[FF] Your Smile Is Enough

Note: FF bekas lomba. Karena lombanya udah selesai, aku post di sini yaa.. ^^

=

Pagi itu, harusnya sih tenang. HARUSNYA ya. Tapi, rumah Anita geger oleh teriakan dan gedoran yang berasal dari ibunya si Anita ini sendiri. Alasannya, yang punya nama Anita ini dari tadi gak bangun-bangun. Padahal jam dinding udah  nunjukkin pukul 7 pagi. Biasanya, jam 7, orang yang namanya Anita ini harus udah sarapan di lantai bawah. Tapi sampai sekarang kamarnya masih damai. Pintunya masih tertutup rapat. Entah tuh anak lagi tidur ataukah pingsan.

DOR DOR DOR DOR

Bukan, itu bukan suara tembakan. Itu suara gedoran pintu kamar. Yah, suaranya beda tipislah.

“Nita! Bangun napa sih? Lama banget! Anak cewek molornya kayak kebo!”

“Astaghfirullah! Ini juga udah bangun ngapain sih emak gedor-gedor kamar segala?!”

“Kalau gak bangun ngapa gak keluar?!”

“Kalem! Lagi nyari info tentang tiket SS4INA nih!”

“Hah? Sabrina? Artis baru?”

“SS4INA! Sushow 4 Indonesia! Sabrina? Jauh amat!”

“Kedengerannya kayak Sabrina! Udah cepetan keluar, Emak bikin nasi goreng spesial tuh!”

Pintu kamar itu akhirnya terbuka juga setelah sekian lama terkunci. Anita muncul di depan emaknya yang masih ngos-ngosan bekas kompetisi teriakan barusan.

“Makasih ya, Eomma, you are my everthing!” Anita mencium pipi emaknya sekilas dan bergegas menghampiri nasi goreng idamannya.

“Oma? Dasar anak kurang ajar! Emak masih muda begini dibilang oma-oma. Enak aja!”

“Aduh..Eomma itu bahasa Korea-nya ibu. Gimana sih?” Anita duduk di kursi meja makan dan langsung menyantap nasi goreng yang terhidang dengan kalap. Maklum, selama tidur kan dia gak makan, jadi paginya pasti lapar.

“Pelan-pelan dong makannya..keselek baru tau!” nasihat ibunya Anita, meskipun nadanya kayak nada memojokkan.

“Lagi buka info tiket SS4 nih, jadi deg-degan!”

“Emang kapan sih nontonnya?”

“Pengennya yang tanggal 28 April. Tapi gimana sedapetnya aja sih..” balas Anita sambil sibuk mengunyah.

“Oh gitu. Terus beli tiketnya kapan?”

“Tanggal 7 April.”

“Gaya banget mau nonton. Emang ada duitnya?” sambar emaknya. Beliau mengambil sebuah kerupuk dari dalam toples dan mulai menjadikannya camilan.

“Baru kekumpul sejuta sih. Tapi lumayan laah..”

“Sejuta? Lah emang berapa tiketnya?”

“Ngincer yang Junior VIP. 1,4 juta. Harga pas, gak bisa nego. Sedih ya?” Anita pasang tampang cemberut. Bibirnya dia kerucut-kerucutin. Pipinya digembung-gembungin. Entah seperti apa tampangnya sekarang.

“Mana ada harga tiket nego! Ya udah, kalau misalkan nanti uangnya masih kurang, emak kasih deh tambahannya. Anggep aja hadiah ulang tahun. Jadi ntar pas ulang tahun kamu gak usah minta apa-apa lagi.”

“Seriusan? Waaah makasih Eomma, you are my everything! Sini aku ciuuum!!!”

“Heh, nasi gorengnya telen dulu! Dasar jorok!” Meskipun berkata demikian, ibunda Anita tetap saja tertawa saat mengatakannya. Emang ibu paling the best!

Oke, jadi ceritanya Anita ini udah selesai nabung buat SS4INA. Dia ngefans banget sama leader SUJU, siapa lagi kalau bukan Park Jungsoo atau akrab disapa Leeteuk. Ambisinya adalah melihat senyum beserta lesung pipi dari leader SUJU itu secara langsung tanpa layar kaca. Udah gitu doang. Tapi kata Anita sendiri, ini tuh justru bermakna banget.

Simple, but meaningful gitu.

Orang tersenyum kebanyakan karena mereka bahagia. Beberapa memang tersenyum karena menutupi kesedihan, tapi senyum itu berarti baik karena mereka ingin orang lain di sekitar mereka tidak merasa khawatir. Jadi, senyum itu selalu baik. Bahkan senyum itu adalah sebuah ibadah. Anita ingin bias-nya selalu tersenyum, selalu tampik baik, dan berbuat hal baik.

Tampak sederhana, tapi sebenarnya sangat bermakna.

Pernah temannya berkata begini ke Anita: “Kalau cuma pengen liat senyumnya doang kan di TV banyak. Di YouTube juga banyak.”

Anita membalas dengan: “Beda! Senyum yang dilihat live itu lebih real!”

Temennya bales lagi, “Alibi! Bilang aja pengen ketemu banget sama Leeteuk Oppa. Gak usah ngeles cuma pengen liat senyumnya doang.”

Eh Anita gak mau kalah. Dia bales ucapan temennya lagi, “Terserah deh orang mau bilang apa. Yang jelas aku mau liat senyum Leeteuk Oppa dari jarak dekat, langsung tanpa kaca!”

Jadi begitulah. Anita cuma pengen liat senyum Leeteuk Oppa kok. Kalau dikasih lebih ya itu berarti rejeki.

Nah, singkat cerita, tanggal 6 April, Anita datang ke lokasi pembelian tiket. Dia sengaja datang sehari sebelum supaya kebagian nomor antrian. Dia datang jam setengah 11 malam, sementara pembagian nomor antrian dibuka pukul 12 malam. Waktu itu antrian sudah sampai ke gedung di sebelah Twin Plaza Hotel. Anita udah kocar-kacir takut gak kebagian. Tapi, doanya selama ini dikabulkan. Dia diberi kemudahan. Sekitar jam 11, hujan turun. Para ELF kontan berlarian ke teras hotel karena panitia membolehkan ELF berteduh. Baik ya?

Di sana Anita langsung sprint ke depan sekenceng-kencengnya. Untung dia jago lari, berhasil juga dapet tempat agak ke depan. Kalau gak hujan, mungkin gak akan sampai ke posisi depan itu.

Sekitar 1 jam lebih Anita nunggu, akhirnya dia dapat giliran masuk juga. Setelah itu dia duduk nunggu lagi. Nunggu 1 jam lagi, giliran Anita tiba. Tapi ternyata, dia dan beberapa ELF lain cuman dipindahin ke ruangan lain. Di sana, Anita harus nunggu lagi sampai jam setengah 3 dini hari. Mana bajunya basah oleh air hujan dan keringat, duduk di lantai plus ruangan full AC. Menggigillah dia.

‘Gak apa-apa, ini demu SUJU!’ gumam Anita dalam hati.

Kira-kira nunggu sampai subuh, akhirnya Anita kebagian nomor antrian juga. Tapi, penantiannya belum berakhir. Dia harus mengantri lagi untuk pembayaran tiket. Dan mengantrinya juga mengambil waktu sektiar 5 jam. Soalnya dia dateng agak belakangan sih, jadi agak jauh nomor antriannya. Tapi gak apa-apa, Anita tetap optimis.

Siangnya, Anita berhasil mendapatkan voucher tiket yang nantinya ditukarkan di lokasi. Kebayang dong gimana senangnya Anita waktu itu. Perjuangannya selama ini gak sia-sia, dia berhasil karena dia mau berusaha dan tetap optimis meski badai menghalang.

Anita gak sabar nungguin tanggal 28. Dia kebagian day 1 di sector Junior VIP L. Dia akan menonton bersama teman-temannya.

“Leeteuk Oppa, aku bakalan liat lesung pipimu secara live. Tunggu aku ya, Oppa!” kata Anita sambil memandangi poster Leeteuk yang nemplok di kamarnya dalam-dalam. Setelah itu dia langsung memejamkan matanya dan mulai tidur nyenyak. Begitulah ritual Anita setiap malam.

Alasannya, lagi-lagi, demi Super Junior. Dan sebuah quote yang pas banget buat Anita.

Where there is a will, there is a way.

Anita kepengen banget nonton SS4INA, dan akhirnya bisa kesampaian karena dia ada kemauan dan mau berusaha.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Tanggal 28 April, Anita dan kawan-kawan sudah siap-siap nonton konser. Mereka sudah menukarkan voucher mereka menjadi tiket. Tinggal menunggu waktu konser dimulai.

“Aduuuh aku deg-degan nih…gimana dong..” ucap salah seorang teman Anita, Nadia.

“Sama aku juga. Duuh..lesung pipinya Leeteuk Oppa kayak gimana ya aslinya? Apakah lebih bagus? Aku gak sabaaaar!!”

“Nih anak yang dipikirin lesung pipi mulu!”

“Biarin dong, kan simple but meaningful.” Anita mengedipkan sebelah matanya.

Beberapa saat kemudian, fan meeting dimulai. Member-member Super Junior berdiri di depan ELF yang menyambut kedatangan mereka dengan antusias.

“Uri neun syupeo juni..O~E~O!”

“Kyaaaa!!!”

Leeteuk langsung mendekatkan mic-nya ke depan bibir dan mulai berbicara dalam bahasa Korea.

“Aku sangat senang bisa berada di sini dan melihat ELF Indonesia yang selalu setia mendukung Super Junior. Terima kasih semuanya, Super Junior bukan apa-apa tanpa ELF! Saranghaeyo!”

“HUWAAAA OPPA!!! Na ddo saranghae!” jerit Anita. Ia sangat senang, apalagi ketika melihat Leeteuk tersenyum langsung di hadapannya tanpa layar kaca.

Sampai pada saatnya fan signing. Anita tidak membawa apapun untuk ditandatangani Leeteuk Oppa saat itu. Dia kan hanya ingin melihat senyum Leeteuk.

Sampai giliran Anita berdiri di depan Leeteuk, cewek 17 tahun itu hanya terdiam dan memandangi Leeteuk. Leeteuk yang heran pun tersenyum ramah. Anita nyaris pingsan melihat senyum Leeteuk.

Leeteuk menadahkan tangannya, meminta sesuatu untuk ditandatangani Anita. Namun, cewek itu hanya menggeleng.

“Oppa, aku datang ke sini karena aku mau melihat senyum Oppa. Senyum Oppa sudah cukup, karena dengan tersenyum, itu berarti Oppa bahagia. Dan aku pasti bahagia kalau Oppa bahagia,” ucap Anita dengan bahasa Korea. Sudah sebulan dia menghafal kata-kata itu sampai ia hafal di luar kepala.

Leeteuk terdiam. Tampaknya terpana melihat keunikan fans-nya yang satu ini.

“Kalau aku beri lebih, kau mau menerimanya?” tanya Leeteuk.

“Ne?” Anita tampak terkejut.

Leeteuk tersenyum. Ia bangkit berdiri dan berjalan ke arah Anita. Gadis itu menatap Leeteuk yang berdiri tegak di hadapannya dengan canggung. Leeteuk lalu merentangkan tangannya dan memeluk Anita dengan erat. Para ELF sontak terkejut. Member Super Junior yang lain juga tak kalah terkejut. Mereka tersenyum dan bertepuk tangan.

“O-oppa..” Anita tak mampu berkata-kata.

“Kamu tidak bawa sesuatu untuk aku tandatangani?” tanya Leeteuk ketika ia sudah kembali duduk di kursinya. Anita menggeleng. Leeteuk mengerucutkan bibirnya sejenak, tampak berpikir.

“Kalau begitu…” Leeteuk membuka jaketnya dan melepas kaus yang melekat di tubuhnya. Member Super Junior terkejut melihat leader mereka tiba-tiba topless. ELF langsung menjerit-jerit kegirangan.

Leeteuk meraih spidol dan menandatangani bajunya sendiri. Ia lalu menyerahkan baju itu pada Anita yang menerimanya dengan tangan gemetaran. Leeteuk tersenyum dan mengenakan kembali jaketnya. Ia lalu berdiri.

“ELF, tolong jangan iri ya? Dia telah bekerja dengan keras. Mulai sekarang, aku sudah memutuskan setiap ELF yang datang ke sini pasti akan mendapatkan pelukan plus tanda tangan!”

Sontak, semua ELF berteriak. Member Super Junior tampak mengangguk-angguk setuju. Terlebih Eunhyuk, dia tampak sangat-sangat kegirangan. Maklum, kebanyakan ELF kan cewek.

Leeteuk mengedipkan sebelah mata dan mengacungkan jempol pada Anita. Gadis itu membungkuk berterima kasih dan berjalan pergi. Ia benar-benar tidak menyangka hal ini akan terjadi padanya!

Saat konser, mata Anita tak lepas dari Leeteuk. Meskipun member yang lain juga menarik perhatiannya, tapi tetap saja yang paling diperhatikannya tetap Leeteuk. Terlebih waktu Leeteuk sedang menyanyi di hadapan jajaran Super VIP, cowok itu seperti menatap ke arah Anita dan tersenyum lagi. Meskipun Anita tidak terlalu yakin ke siapa Leeteuk menatap, tapi Anita merasa mata Leeteuk tepat mengarah padanya.

Anita hanya tersenyum malu. Perjuangannya selama ini menghasilkan buah yang baik. Tidak sia-sia dia melakukan segala pengorbanan demi Super Junior. Niatan cuma pengen lihat senyum Leeteuk, malah dikasih pelukan dan kaus bertanda tangan.

Selesai konser, Anita pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. Akhirnya ia bisa mencapai mimpinya bertemu dengan Super Junior. Betapa bahagianya Anita sampai-sampai ia menjerit-jerit kegirangan sambil memeluk anggota keluarganya satu-persatu. Kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, adik, semua dipeluknya.

Padahal dia cuma pengen lihat senyumnya Leeteuk, tapi malah dikasih lebih. Ini berarti rejeki!

THE END

7 thoughts on “[FF] Your Smile Is Enough

  1. hwang sungmi says:

    waaaaah, anita enak ya, dapet kaya gituan #mupeng tapi kalo siwon yg topless, pasti sungmi yg jerit jerit. aaaaaaa~
    ohiya, emangnya ff yg ini buat lomba apaan hee?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s