali lagi ke Seoul, aku hanya merepotkannya saja.

“Sudahlah. Aku bosan mendengarmu mengucapkan ‘thank you’. I don’t need that, arasseo?” Key menyentil ujung hidungku. Lalu tangannya bergerak menggenggam tanganku yang bebas.

“Lagipula, orangtuamu sudah menitipkanmu padaku. Jadi, aku yang akan melindungimu sampai kapanpun.” kata Key sambil berlagak seperti superhero yang ada di serial kartun Sinchan.

Aku tertawa. “Ne, arasseo. Tapi sekali lagi, goma—“

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Key membungkamku dengan bibirnya. Aku membeku. Entahlah, sejak Minho pergi, aku merasa asing dengan perlakuan manis seperti ini. Well, Key tidak benar-benar menciumku. Ia hanya menempelkan bibirnya dengan bibirku. Kedua tangannya juga masih menggenggam tanganku.

“Aigo~ mianhae, Sungmi-ah.. Why are you crying?” Key menepuk kedua pipiku lalu menarikku dalam dekapannya.

Aku masih tidak bisa mengatakan apa-apa. Tapi aku membalas pelukannya. Ini membuatku tenang. Key mengusap puncak kepalaku. Ia melepas pelukannya dan sedikit membungkuk, mensejajarkan tingginya denganku.

“Jangan pernah menangis lagi karenanya. Namja seperti dia tidak pantas mendapat tetesan berharga dari matamu. Aku mohon, Sungmi-ah..”

Perkataan Key malah membuat airmataku jatuh semakin deras. Aku mulai terisak. Aku kenapa?

Hey, hey, little girl, Listen..” Key meletakkan tanganku didadanya, “..my heartbeat. Can you feel that?”

Aku bisa merasakan jantungnya yang berdegup cepat. Aku tau Key tidak berbohong. Aku menatap matanya dan mengangguk.

“Kau tau, I love your smile. And, your laugh is the best sound that I’ve ever heard. I hate the time when your laugh disappeared, when you’re crying for him..” Jari Key bergerak menghapus aliran sungai dipipiku, “..I want to be your sunshine. Saranghae, Hwang Sungmi. Would you let me be the one to keep you forever?”

Aku diam. Mendengarkan seluruh kalimat panjangnya dengan seksama. Lalu semua kenangan ketika bersama Key muncul dalam benakku. Semuanya. Sungmi babo! Bagaimana mungkin selama ini aku tidak menyadari keberadaan Key?

Otakku berfikir keras. Mencari celah kekurangan Key dimataku. Tapi kemudian aku tersenyum, tidak ada.

Aku mengangguk. Bisa kulihat senyum lebar terlukis di wajah Key. Ia melompat senang. Kutarik tangannya sampai ia berhenti melompat-lompat.

Aku sudah bisa tersenyum kali ini. “Once again, thank you..”

Key berdecak kesal. “Harus berapa kali aku bilang, kau tidak perlu berterima kasih padaku, sayang..”

“Aku berhutang banyak padamu, Key..”

Key menjitak kepalaku. Aku meringis. Oh tidak, sepertinya ia akan ngamuk. “Don’t ever think about that!”

Aku nyengir. Aku kembali menatap pemandangan Seoul dibawah sana. Indah.

Tiba-tiba tangan Key menarik pinggangku. Dan tangannya yang lain mengalihkan wajahku hingga aku melihat sepasang bola mata gelap yang tertuju padaku. Key menatapku lembut, lagi. “May I?”

Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain mengangguk. Key mengunci tubuhku. “What should I say?

Key terkekeh kecil sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya dengan mulus di bibirku. Aku membalasnya. Key menarik tubuhku lebih dalam. Oh, sekarang jantungku sudah bisa berdetak abnormal jika didekatnya.

Tuhan itu adil. Selalu ada pelangi setelah hujan badai. Now, I’ve finally found my rainbow..

___

Author’s POV

Minho berjalan mondar-mandir di sebuah taman. Sebenarnya, ada sebuah bangku disitu. Tapi Minho sama sekali tidak berniat untuk duduk. Ia terlalu gelisah menunggu gadisnya—atau lebih tepatnya, gadis yang dulu pernah menjadi gadisnya.

“Minho-ssi, maaf aku terlambat.”

Minho berbalik begitu mendengar suara Sungmi. Kelegaan terlukis jelas diwajahnya. Ia menatap Sungmi dari atas sampai bawah. Dimatanya, Sungmi selalu terlihat sempurna.

“Aniyo, kau tidak terlambat. Aku yang sengaja datang lebih awal.” jawab Minho. Jelas sekali kalau ia gugup sekarang.

Sungmi tersenyum. “Ah, dan terima kasih karena kau sudah mau menemuiku. Padahal aku tau, kau pasti sangat sibuk mengurus semua urusan pernikahanmu itu, kan?”

“Bisakah kita membicarakan hal lain, Sungmi-ya?”

Sungmi mengernyit heran. “Hal lain? Tapi justru aku mengajakmu bertemu karena aku ingin memberikan ucapan selamat untuk pernikahanmu, Minho-ssi.”

“Berhenti memanggilku Minho-ssi! Lalu bagaimana dengan kita?” Minho menggenggam tangan Sungmi erat. “Yeobo, I swear I don’t want this marriage to happen. I’ve never loved anyone else but you!”

Sungmi menunduk. Ia menatap tangannya yang masih berada dalam genggaman Minho. Perlahan, Sungmi melepas tangan Minho. “Everything that has been done, is done. Apapun yang kau lakukan, aku tidak bisa memutar waktu untuk kembali, Minho-ssi.”

“Biar aku jelaskan semuanya. Semua ini perbuatan Appa-ku, Sungmi-ah. Dia menjodohkanku dengan anak rekan bisnisnya. Seperti yang selalu kau dengar, perjodohan bisnis. Aku tidak pernah mencintai Krystal. My life is just all about you, Sungmi-ya..”

“Jangan katakan hal seperti itu, Minho-ssi. Don’t make it harder for me. Jebal..” ucap Sungmi pelan.

Minho mendengus. “Apa kau pikir ini tidak sulit bagiku? Please, stay by my side, Sungmi-ya. Just a little bit longer. Aku akan menyelesaikan urusanku dengan Appa. Dan lalu kita bisa memulai hidup kita seperti dulu, sayang..”

Sungmi menghela nafas dengan berat. Seolah ia akan melepas ribuan balon ke udara. “Aku tidak bisa, Minho-ssi. Mianhae.. I can’t keep waiting for you. I’m sorry..

Minho maju satu langkah. Tangannya terulur untuk memeluk Sungmi. “Please, Sungmi-ya, don’t tell me goodbye.”

Sungmi menahan tangan Minho. Ia menatap Minho tepat di manik matanya. “I have to do this, Minho-ssi. Berjanjilah kau akan belajar mencintai Krystal. Buat dia bahagia. Seperti kita dulu. This is the best way for us.”

Minho diam mematung. Ia memandang Sungmi tidak percaya. Minho tidak tau lagi harus berkata apa. Tampaknya Sungmi benar-benar mencampakkannya. Sama seperti ia dulu meninggalkan Sungmi.

“Berjanjilah padaku untuk tetap tersenyum. Kau pantas mendapatkan gadis sebaik Krystal, Minho-ssi. Maaf dan terima kasih.. untuk semuanya.”

Sungmi berbalik dan berjalan pergi. Gadis itu menghampiri namja yang berdiri disebelah Audi putih yang terparkir tak jauh dari tempatnya tadi. Sungmi tersenyum riang dan menggenggam lembut tangan namja itu.

Semuanya terjadi seperti sebuah déjà vu untuk Minho. Sama seperti kejadian beberapa hari lalu. Sungmi pergi dengan namja itu, Key. Dan Key mengemudikan mobilnya menjauh. Membawa pergi gadisnya. Meninggalkan Minho yang masih terdiam disana.

Sekarang aku sadar, Tuhan sudah mengambil malaikat kecilku. Ternyata aku sudah benar-benar kehilangannya.

-FIN-

4 thoughts on “[Friends FF] Lost and Found

  1. amitokugawa says:

    ffnya singkat tapi nyesek..kasian minho
    btw, istimewanya ff ini ada di dialognya yang berbahasa inggris dengan pilihan kata yang pas, nggak berlebihan😀

  2. vidiaf says:

    kata-katanya suka banget seriusan❤
    ga nyangka kalo ternyata sungmi bakal milih key daripada minho ._.
    suka alur, cerita, kata, semuanya~❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s