[FF] Asal-usul Kungfu Tao

Okey karena aku nggak punya waktu buat bikin new FF yang ditunggu-tunggu oleh kalian semua pembaca saya tercintaaah ayo digoyaaaangh #ditaboklay jadinya, aku memutuskan buat nge-publish FF bekas kompetisi. Iya, bekas kompetisi. FF Bekas. BEKAS. BEKAAAAS.

Tapi untungnya, FF ini memenangkan juara ke-3 EXOtown 4Monthsarry (bener ga ya nulisnya). FF ini juga di post di blog-nya EXOtown. Check this out!

Tapi bukan berarti FF bekas kompetisi kemaren yang judulnya Your Smile Is Enough itu jelek ya #eaaa FF itu menjadi salah satu kandidat jadi pemenang lho, bahkan jurinya suka sama FF itu. Entah kenapa tuh FF gak menang. Aneh. #PLAK #terimasajakekalahan

Baiklah, ini intermezzo (?) udah semakin random kayak Sehun yang duduk di tengah padang pasir sendirian sambil nungguin Lu Han datang dan Su Ho yang narik meja belajar ke tengah padang ilalang. Langsung aja dibaca yuk FF-nya. Dikomen juga yaaaa :*

Disclaimer: Pengennya EXO punya saya tapi kenyataannya mereka punya Tuhan, keluarganya, dan SM. Tapi FF-nya hasil imajinasi otak saya, ketikan tangan saya, dan keringet saya sendiri. Jangan dijiplak bisi kualat.

= = =

Pada zaman dahulu kala, di suatu kerajaan antah berantah bernama Kerajaan EXO Sejahtera, hiduplah sebuah keluarga kerajaan yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Keluarga itu terdiri dari seorang raja yang tinggi serta tampan bernama Wu Yi Fan tapi ngotot pengen dipanggil Kris. Konon, Raja Kris ini suka sekali melihat pertarungan tinju Chris John, sampai-sampai nama Facebooknya aja pake nama Kris John.

Raja Kris mempunyai seorang istri yang cantik dan anggun namun gila bernama Zhang Yi Xing tapi dia ngotot dipanggil Lay. Katanya, Ratu Yi Xing ini demen banget sama lagu dangdut yang bertajuk Jablay. Dia sering karokean di istana. Karena terlalu sering menyanyikan lirik lagu “Lay lay lay lay lay lay panggil aku si jablay..” semua orang jadi memanggilnya Ratu Lay.

Pasangan ini memiliki dua orang anak. Anak pertama bernama Lu Han, yang kedua namanya Tao. Keduanya sangat akrab dan saling berkebalikan. Pangeran Lu Han bertampang baby face dengan kelakuan agak dewasa, dan Pangeran Tao dengan wajah sangar namun cengeng. Pangeran Tao seringkali menangis ketika Pangeran Lu Han merebut boneka pandanya. Pangeran Tao cinta mati sama panda.

Sementara Pangeran Lu Han, dia sering kesel sendiri ketika Raja Kris salah menyebut namanya menjadi Lo Han. Makanya karena Pangeran Lu Han sering kesel sama bapaknya sendiri, Pangeran Lu Han jadi lebih deket sama Ratu Lay.

Singkat cerita biar gak ngabisin banyak halaman, Raja Kris mau pensiun. Bukan, bukan karena dia sudah tua dan uzur, tapi karena dia mau pindah haluan jadi petinju, mengikuti jejak Chris John idolanya. Awalnya seluruh rakyat menolak, tetapi lama-kelamaan mereka semua bisa menerima keputusan Raja Kris. Oleh karena itu, tahta kerajaan harus diisi oleh salah satu pangeran. Maka dari itu, Raja Kris memanggil kedua anaknya untuk membicarakan soal tahta kerajaan.

“Istriku, dimana anak-anak kita?” tanya Raja Kris.

“Mana gue tau emangnya gue Google Map apa?” jawab Ratu Lay cuek sambil memilih-milih CD karaoke dangdut.

“Bukan begitu, istriku. Tapi, kita benar-benar harus memanggil mereka kemari. Ini penting! Ini lebih penting daripada pertandingan Chris John! Ayo cepat panggil mereka!”

“Nyuruh pengawal aja kenapa sih kayak gak punya pengawal aja..” (dalem hati: duuh kaset lagu jablay mana yaa..)

“Oh iya bener. Pengawal Xiumin, panggilkan Lo Han dan Pangeran Tao!”

“Siap, baginda Raja!” Pengawal Xiumin memberi hormat dan bergegas melaksanakan titah baginda raja.

Tak lama kemudian, Pangeran Lu Han dan Pangeran Tao pun sudah duduk di hadapan Raja Kris dan Ratu Lay yang masih galau menentukan judul lagu dangdut yang akan ia nyanyikan hari ini. Pangeran Lu Han tampak asyik BBM-an dengan Se Hun, kekasihnya. Sedangkan Pangeran Tao, bocah itu masih asyik main-mainin boneka pandanya.

“Begini, karena ayahanda kalian ini sudah memilih menjadi petinju, salah satu dari kalian harus menggantikan posisi raja ini. Lo Han apakah kamu bersedia?” tutur baginda raja.

“Gak mau! Ayahanda selalu salah menyebut namaku, aku tidak mau nanti dipanggil Raja Lo Han oleh seluruh rakyatku. Dasar ayahanda durhaka!” Pangeran Lu Han menjawab dengan sewot dan bergegas meninggalkan ruangan.

“Apa?! Tangkap dia, Pengawal Xiumin!” Raja Kris berdiri dari singgasananya dan menunjuk ke arah Pangeran Lu Han menghilang. Xiumin bergegas mengejar Pangeran Lu Han yang berlari masih sambil membalas BBM Se Hun.

Pangeran Tao terdiam. Kalau kakaknya kabur, berarti dia yang harus mengisi tahta kerajaan. Pangeran Tao menelan ludah. Dia nggak mau jadi penerus Raja Kris. Dia ingin menjadi artis Kungfu seperti mimpinya selama ini.

“Kalau begitu tidak ada pilihan lain, Pangeran Tao, kamulah yang akan menjadi penerusku.” Raja Kris menghela napas.

Pangeran Tao tersentak, “Aku tidak mau, ayahanda! Aku ingin jadi artis Kungfu! Aku tidak mau melanjutkan pekerjaan ayahanda!”

“Apa?! Percuma dong gue bikin anak kalau dua-duanya gak mau nerusin gue!”

“Nah ini dia CD-nya ketemu! Setel aaah..” ujar Ratu Lay tiba-tiba.

“Astaga istriku! Ini lagi keadaan genting kenapa kamu malah setel lagu itu?!”

 “Emangnya kenapa?” balas Ratu Lay dengan tablo.

 “Pokoknya aku mau kabur ikutin jejaknya Pangeran Lu Han ge!” seru Pangeran Tao.

Pangeran Tao langsung berlari keluar istana. Raja Kris kelimpungan. Ia ingin menyuruh pengawalnya untuk mengejar Pangeran Tao, namun ia baru ingat bahwa pengawalnya sedang mengejar Pangeran Lu Han.

“Istriku, cepat kejar Pangeran Tao!”

 “Emangnya gue KAMTIB? Situ kan punya banyak pengawal!”

 “Oh iya bener. Pengawal!! Kejar Pangeran Tao!!!!”

Puluhan pengawal pun dikerahkan untuk mengejar Pangeran Tao. Raja Kris mengacak rambutnya karena frustrasi tapi sedetik kemudian merapikannya kembali. Ratu Lay pun menyetel lagu Iwak Peyek untuk menghibur suaminya.

Iwak peyek iwak peyek..

Iwak peyek nasi jagung..

Sampai tue..sampe kakek..

Raja Kris tetep disanjung..

= = =

Pangeran Tao berlari dan terus berlari demi menghindari para pengawal yang mengejarnya. Ia telah terjatuh beberapa kali karena tersandung akar pohon, namun Pangeran Tao bangkit kembali. Ia tidak mau menyerahkan dirinya kepada para pengawal. Dia sudah bertekad akan menjadi artis Kungfu.

Pangeran Tao terus berlari sampai ke tengah hutan. Dia berhenti di dekat sebuah pohon besar sambil melihat sekeliling. Sepi. Berarti pengawal itu sudah kehilangan jejaknya. Pangeran Tao menghela napas, mencoba menenangkan nafasnya yang ngos-ngosan. Dia lalu menoleh ke arah kanan, dia melihat sebuah gubuk minimalis di sana.

Pangeran Tao mengetuk pintu gubuk itu. Namun, ternyata tidak ada jawaban. Pangeran Tao mencoba membuka pintu gubuk tersebut dan ternyata terbuka, saudara-saudara! Pangeran Tao langsung melihat sepiring nasi goreng dan segelas air di atas meja. Pangeran Tao yang telah kehabisan energi karena terus berlari pun langsung melahap semua hidangan yang tersedia. Setelah kenyang, Pangeran Tao tertidur di tempat tidur.

Beberapa jam kemudian, seseorang membangunkan Pangeran Tao. Cowok itu membuka matanya dan terkejut melihat seorang cowok ganteng manis lucu menatapnya heran sekaligus kesal.

“Kamu siapa? Ngapain kamu tidur di kasur aku?” tanyanya.

“Aku Pangeran Tao dari Kerajaan EXO Sejahtera. Kamu siapa?”

“Aku Chenow White, tapi panggil aja aku Chen. Kamu kok bisa ada di sini sih?” Chen duduk di samping Pangeran Tao, siap mendengarkan. Akhirnya Pangeran Tao menceritakan semuanya, dari awal sampai akhir.

“Oh jadi kamu pengen jadi artis Kungfu? Hm..mungkin aku bisa bantu. Di Kerajaan EXO Maju Jaya, Raja Su Ho sedang menyelenggarakan sebuah sayembara. Raja Su Ho ini terobsesi sama Kungfu Panda dan dia pengin membuat film Kungfu Panda versinya sendiri. Di sana sedang diadakan casting untuk mencari pemain yang bisa memerankan si panda. Mungkin kamu bisa ikutan tuh,” Chen menjelaskan dengan panjang lebar. Pangeran Tao mengangguk bersemangat.

“Baiklah, aku akan ke sana. Terima kasih banyak, Chen!” Pangeran Tao bangkit berdiri.

“Tunggu sebentar! Aku bawain kamu bekal ya. Perjalanan memakan waktu yang lama dan sangat melelahkan.” Chen bergegas menyiapkan bekal untuk Pangeran Tao. Dia membawakan bekal berupa dua bungkus nasi timbel dan sebotol air mineral ukuran 1.5 liter.

Pangeran Tao berterima kasih pada Chenow White dan kembali melanjutkan perjalanan. Berhari-hari ia menempuh perjalanan menuju Kerajaan EXO Maju Jaya. Hujan, panas, badai, ia lewati demi menempuh mimpinya. Pangeran Tao tidak kenal menyerah. Meskipun sebenarnya ia sangat cengeng dan manja, tapi demi meraih mimpinya dia rela berubah. Dia berusaha melawan rasa takutnya dan rasa rindu akan keluarganya. Semuanya demi mengejar mimpi.

Tao terdiam. Kayaknya dia udah lewat jalan ini sebelumnya. Tao gigit jari. Jangan-jangan dia…NYASAR??

“Hyaaaat!!” BAGH  BUGH JEDERR.. suara-suara mencurigakan terdengar. Pangeran Tao mulai ketakutan. Ia melihat sekeliling dengan was-was.

“Awaaaas!!!” Syuuuut..sebuah panah mengarah pada Pangeran Tao. Pangeran Tao nyaris menjadi korban amukan panah tersebut, namun untunglah seseorang berhasil menyelamatkannya. Pangeran Tao terduduk di tanah, ia terkesima melihat pemandangan di hadapannya. Sebuah battle dua lawan dua. Battle tersebut tidak akan bisa dihentikan karena kedua belah pihak sama-sama kuat. Pangeran Tao pun berinisiatif untuk melerai perkelahian tersebut.

“STOOOOOP!!” serunya. Keempat orang tersebut langsung menoleh pada Pangeran Tao.

“BERISIK!” koor mereka berempat.

“KALIAN LEBIH BERISIK! DIAM!”

“LO YANG DIAM!”

Pangeran Tao cemberut kesal. Namun, karena dia cemberut, empat orang tersebut justru terpesona padanya. Mereka berpikir bahwa keimutan Pangeran Tao pada saat itu telah mencapai taraf maksimal.

“Kamu siapa? Aku Kai,” sapa orang yang menyelamatkannya dari amukan panah barusan.

“Aku D.O,” sapa cowok yang bermata bulat.

“Aku pangeran Tao dari Kerajaan EXO Sejahtera. Aku ingin ikut casting Kungfu Panda di Kerajaan EXO Maju Jaya tapi aku nyasar ke sini,” jawab Tao sambil cemberut.

“Apa? Ikut casting juga? HAHAHAHAHA, jangan ngimpi! Pasti kami berdua yang bakalan menang! Ya gak, Baek?” seru seorang cowok yang tinggi kurus bak tiang listrik.

“Yo’i bro! Pangeran manja kayak lo gak bakalan menang! Hahaha, liat aja ntar, pasti lo gak akan bisa gerakin badan lo sedikit pun!” Cowok yang lebih pendek menatap Pangeran Tao sinis.

“Chanyeol, cabuuut!!” serunya lagi. Chanyeol bersiul. Seekor phoenix raksasa datang. Chanyeol dan cowok yang dipanggil Baekhyun itu naik ke atas punggung phoenix tersebut dan terbang jauh.

“Berasa nonton sinetron di TV lokal..” komentar D.O. Kai mengangguk-angguk.

“Mereka siapa?” tanya Pangeran Tao.

“Yang tinggi namanya Chanyeol, yang pendek Baekhyun, mereka berdua sering di sebut duo Baekyeol. Mereka berdua musuh bebuyutan kami. Mereka juga pengen ikutan casting Kungfu Panda tersebut, tapi dengan cara curang. Misalnya mereka bakalan dateng ke dukun dan menyantet siapapun yang akan ikutan casting tersebut. Jadi kalau pesertanya mati semua, mereka bisa langsung jadi pemenangnya,” Kai menjelaskan.

“Curang! Emangnya mereka gak ahli Kungfu? Kok bisa ke dukun segala?”

“Mereka ahli Kungfu kok. Sudah lama kami berperang melawan mereka, tapi kami tidak pernah mengalahkan mereka. Bahkan kami pernah dikalahkan oleh mereka beberapa kali.” D.O tampak sedih.

“Kalau mereka sebagus itu, kenapa masih pakai dukun segala? Kalau gitu caranya, berarti mereka gak percaya sama kemampuan diri sendiri, dong?” Pangeran Tao mengerutkan kening. Kai dan D.O mengangguk-angguk paham.

“Mungkin mereka cuma mau sukses tanpa usaha,” sahut Kai.

“Lho? Gak akan ada orang sukses yang tanpa berusaha, kan? Aku yakin, mereka gak bakalan sukses! Orang-orang yang berjuang keras dan percaya pada kemampuan diri sendiri pasti yang menang!” Pangeran Tao mengepalkan tangannya. Matanya berbinar-binar. Ia sudah bertekad akan mengalahkan Duo Baekyeol di casting nanti.

“Oh ya ngomong-ngomong, Pangeran Tao, kamu mau ikut casting juga, kan?” D.O bertanya.

“Iya.” Pangeran Tao mengangguk. “Eh, kalian manggil akunya Tao aja ya. Kita kan sederajat di muka Tuhan.” Tiba-tiba Pangeran Tao berubah religius.

“Kebetulan kami juga mau ikutan casting itu, kita berlatih bersama aja!” seru Kai bersemangat. Pangeran Tao mengangguk.

Hening seketika. Tiba-tiba, perut D.O berbunyi. Disusul oleh suara perut Kai, dan juga Pangeran Tao. Maklum, dari tahun lalu belum makan.

“Aku ada sebungkus nasi timbel lagi, gak tau masih bisa dimakan atau nggak.” Pangeran Tao membuka bungkusan nasi timbel tersebut dan meletakkannya di antara mereka. Kai dan D.O tampak sumringah  melihat makanan di depan mata.

“Eh ada catatannya.” Pangeran Tao menyobek kertas yang ditempelkan di bungkus nasi timbel dan membacanya. “Nasi ini kuat sampai seminggu, udah dikasih jampi-jampi, jadi masih bisa dimakan. Cepat dimakan ya. Dari Chenow White.”

“Wah, bagus tuh! Ayo kita makan!” Mereka bertiga pun makan seporsi bertiga dengan lahap. Pangeran Tao merasa sangat bahagia bisa mendapatkan teman baru lagi. Selama ini, orang tuanya selalu mengurungnya di istana. Pangeran Tao jadi tidak punya teman selain Lu Han dan pengawal serta dayang kerajaan.

Sampai suatu ketika pengawal Xiumin membawa sebuah TV dan menyetel film Kungfu di istana. Pangeran Tao terkesima dan mulai mendalami Kungfu. Sejak saat itulah dia bermimpi ingin menjadi artis Kungfu. Selain Kungfu, Pangeran Tao juga sempat belajar Wushu dari salah satu pengawalnya. Pangeran Tao senang sekali berlatih bela diri untuk mengisi waktu luangnya yang membosankan.

Alhasil, mereka bertiga menjadi semakin dekat dan akrab. Pangeran Tao, Kai, dan D.O sering berlatih bersama, makan bersama, mandi bersama, tidur bersama, pokoknya apa-apa bersama.

Hari demi hari berlalu. Hari H datang juga. Pangeran Tao, Kai, dan D.O sudah tiba di lokasi casting. Mereka tampak gugup namun berusaha menenangkan diri sendiri.

Suasana Kerajaan EXO Maju Jaya saat itu benar-benar ramai. Para ahli bela diri dari berbagai daerah berkumpul di sana. Pangeran Tao sempat minder begitu melihat persiapan peserta lain yang sangat matang. Namun, dia ingat bahwa kedua sahabatnya ada menemaninya. Pangeran Tao jadi merasa tenang.

Acara dimulai. Raja Su Ho duduk di atas singgasananya dan melihat ke arah para peserta casting. Dia tersenyum menyapa para peserta.

“Selamat siang, semuanya! Senang sekali melihat kalian semua hadir di kerajaan saya dalam rangka mengikuti casting Kungfu Panda. Baiklah, biar nggak banyak bacot, acara casting Kungfu Panda resmi saya buka!”

Sorak sorai hadirin di sana menyemarakkan suasana. Para peserta pun mulai dipanggil satu persatu untuk menunjukkan kebolehannya di depan Raja Su Ho.

Pangeran Tao, Kai, dan D.O sibuk menonton aksi para peserta. Jantung mereka berdebar kencang. Semua penampilan para peserta sangat memukau. Saking gugupnya, D.O malah kebelet pipis. Dia langsung cepet-cepet ngacir ke kamar mandi.

Selesai menuntaskan urusannya, D.O hendak keluar dari toilet. Namun, dia mendengar percakapan yang mencurigakan. Dari suaranya, itu pasti Duo Baekyeol.

“Gimana? Bubuknya sudah siap?” Itu suara Baekhyun.

“Sudah. Kalau kita meniup bubuk ini pada si pangeran manja itu, dia pasti akan berubah menjadi patung. Haha..kita lihat saja,” Chanyeol terkekeh.

D.O terdiam. Pangeran Tao dalam bahaya. Dia harus melakukan sesuatu. Tapi pertama-tama, mending keluar dari toilet dulu.

D.O kembali bersama teman-temannya. Kai langsung memberondongnya dengan pertanyaan.

“Lama amat sih! Giliran Tao bentar lagi nih! Habis Tao kan kamu terus aku!” ujarnya.

“Ya maap…macet tadi, Si Komo lewat,” balas D.O sekenanya.

Sekitar 5 menit menunggu, akhirnya giliran Pangeran Tao tiba juga. Dia langsung berdiri di panggung dan mulai melaksanakan aksinya. Selama itu, D.O terus mencari sosok Duo Baekyeol. Kai pun mulai was-was. Ia mulai merasa curiga dengan Duo Baekyeol.

“Kai, itu Duo Baekyol!” bisik D.O sambil menunjuk ke arah belakang panggung. Di sana terlihat Duo Baekyeol sedang siap-siap menerbangkan bubuknya.

Kai tiba-tiba punya ide begitu melihat kipas raksasa yang dipakai dayang untuk mengipasi paduka raja. Dia langsung meminjam kipas tersebut. Bersama-sama dengan D.O, Kai mengipas ke arah Duo Baekyeol yang baru saja meniupkan bubuk sihirnya. Otomatis, bubuk tersebut berbalik arah kepada mereka. Duo Baekyeol pun berubah menjadi patung.

Penampilan Pangeran Tao selesai. Ia terkejut melihat Duo Baekyeol yang berubah jadi patung. Raja Su Ho merasa marah melihat kecurangan ini.

“Pengawal, singkirkan dua patung tak berguna itu!” titah Raja Su Ho. Patung Duo Baekyeol pun diseret ke tempat terpencil.

Setelah itu, giliran D.O tampil dan kemudian disusul oleh Kai. Setelah selesai, mereka beristirahat sambil menunggu hasil.

“Dan pemenangnya adalah..jejejejeng….TAO!!” Raja Su Ho mengumumkan. Pangeran Tao langsung berpelukan dengan Kai dan D.O. Pangeran Tao langsung naik ke atas panggung untuk mendapatkan ucapan dari Raja Su Ho. Semuanya bertepuk tangan dengan meriah.

Pangeran Tao pun memulai debutnya dari film Kungfu Panda ini. Meskipun badannya ketutupan kostum panda, tapi Pangeran Tao tetap bersyukur dirinya bisa memulai debut di dunia hiburan ini. Impiannya menjadi artis kungfu yang sukses sudah semakin dekat. Semua orang mulai menyukainya.

Namun ternyata, ada satu orang yang masih tidak menyukainya. Dia adalah Se Hun, kekasih dari Lu Han. Selama Pangeran Tao menghilang, Lu Han-lah yang dijadikan buronan. Kemanapun Lu Han pergi, pengawal kerajaan pasti ada. Mereka semua memaksa Lu Han untuk menjadi penerus tahta kerajaan. Se Hun tidak mau itu terjadi, karena kalau Lu Han diangkat menjadi raja, dia pasti dijodohkan dengan gadis pilihan orang tuanya. Se Hun tidak akan memberikan Lu Han pada siapapun. Lu Han itu konsumsi pribadinya.

Maka, Se Hun berpikir, kalau Pangeran Tao tidak sukses di dunia hiburan, dia pasti menyerah dan kembali ke  kerajaan. Dengan begitu, dia akan diangkat menjadi raja. Lu Han-nya pun akan aman.

Se Hun mulai menyusun rencana jahat, sementara Pangeran Tao semakin berkilau di karirnya. Setelah menyelesaikan syuting Kungfu Panda, Pangeran Tao pun ditawari bermain film action. Pangeran Tao menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Suatu hari, Pangeran Tao disuruh melompat dari lantai dua gedung ke lantai dasar. Ini adalah salah satu adegan film tersebut, dimana Pangeran Tao sedang dikejar-kejar oleh musuh dan memutuskan untuk melompat dari lantai 2 untuk menghindari musuhnya. Pangeran Tao merasa baik-baik saja karena ada banyak pengaman yang disediakan di bawah.

“Oke, siap Tao? Camera rolling..action!” seru sang sutradara. Pangeran Tao pun berlari dan mulai melompat. Ia terjun bebas ke lantai dasar. Namun, alangkah terkejutnya Pangeran Tao ketika matras yang disediakan di lantai dasar tiba-tiba menghilang. Pangeran Tao panik dan berusaha mendarat dengan menggunakan kaki. Berhasil. Namun, kakinya jadi sakit karena menumpu beban yang terlalu berat.

Seluruh kru film langsung panik. Mereka semua bergegas memberikan Pangeran Tao pertolongan pertama. Samar, Pangeran Tao bisa melihat Se Hun berdiri di pojok ruangan sambil memegang buku mantra.

Setelah diobati, rasa sakit di kaki Pangeran Tao mulai berkurang. Tapi tetap saja, dia masih belum bisa menggunakan kakinya. Otomatis ia tidak bisa melanjutkan syuting. Pangeran Tao kecewa. Ia semakin kecewa ketika sutradara datang dan membawa kabar buruk padanya.

“Tao, untuk memulihkan kakimu dibutuhkan waktu satu bulan lebih, sedangkan kita syuting dikejar waktu. Dengan sangat terpaksa, kamu harus digantikan oleh orang lain. Tapi tenang saja, Tao, nanti akan kucarikan film lain yang membutuhkan tenaga ahli kungfu. Kau pasti bisa bermain di film yang lebih baik.” Sang sutradara tersenyum dan meninggalkan Pangeran Tao yang merasa terpukul.

Pangeran Tao ingin sekali menangis. Biasanya, saat ia sedang down, ia selalu berlari menghampiri Raja Kris dan menangis. Raja Kris pasti mendengarkan keluh kesahnya dan mengelus-elus rambutnya dengan penuh kasih. Pangeran Tao baru ingat, sudah lama sekali ia tidak melihat ayahnya, ibunya, kakaknya, pengawal Xiumin, dan yang lainnya. Sudah lama sekali ia tidak pulang.

Tak terasa setetes air mata Pangeran Tao menetes menelusuri pipinya. Pangeran Tao tak kuasa menahan tangisnya lagi. Ia menangis tersedu-sedu. Ia menangis cukup lama, mungkin 10 menit sampai ia memantapkan hatinya.

“Aku tidak boleh menangis! Aku harus menggapai mimpiku dan membuat orang tuaku bangga dan percaya bahwa aku bisa!” Pangeran Tao mengepalkan tangan, mengumpulkan semangat. Tekadnya sudah bulat. Ia akan melanjutkan syuting.

Dengan terseok-seok, Pangeran Tao datang ke lokasi syuting. Semua kru yang ada di sana terkejut. Tatapan Pangeran Tao tajam. Semua orang bisa melihat tekadnya yang kuat lewat pancaran mata tersebut.

“Aku tidak akan menyerah dari kalian semua! Lawan aku kalau berani!” seru Pangeran Tao. Sutradara terkejut. Ia cepat-cepat membaca naskah.

“Dia mulai berakting..” bisik sang sutradara. Ia lalu menyuruh lawan main Pangeran Tao untuk meladeni sang pangeran.

“Siapa takut?” lawan main Pangeran Tao tersenyum sinis dan mulai menghajar Pangeran Tao. Dengan sekuat tenaga, Pangeran Tao berusaha menggerakkan kakinya yang masih kaku dan sakit. Pangeran Tao berusaha menjejak, bahkan menendang lawan mainnya. Keringat dingin mengucuri tubuh Pangeran Tao.

“CUT!” seru sutradara. Pangeran Tao terduduk di lantai. Ia mengatur napasnya yang ngos-ngosan. Tim medis langsung mengobatinya.

“Bagus! Bagus sekali! Adegan ini benar-benar keren! Ekspresi wajah Tao yang kesakitan benar-benar natural. Baiklah, Tao, aku tidak akan menggantikan posisimu. Kamu akan terus main di film ini.” Pangeran Tao tersenyum sumringah mendengarnya. Akhirnya ia telah melangkah jauh mencapai mimpinya.

Film yang dibintangi Pangeran Tao laku keras. Nama Tao langsung melejit. Ia terkenal dengan nama Kungfu Tao karena debut pertama kali menggunakan kostum Kungfu Panda. Ia pun menjadi bintang film action yang paling terkenal. Se Hun yang merasa terharu dengan kerja keras Pangeran Tao pun pindah haluan menjadi penggemar Pangeran Tao. Duo Baekyeol yang sudah kembali menjadi manusia lagi pun kini mendukung Pangeran Tao sepenuhnya.

Mimpi Pangeran Tao sudah tercapai. Ia melakukan perjalanan kembali ke rumahnya, ke istananya. Sesampainya di sana, betapa terkejutnya ia melihat semua penghuni istana menyambutnya dengan ramah. Raja Kris langsung memeluknya sambil berurai air mata. Ratu Lay bahkan meninggalkan karaoke set-nya demi menyambut Pangeran Tao. Pangeran Lu Han juga ada di sana, dia memeluk Pangeran Tao dengan sangat erat.

“Maaf ya sudah membuatmu susah..” ucapnya. Pangeran Tao hanya tersenyum. Ia terlalu terharu untuk bicara.

Malamnya, Raja Kris mengadakan pertemuan kembali. Kini kedua pangeran itu sudah siap ditunjuk menjadi raja. Mereka siap meneruskan tahta kerajaan.

“Sebenarnya, ada hal yang sangat penting yang harus kusampaikan pada kalian, wahai anakku. Jadi..begini..perjuangan kalian kabur dari sini dan ke segala tempat itu percuma..sebab..” Raja Kris menggantung kalimatnya, berusaha menciptakan efek tegang. Namun, efek tegang itu diruntuhkan oleh Ratu Lay.

“Bapak kalian gagal jadi petinju. Itu sih intinya.”

“WHAAAT?!” Pangeran Lu Han dan Tao berseru bersamaan. Mereka menatap Raja Kris yang keki dengan pandangan WTH.

“Hehe..kayaknya bapak kalian ini cocoknya jadi penikmat aja ya..gak bisa jadi petinju..”ujar Raja Kris.

“Kenapa emangnya?” tanya Pangeran Lu Han.

“Babak belur?” tanya Pangeran Tao.

“Enggak kok! Bapak kalian ini kan kuat! Mana mungkin babak belur hahaha…” Raja Kris salah tingkah.

“Bohong, nih buktinya!” Ratu Lay melepaskan baju Raja Kris dengan paksa. Terlihatlah memar bekas tonjokan di sana-sini. Ratu Lay membalikkan badan suaminya, memamerkan punggung cowok itu pada anak-anaknya.

“Waaaaw meraaaaah,” koor Pangeran Lu Han dan Tao ketika melihat bekas kerokan di punggung Raja Kris.

“Eh ini sih bekas kerokan waktu itu, bang. Gak ada memarnya ya di sini? Hehehe..” Ratu Lay cengengesan dan bergegas memakaikan kembali baju Raja Kris.

“Loh? Kalau ayahanda gagal jadi petinju…berarti yang menduduki tahta kerajaan ini…?” Pangeran Lu Han tak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Ya masih bapakmu lah,” sahut Ratu Lay.

“Jadi…usaha kami kabur dan sebagainya..percuma?” tanya Pangeran Tao. Ratu Lay mengangkat pundaknya.

“APAAAH?!!” koor Pangeran Lu Han dan Tao lagi. Raja Kris cuma memberikan peace sign sambil senyum ala kadarnya.

“Dasar ayah durhaka!!”

“Ampuuuun!!!”

“Udah, udah, daripada nambah memar di badan bapakmu ini, mending kita dangdutan aja. Musik!”

Iwak peyek..iwak peyek..

Iwak peyek nasi jagung

Sampe tue..sampe kakek..

Raja Kris enggak disanjung..

“BERISIK! KENAPA LIRIKNYA GANTI HAH?!”

Begitulah. Cerita absurd ini merupakan asal mula dari Kungfu Tao. Perjuangannya yang dipenuhi banjir keringat, bersimbah darah dan air mata ternyata menunjukan hasil. Benar kata Pangeran Tao, gak ada orang sukses yang gak pernah berusaha.

THE END

Gimana? ABSURD KAAAAAN? HAHAHAH, entah kerasukan Lucifer spesies apa sampai bisa bikin FF seabsurd ini. Menurut komentar reader di blog EXOtown, juga tweet-tweet-nya @EXOtown, mayoritas pada suka sama Chenow White. Aku bingung, emang kenapa sih si Chenow White? Lucu banget gitu ya? Saya yang bikin aja bingung..

Oh, dan juga para reader bilang (emang gak semua sih) gak setuju Baekyeol antagonis. WAE? (ala DSBK) Sorry kalau tulisan ini buat kalian tersinggung atau apa tapi saya cuma mau klarifikasi..

BAEKYEOL COCOK JADI ANTAGONIS

#readerprotes #demo #bakardiri #mogokmakan #jaitbaju

Baiklah, kenapa saya berani tulis BAEKYEOL COCOK JADI ANTAGONIS besar-besar plus warna merah seksi, pasti ada alasannya. Itu karena aku udah ngesearch foto-foto EXO yang lama dan yang baru dan ternyata Baekyeol gak segirang keliatannya. Di foto, yes, mereka cocok jadi antagonis. Jadi..kenapa gak ngebayangin mereka yang di foto aja? Kenapa musti bayangin mereka yang asli? Ini kan hanya FF, FF itu palsuuuuu *terjun ke jurang* *dipungut Kris, suruh lanjutin postingan*

Emangnya aku liat foto apaan sih sampai bilang Baekyeol cocok antagonis? Aku liat foto EXO-K debut showcase. Sama foto-foto EXO-K yang baru banyak lah pokoknya males ngepostnya #PLAK oke deh, aku kasih satu foto Baekyeol antagonis. NIH MAKAN NIIIH

SONGONG KAN MUKANYA?? COCOK KAAAN??? APAH? GA COCOK?! *ditenggelemin Su Ho* *diambil lagi sama Kris, suruh lanjutin postingan*

Yah cocok gak cocok terserah lo dah ribet banget gue ngurusin kalian segala. Hidup sendiri aja gak keurus.

Baik, di komentar yang lain juga pada bilang Kai-D.O aja yang jadi antagonis. Oke, untuk Kai cocok karena mukanya emang muka bejat #dibakarfansKai #guejugafanskai #bakardirisendiri tapi tapi..D.O..D.O loh.. si Double O. Emang sih ada foto dia antagonis, muka-muka songong gitu, tapi..D.O kurang cocok. Secara dia mau dalam situasi apapun mukanya tetep O.O. Gak kebayang aja lagi ngejahatin Tao mukanya O.O.

Terus, terus, kenapa gak Kai aja? Kenapa gak dia sama siapa gitu yang jadi antagonis? Karena cast EXO udah kepake semua. Dan Baekyeol itu STA alias semoga tetap abadi. Aku gak tega misahin mereka. #PLAK

Nah, segitu aja ya intermezzo (?), Fanfic, dan sekilas bahasan mengenai peran antagonis FF bekas lomba ini. Mohon maaf bila ada salah-salah kata. Kalau kalian ngira aku antifans..kalian salah besar! Emang aku ngata-ngatain Kai dan D.O serta Se Hun yang menggalau random, tapi itu bentuk cinta aku untuk mereka~ ♥ Lagian ngapain juga bikin FF dengan cast orang yang kita benci? Euweuh gawe pisan lamun ceuk Akang Lay mah.

Yang komen dapet cipok maut dari sayah HAHAHAHAHA #kabursemua

oh ya, jangan lupa follow @EXOtown yaaa..muah :*

34 thoughts on “[FF] Asal-usul Kungfu Tao

  1. anonymous says:

    CHENOW WHITE!!! WAKAKA UDAH JJANG SEKALI DAEBAK INI MENGOCOK PERUT DAN SEISINYA LOLOLOLOLOL THUMBSSSSS UPPPPPPPPPPPPP!!!

    • sungheedaebak says:

      hahaha bagus deh kalo bodor
      oh iya gitu? aku yang bikin gak ngerasa itu somplak loh..emang sih bodor tapi gak bikin ngakak *ya iya orang elu yang bikin*
      hahaha😄

  2. sophiemorore says:

    anjiiiirrrr
    ff apaaa neeeeehhhh
    gila xDDD

    Iwak peyek iwak peyek..

    Iwak peyek nasi jagung..

    Sampai tue..sampe kakek..

    Raja Kris tetep disanjung..

    i like this so much omg omg omg hahaha

  3. dorky Mint says:

    cepupu, yang cabal yah jadi Chenow White :3 /pukpuk pundak chen/
    kenapa Kris yang jadi raja? mestinya dia jadi ratu #desh😄
    chukkae ya Tao, udah jadi artis kungfu ^^

    eonnie khayalannya melambung tinggi setinggi langit ke-7 yaa
    mantep bangeeet😀

    • sungheedaebak says:

      eh gitu-gitu juga Chenow White is a big success :-bd
      semua orang sayang Chenow White (?)

      seorang ratu dengan tinggi 187 cm?! #pingsan
      Tao: xie xie ^^

      ya namanya juga seniman pasti mengkhayalnya banget banget haha
      gomawo :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s