[FF] Scar

Note: Kyuhyun’s side story of HyukHee series

= = =

Cho Kyuhyun mengambil sebungkus rokok di rak mini market dan meletakkannya di meja kasir. Kasir tersebut lalu menyebutkan harga sebungkus rokok tersebut. Kyuhyun mengeluarkan selembar uang yang dibutuhkan dan pergi tanpa mengambil kembalian ataupun struk pembelian. Di luar mini market, Kyuhyun mengeluarkan pemantik apinya dan mulai menghisap sebatang rokok. Ia melihat sekeliling. Jalanan diterangi lampu-lampu jalan yang berwarna kuning. Kyuhyun menghembuskan napasnya, membuat asap keluar dari mulutnya. Ia menatap ke atas. Ke arah sebuah jendela flat yang masih mengeluarkan cahaya lampu, menandakan penghuninya masih terjaga.

Kyuhyun terus berdiri bersandar pada dinding mini market sambil menghisap rokoknya dan memandang ke arah jendela tersebut. Ia terus berada dalam posisi seperti itu sampai jendela tersebut tidak mengeluarkan cahaya lagi.

Cahaya pun padam. Kyuhyun telah menghabiskan dua batang rokok dan sebungkus permen hanya untuk menunggu penghuni flat tersebut tidur. Kyuhyun tidak akan melakukan hal seperti ini untuk orang asing. Dia kenal betul siapa yang tinggal di flat itu.

Lee Sunghee. Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan mulai berjalan menjauhi apartemen gadis itu. Ia membuang sampah rokoknya ke tempat sampah. Kyuhyun kembali berjalan. Tatapannya datar.

Kyuhyun selalu ingat, dia dengan gadis itu sering sekali bertengkar karena hal sepele.

=

Waktu itu, Kyuhyun dan Sunghee sedang mengikuti pelatihan di Amerika. Mereka baru saja menyelesaikan latihan fisik. Sekarang mereka sedang latihan menembak target. Tapi, Kyuhyun dan Sunghee tidak pernah berhenti berargumen. Mereka terus saja berdebat seperti anak kecil. Tapi topik yang dibicarakan tidak bisa dibilang topik anak kecil.

“Mengapa kau tidak memberitahuku dari awal?!” Kyuhyun berseru pada Sunghee. Gadis itu menoleh dan menatap lawan bicaranya tajam.

“Untuk apa?! Kau bukan siapa-siapa!”

“Kalau kau menjadi agen rahasia untuk menggantikan kakakmu, kau akan tersiksa! Kau tidak akan menyukainya!”

“Aku hidup dengan sudut pandangku sendiri! Aku ingin meneruskan mimpi kakakku untuk menjadi agen terhebat di dunia. Tidak ada yang bisa menghalangiku!” Sunghee kembali meneruskan latihan menembaknya.

“Daripada kau teriksa ke depannya lebih baik menyerah saja! Kau tidak akan mampu melakukannya!”

“Apa?” Sunghee menoleh. Menatap Kyuhyun dengan marah. “Kenapa bukan kau saja yang menyerah? Dari dulu kau sudah sakit-sakitan!”

Kyuhyun menggeram marah dan mengarahkan pistolnya pada Sunghee, di detik yang sama, Sunghee melakukan hal yang sama pada Kyuhyun. Mereka siap menembak lawan bicaranya kapan saja.

Sunghee menatap Kyuhyun nanar. Ia lalu mengarahkan pistolnya ke pelipisnya sendiri. Kyuhyun yang terkejut segera menembak pistol yang ada di genggaman tangan Sunghee, membuat pistol itu terlepas dari genggamannya. Sunghee terdiam.

“Kamu masih belum stabil, Sunghee! Kau masih sedih karena kematian kakakmu!” seru Kyuhyun.

“HENTIKAN!” seru pelatih mereka. “Apa-apaan kalian ini?! Selalu bertengkar saja seperti anak kecil! Push-up 100 kali!”

=

Kyuhyun tersenyum setengah. Ia kadang merasa bahagia ketika mengingat Sunghee. Benar, ia masih mencintai gadis itu. Gadis yang telah direbut oleh sahabatnya sendiri. Lee Hyukjae.

=

“Kyuhyunie, kamu pacaran sama Sunghee?” tanya Hyukjae ketika mereka sedang berjalan-jalan di daerah Apgujeong untuk membeli sepatu baru untuk Kyuhyun.

“Hm. Memangnya kenapa?” tanya Kyuhyun sambil melihat-lihat ke dalam toko sepatu. Hyukjae mengikutinya.

“Ah, bukan. Nggak apa-apa kok. Semoga langgeng ya?” Kyuhyun melihat dari kaca, Hyukjae memalingkan wajahnya sambil tersenyum pahit.

Kyuhyun tahu, sahabatnya menyukai pacarnya saat itu. Dia juga tahu, Sunghee mulai menyukai Hyukjae ketika mereka pertama bertemu di daerah perumahan Kyuhyun.

Mereka saat itu hanya berbincang ala kadarnya. Kyuhyun tak menaruh curiga apapun. Tapi ketika Hyukjae pulang kembali ke rumah sepupunya, Sunghee tampak tidak rela Hyukjae pergi. Kyuhyun melihat binar di mata Sunghee, berbeda dengan binar matanya ketika menatapnya.

Tatapannya pada Hyukjae, dipenuhi rindu dan sayang. Kyuhyun tidak akan pernah tahu Sunghee dan Hyukjae pernah saling mencintai dahulu, kecuali Sunghee mengatakannya sendiri.

“Aku dan Hyukjae dulu satu TK. Mungkin kalau bisa disebut cinta pertama, dialah cinta pertamaku.” Sunghee tersenyum. Kyuhyun terdiam. Dia berpikir bahwa dirinya pengganggu.

Kyuhyun akhirnya memutuskan Sunghee untuk alasan yang kurang rasional. Dia bilang Sunghee belum siap berpacaran. Padahal, ia hanya ingin Sunghee bahagia dengan Hyukjae.

Setelah putus dari Sunghee, Kyuhyun mencari pelarian. Ia menerima siapa saja yang hendak berkencan dengannya. Semuanya agar dia bisa melupakan Sunghee.

=

Namun nyatanya, hingga detik ini, Kyuhyun tidak bisa melupakan Sunghee.

Kyuhyun sudah menyerah untuk melupakan Sunghee. Maka, ia membantu Sunghee untuk kembali pada Hyukjae. Ia berkencan dengan Hyoyeon, mantan Hyukjae, agar Sunghee dan Hyukjae bisa bersama kembali. Tapi, usahanya sia-sia. Cowok itu malah menikahi Hyoyeon dan bukan Sunghee. Kyuhyun kecewa. Dia tidak tahan melihat gadis itu menangis. Meskipun, ia selalu mengatakan pada Sunghee..

=

“Menangislah di hadapanku, tersenyum pada mereka.”

Sunghee menghapus air matanya. Ia lalu mendongak pada Kyuhyun yang berlutut di hadapannya yang sedang terduduk di belakang sekolah.

“Semuanya hanya butuh waktu. Lama-lama mereka pasti menyukaimu,” kata Kyuhyun lagi.

“Tapi..tatapan mereka tadi seakan mengatakan bahwa aku harus pergi, aku tidak pantas berada di kelas ini.”

“Tentu saja tidak pantas. Kau jauh lebih pintar dibanding mereka. Hey, kalau mau jadi bos, harus kuat mental. Jangan sedikit-sedikit nangis.”

“Aku emang nggak cengeng, Kyu! Tapi mereka sudah keterlaluan. Ini tugas satu kelas, kenapa semuanya ditimpakan padaku?”

“Itu karena mereka malas. Tapi, orang malas juga punya otak. Mereka berpikir siapa yang sanggup mengerjakan tugas kelas itu sendirian. Voila, orangnya ternyata kamu. Di mata mereka, kamu orang yang hebat.”

“Tapi bukan begini caranya..”

“Kalau kamu nggak terima, kenapa nggak bilang aja? Mereka terlalu bodoh untuk mengerti isyaratmu. Kalau kamu bicara pada mereka dengan baik-baik, mereka pasti mengerti. Kalau pakai emosi, mereka malah ngelunjak. Kau bisa kan melakukannya?”

“Hm..” Sunghee mengangguk. Kyuhyun tersenyum.

“Mulai sekarang, kamu tidak boleh menangis di depan siapapun selain aku. Jangan sampai kelihatan lemah di hadapan mereka. Tersenyumlah, semua orang kagum pada senyummu.”

“Gomawo, Kyuhyun-ah.” Sunghee tersenyum manis. Senyum yang membuat Kyuhyun jatuh cinta padanya.

=

Kyuhyun melangkah masuk ke dalam motel yang disewanya.

“Da jia hao!” sapa Kyuhyun pada resepsionis motel. Gadis resepsionis tersebut tersenyum dan membalas sapaannya.

Kyuhyun menaiki tangga ke lantai dua, tempat kamarnya berada. Ia memang hanya menyewa motel kecil yang murah. Kyuhyun tidak memerlukan motel yang mewah karena ia hanya tinggal di China beberapa minggu. Ia harus memberi kabar buruk pada Sunghee sebelum melanjutkan tugasnya di China, membunuh seorang bos mafia bernama Wu Yi Fan, atau sering disebut Kris.

= = =

Kyuhyun mampir ke kantor Sunghee untuk memberikan undangan pernikahan Hyukjae dan Hyoyeon. Namun ternyata, di sana dia malah menemukan targetnya.

“Tiga hari aja, aku ada urusan mendadak. Ya?” Sunghee mengacungkan tiga buah jarinya. Ia menatap Kris dengan pandangan memelas. Kris menatap Kyuhyun lagi, lalu kembali menatap Sunghee.

“Kemana?”

“Korea,” Kyuhyun yang menjawab. Kris menatap Kyuhyun tidak suka.

“Aku bertanya pada gadisku,” desis Kris.

“Oh, kamu pacarnya?” sahut Kyuhyun enteng. “Ya sudah, aku pinjam pacarmu sebentar. Ayo, sayang, kita pergi.” Kyuhyun menarik tangan Sunghee dan menyeretnya pergi.

Kyuhyun memiliki beribu pikiran ketika tangannya menyeret Sunghee pergi. Jadi, dia harus membunuh kekasih orang yang dicintainya. Itu artinya sama saja dengan menyakiti Sunghee. Gadis itu sudah terlalu tersiksa dengan ditinggalkan oleh Hyukjae, dia tidak mau Kris meninggalkan gadis itu juga.

=

Pernikahan Hyukjae dengan Hyoyeon baru saja selesai 5 menit yang lalu. Kyuhyun sedang menyetir mobilnya kembali ke hotel. Sunghee ada di sebelahnya, gadis itu sedang menatap keluar jendela dengan tatapan nanar. Kedua tangannya yang ditautkan gemetar. Kyuhyun tahu gadis itu sedang menahan tangis.

Sesampainya di hotel, Kyuhyun mempersilakan Sunghee masuk terlebih dahulu. Setelah Sunghee masuk, Kyuhyun menutup pintu kamar. Ia menatap Sunghee yang masih tidak mengeluarkan sepatah katapun.

“Aku mandi dulu,” kata Kyuhyun singkat. Ia langsung menuju kamar mandi dan mulai membasahi tubuhnya dengan air. Kyuhyun menghela napas. Setelah selesai mandi, ia menatap tubuh telanjang dadanya di cermin. Di perutnya terdapat banyak luka lecet, bekas jahitan, bahkan sabetan pisau. Di pundaknya terdapat luka bekas tembakan, bekas misi membunuh Volkan dulu.

Kyuhyun bergegas mengambil kemeja putih tipisnya dan mengenakannya. Ia lalu berjalan keluar dari kamar mandi. Kyuhyun tertegun. Di pojok ruangan dekat jendela hotel, Sunghee sedang meringkuk sambil menangis. Gadis itu menangis tersedu-sedu. Kyuhyun tahu bagaimana perasaan Sunghee. Perasaan ditinggalkan. Perasaan patah hati.

Kyuhyun sering ditinggalkan. Sejak dulu, orang tuanya, kakaknya, teman-temannya, semuanya meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun tidak mau kehilangan lagi. Hanya Sunghee yang dimilikinya sekarang.

“Berdirilah,” perintah Kyuhyun. Sunghee cepat-cepat menghentikan tangisnya dan berdiri. Ia menunduk. Kyuhyun meraih tangan Sunghee dan menariknya mendekat. Kyuhyun memegang kedua pundak Sunghee dan membisikkan sesuatu di telinganya.

“Aku akan menghiburmu,” bisiknya. Kyuhyun lalu melepaskan kancing kemejanya satu persatu. Sunghee merespon. Gadis itu melanjutkan pekerjaan Kyuhyun. Ia membuka kancing kemeja Kyuhyun dan melepaskan kemeja tipis tersebut dari tubuh cowok itu.

Kyuhyun tersenyum. Ia lalu membuka kancing jaket yang dikenakan Sunghee dan membukanya. Ia lalu membuka resleting gaun Sunghee dan hendak menurunkan gaun itu, ketika tangan Sunghee menghentikannya. Gadis itu terkesiap. Napasnya memburu.

“Tolong..jangan lakukan..” bisik Sunghee.

“Kenapa?”

“Kau akan takut melihat tubuhku..”

“Tidak akan.” Dengan sekali hentakan, gaun Sunghee terbuka. Kyuhyun tertegun menatap Sunghee yang kini hanya mengenakan bra dan celana pendek.

See? I know you’re scared.” Sunghee menatap lurus ke depan, ke arah dada Kyuhyun yang tidak dihalangi sehelai benangpun.

Bagaimana mungkin Kyuhyun tidak terkejut, siapapun pasti akan terkejut melihat tubuh Sunghee yang penuh luka. Di perutnya terdapat bekas luka jahitan sebanyak 7 jahitan, di dadanya terdapat bekas luka operasi pengangkatan peluru, di lengannya ada bekas luka yang memanjang.

“Kau takut untuk menyentuh tubuhku, kan?” tanya Sunghee. Kyuhyun terdiam. Ia menghitung jumlah luka di tubuh gadis itu. Sudah ada sekitar 5 bekas luka yang membekas.

“Aku bersyukur Hyukjae menikahi Hyoyeon, kalau dia menikahiku, dia pasti takut melihat tubuhku. Kamu yang terbiasa dengan hal-hal seperti ini saja takut untuk menyentuhku.”

“Aku tidak takut.” Kyuhyun melangkah maju, memperkecil jarak antara dia dan Sunghee. Kyuhyun meraba punggung Sunghee dari bawah hingga mencapai pengait bra Sunghee. Sunghee menyadari apa yang akan Kyuhyun lakukan, gadis itu langsung mencegahnya.

“Kubilang jangan…” bisiknya. Kyuhyun menatap Sunghee lama. Ia lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir Sunghee, namun gadis itu memalingkan wajahnya. Kyuhyun mendengus. Ia menjauh dari Sunghee dan berjalan ke arah gantungan jaket.

“Berpakaianlah.” Kyuhyun menyambar jaket kulitnya dan berjalan keluar kamar. Sunghee terdiam. Ia mengatur napasnya yang sempat memburu.

Sunghee berjalan ke arah cermin. Ia menatap tubuhnya yang penuh luka.

“Luka ini tidak ada apa-apanya dengan luka di hatiku.”

= = =

Dua tahun kemudian, suasana Korea mulai sedikit berubah. Sekarang Kyuhyun di Korea, tapi dia tidak punya siapapun. Sunghee meninggal beberapa bulan yang lalu. Hyukjae tidak pernah berhubungan lagi dengannya. Dan Kris. Tinggal Kris yang ia miliki saat ini. Hanya dia yang bisa Kyuhyun ajak bicara. Meskipun bicara atas nama permusuhan, tapi tak apa. Sudah lama Kyuhyun tidak bicara. Suaranya mungkin bisa hilang sewaktu-waktu karena tidak digunakan.

Kadang Kyuhyun menyempatkan diri untuk mampir ke Einfach café. Baekhyun menyambutnya dengan ramah. Karyawan baru dan seorang karyawan lain yang tinggi sering sekali menyemarakkan suasana. Karyawan part time juga sering bercanda. Mereka semua membuat suasana kafe ini jadi hidup.

Alasan utama Kyuhyun datang kemari adalah Kris. Cowok itu sering membuang waktunya di sini. Dia sering berbincang dengan Baekhyun dan kawan-kawan. Alasan kedua, di sini banyak foto Sunghee. Dia pernah bertanya pada pekerja part time yang paling muda, katanya foto itu dipajang untuk menghormati Sunghee yang telah membangun kafe ini. Mereka semua sangat mencintai Sunghee.

Kyuhyun kadang merasa iri. Dia nyaris tidak pernah merasakan yang namanya dicintai. Dia hanya mencintai dan mencintai, tanpa mendapat balasan. Dia sudah lelah. Kata cinta sudah hilang dari kamusnya.

= = =

Marcus, kau sudah mendapatkan Kris?

“Ya, kami sudah saling kenal.”

Saya tidak menyuruh kalian berkenalan. Cepat bunuh dia.

“Aku hidup dengan sudut pandangku sendiri, dengan caraku sendiri. Dan aku juga membunuh dengan caraku sendiri.”

Cepat selesaikan!

“Apa tujuannya membunuh dia? Dia sudah tidak melakukan kejahatan apapun sejak dua tahun yang lalu.”

Mungkin dia sedang mempersiapkan kejahatan lainnya, catatan kejahatannya sudah sangat banyak, bunuh saja dia.

“Bagaimana kalau aku menangkapnya saja? Biar kau sendiri yang membunuhnya, Herr Kaufmann.” Kyuhyun memutuskan hubungan telepon. Dia menatap markas mafia Kris di Korea. Markasnya terletak di belakang stasiun game dekat apartemen Sunghee. Kyuhyun menghela napas dan melangkah masuk ke dalam stasiun game tersebut. Ia melangkah ke arah pintu yang terkunci di dekat pintu toilet. Nyaris tak ada yang menyadari fungsi pintu ini sebenarnya. Kyuhyun menggenggam pegangan pintu tersebut dan hendak membukanya ketika seseorang menepuk pundaknya.

“Maaf, Tuan, Anda tidak boleh masuk ke sana,” kata salah seorang petugas.

“Kenapa?”

“Itu khusus karyawan.” Petugas itu tersenyum sambil menunjuk tulisan FOR STAFF ONLY yang tertera di pintu. Kyuhyun tersenyum. Ia lalu menonjok perut petugas tersebut. Dalam sekejap, perkelahian menjadi perkelahian satu lawan lima. Beberapa wanita yang datang ke tempat tersebut menjerit dan berlari ke luar bangunan. Kyuhyun terus menghajar semua yang menghalangi langkahnya. Ketika ia mengeluarkan pistolnya, semua orang terdiam. Kyuhyun membuka pintu tersebut dan masuk ke dalamnya. Ia melewati beberapa loker karyawan sebelum menemukan sebuah pintu yang mencurigakan lagi. Ia lalu membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam.

Kyuhyun menuruni tangga. Di bawah sana, terdapat beberapa meja poker, sebuah mini bar, dan ruangan bos. Itu pasti ruangan Kris. Kyuhyun terus melangkah turun. Ia lalu melihat sekeliling. Kris belum ditemukan dimanapun.

Kyuhyun menghampiri meja bar dan duduk sambil mengamati keadaan. Menyadari pengamatannya sia-sia, ia bertanya pada bartender.

“Hey, Kris dimana?” tanyanya. Semua orang tiba-tiba terdiam. Mereka semua menatap ke arah Kyuhyun.

“Hey bung, jangan memanggil bos kita dengan sembarang nama. Kau siapa?” tanya bartender tersebut.

“Aku temannya. Dia mengenalku,” balas Kyuhyun dengan tenang.

“Kalau kau temannya, seharusnya kau tahu bos sedang dimana sekarang.”

“Hah? Oh, aku baru saja mengenalnya, kami hanya sempat berbincang sebentar.” Kyuhyun tersenyum.

“Kalau kau hanya berbicara dengannya sekilas, kau tidak akan tahu tempat ini. Bos kami merahasiakan segala sesuatunya dengan baik. Jadi, siapa kamu?” Bartender itu menatap Kyuhyun tajam. Yah, semua orang juga begitu.

“Aku hanya temannya kok..”

“Dia pasti agen rahasia yang hendak membekuk kami! Dia pasti mengincar bos!” seru seseorang.

“Tidak salah lagi!” seru yang lain.

“Hajar saja dia!”

Begitulah, Kyuhyun harus mengeluarkan tenaganya lagi untuk menghajar para anak buah Kris. Dia mengeluarkan pistolnya dan mulai menembaki anak buah Kris. Namun mereka juga mafia. Mereka langsung mengeluarkan senjata dari balik meja poker dan mini bar. Perkelahian menjadi semakin sulit bagi Kyuhyun. Ia membalikkan sebuah meja poker dan sembunyi di baliknya. Dia cepat-cepat mengisi ulang peluru dan mulai menembakkan pelurunya lagi.

Kyuhyun berjengit kaget ketika sebuah pisau menancap di meja poker yang dijadikan perisai olehnya. Nyaris saja mengenai telinganya. Kyuhyun kembali menembaki musuh-musuhnya sampai pelurunya habis. Ia menoleh ke arah kanan, di dekat meja poker tergeletak sebuah senapan bekas anak buah Kris. Kyuhyun menunggu saat yang tepat dan cepat-cepat berguling ke arah kanan. Ia meraih senapan tersebut dan langsung menembaki musuh-musuhnya lagi. Namun, anak buah Kris bukanlah figuran di film action yang bisa dikalahkan dengan mudah. Mereka memiliki skill menembak yang tinggi, nyaris setara dengannya, agen rahasia Jerman.

Tapi, hanya nyaris setara, karena pada akhirnya Kyuhyun yang memenangkan perkelahian. Dia mendapat luka baru di perutnya. Bekas tusukan salah satu anak buah Kris saat ia sedang berusaha melindungi diri.

Dengan terseok-seok, Kyuhyun menyusuri trotoar Seoul malam itu. Orang-orang yang menatapnya memberikan pandangan kasihan dan takut. Namun, tak ada satupun yang hendak menolong Kyuhyun.

Cowok itu sampai pada daerah yang agak sepi di kota Seoul. Ia menyandar pada tembok yang memisahkan antara jalan dengan pabrik yang ada di sekitar situ. Kyuhyun baru menyadari, ia berjalan hingga masuk ke daerah perumahan.

Pandangan Kyuhyun mulai buram. Ia telah kehilangan banyak darah. Ia meringis kesakitan. Rasa sakit di perutnya menjadi semakin parah.

“Kyuhyun-ssi?” panggil seseorang. Kyuhyun mendongak. Meskipun pandangannya buram, ia tahu pria di hadapannya adalah Kris.

= = =

Kris memapah Kyuhyun ke dalam rumahnya. Ia mendudukkan Kyuhyun ke sofa ruang TV. Kris lalu mengambil kotak pertolongan pertama dan meletakkannya di hadapan Kyuhyun.

“Kau mau aku mengobatimu?” tanya Kris. Kyuhyun mendongak.

“Punya minuman keras?” tanya Kyuhyun dengan suara serak. Kris mengangkat alis dan mengambil sebotol soju pada Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dan menenggaknya. Ia lalu membasahi lukanya dengan soju. Kyuhyun meringis kesakitan. Kris hanya memandangnya.

“Kau yakin tidak butuh bantuanku?” Kris bertanya lagi.

“Aku tidak mau..dibantu..musuhku..” Kyuhyun mengerang kesakitan. Ia meraih kotak pertolongan pertama, namun tenaganya telah habis. Kotak tersebut terjatuh ke lantai.

“Keras kepala.” Kris mengambil kotak yang terjatuh tersebut. Ia duduk di samping Kyuhyun dan mulai mengobati luka cowok itu. Kyuhyun hanya bisa pasrah. Darah dan tenaganya sudah terkuras habis.

“Yah..lukamu parah juga. Ke rumah sakit saja?”

“Tidak apa-apa. Ini bukan apa-apa.” Kyuhyun meringis. Kris mengangkat bahu dan berjalan menuju piano yang terletak di sebelah jendela. Kris meraba piano tersebut dari ujung ke ujung, seakan sedang mengamati kehalusan tubuh piano hitam itu.

“Pulihkan dulu badanmu, kalau sudah pulih, kita bisa bertarung dengan adil.” Kris duduk di kursi piano tersebut dan membuka penutup tuts-tuts piano hitam putih. Kris baru saja hendak menekan salah satu tuts ketika suara Kyuhyun terdengar lagi.

“Jadi semua itu bohong?” Gerakan tangan Kris terhenti di udara.

“Semua? Semua yang mana?” Kris menekan salah satu tuts dan mulai bermain lagu Song Kwangsik – Reflection I.

“Semua yang kau katakan pada Sunghee, semua senyummu di Einfach café, direktur di China, itu semua palsu, kan?”

“Direktur? Well..itu markasku.” Kris tersenyum.

“Sunghee sudah mengetahuinya?” Kyuhyun terperangah.

“Antara iya dan tidak. Sebenarnya, semua pegawai di kantor tersebut adalah anak buahku. Sunghee adalah targetku, aku dibayar untuk membunuhnya. Jadi, ketika Sunghee datang melamar pekerjaan ke ‘kantor’ku, aku menerimanya.”

Kyuhyun kehabisan kata-kata. Ia menatap Kris tidak percaya.

“Kau juga pembunuh bayaran?” bisik Kyuhyun.

“Hahah…begitukah? Well..bisa dikatakan begitu. Aku diberi uang dan sebagai gantinya aku membunuh orang tertentu.” Jemari Kris masih menari di atas tuts piano, melantunkan lagu Reflection I.

“Semuanya..benar-benar bohong?” Kyuhyun kembali bertanya.

“Tidak semua. Tentang aku yang mencintai Sunghee, itu asli. Makanya aku tidak pernah membunuhnya, aku sampai kehilangan uangku demi dia. Waktu dia meninggal, aku merasa sangat terpukul.”

Kyuhyun terdiam. Dia menatap botol soju di hadapannya. Luka di perutnya masih terasa sakit, tapi tidak separah tadi.

“Dengar, Kyuhyun-ssi, sekarang aku tidak bermaksud jahat pada siapapun. Aku ingin berubah karena gadis itu yang merubahku. Aku tidak akan menyakiti orang lain lagi. Aku berjanji.”

Kyuhyun masih diam.

“Kondisimu saat ini sangat menguntungkan bagiku. Aku bisa saja membunuhmu sekarang, tapi aku tidak melakukannya.” Permainan piano Kris selesai. Ia mengubah posisi duduknya menjadi menghadap Kyuhyun.

“Kau masih mau membunuhku?” tanya Kris. Dia menatap Kyuhyun dengan tatapan sedih yang membuat Kyuhyun sendiri terkejut. Kyuhyun menatap pistolnya yang tergeletak di meja. Ia lalu menatap Kris lagi.

“Kurasa membunuhmu juga tidak ada gunanya.” Kyuhyun menghela napas. Kris tersenyum.

 = = =

BUGH! Sebuah pukulan keras menghantam di perut Kyuhyun. Sebuah tendangan ke kakinya datang menyusul. Kyuhyun tersungkur. Kaufmann menginjak punggung Kyuhyun, menyebabkan cowok itu tertelungkup di tanah basah bekas hujan semalam.

“Idiot! Kenapa kau membiarkan target kita lari?! Sekarang punya hati nurani hah?! Dulu Autumn begitu, sekarang kamu yang menyusulnya. Mau mati juga menyusulnya?!” seru Kaufmann.

“Bunuh..saja..” lirih Kyuhyun.

“Memang! Aku akan membunuhmu detik ini juga!” Kaufmann mengarahkan senapannya pada Kyuhyun. Kyuhyun meringis kesakitan.

“Punya kata-kata terakhir?” ucap Kaufmann.

“Tempat ini neraka.”

DAR…suara tembakan menggelegar. Suara tembakan lain menyusul. Kaufmann menembaki tubuh Kyuhyun tiga kali sebelum cowok itu benar-benar menghembuskan napas terakhirnya.

= = =

Kris bersidekap sambil menatap makam Kyuhyun yang diletakkan di dekat makam Sunghee.

“Benar-benar cinta sejati.” Kris menoleh kepada sumber suara.

“Hyukjae-ssi?”

Hyukjae menoleh pada Kris dan tersenyum.

“Aku tahu, selama ini mereka saling mencintai. Sunghee hanya tidak tahu perasaan apa yang dimilikinya terhadap Kyuhyun, dia hanya tidak menyadarinya. Dan Kyuhyun sendiri..dia rela melakukan apapun demi Sunghee.”

Kris terdiam. Ia lalu merogoh saku jaketnya. Ia menemukan sesuatu di sana. Secarik kertas. Kris membuka gulungan kertasnya.

“Luka di tubuhku, tidak ada apa-apanya dengan luka di hatiku.” Kris membaca tulisan yang tertera di kertas tersebut. Hyukjae menoleh.

“Siapa yang menulisnya?” tanyanya.

“Lee Sunghee.” Kris membalik kertas tersebut. “Ditulis ulang oleh Cho Kyuhyun, di pesawat sebelum kembali ke Jerman.”

“Berarti itu tulisan terakhirnya.”

“Kurasa begitu.”

THE END

30 thoughts on “[FF] Scar

  1. amitokugawa says:

    merinding gila bacanya…apalagi pas adegan terakhir
    kebayang gimana kesepiannya kyu, gimana lelahnya dia hanya mencintai tanpa balasan, melindungi tanpa meminta pamrih
    pantes dia dingin-dingin gimanaaa gitu

    ternyata… ternyata kris itu….tapi untung dia udah tobat
    kris juga ‘fair’ ya, kirain dia mau menghabisi kyu, ternyata dia mau menolong si kyu.. ehm
    btw itu agen tempat Kyu kerja nggak ada yang menindaklanjuti gitu? nggak ada yang mau memburu Kris? *wondering*

    kalau kupikir2 cerita hyukhee ini kayak nyambung gitu ya, dari cerita pas sunghee hilang ingatan, nyari2 hyukjae, eh, ternyata kelanjutan kisahnya nyampe ke sini

    “luka di hatiku, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan luka di tubuhku.” -by sunghee, rewritten by kyuhyun”
    jadi itu tulisan dua orang yang sama2 terluka ya? ehm, meskipun aku merasa kyu yang paling terluka

    ah…daebak pokoknya… CEO-nim keren! aku baca ini sambil dengerin SPEC Main Theme (piano ver) lho *promosi* *ga ada Reflection I, inipun jadi*😀

    • sungheedaebak says:

      oh iya? waaah…kirain aku ini ff failed loh. habis gak kerasa kalo ini udah end hahaha ^^v
      iya..gatau kenapa aku buat kyu merana DX

      gatau juga kenapa kris dijadiin gitu (mianhaeyo, kris)
      gitu-gitu dia masih baik..
      hohoo itu akan dibahas di side story Kris😉 tapi entah kapan ini side story munculnya wkwkwk

      emaang hahaha😄 aku sengaja bikin kisah mereka dari kecil sampai mati..penuh rintangan

      iya. sunghee ga sadar kyu juga terluka lebih dari dirinya. kyu sendiri ngebiarin sunghee gak sadar..

      ntar donlod ah lagunya~
      tapi dengerin Reflection I juga deh klo ada waktu. lagunya keren :-bd

      gomawo udah mau komen sepanjang ini. neomu neomu kamsa :*

  2. hyohae says:

    waw, ternyata yg cinta sejati itu kyuhee? atau sudut pandang hyuk aja?
    keren :-bd
    ga nyangka kris itu juga pembunuh bayaran
    semua jalan cerita itu kejutan, ga nyangka saeng :))

  3. cihuiikyuhyun says:

    (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥)
    Kris-kyu… Biasku dua2nyaaa~ huweee~ tragis!! Tapi kereeeennn🙂
    Tapi itu sunghee matinya kenapa ya?? (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ƪ)

    • sungheedaebak says:

      hahaha..iya sedih ya..
      baca dulu deh ff hyukhee series yg sebelum-sebelumnya di page CHAPTERED. dari mulai ff Hello, Goodbye sampai yang ini bersangkutan. Sunghee mati ada di FF The Taste of the Coffee

  4. dhila_アダチ says:

    aaaah, kereeeeeeen…..
    si kyu asli baek banget ya…nggak nyangka evilnya nggak muncul di sini… #eh

    yg paling suka itu pas bagian dia ama kris…yuhuu…. Kebayang banget gimana scene nya pas si kyu nyender di tiang pembatas trus didatngein ama Kris..wkwk..
    asek

    okedoke…penasaran ama side stroy kris dan….HYUKKIE!!!!

    n, slmaat mnikmati ss4 ya nis :*

    • sungheedaebak says:

      dia kan sebenarnya iblis berhati malaikaat #plak tapi aku bohong #bugh hahah gatau kyu lagi insyaf ga evil dulu

      hahaaay😄 bagian favorit aku juga yang itu

      iya nih si hyukkie bingung mau dibikinin side story-nya gimana. kris ama sehun udah kebayang

      gomawo~ :*

  5. sophiemorore says:

    sayangkuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    huaaaa
    gue akhirnya balik lagi setelah luaaaammmaaa bgt vakum gara2 ujian
    hiks hiks demi apa coba gue merinding buangggeeeeetttt baca ep ep lu

    ya ampun jadi jadi jadi jadi selama ini sunghee itu sama kyu?
    bukan hyuk?
    bukan bukan???
    ya ampun miris banget nih cerita merinding ih merinding
    hikssssssssss
    sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    AKU SUKA BANGET WUAAAAAA

    • sungheedaebak says:

      welcome baaaaaaaack!!! mmmuaaah :*
      oh ya? hahaha😄

      yah gimana yah..gatau kenapa jadi begini padahal bias saya masih hyuk..
      iya miris ya..dipikir-pikir lagi emang miris sih

      makasiiiiiih :*

  6. hwang sungmi says:

    hee, mian aku baru nongol lagi, abis jagain lilinnya siwonnie oppa dulu muehehe😀
    AAAAAAA~ ga nyangka kalo kyu sebegini sedih idupnya T-T as always hee, daebak! nyeseknya ngena banget :((
    jadi penasaran sama side storynya eunhyuk.

  7. TA says:

    yaaaaaaaaaak Krisnya cuma nongol dikit tapi sekalinya dikit scenenya baguslah
    :”( tapi Kyuhyun sweet banget. aku kan ga baca part awalnya cuma karna ada bagian Kris aja jadinya baca muahahaha. ntar buat FF kris yah yang jadi castnya mwaaach :*

  8. choanhis13 says:

    Whooohhh, thor.. Sakit .. Kalik ya? Kok sadis banget seeehhhh .. Kasian abang kyu, salut dah.. Buat bang kyu, setia cak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s