[FF] A New Hello

Note: Lanjutan Hello Goodbye, Run Away, Don’t Say Goodbye

“Lee Hyukjae, apakah kau bersedia menjadi suami Kim Hyoyeon, bersedia selalu ada di saat senang dan juga sedih. Bersedia merawatnya saat ia sakit dan bersedia menjaganya sampai akhir hayat?”

“Aku bersedia.”

= = =

Lee Sunghee tersenyum. Ia menyesap Hot Strawberry Latte-nya lagi.

“Hmm…mashida,” gumam Sunghee. Ia lalu mengangguk-angguk dan meletakkan cangkir kopinya di meja bar. “Baekhyun-ah, ini kopi terbaik yang pernah kau buat!”

“Jinjayo?” Baekhyun keluar dari dapur dan menatap Sunghee dengan gembira. Matanya sampai berbinar-binar.

“Hmm,” Sunghee mengangguk. “Gak bikin enek, rasanya nge-blend jadi satu. Good job!”

“Thank you, Chief!” Baekhyun memberi hormat ala tentara dan kembali masuk ke dapur. Sunghee terkekeh. Ia melipat tangannya di atas meja bar kafenya. Ya, kali ini Sunghee membuka usaha kafe di daerah Myeongdong, Korea Selatan. Dua tahun yang lalu, dia mengundurkan diri dari perusahaan di China dan sekarang dia membuka usaha sendiri di Korea. Tidak ada yang mengetahui keberadaan Sunghee di daerah ini. Bahkan Kyuhyun sekalipun. Ia masih berada di Jerman, dia hanya tahu Sunghee kembali ke Korea, tapi tidak tahu di daerah mana.

Dan Kris, nama itu membuat Sunghee terdiam, menghilangkan senyumannya. Dia bukan pacarnya lagi. Kris sudah bukan pacar Lee Sunghee lagi. Tapi Sunghee bisa menerimanya. Mereka melakukannya demi kebaikan mereka sendiri.

Kring..suara lonceng yang diletakkan di atas pintu berbunyi, menandakan ada pelanggan yang masuk. Sunghee menoleh dan tersenyum hangat, bersiap menyambut pelanggannya.

“Selamat datang!” Sunghee membungkuk ramah. Pelanggan itu terdiam. Dia tampak terkejut. Sunghee menegakkan tubuhnya. Ia sedikit terkejut melihat siapa yang datang.

Kim Hyoyeon, yang sekarang bermarga Lee, masuk ke dalam kafe sambil menggendong bayi berusia satu tahun.

Hyoyeon tersenyum canggung.

“Sunghee? Tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini.”

“Ya, tidak menyangka juga akan kedatangan tamu seorang dancer cantik dan seorang bayi mungil yang lucu. Umurnya berapa? Setahun ya?” kata Sunghee sambil tersenyum pada bayi di gendongan Hyoyeon.

“Ya. Hyukie ingin sekali memberitahumu bahwa dia sudah punya anak. Katanya dia kirim e-mail. E-mailnya nyampe?”

“Iya, aku terima e-mailnya kok. Tapi aku gak bisa datang ke Korea waktu itu, masih dikekang di China. Hahahaha..” canda Sunghee.

“Hahaha. Masih betah lajang, Sunghee?”

“Hmm..tidak juga..” Sunghee terkekeh. “Aku sudah tunangan kok.” Sunghee menunjukkan cincin di tangan kirinya.

“Jinja? Kok gak bilang-bilang?” tanya Hyoyeon sambil duduk di sebuah kursi. Bayinya ia pangku.

“Gak terlalu penting juga sih..” Sunghee mengambil buku menu dan meletakkannya di meja.

“Dasar Sunghee…apa sih yang penting buat kamu?” Hyoyeon tersenyum dan mulai melihat-lihat buku menu.

“Tadi karyawanku menemukan resep baru. Hot Strawberry Latte. Mau coba?” tawar Sunghee.

“Kopi Stroberi? Wah..boleh tuh!”

“Okeey.. sebentar ya.” Sunghee berjalan ke belakang. “Baekhyun-ah, yang Strawberry Latte satu!”

“Eh, Sunghee, tambah lagi dong satu buat dibungkus. My yeobo kan suka sekali dengan stroberi,” seru Hyoyeon.

Sunghee menelan ludahnya sebelum berkata, “Pesan satu lagi dibungkus.” Dia lalu berbalik dan duduk di hadapan Hyoyeon. Ia memain-mainkan tangan anak bayi itu yang sedang asyik memainkan kotak tisu.

“Siapa namanya?” tanya Sunghee.

“Lee Jae Seok. Appa-nya yang kasih nama.”

“Oh…bagaimana kabar appa-nya?”

“Baik. Dia sekarang sibuk sekali sampai jarang meneleponku. Dia semakin terkenal, kau pasti tahu. Dia kan sering muncul di TV.”

“Ya..tadi pagi aku baru saja menonton acaranya.”

Tak lama kemudian, Baekhyun datang mengantarkan pesanan. Ia tersenyum dan kembali berjalan ke belakang.

“Karyawanmu baru satu?” tanya Hyoyeon sambil mengaduk-aduk kopinya.

“Er..sebenarnya ada satu lagi, tapi dia part time. Masih sekolah sih. Lagipula kafenya juga baru buka sebulan yang lalu, belum terlalu ramai, jadi karyawan baru masih belum terlalu dibutuhkan.”

“Wah sayang sekali..kalau kamu aku culik untuk hari ini, Baekhyun pasti kewalahan dong?” tanya Hyoyeon sambil melihat-lihat sekeliling. Ada 5 meja yang terisi dan ada tiga orang anak sekolahan yang masuk ke kafe.

“Hah? Culik? Kemana?”

“Bukan menculik namanya kalau dikasih tau. Kamu rekrut dulu deh seorang karyawan, baru kamu bisa kuculik dengan tenang.”

“Apa-apaan itu?” Sunghee tertawa. “Aku memang sudah pasang flyer lowongan pekerjaan kok. Oh, itu Se Hoon sudah datang! Sebentar ya, Hyo.”

Sunghee langsung berdiri dan menghampiri Se Hoon yang datang bersama dengan seorang teman laki-lakinya.

“Noona, temanku ingin kerja part time di sini juga. Boleh yaaa?” ujar Se Hoon dengan puppy eyes.

“Annyeonghasaeyo, Chanyeol imnida. Aku butuh kerja part time. Tolong diterima.” Chanyeol membungkuk dalam. Sunghee tersenyum.

“You’re hired! Kebetulan sekali, Se Hoon, Chanyeol, tolong kalian bantu Baekhyun urus kafe ini ya. Aku harus pergi untuk beberapa saat. Kalian jadi pemilik kafe ini untuk satu hari, oke? Bertanggung jawab ya.” Sunghee tersenyum dan bergegas menghampiri Hyoyeon yang sudah menghabiskan kopinya.

“Ayo pergi.”

= = =

“Tara! Selamat datang di rumah kami!” ujar Hyoyeon sambil tersenyum ceria. Sunghee terpana. Dia tahu benar siapa ‘kami’ yang dimaksud. Ini rumah Hyukjae yang baru, bersama dengan Hyoyeon dan anaknya. Rumah yang besar dan bergaya minimalis ini benar-benar rumah mantan kekasihnya. Sunghee tersenyum senang. Dia bahagia melihat Hyukjae bahagia.

“Tapi kenapa kau membawaku ke sini?” tanya Sunghee heran. Dia mengikuti langkah Hyoyeon yang melaju ke arah rumah.

“Bantu aku urus Jae Seok..aku  harus pergi menemui atasanku, Jae Seok tidak bisa kubawa ke sana karena pasti mengganggu. Boleh kan? Ya? Sebentar aja kok..” Hyoyeon menautkan kedua tangannya, seakan sedang memohon pada Sunghee. Gadis itu menatap Hyoyeon dan Jae Seok bergantian. Kemudian, ia mengangguk.

“Benarkah?” Raut wajah Hyoyeon tampak begitu bahagia. Sunghee mengangguk lagi.

“Gomawo!!” Hyoyeon memeluk Sunghee erat. “Nah, perlengkapan Jae Seok ada di sini, makanannya di sini, kalau nangis, kasih susu bubuk ini aja, suhunya harus pas! Dan..bla bla bla..” Sunghee sibuk mendengarkan Hyoyeon yang berceloteh tentang bagaimana caranya mengurus Jae Seok. Setelah mengerti Sunghee mengangguk lagi. Hyoyeon pun berterima kasih lagi dan bergegas pergi keluar rumah.

Kini, di rumah hanya tersisa Sunghee dan Jae Seok. Anak itu menatap Sunghee bingung dan mengalihkan tatapannya pada pintu tempat ibunya menghilang. Jae Seok kemudian merangkak ke arah pintu, namun Sunghee mencegahnya. Jae Seok mulai menangis, dan Sunghee kebingungan.

“Ssst…Jae Seok ah, uljima..nanti aku ikutan nangis nih!!”

“Hiks..hiks…” Tangis Jae Seok mereda. “Emmmh emmh!!” Bocah itu menunjuk foto ayahnya yang dipajang di dinding.

“Iya, Lee Hyukjae, aku tahu dia. Kenapa?”

“Emmmh!!!” Jae Seok masih menunjuk-nunjuk foto itu. Sunghee menghela napas dan menggendong Jae Seok. Ia lalu berjalan mendekati foto itu. Jae Seok langsung menempelkan tangannya pada foto ayahnya. Sunghee terkekeh. Ia gemas sekali dengan tingkah Jae Seok.

“Kamu rindu ayahmu ya? Sama, aku juga merindukannya.” Sunghee mengecup pipi Jae Seok yang gembil.

“Ooh lihat itu..kau mewarisi mata ayahmu. Dulu mata itu selalu menatapku dalam. Dan bibirmu juga persis seperti bibirnya..” Tiba-tiba Sunghee merasa wajahnya memanas. “Maaf, Jae Seok, aku tidak bermaksud meracuni otakmu.”

Tiba-tiba pintu rumah terbuka. Sunghee terkejut. Ia segera mendekap Jae Seok dan perlahan-lahan mengintip ke depan. Sunghee terkejut lagi. Bukan karena takut, tapi karena bahagia.

Hyukjae menutup pintu rumahnya sambil berkata, “Aku pulang!”

Sunghee tidak tahu harus menjawab apa. Jadi, hanya kata “Ehm hai,” yang terucap dari bibirnya.

“Sunghee?” Hyukjae tak kalah kaget.

“Hehe.” Sunghee hanya terkekeh sambil membetulkan posisi gendongan Jae Seok. Bayi itu langsung meminta digendong ayahnya. Dengan canggung, Sunghee memberikan Jae Seok ke gendongan Hyukjae.

“Aku bisa jelaskan. Tadi itu..Hyoyeon datang ke kafeku dan dia memintaku menjaga anakmu untuk sementara waktu. Dan begitulah, sekarang aku di sini.”

“Ah..begitu rupanya. Maaf ya sudah merepotkanmu.” Hyukjae tersenyum dan melangkah ke ruang TV sambil bermain-main dengan Jae Seok.

“Aku tidak merasa direpotkan..” gumam Sunghee.

“Kau sudah makan? Di sini tidak ada makanan, kalau mau pesan aja.”

“Er..itu..bolehkah aku memasak?”

“Ne?” Hyukjae menatap Sunghee agak lama. Sunghee menelan ludahnya.

“Mau sup ayam jamur?” tanya Sunghee pelan. Hyukjae mengangguk. Sunghee tersenyum.

“Dapurnya dimana?”

“Sana,” balas Hyukjae singkat sambil menunjuk ke suatu arah. Sunghee berjalan ke dapur dan mulai memasak. Sementara Sunghee memasak, Hyukjae terus memperhatikan sambil sesekali mengajak bicara Jae Seok. Sup ayam jamur membangkitkan kenangan masa lalu Hyukjae. Waktu dia sakit dan Sunghee membuatkannya sup ayam jamur. Padahal waktu itu Sunghee sedang kewalahan dengan tugas kuliahnya.

Hyukjae tersenyum tipis sambil menatap Jae Seok. Kalau ia menikahi Sunghee, mungkin tidak akan ada Jae Seok di dunia ini. Jadi, percuma saja menyesali keadaan.

“Makanan siap!” seru Sunghee 45 menit kemudian. Hyukjae langsung menggendong Jae Seok ke ruang makan dan duduk di sana.

“Hm…wanginya masih sama!” Hyukjae menatap sup di hadapannya dengan bahagia. Sunghee terkekeh. Ia lalu menggendong Jae Seok dan mendudukkannya di pangkuannya.

“Biarkan appa-mu makan dulu ya. Sini, kamu aku suapi aja.” Sunghee meniupi sup tersebut dan menyuapinya ke Jae Seok. Hyukjae terpana. Mereka sudah seperti sebuah keluarga bahagia. Tapi, anak itu bukan anak Sunghee. Dan Sunghee bukanlah istrinya.

Hyukjae melirik cincin yang melingkari jari manis Sunghee.

“Kau sudah menikah?”

“Oh, bukan, ini cincin tunangan.” Sunghee tersenyum.

“Tunangan? Dengan siapa?”

“Kau penasaran?”

“Tentu saja. Kau susah sekali dihubungi, sekalinya ketemu tau-tau udah tunangan. Siapa cowok beruntung itu? Kyuhyun?”

Sebagai balasannya, Sunghee hanya tersenyum.

“Siapa?” desak Hyukjae.

“Si cowok China itu?”

“Hmmm…” Sunghee tampak menimang-nimang. Ia sengaja menggoda Hyukjae. Cowok itu menghela napas.

“Baiklah, baiklah. Kunikmati saja sup-nya.”

“Iya, si cowok China itu.”

“Hah?” Hyukjae mendongak, menatap Sunghee yang sedang menyuapi anaknya dengan sesendok kecil sup.

“Masih ingat cowok yang pernah aku ceritakan dulu, kan? Iya, cowok China itu tunanganku sekarang. Dia bahkan bela-belain datang ke Korea demi menemuiku.”

“Kyuhyun? Gimana kabarnya sekarang?”

“Aku sendiri kurang tahu. Dia menghilang begitu mengetahui bahwa aku bertunangan dengan Kris.”

“Kris? Jadi namanya Kris?”

“Panggilannya. Nama aslinya Wu Fan.”

“Nama yang bagus.” Hyukjae mengangguk-angguk. “Kuharap dia bisa mencintaimu dan menyayangimu lebih dari aku.”

Sunghee kembali tersenyum tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mereka berdua diselubungi keheningan. Tak ada yang berinisiatif berbicara. Namun, hati mereka sedang mengobrol. Seperti dahulu, invisible communication.

“Jae Seok sudah makan. Aku pulang dulu ya.” Sunghee beranjak berdiri. Hyukjae mengangguk. Ia lalu mengantar Sunghee sampai ke depan rumah.

“Perlu kuantar?” tawar Hyukjae.

“Tidak usah. Aku naik taksi saja.”

“Kalau begitu…hati-hati.”

“Ya..tentunya.” Sunghee tersenyum. “Err..Hyukjae, aku ingin jujur. Sebenarnya, waktu itu, waktu sebelum kamu menikahi Hyoyeon, aku masih mencintaimu. Tapi aku tidak mau mengatakannya karena, aku takut kamu membatalkan pernikahanmu dengan Hyoyeon hanya karena ingin kembali padaku. Dan juga, ponselku tidak ketinggalan. Benda itu ada di dalam tasku. Waktu kamu pergi, aku mengganti nama kontakmu dari ‘Hyukie Jagiya’ menjadi ‘Lee Hyukjae’ nama yang paling indah di dunia. Sudah ya, aku pergi dulu.”

Hyukjae terpana mendengar penjelasan Sunghee. Ia bergegas memanggil Sunghee lagi. Gadis itu berbalik, dan menunggu Hyukjae berbicara.

“Kenapa…” Hanya kata itu yang keluar dari bibir Hyukjae.

“Kenapa? Karena..sudah takdirnya begitu. Jangan menyesal, Hyukjae. Kita sudah bertemu dengan cinta yang baru. Dengan hello masing-masing. Jadi, jangan pernah menyesali hal  ini. Anggap saja kisah kita adalah sebuah kenangan pahit yang tak bisa terlupakan. Oke?”

Hyukjae mengangguk. Ia mengakui kata-kata Sunghee ada benarnya.

“Sekarang aku bisa tenang. Datang ke pernikahanku nanti ya!” Sunghee melambai dan berjalan pergi.

Sunghee tidak tahu, kini Hyukjae yang menitikkan air mata untuknya.

Tapi ini air mata bahagia, karena gadis yang pernah dan masih dicintainya telah menemukan pasangan hidupnya.

THE END

27 thoughts on “[FF] A New Hello

  1. amitokugawa says:

    aww… kirain ffnya agak ceria gitu, ternyata akhirnya tetap mengharukan
    sunghee dan hyukjae sama-sama menitikkan air mata bahagia🙂
    bagian yang paling bikin nyesek:
    Hyukjae tersenyum tipis sambil menatap Jae Seok. Kalau ia menikahi Sunghee, mungkin tidak akan ada Jae Seok di dunia ini. Jadi, percuma saja menyesali keadaan.

    kebayang hyuk masih cinta hee tapi apa daya takdir berkata lain🙂

    kalo ff sebelumnya ngingetin aku sama lagu dbsk – don’t say goodbye
    ff yang ini kayaknya cocok sama lagu dbsk – doushite kimi wo suki ni natte shimattandarou, tapi untungnya keduanya punya pasangan masing2, ga ada yg ditinggalkan

    • sungheedaebak says:

      aku juga pengennya bikin ff ceria tapi gak bisa..ujung-ujungnya sedih lagi

      iyaa emang cinta ga harus memiliki. kasian hyukhee

      baru denger lagu dbsk yang don’t say goodbye, dan itu nyesek banget. nah iya cocok tuh ^^

  2. dhila_アダチ says:

    aaaaaaaaaaaaaaaaa…………..
    lagi2 bikin berkaca-kaca :”’)
    dengan bekson yang masih sama…huhu…
    walau smpat lirik ke sidebar yg ada foto kocak .-. ttp aja bikin trharu…

    awalnya ngira cincinnya itu cuma alibi buat sunghee biar ntar pas ditanya hyukjae dia bisa bilang udah tunangan dan bikin hyukjae seneng lagi. trnyata bneran udah tunangan toh? #nod2

    aa, kirain ada keajaiban gitu..huwa😦
    “Anggap saja kisah kita adalah sebuah kenangan pahit yang tak bisa terlupakan. Oke?”
    Di sini yg aling bikin merinding..huwaa..
    iya deh, klo emang ditakdirin untuk tidak bersama, harus diterima…
    tp, ttp aja nyesek gitu :”(
    #udahdhiljanganprotes

    sipsip, mreka udah mmpunyai pasangannya masing2…hehe…
    jdi ini masih dilanjutin ke nikahan si sunghee-kris atau gimana nis?😀

    • sungheedaebak says:

      hehe..berarti ntuh foto kocak gak ngaruh ya. atau malah kadar kesedihan ff ini udah overload.

      jangan kasian….jangan cere, dosa #lho

      iya musti ikhlas… ikhlaskan sajaaaa *nangis guling-guling*

      meskipun masih cinta satu sama lain..
      ya itu terserah yang baca. emang masih mau dilanjut nih kisah si sunghee? hehe ^^v

      • dhila_アダチ says:

        haha, iya, ntu foto nipu #pletakk
        mgkn juga kali ya nis, ni sedihnya udah nancep ampe ke akar *?*

        klo aku sih lanjutin lagi aja ya nis #eh. gapapa deh, ikhlaas saia mreka berdialog dalam status nikah satu sama lain *?*

  3. vidiaf says:

    sekali lagi ff sunbae bikin aku terharu :’) nyeseknya berasa…. :”
    aku kalap sendiri pas baca castnya ada sehoon, chanyeol, sama baekhyun~ /oke ini aneh banget/
    aku kaget sendiri, dikirain sunghee single, taunya udah mau nikah sama kris ._.
    angkat aku jadi anak! D: /eh
    btw….. sunbae bakal bikin ff yang pairingnya sunghee-kris ga? jadi pengen baca :3

    • sungheedaebak says:

      makasiiih :*
      kalap? kenapa kalap?😄 kan mereka gak bakal diapa-apain hahaha
      iya itu di skip dulu.. mau jadi anak sunghee sama kris? boleh boleh cuman aku bingung marganya apa😄
      iya mau bikin, jadi ceritanya sebelum sunghee kris tunangan gitu. ^^

      • shiinmingi says:

        Sebelum sunghee kris tunangan? Jd itu bener sunghee sm lris tunangan? Kukira sunghee cuma boong kan diatas katanya kris tidak lagi pacar sunghee

      • vidiaf says:

        sama-sama {}
        entahlah ._. makanya aku tambahin /oke ini aneh banget/ wgwgwg
        ooh… mhehe park aja kan kesannya elit tuh :> /eh
        asik~ XDD

      • sungheedaebak says:

        aah gak rame. gak berasa Kris-nya.
        duh..apa anaknya dua aja gitu ya yang satu kasih nama China yang satu lagi nama Korea. #lho tapi dua-duanya punya nama China dan Korea

  4. QotrunNada says:

    “Dan Kris, nama itu membuat Sunghee terdiam, menghilangkan senyumannya. Dia bukan pacarnya lagi. Kris sudah bukan pacar Lee Sunghee lagi. Tapi Sunghee bisa menerimanya. Mereka melakukannya demi kebaikan mereka sendiri.”
    asli bagian ini bikin aku ngira Sunghee gak sama Kris .-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s