[FF] Special Police part 5

Previous Part:

“Tidak terlacak. Kurasa Jaejoong merusak alat pelacak itu.”

“Apa mungkin Jaejoong ada kaitannya dengan kasus pengeboman itu?”

“Tamu kita kali ini sangat spesial. Aku yakin kalian semua sudah pernah melihat wajahnya. Ya, dia adalah Kim Kibum, anak presiden kita, Kim Yoon Shik. Kibum-ssi, silakan perkenalkan dirimu.”

“Pokoknya hari ini kita harus mendaftar orang-orang yang diperkirakan terlibat dalam kasus itu.”

“Di posisi pertama ada Kim Jaejoong.”

Part 5: The Clue

Matahari baru saja tersenyum menyapa insan-insan manusia. SJ dan V-RASE segera melaksanakan tugas mereka. Donghae mengetuk pintu kamar Kibum. Lama tak ada jawaban. Donghae mencoba untuk membuka pintunya namun terkunci. Ia lalu kembali mengetuk.

“Kibum-ah, kau sudah bangun?” sapa Donghae dari luar. Kibum yang baru saja membuka matanya mengeluh.

“Hmmh. Ada perlu apa?” ujarnya ketus.

“Sarapan siap. Kau mau mandi dulu atau sarapan dulu?”

“Sarapan. Tunggu sebentar.”

Beberapa menit Donghae menunggu di depan kamar Kibum. Ia mengetuk-etukkan kakinya kesal. Ia menoleh ke kiri, Hyukjae baru keluar dari kamarnya sambil menghanduki rambut pirangnya yang basah. Donghae tersenyum menyapa rekannya.

“Baru mandi?”

“Hm. Kau sendiri belum mandi?”

“Sudah tadi subuh. Aku hanya tidak berganti baju saja.”

“Jorok.” Hyukjae mendengus. Donghae mencibir.

“Waeyo? Biasanya kau yang paling jorok. Kenapa sekarang jadi rajin?” Hyukjae hanya terkekeh.

“Eiii, pasti ada seseorang yang menarik perhatianmu di sini. Aku benar, kan?” Donghae menatap rekannya jail.

“Sudahlah tidak penting. Aku lapar.” Hyukjae menuruni tangga menuju ruang makan sambil terus menghanduki rambutnya. Donghae menyeringai dan menoleh ke arah kanan. Ia terlonjak kaget ketika Kibum sudah ada di depannya.

“Oh kau mengejutkanku! Aku sama sekali tidak mendengar suaramu tadi..” Donghae mengelus dadanya.

Kibum hanya mengangkat alis dan berlalu mendahului Donghae. Donghae menekan handle pintu Kibum perlahan, namun terkunci. Donghae mengumpat dalam hati dan mengikuti Kibum. Pokoknya aku harus berteman dengannya, batin Donghae.

“Kibum-ah, annyeong!” sapa Raeki.

“Umurmu berapa? Memanggilku seenaknya.”

“Eh..aku 24 tahun..”

“Pantas saja.” Kibum mendengus dan duduk di kursinya.

“Memangnya umurmu berapa?” tanya Shindong.

“23.”

Mereka semua memulai acara sarapan pagi. Menu sarapan hari ini tidak terlampau spesial. Hanya sandwich tuna dan segelas susu hangat. Sambil makan, Sunghee terus mengutak-atik iPad-nya. Wajahnya tampak serius. Kibum yang berada tepat di seberangnya tersenyum. Ia berdiri dan meraih dagu gadis itu, mendongakkan kepalanya. Sunghee menatap Kibum dengan terpaksa.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kibum.

“Makan,” jawab Sunghee sekenanya.

“Kamu makan iPad?”

“Tentu saja tidak, bodoh. Nenek-nenek ngedance juga tahu.” Semua orang melirik ke arahnya pedas, memperingatinya untuk menjaga sikap di depan anak presiden. Tapi nampaknya Sunghee tidak mempedulikan mereka. Ia masih tetap mengunyah sambil menatap Kibum dingin. Jemari Kibum yang masih berada di dagu Sunghee pun ikut bergoyang mengikuti gerakan dagu Sunghee.

“Sandwich-mu masih tersisa setengah.”

“So?” jawab Sunghee cuek.

“Cepat habiskan, kau harus banyak makan.”

“Aku tidak bisa menghabiskannya kalau wajahku dipaksa menghadapmu, Tuan Kibum,” ejek Sunghee.

Kibum memajukan tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada wajah Sunghee. Semua orang di sana menjadi tegang.

“Aku bermaksud untuk menyuapimu.”

“Aku tidak butuh.”

“Tapi aku ingin.”

“Aku tidak ingin.”

“Kau harus mau.”

“Kalau tidak?”

“Kau harus menjadi pacarku.”

“Baiklah.”

“NE?!” koor semua yang ada di ruangan itu. Hyukjae yang terlihat paling shock atas ucapan Sunghee. Donghae menganga tak percaya. Rencanya bisa berjalan mulus bila ia menukar posisi Raeki dan Sunghee. Biar Raeki yang mencari tahu tentang Jaejoong. Bila Sunghee menjadi pacar Kibum, semua informasi penting soal Kibum bisa dengan mudah didapat.

Kurasa Sunghee juga tahu itu, makanya ia berkata seperti itu, batin Donghae.

“Kau serius?” tanya Kibum. Wajahnya terlihat tak percaya.

“Sekarang aku tanya, apa kau serius waktu memintaku untuk menjadi pacarmu?” ujar Sunghee enteng.

“Aku serius. Aku menyukaimu sejak pertama bertemu.”

“Iya sejak kemarin.”

“Tidak, bukan, Sayang. Aku sudah melihatmu sejak SMA.”

“Hah? Aku kan tidak satu SMA denganmu.”

“Tapi waktu kau liburan kenaikan kelas di Amerika, aku sudah bertemu denganmu di perpustakaan kota.”

“Really? Aku tidak ingat wajahmu.”

“Kau jahat sekali, Sayangku.” Kibum melepaskan tangannya dari dagu Sunghee dan mengambil sandwich Sunghee. Ia lalu menyodorkannya pada Sunghee.

Gadis itu melahap sandwich-nya sambil menatap Kibum datar. Setelah sandwich Sunghee habis, Kibum kembali duduk dan menghabiskan sandwich-nya.

Hyukjae tiba-tiba kehilangan selera makan. Sandwichnya masih tersisa setengah. Susu stroberi yang khusus dibuatkan untuknya pun masih penuh mengisi gelasnya. Padahal biasanya dia sangat menyukai susu stroberi.

Hyukjae menahan dirinya untuk tidak kabur ke kamarnya dan melampiaskan amarahnya. Ia takut orang lain curiga.

Seketika hening tercipta. Semuanya menatap Sunghee tak percaya. Lalu tatapan mereka beralih pada Kibum yang masih tersenyum menatap Sunghee. Donghae menatap Sunghee serba salah. Ini memang salah satu cara tercepat untuk mengetahui siapa Kibum, tapi Donghae tidak mau Sunghee melakukannya karena terpaksa. Ia tidak mau akhirnya tidak menguntungkan untuk Sunghee.

“Baik…jadi kita punya satu pasangan di sini ya? Ahahaha…” Shindong berusaha mencairkan suasana, namun gagal. Semuanya masih tegang.

Hyukjae menghabiskan susu stroberinya yang tiba-tiba terasa hambar di lidahnya dan bangkit berdiri.

“Aku sudah selesai.” Ia lalu pergi ke kamarnya.

“Hey, setidaknya tunggu dulu sampai aku membacakan jadwal hari ini! Yah!” seru Donghae. Namun, Hyukjae malah melanjutkan langkahnya tanpa menoleh ke belakang satu kalipun.

“Kenapa dengan dia?” tanya Kibum, tak berharap mendapat jawaban.

“Aku juga sudah selesai.” Sunghee beranjak berdiri dan segera mengejar Hyukjae.

“Eh, tunggu, Sayang! Kau mau kemana?” seru Kibum. Sunghee menghentikan langkahnya. Ia mendengus dan berbalik. Sunghee menatap ‘kekasih’nya tajam.
“Namaku belum berganti menjadi ‘Sayang’, namaku masih Lee Sunghee.”

Sunghee berbalik dan kembali mengejar Hyukjae.

Kibum mendengus.

“Apa-apaan ini?! Siapa si pirang itu?! Ada hubungan apa dia dengan gadisku? Hah!” seru Kibum marah.

“Namanya Lee Hyukjae, bukan si pirang.” Henry yang tidak sanggup menahan amarah berkata dengan ketus. Kibum hanya menatapnya kesal.

“Maafkan aku atas sikap mereka.” Donghae membungkuk pada Kibum dan bergegas mengejar Sunghee dan Hyukjae. Kibum hanya meliriknya.

“Pergi saja semua!”

= = =

“Kau ini sebenarnya kenapa?”

Donghae terdiam di depan kamar Hyukjae. Ia mendengar suara Sunghee.

“Aku? Aku tidak apa-apa. Kau sendiri kenapa?” Suara Hyukjae terdengar.

“Kenapa apanya?”

“Kau menyukai Kibum?”

“Tidak, aku menyukaimu.”

“Lalu?”

“Aku melakukannya untuk menjalankan misi kita, Hyukjae.”

“Tapi tetap saja. Memangnya tidak ada cara lain?”

“Aku tidak akan terpengaruh oleh Kibum, aku yang akan mempengaruhinya. Dengan cara ini, kita bisa mencari informasi sedetil mungkin tentang dirinya lebih cepat.”

“Tapi kau tidak memperdulikan perasaan orang lain, Sunghee.”

“Kau pikir aku memperdulikan perasaanku?”

Hening. Donghae menggigit bibir bawahnya. Merasa bersalah. Ia lalu mengetuk pintu dan langsung membukanya.

“Maafkan aku, Sunghee kau tidak perlu menangani Kibum. Kau hanya perlu mencari detil tentang Jaejoong.”

“Lalu kapan kalian akan mendapatkan informasi tentang Kibum? Memaksamu untuk menjadi kekasihnya?” ucap Sunghee pedas. Donghae tertegun.

“Kau yakin akan melakukan ini?”

“Kenapa harus tidak yakin?”

“Baiklah. Aku akan mengganti posisimu dengan Raeki. Biar dia yang mencari tahu tentang Jaejoong.”

Sunghee tersenyum dan melangkah keluar dari kamar Hyukjae sambil menepuk pundak Donghae sekilas. Tinggal Hyukjae yang menatap Donghae tajam.

“Aku tidak percaya..” bisik Hyukjae.

“Leeteuk sudah memberitahu kita untuk tidak jatuh cinta.” Kata-kata Donghae seakan menampar Hyukjae. Cowok itu diam melihat rekannya pergi keluar kamarnya dan menutup pintunya.

= = =

Malam menjelang. Tim A yang beranggotakan Kyuhyun, Hyukjae, Siwon, Sungmin, dan Raeki sudah bersiap di depan club malam tempat Jaejoong biasa berpesta sampai pagi. Donghae ada bersama mereka untuk memberi instruksi.

“Sayang tidak ada Sunghee. Dia kan tahu betul tentang seluk beluk club malam,” kata Raeki.

“Donghae, kau otak kita. Jadi apa kita langsung masuk atau kau punya cara lain?” kata Siwon.

“Tunggu dulu. Kita harus memastikan apa Jaejoong ada di dalam atau tidak. Biar aku yang masuk untuk memastikan.”

“Lalu untuk apa kita ada di sini? Kau punya 5 orang di sini, kau hanya otak, jadi kenapa repot-repot turun tangan?” ujar Hyukjae yang duduk di kursi pengemudi dengan ketus. Donghae tidak menanggapi perkataan rekannya. Ia membuka pintu mobil dan menutupnya kembali.

“Dasar bodoh. Kita lihat saja bisa apa dia.” Hyukjae mendengus dan menatap ke monitor yang dipasang di dashboard mobil. Monitor itu menampilkan hasil gambar dari kamera tersembunyi Donghae.

Donghae baru saja memasuki club, tapi ia rasa telinganya sudah mau pecah. Hingar bingar club membuatnya sulit untuk melihat kesana kemari. Donghae menyipitkan matanya, berusaha meneliti satu per satu orang-orang yang ada di sana. Sejauh ini, ia belum melihat Jaejoong.

Sudah beberapa menit Donghae mencari, tapi yang dicari sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.

“Apa mungkin dia tidak ada di sini?” gumam Donghae pada dirinya sendiri.

“Iya, dia tidak ada di sini.” Terdengar suara seorang pria.

“Hah?” Donghae tidak bisa mendengar dengan jelas dengan suara bising di sekitarnya.

“Kubilang dia tidak ada di sini!” Lelaki itu menarik paksa pundak Donghae dan menonjok pipinya keras, membuat topinya yang dipasangi kamera tersembunyi terlempar dan terinjak-injak oleh pengunjung club yang lain.
Lelaki itu membekap Donghae dengan sapu tangan yang telah diberi racun. Ia dan beberapa lelaki bertubuh besar lainnya mengangkat tubuh Donghae ke belakang club.

Sementara itu, keadaan di mobil sangat tidak karuan. Monitor tiba-tiba menampilkan layar hitam.

“Sial, Donghae!” Hyukjae membuka pintu mobil dengan keras, nyaris membantingnya. Ia lalu berlari ke dalam club. Seruan teman-temannya yang memanggilnya tidak dihiraukannya.

“Aish!” gerutu Sungmin sambil berpindah ke kursi pengemudi. Jarinya bergerak-gerak gelisah di atas kemudi. “Raeki, kau tetap di sini. Sisanya kejar Donghae dan Hyukjae.”

“Baik!”

“Kirimkan bantuan kemari secepatnya. Donghae tidak bisa dihubungi,” Raeki menghubungi markas mereka.

Di dalam, Hyukjae memicingkan mata, berusaha mencari sosok Donghae. Ia melihat pintu belakang club terayun. Ia berlari ke arah sana, pistol sudah siap di genggaman. Hyukjae baru saja keluar club ketika ia melihat Donghae dimasukkan dengan paksa ke dalam mobil. Hyukjae menembaki orang yang berusaha memasukkan tubuh Donghae. Kena. Orang itu mati seketika. Tapi, mobil itu malah melaju kencang. Pintunya ditutup dari dalam. Hyukjae segera menembaki mobil tersebut, tapi mobil itu anti peluru.

Hyukjae terengah. “Donghae diculik! Lacak mobil sedan hitam plat nomor 29-3411. Kirimkan lokasinyapadaku.” Setelah berbicara ke mikrofon-nya, ia berlari ke jalan raya. Ia menodongkan pistol pada sebuah mobil sport yang hendak melintas. Si pengemudi mobil tersebut ketakutan dan segera menyingkir ke bangku penumpang.

“Zhou Mi-ssi! Dimana lokasinya?” seru Hyukjae panik. Tangannya yang gemetar memegang kemudi.

“Mereka sedang pergi ke sebuah gudang tua di pinggir kota. Bekas gudang pabrik. Sudah kukirim petanya padamu.” Hyukjae menyalakan ponselnya dan langsung tersambung dengan GPS. Hyukjae meletakkan ponselnya di dashboard. Ia mengikuti petunjuk yang tertera di layar ponselnya.

Hyukjae melirik ke spion tengah. Di belakang, sebuah mobil hitam metalik mengikutinya. Itu mobil Sungmin bersama yang lain. Hyukjae melirik spion kanan. Mobil Bugatti biru melaju dengan sangat cepat. Pengemudi mobil itu mensejajarkan mobilnya dengan mobil Hyukjae. Hyukjae menoleh. Kaca mobil Bugatti itu dibuka. Barulah Hyukjae bisa melihat siapa yang mengemudikan mobil tersebut.

Lee Sunghee tersenyum setengah. Hyukjae terpana. Gadis itu lalu menambah kecepatan. Dengan mobil seperti itu, Sunghee pasti bisa sampai terlebih dulu ke lokasi. Hyukjae tersenyum tipis.

= = =

“BANGUNLAH!”PLAAK…Sebuah tamparan yang sangat keras menyadarkan Donghae dari pingsannya. Ia mendongak perlahan. Ia menatap musuhnya dengan datar. Ia sudah menduga siapa yang akan ditemuinya.

“Oh, Kim Jaejoong. Ada apa?” Donghae bertanya dengan tenang. Lelaki di hadapannya menatapnya marah. Ia lalu mengetuk-ngetukkan jarinya ke monitor komputer di hadapan Donghae.

“Masuk ke server negara dan ambil dokumen tentang penyerangan tahun 1986,” desis Jaejoong.

“Tidak bisa. Itu dokumen milik negara.”

Jaejoong mengeluarkan pistol dan menodongkannya pada kepala Donghae.

“Kau mau mati? Lakukan sesuai perintahku sekarang!”

“Andwae. Shireo.”

Jaejoong menegakkan tubuhnya. Tangannya mengisyaratkan sesuatu pada anak buahnya. Dua orang anak buah berbaju hitam masuk sambil menyeret seseorang. Donghae tertegun. Ia kenal betul siapa yang diseret.

“Noona…Yah! Kau apakan kakakku!” seru Donghae. Jaejoong mengedikkan bahu.

“Donghae yah, a-ada apa ini?” kata Sunhae, kakak Donghae. Seorang anak buah Jaejoong menembakkan pelurunya ke kaki Sunhae. Sunhae tergeletak di tanah, menjerit kesakitan. Donghae merasa napasnya tertahan di tenggorokan.

“Aku akan melakukan apapun perintahmu, asalkan kau lepaskan kakakku!” seru Donghae.

“Kalau begitu cepat ambil dokumen tahun 1986.”

“Arasseo, arasseo…” Dengan tangan gemetar, Donghae mulai melakukan apa yang disuruh Jaejoong.

Tiba-tiba, pintu terbuka lebar. Sunghee baru saja menendang pintu dan langsung menembak komputer di hadapan Donghae. Dengan gerakan cepat, Sunghee menembak rantai besi yang mengikat kaki Donghae. Donghae langsung menghajar beberapa anak buah Jaejoong dan merebut pistolnya. Dengan sigap, mereka berdua berhasil menghabisi seluruh anak buah Jaejoong. Kini Sunghee menodongkan pistolnya pada Jaejoong, Jaejoong menodongkan pistolnya ke Sunghee, dan Donghae mengarahkan senapan salah satu anak buah Jaejoong ke arah Jaejoong. Seketika mereka terdiam dalam posisi membahayakan tersebut.

Tak lama kemudian, Hyukjae dan yang lainnya datang. Mereka siap dengan pistol masing-masing, semua mengarah pada Jaejoong.

Sunghee menelan ludahnya. Ia perlahan berjalan ke depan Jaejoong. Pistolnya kini mengarah pada Donghae dan senapan Donghae mengarah padanya.

“Pergilah,” ucap Sunghee. Jaejoong menyeringai.

“Teringat hubungan masa lalu, Miss Sunghee?” ucap Jaejoong. Sunghee hanya terdiam. Ia menatap Donghae datar.

“Pergilah,” ulang Sunghee.

“Arasseo.” Jaejoong tersenyum. Ia menyelipkan rambut Sunghee ke belakang telinganya dan mencium telinga gadis itu. Sunghee menjauhkan wajahnya. Jaejoong tersenyum sinis sekali lagi dan bergegas pergi.

“Sunghee…” Donghae menggumam tak percaya.

“YAH LEE SUNGHEE! Kau baru saja membiarkan target kita lolos!” seru Kyuhyun kesal.

Sunghee hanya diam. Rekan kerjanya mulai meninggalkannya dengan kesal. Mereka segera melanjutkan pencarian. Tapi, Hyukjae masih berdiri di sana.

“Teringat hubungan masa lalu, Miss Sunghee?” Kata-kata itu masih terngiang di telinga Hyukjae. Ia masih berdiri kaku sambil menatap Sunghee. Sunghee mendongak. Ia menatap Hyukjae dengan pandangan terluka. Sunghee melangkah ke pintu keluar. Ia melewati Hyukjae begitu saja. Hyukjae terpaku.

= = =

“Jadi,  kenapa kau membiarkan dia pergi?” tanya Heechul serius. Ia sedang menginterogasi Sunghee di ruang interogasi. Di luar ruangan, Leeteuk dan Donghae sedang mengamati.

“Aku…” Sunghee terdiam lama, membuat Heechul harus menguji kesabaran.

“Kau tahu sendiri kita harus menangkap Jaejoong, tapi kenapa kau malah membiarkannya pergi? Apa hubunganmu dengan Kim Jaejoong?”

Sunghee kembali terdiam lama.

“Bisa kita lanjutkan, Sunghee?” Heechul mulai tidak sabar.

“Ne.” Sunghee menjawab dengan pelan.

“Apa kau punya hubungan khusus dengan Jaejoong?”

“Hubungan khusus? Aku tidak bisa menyebutkan hubungan ini seperti apa, tapi ia pernah menyelamatkan nyawaku dulu.”

“Dari?”

“Kecelakaan mobil. Mobilku jatuh ke jurang, orang tuaku meninggal, dan aku tenggelam terbawa arus sungai. Jaejoong dengan berani mendekatiku dan terjun ke sungai. Ia menyelamatkanku. Tapi, setelah itu kami tidak berhubungan apa-apa lagi. Hanya sebatas teman.”

“Lalu waktu kita menyerang Jaejoong, kenapa kau tidak berkata apa-apa?”

“Kurasa itu tidak perlu. Aku hanya melakukan apa yang disuruh. Kalau kau memecatku, aku bisa pergi dengan bahagia.”

Heechul terdiam. Ia meminta Leeteuk untuk masuk. Leeteuk pun masuk. Ia tersenyum sambil menatap Sunghee.

“Kau tidak akan dipecat, Sunghee. Kamu hanya akan diberi waktu liburan selama satu minggu. Selama itu, aku terpaksa memasang alat ini lagi.” Leeteuk memasang alat pelacak di kaki Sunghee.

“Anggap saja ini gelang kaki, jangan sampai ini mengganggu liburanmu. Selamat berlibur.” Leeteuk pun melangkah pergi diikuti oleh Heechul. Sunghee menunduk dalam.

= = =

“Ne?! Sunghee diberi waktu liburan seminggu?!” koor V-RASE dan SJ saat makan malam. Oh, Kibum juga. Donghae mengangguk pelan.

“Enak banget liburan! Sementara kita kesulitan di sini!” geram Shindong.

“Liburan di sini maksudnya skors kalau anak sekolahan, Hyung,” Siwon menimpali.

“Tapi tetap saja..” Shindong merengut.

“Sekarang Sunghee dimana?” tanya Kibum.

“Pulang kembali ke rumahnya.”

“Malam ini juga?” Raeki mengernyit. Donghae mengangguk.

“Aish jinja…lagipula kenapa juga dia membebaskan Jaejoong. Benar-benar tak masuk akal.” Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kamu tahu kenapa dia membebaskan Jaejoong?” tanya Chaerin. Donghae mendudukkan tubuhnya di kursi.

“Tidak.” Donghae berbohong. Ia teringat kejadian tadi saat di ruang interogasi.

Sunghee keluar dari ruang interogasi agak lama setelah Leeteuk dan Heechul pergi. Ia menghentikan langkahnya ketika dihadang Donghae. Ia mendongak dan tersenyum getir.

“Tolong rahasiakan ini pada mereka.” Sunghee menepuk pundak Donghae sekilas dan berjalan pergi.

= = =

“Hyung, aku pergi dulu.” Hyukjae menenteng kunci mobilnya. Yesung yang sedang mengamati video hasil rekaman Sunghee waktu ke tempat Jaejoong menoleh.

“Kemana?”

“Cari angin.” Hyukjae menjawab asal dan berlalu pergi begitu saja. Yesung mendengus.

“Cari angin ngapain jauh-jauh? Wong kipas angin ada.” Yesung mendengus dan mulai mengamati video kembali.

“OH! Ini…” Yesung menutup mulutnya melihat sesuatu di video tersebut.

= = =

Sunghee menenggak sojunya kembali. Dadanya naik turun karena napasnya tersengal. Ia menuangkan soju ke gelasnya yang kosong dan menenggaknya kembali. Sunghee meletakkan gelas soju ke meja, menimbulkan bunyi benturan yang khas. Ingatannya memutar masa lalu.

Sunghee tenggelam di sungai yang mengalir deras. Tangannya menggapai berusaha meraih sesuatu. Ketemu. Tangannya digenggam seseorang. Tubuhnya diseret ke pinggiran sungai.

“Yah! Bangun! Jangan mati di sini! Hey, bangun!” Suara lelaki itu membuat Sunghee membuka mata. Laki-laki itu memeluk Sunghee begitu melihat Sunghee membuka matanya.

“Syukurlah kau selamat!” Laki-laki itu mendongak ke atas. “HEY!! Ada yang terluka di sini! Aku butuh bantuanmu!!”

Tempat Sunghee jatuh memang tidak terlalu tinggi, tapi mobilnya menabrak bebatuan sungai. Orang tuanya hanyut, tapi Sunghee selamat.

“Aku Kim Jaejoong. Tolong ingat namaku, ya?” Remaja itu tersenyum. Sunghee terbatuk.

“Namaku…Lee..Sunghee..”

“Nama yang bagus.”

Sunghee kembali menenggak sojunya. Ini sudah botol ke dua. Dia sudah mulai mabuk. Makanya pandangannya mulai buram. Ingatannya kembali memutar masa lalu. Waktu ia menjalankan misi untuk menangkap Jaejoong. Waktu dia menyamar menjadi Kyuna. Waktu dia bermesraan dengan Jaejoong.

Sunghee menghela napas berat. Ia hendak menenggak sojunya lagi, ketika sebuah tangan kekar menahan gerakannya. Soju yang ada di kelas kecil, tumpah ke bajunya.

“Hentikan, Sunghee.” Itu suara Hyukjae. Sunghee menatap Hyukjae nanar.

“Ini soju-ku.” Sunghee meraih botol soju, tapi Hyukjae merebutnya dan menjauhkannya dari jangkauan Sunghee.

“Kim Jaejoong itu…ahahaha…kalau dia tidak menyelamatkan nyawaku, aku akan membunuhnya tadi.”

“Menyelamatkanmu?”

Maka Sunghee menceritakan semuanya. Hyukjae mengangguk paham.

“Ikuti aku.” Hyukjae menarik tangan Sunghee dan membawanya ke tempat karaoke dekat sana. Mereka bernyanyi sepuasnya, lebih tepatnya Sunghee yang bernyanyi sepuasnya. Ia melampiaskan seluruh masalahnya di sana. Ia berteriak-teriak, meloncat-loncat. Hyukjae sampai tertawa dibuatnya. Mereka tertawa bersama.

Pukul 11 malam, Sunghee sudah tidak sanggup lagi. Ia sudah mabuk berat. Maka Hyukjae membawa Sunghee ke hotel. Ia tidak tahu dimana rumah Sunghee. Maka dengan sangat terpaksa ia memesan kamar untuk Sunghee sampai gadis itu benar-benar sadar keesokan harinya.

Hyukjae memapah Sunghee masuk ke dalam kamar dengan susah payah. Pintu menutup otomatis di belakangnya. Sunghee melepaskan tangan Hyukjae yang memeganginya dan memegang meja makan. Ia menatap Hyukjae.

“Baiklah, kau istirahat di sini untuk malam ini. Aku sudah menyelesaikan urusan administrasinya. Kamu tinggal check out besok pagi. Aku pergi dulu.” Hyukjae berbalik hendak pergi, namun tangan Sunghee menahannya. Hyukjae berbalik. Matanya mengarah pada tangan Sunghee yang kini menggelitik telapak tangannya.

Hyukjae menatap Sunghee. Ia lalu menarik tangan Sunghee dan mendorong tubuh gadis itu ke tembok. Tangan Sunghee ia kunci di tembok dengan tangannya. Sedangkan tangannya yang lain berada di sisi leher Sunghee. Perlahan Hyukjae mendekatkan bibirnya ke bibir Sunghee, dan ia pun memulai ciuman. Sunghee menyambut ciuman itu. Hyukjae mencium Sunghee dengan penuh nafsu. Ia membuka jaketnya dan menarik tubuh Sunghee mendekat. Ia membimbing Sunghee ke arah meja makan. Ia mengangkat tubuh Sunghee dan menggeletakkan tubuh itu di atas meja. Tisu makan, sendok garpu, dan tusuk gigi terjatuh ke lantai. Sunghee melenguh.

“Sa-sakit, Hyuk..” ujarnya. Hyukjae menarik tubuh Sunghee, mengangkatnya ke ranjang. Ia kembali melanjutkan aktifitasnya.

Pagi harinya, Sunghee terbangun. Ia melihat Hyukjae sedang tertidur di sisinya. Pundak dan lengannya yang telanjang terlihat karena tidak tertutupi selimut. Sunghee tersenyum. Ia menyingkirkan rambut pirang Hyukjae yang masih basah karena keringat dari wajah cowok itu. Senyum Sunghee menghilang. Ia berbalik dan meraih ponselnya. Sekarang pukul 7 pagi. Hyukjae harus segera kembali ke markas.

Sunghee berniat untuk bangun, namun kaki Hyukjae menindih kakinya. Sunghee ingin menarik kakinya, namun Hyukjae memekik sakit.

“Aw! Alat pelacakmu…” ujarnya.

“Ups, maaf. Aku lupa.” Sunghee terkekeh. Hyukjae tersenyum dan mengusap lengan Sunghee sampai ke pergelangan tangan. Ia lalu menggenggam tangan Sunghee.

“Kamu harus pergi. Sekarang sudah jam 7,” kata Sunghee.

“Biar saja. Aku masih mengantuk.”

“Kalau begitu kau lanjutkan tidurmu dan aku membereskan kekacauan akibat kita semalam.” Sunghee mengecup bibir Hyukjae sekilas dan beranjak bangun. Ia meraih jubah mandi berwarna putih dan memakainya.

“Lihat apa yang kau perbuat.” Sunghee menunjuk meja makan yang berantakan. “Untung saja tidak ada yang pecah. Ini hotel, kau harus menggantinya.”

Hyukjae hanya tersenyum melihat Sunghee membereskan sendok garpu yang tercecer di lantai, tisu-tisu yang bertebaran, dan memunguti tusuk gigi yang keluar dari tempatnya.

“Kau belum pernah melakukannya dengan orang lain ya?” tanya Hyukjae tiba-tiba.

“Aku berencana melakukannya setelah menikah di usia 24. Tapi, tadi malam tidak terkontrol dan di luar rencana. Jadi kau yang harus menikahiku.”

“Umurmu sekarang berapa?”

“23.”

“Baiklah. Aku akan menikahimu tahun depan.” Sunghee menatap Hyukjae dan tersenyum.

“Semoga bisa terlaksana,” ucapnya. Hyukjae mengangguk.

“Tentang hal ini…kita rahasiakan ya?” kata Sunghee.

“Apapun yang kau inginkan.” Hyukjae mengenakan celana panjangnya dan menghampiri Sunghee. Ia memperhatikan leher Sunghee.

“Untung kamu diberi waktu liburan, semoga bekasnya bisa hilang,” kata Hyukjae sambil mengelus bekas ciuman di leher Sunghee. Gadis itu tertawa.

= = =

Pagi ini, ruangan pertemuan V-RASE dan SJ tampak dipenuhi semua orang, kecuali Hyukjae dan Sunghee. Kibum dan Kangin tentu tidak masuk hitungan. Mereka sekarang sedang mengamati video rekaman Sunghee. Waktu di layar terpampang leher Jaejoong, Yesung mem-pause video tersebut. Ia lalu memperbesar dan memperjelas gambar.

“Perhatikan tengkuknya,” kata Yesung. Yesung menunjuk tanda hitam di tengkuk Jaejoong dengan laser di tangannya. Ketika diperjelas, sekarang terlihat bentuk tattoo tersebut. Gambar anjing.

“Itu kan..”

“Tattoo Ares. Aku yakin kalian tahu apa itu Ares.”

“Tentu saja. Ares itu semacam Athena, kan? Grup yang ingin menghancurkan dunia,” kata Henry.

“Ya. Dulu sudah ada IRIS, Athena, dan sekarang Ares. Selama ini Ares selalu kalah oleh Athena, tapi karena NTS telah berhasil menghancurkan Athena, kini Ares yang berkuasa,” jelas Siwon.

“Ya, Ares sendiri adalah dewa perang. Namun meskipun ia adalah dewa perang, ia pernah dikalahkan oleh Athena. Ares adalah dewa yang haus darah dan merupakan perwujudan dari pembunuhan. Anjing adalah binatang yang keramat bagi Ares. Tak heran kalau tattoo mereka bergambar anjing,” Kyuhyun menjelaskan dengan rinci.

“Mereka yang membunuh presiden?” tanya Yoonmin.

“Masih belum pasti. Kita masih harus menyelidiki lebih jauh tentang ini.”

“Tunggu dulu, anggota Athena kan banyak tersebar di seluruh dunia, tapi Athena berhasil dihancurkan NTS, apakah anggota Athena semuanya berpindah ke Ares?” kata Sungmin.

“Bisa jadi. Karena sebenarnya misi mereka sama, hanya saja Ares sedang menunggu waktunya tiba, dan sekarang ketika Athena hancur, Ares yang memimpin. Jadi itu kemungkinan besar.” Yesung mengangguk-angguk.

“Kalau Jaejoong Ares, apakah…si wartawan itu juga?”

“Kita masih belum tahu pasti. Yang jelas, anggota Ares banyak sekali. Bahkan mungkin di antara kita juga ada seorang Ares.”

Semuanya berpandangan. Di otak mereka terbersit suatu nama.

“Apa..Lee Sunghee…?”

“Tunggu dulu! Belum tentu dia Ares hanya karena dekat dengan Jaejoong, kan?!” seru Donghae.

“Okey. Ngomong-ngomong, aku belum melihat Hyukjae sejak tadi malam. Dia kemana?” tanya Siwon. Yesung tertegun.

“Tadi malam dia bilang mau cari angin. Tapi sampai pagi ini dia belum kembali.”

“Pasti Lee Sunghee. Lihat saja, ketika dia kembali ke markas, wajahnya pasti berseri-seri,” ujar Raeki.

Leeteuk bertepuk tangan. Semuanya menatapnya heran.

“Hebat! Tak salah aku merekrut kalian. Sekarang kita tahu hal ini ada sangkut pautnya dengan Ares. Aku ingin kalian gerak cepat dan mencari tahu apa rencana Ares. Aku takut Ares berencana merusak Korea, jadi kuharap kalian bisa bekerja dengan cepat. Kalau butuh bantuan, hubungi aku.” Leeteuk tersenyum dan meninggalkan ruangan. Kini para polisi terdiam di ruangan.

“Kita kan bukan agen rahasia…kita hanya polisi. Athena saja dilumpuhkan oleh NTS yang notabene agen-agen handal. Sedangkan kita?” ujar Shindong.

“Aku percaya kita bisa.” Donghae berkata dengan mantap.

To be continued

21 thoughts on “[FF] Special Police part 5

  1. amitokugawa says:

    ngebayangin adegan jaejoong-sunghee berhadap-hadapan itu berasa nonton film action deh, keren! adegan kejar-kejaran pake mobil juga keren, apalagi sunghee tersenyum setengah…😀
    oi, hyuk, dicariin tuh! kemana aja sih?🙂
    lanjuttt…

    • sungheedaebak says:

      hahaha di film action juga adegan itu tuh adegan favorit pokoknya! :-bd
      haha, tadinya mau dibikin gak senyum, tapi mikir kayaknya bagus deh kalo dibikin senyum. untung keren ^^

      taulah kemana…hahaha😄
      oke!😀

  2. Rabbitpuding says:

    eum, ya udah deh…
    ceritanya masih gak jauh beda sama part sebelumnya dan aku ngak ngerasa tambahan antusiasme aku daripada yang sebelumnya

    mending lebih di perjelas aja tokoh utamanya. pertama kali aku baca kan member V-RASE sama SJ tuh punya peran yang berarti dan kerakter mereka keliatan. nah, makin aku baca kesini. member yang lain kecuali buron, sunghee, hyukjae, donghae sama sedikit kibum. oke, member yang lain tuh jadi penambah dialog dan penjelas cerita aja gitu.

    jadi mending member yang lain tuh jadi peran orang kedua di part berbeda dari pada jadi tambahan yang menurut aku tanggung, tapi ada beberapa tokoh yang bakal tetep ada sebagai peran utama.

    eumm,,,, iya sih dialog mereka tuh banyak. tapi peran mereka terlihat kurang keren dari pada tokoh tokoh yang udah aku sebutin tadi. kesannya tuh jadi kurang UWOOO di pikiran aku

    OKE, aku komennya kayak apaa gitu ya? ya udah deh… ini pendapat bukan komentar, lagi pula kemampuan aku bikin ff pun jelek.

    • sungheedaebak says:

      justru ini lagi proses penjelasan, perspesifikasian, per-peran yang lain si tokoh utama. aku berusaha nyari siapa tokoh utamanya. dan ya..Sunghee of course.

      itu emang rencana dari awal kok. bakal ada cerita tentang member-member yang lain di part berbeda, SP kan gak bahas totally Sunghee, about Sunghee and Hyukjae, nggak lah tentunya. tenang aja, part sebelumnya kan gak tahu siapa yang muncul

      aku sih pengennya Sunghee tetep jadi PU (Pemeran Utama) yang asli, cuman beda part beda PU, agak bingung sih tapi supaya mereka dapat peran aja. resiko banyak cast itu susah

      ini komentar sy -.-

  3. philyhae says:

    wawawah bagus, aku suka ceritanya…
    kok disini nggak ada raeki-kyuhyun padahal aku suka mereka,
    mudah-mudahan di capt selanjutnya ada yaa… hehehe

  4. chomisun says:

    wihhhh
    kerasa lagi nonton film action deh
    hyukie nya……… aish malah kecolongan kan aigoo aigoo
    jangan-jangan nanti kalo udah balik bakalan cengengesan gaje lagi
    untung aja sungheenya lagi libur coba enggak gimana tuh tanda yang ditinggalin ama hyukie bisa berabe deh kalo ketahuan kkk

  5. dhinianggraeni says:

    Shinspa luchu deh , org di skors ko dia cemburu ,

    Pas kakak nya donghae kakinya ditembak + donghae nya di suru ngelacak dokumen negara mirip bgd ma adegan athena ,

    keren , adegan saling todong-menodong pistol nya , berasa bener2 nonton film thriller ,

    kya ada yadong nya nyempil dikit ,

    • sungheedaebak says:

      hahaha
      iya itu emang terinspirasi dari athena. aku nulisnya pas baru selesai nonton athena jadi adegannya nempel :p

      hohoho makasih ^^
      dimana ada hyuk di sana ada yadong

  6. vidiaf says:

    aaaa keren lah adegan yang di awal-awal itu ;AAAA;
    tegang sendiri bacanya~ apalagi pas bagian sunghee ngeduluin hyukjae, ngebayanginnya aaa daebaaak
    errr itu….. hyukhee…. ._.
    rada-rada mirip athena ya alurnya? mhehe, tapi kereeen XDD

  7. evil_roo99 says:

    Cerita’a keren bgt.. Tpi syang gk dilanjutin :(…

    Thor semoga ff ini bisa kembali aktif lgi yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s