[FF] I Am a Girl?! Part 2

Summary: Lee Hyukjae adalah seorang cowok yang dikenal playboy, tapi sebenarnya dia cuma mencintai seorang wanita yaitu, Kim Hyoyeon, teman sekolahnya. Suatu hari, ia bertemu dengan Lee Sunghee, gadis yang santai, bebas, dan sedikit agresif. Tapi tak disangka, ia dan Sunghee malah kecelakaan. Hyukjae diberi kesempatan hidup sekali lagi namun dalam tubuh Sunghee. Ia harus menyelesaikan masalahnya menggunakan tubuh cewek itu. Apalagi arwah Sunghee menghantuinya terus menerus. Masalah makin rumit ketika cowok-cowok mulai mengejarnya. Hyukjae kesal, dia kan cowok. Masa cowok dikejar cowok? Lalu, apa jadinya kalau cowok berotak yadong ini dimasukkan ke tubuh cewek? Apa urusannya bakalan selesai? Atau malah makin runyam?

Note: Mulai dari part 2 sampai seterusnya, aku mau menggunakan sisi pandang Hyuk. Soalnya biar lebih menjiwai kekekekeke~

= = =

“Hyukjae, kau sudah selesai mandinya?” seru Sunghee dari luar kamar mandi. Aku yang sedang asyik berendam terpaksa menjawab.

“Belum! Lagi berendam nih. Enak, Hee! Kamar mandinya mewah banget lagi!” seruku.

“YAH! Ngapain lama-lama di situ?! Aku gak yakin kamu cuman berendam!”

Tiba-tiba arwah cewek yang katanya masuk 10 besar cewek tercantik di sekolah itu masuk ke dalam kamar mandi. Menembus pintu tentunya.

“Hey! Aku lagi mandi! Enak aja main masuk!” Aku sontak menutupi tubuhku dengan busa. Sunghee mendengus.

“Yang aku liat itu tubuh siapa hah? Yang aku masuki itu kamar mandi siapa hah? Harusnya aku yang marah tahu!!” Sunghee berkacak pinggang.

“Ya…habisnya..gak enak aja aku lagi mandi diliatin cewek..”

“Terus ngapain kamu telanjang bulat begitu, hah?! Dasar cowok mesum! Ngambil kesempatan dalam kesempitan! Pokoknya kamu harus tanggung jawab!! Aku yakin kamu udah pegang-pegang tubuhku, ya kan?!” Nih cewek kalau marah serem banget. Sisi hantunya keliatan, coy.

“Ya, maaf. Kan aku gak ada pilihan lain..” ujarku pelan. Sunghee menghela napas.

“Ya sudah, cepetan mandinya.” Sunghee terbang keluar kamar mandi.

Cih, padahal lagi asyik. Ya sudah, demi menjaga keselamatan hidupku ke depannya, aku terpaksa menurut. Aku membilas tubuhku di bawah shower.

Aku melilitkan handuk ke tubuhku. Yang biasanya hanya melilit bagian bawah, sekarang aku harus melilit bagian atas juga. Ck, aku tidak percaya.

Aku membuka pintu kamar mandi. Kulihat Sunghee sedang melayang di pinggir jendela. Ia termenung menatap pemandangan di luar. Tepatnya rumah di seberang rumah ini. Rumah siapa ya?

Aku tidak mau mengganggunya. Takut-takut sisi hantunya on lagi. Ya sudah, aku membuka lemari baju sendiri dan terpana. Banyak banget bajunya! Bagus-bagus semua lagi! Wow…

Lagi-lagi otak yadongku kambuh. Atau memang belum sembuh dari tadi. Aku mengambil sebuah kaus tanpa lengan yang ngetat  warna merah dan celana hot pants warna hitam. Kekeke, sekarang baju dalamnya.

“Dasar cowok mesum…” desah Sunghee. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat baju di atas tempat tidur. “Memangnya kamu nyaman memakai baju ketat begini? Jiwa cowokmu kan masih ada. Atau jangan-jangan dulunya kamu suka pake baju beginian lagi..”

“Enak aja! Kalau kamu nyaman memakainya, kenapa aku nggak? Tubuhnya kan sama,” balasku acuh tak acuh. Aku menarik bra Sunghee.

“34? Lumayan juga.” Aku menatap dadaku, ehm well, dada Sunghee. “Padahal keliatannya kecil ya. Ternyata…”

“APANYA HAH?!” bentak Sunghee. “Cepetan pakai baju, bodoh!!!”

“Iya, iya! Bawel ah!” Aku cepat-cepat memakai baju. Tapi.. “Hee, aku tidak tahu cara pakai yang 34.”

“Bukannya kamu suka nonton film yadong? Harusnya tahu dong,” balasnya cuek.

“Aku memang suka nonton yadong, tapi gak ada adegan si cewek memakai kembali bajunya.” Sunghee memelototiku sadis. Aku tertegun.

“Tapi kenapa kamu tahu aku suka nonton film yadong? Kamu ngefans sama aku ya? Ckckck..ketampanan Lee Hyukjae memang tidak ada tandingannya.”

“Cih, semua cowok bukannya begitu ya? Aku yakin bahwa gay pun suka nonton yadong.”

“Oke, jadi bagaimana caranya?”

“Begini..” Akhirnya Sunghee mengajariku. Aku langsung bisa memakainya. Rasanya..aneh. Tidak nyaman.

“Lama-lama juga terbiasa. Dulu aku juga begitu kok,” kata Sunghee. Oh Gosh, dia seperti ibuku saja! Dan aku seperti anak usia 12 tahun yang baru beranjak remaja. Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa nggak Heechul aja? Hiks..

“Kenapa?” tanya Sunghee.

“Nggak.” Aku memakai kaus tanpa lengan itu dengan wajah sedih.

“Gak betah jadi cewek ya?” ujar Sunghee. Dia menyeringai.

“Betah gak betah,” ujarku masih dengan nada sedih. Kini aku meraih sisir.

“Ya udah, tukeran yuk!”

“Hah?”

“Aku jadi Sunghee lagi, dan kamu jadi arwah. Deal?”

“Ogah! Mendingan jadi cewek deh daripada jadi arwah kayak kamu. Gentayangan begitu.”

“SIALAN!!”

Aku terkekeh. Sunghee kalau marah itu lucu. Kalau lagi diam madesu. Kalau lagi tertawa atau senyum cantik. Eh, mikir apa sih aku ini? Cewek barbar begitu cantik darimana. Masih bagusan Hyoyeon kemana-mana.

Hah…bagaimana caranya untuk meyakinkan Hyoyeon bahwa aku benar-benar aku ya? Dia pasti mengira aku ini Lee Sunghee.

Saat sedang asyik berpikir, seruan kakak Sunghee terdengar memecahkan lamunan. Eh, tadi mikir tapi yang dipecahin kok lamunan? Harusnya memecahkan pikiran. Halah.

“Sunghee! Ayo makan dulu!” serunya. Aku menatap Sunghee panik.

“Namanya Lee Sungmin, dia jago masak. Paling seneng kalau masakannya dipuji. Terus, kamu harus habisin masakannya, kalau nggak dia bisa sedih. Dia masih kuliah, jurusan sastra Prancis. Jadi, kalau mau basa-basi tanya saja tentang kuliahnya.” Sunghee memberikan penjelasan singkat.

“Oke!” Aku mengangguk mantap dan keluar dari kamar. Sunghee membimbingku ke ruang makan. Di sana sudah tersedia masakan ala Italia. Ada spageti carbonara dan steak.

“Hee, makananmu biasa yang seperti ini?” bisikku.

“Hm. Oppa suka memasak makanan Italia untuk makan malam. Kenapa? Kamu nggak suka?”

“Oh…eng, suka kok!”

“Sunghee?” Sungmin mengernyitkan keningnya. “Kamu ngomong sama siapa?”

“Nggak kok gak ngomong. Ah, Hyung salah dengar kali.” Aku terkekeh.

“Hyung?” Sungmin malah bertambah heran.

“Oppa! Masa aku bilang Hyung ke Oppa? Hahaha…ada-ada aja. Oppa pasti capek ya seharian kuliah?” Aku tersenyum gugup dan duduk di kursi yang di depannya ada steak.

“Hee, kamu kan biasanya makan spageti. Steak punyaku.”

“Kalau malam ini aku mau makan steak gimana?” Aku nyengir. Padahal, dalam hati aku gugup sekali. Belum apa-apa Sungmin sudah curiga.

“Oh, oke. Tapi, bukan berarti spageti buatanku nggak enak, kan?” Sungmin duduk di hadapanku.

“Kata siapa? Enak kok! Banget malah!” Aku mengacungkan kedua jempolku. Sunghee menepuk keningnya.

Sungmin tertegun. Ia lalu tertawa.

“Jarang banget kamu muji masakanku. Biasanya kamu bilang masakanku keasinan lah, kurang empuk lah. Ternyata sebenarnya enak, kan? Dasar kau ini!” Sungmin mencubit pipiku gemas. Huek…kalau dicubit cewek sih gak masalah. Lah ini?

Aku melirik Sunghee yang tertawa terbahak-bahak melihatku menderita. Dia bilang kalau gak muji masakannya dia bisa sedih. Taunya dia sendiri sering mengejek masakan kakaknya. Sialan.

“Aish, Oppa. Sudahlah, aku lapar nih.” Aku melepaskan tangan Sungmin. Dia tertawa. Lalu dia mulai memakan spagetinya sedangkan aku mulai memotong-motong daging steak. Baru saja aku merasakan kelezatan steak buatan Sungmin, sudah ada yang mengganggu lagi.

“Oh ya, Sunghee, mobilmu mana?”

UHUK! Sialan, padahal steaknya enak. Kenapa gak nunggu sampai aku selesai makan sih?!

Aku meraih air putih dan meneguknya. Sungmin menatapku heran. Sedikit-sedikit aku melirik Sunghee. Dia meliuk-liukkan jarinya ke atas dan ke bawah.

“Kasian deh lo, kasian deh lo!”

Kurang ajar.

“Eh errr..anu..itu..mobilku di bengkel.”

“Kenapa? Mogok?”

“Ehm begitulah. Mungkin  kemasukan air waktu hujan tadi.”

“PUHAHAHAHA!! Alasan macam apa itu, Lee Hyukjae! HAHAHAHA!!” Sunghee tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Aku meliriknya sadis. Sungmin mengernyit heran dan mengikuti arah lirikanku. Dia lalu menatapku kembali.

“Terus kamu besok ke sekolah pakai apa? Aku kuliah siang sih kalau mau kuantar ya?”

Benar juga. Sekolah. Masa aku harus datang ke sekolah sih? Kalau mereka sudah melihat beritanya dan menyangka aku ini hantu gimana urusannya? Kalau aku pindah sekolah, gimana caranya buat meyakinkan Hyoyeon? Ulang tahunnya lusa lagi! Tapi kalau nggak pindah, aduuuh…urusannya runyam!

“Oppa, bisa nggak besok aku gak usah sekolah dulu?” ujarku dengan tatapan memelas khasku. Entah ini berhasil kalau dipakai di wajah Sunghee, tapi biasanya kalau aku sudah pasang tampang memelas, yang ditatap pasti takluk.

“Kenapa?” tanya Sungmin khawatir. Bagus! Berhasil ternyata, saudara-saudara!
“Soalnya..aku nggak enak badan.” Aku memijat-mijat pelipisku. Semoga aktingku meyakinkan!

“Pusing? Panas, nggak?” Sungmin menyentuh keningku dengan punggung tangannya. “He? Padahal gak panas lho. Dingin malah.”

“Tapi aku pusing. Beneran deh suer.” Aku membuat huruf V dengan jariku.

“Darah rendah kali, Hee. Dibawa tidur juga sembuh kok. Besok tetep sekolah aja ya? Nanti ketinggalan pelajaran lho. Paginya kuantar, pulangnya kamu bisa naik bus, kan? Aku pulang malam soalnya.”

Yah…ternyata gak berhasil.

“Oh..ya udah.”

“Besok juga sudah biasa lagi kok, Hee. Kayak biasa.”

Aku gak yakin.

= = =

Keesokan harinya, aku siap-siap pergi ke sekolah. Seperti kemarin, keributan soal mandi kembali terjadi. Kali ini Sunghee masuk ke kamar mandi juga dan memelototiku. Dia mengancam akan langsung mengambil tubuhnya lagi kalau aku berbuat macam-macam pada tubuhnya. Padahal kan dari kemarin juga aku sudah macam-macam. Eh.

Sunghee membantu merias rambutku. Dia bersikeras aku harus mem-blow rambut terlebih dahulu. Padahal kan aku tidak tahu caranya. Tapi dia kembali mengancam. Baiklah, mau tidak mau aku harus melakukannya. Dengan arahan dari Sunghee, aku mem-blow rambutku sendiri. Ternyata mudah juga. Hasilnya bagus lagi. Apa jangan-jangan aku berbakat jadi hair stylish ya?

Aku berangkat sekolah bersama Sungmin. Sejauh ini belum ada hambatan yang berarti. Tapi, begitu sampai di sekolah. Ini dia.

“Sunghee!!” Seorang cewek memelukku erat. Hehe, lumayan.

“Ada apa?” tanyaku. Mataku nyalang mencari Sunghee. Dimana sih dia?! Aku kan tidak tahu cewek ini namanya siapa!

“Katanya kemarin kamu kecelakaan? Aku lihat di berita. Syukurlah kamu masih hidup..” Gadis itu memelukku lagi.

“Iya. Syukur ya..” Aku cuma bisa cengengesan.

“Gimana? Kemarin kamu dapat nomor Choi Siwon?” katanya sambil berjalan. Aku ikut berjalan di sisinya.

Choi Siwon itu yang…oh yang anak basket.

“Dapat dong.” Aku mengacungkan jempol.

“Gila..dasar cassanova! Terus lanjutannya gimana? Dia meng-SMS-mu tidak?” tanyanya antusias.

Mau SMS gimana? Orang HP-nya hancur.

“Kemarin HP-ku hancur…jadi semua nomor hilang. Hehe..” Aku menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.

“HAH?! Sayang banget, Hee! Waduh, Siwon itu kan orang terkeren nomor satu di sekolah ini! Susah tahu dapetin nomornya!”

Masa? Bukannya Lee Hyukjae ya orang terkeren di sekolah ini?

“Yah..tinggal minta lagi.” Aku mengangkat bahu.

Hmm..kayaknya berita tentang meninggalnya Lee Sunghee tidak disiarkan. Makanya orang-orang tidak ada yang menatapku heran. Yang bikin risih, cowok-cowok menatapku penuh minat. Aigo..aku harus sadar bahwa sekarang aku memakai tubuh Lee Sunghee.

“Oh ya, Hee, Hyoyeon marah tuh sama kamu.”

“Eh? Kenapa?”

“Dia bersikeras bahwa kamu yang membunuh Hyukjae, pacarnya. Jadi, kamu hati-hati aja ya. Hyoyeon kan pendukungnya banyak.”

Aku terdiam. Kalau dia marah sama Sunghee, itu sama saja dengan marah padaku. Aku kan sekarang Sunghee.

Tapi, Lee Sunghee itu kemana sih?! Tega nian dia! Meninggalkan aku sendirian.

Di depan kelas, Hyoyeon sudah menanti. Ia melipat tangannya di depan perut. Yoona dan Yuri menemaninya. Mereka berdua temannya Hyoyeon.

“Kamu Lee Sunghee, kan?” ujarnya ketus. Aku terpaksa mengangguk. Padahal aku ingin sekali bilang bahwa aku ini Lee Hyukjae, kekasihnya.

“Kamu siapa? Beraninya kamu membunuh pacarku!” serunya. Matanya memerah dan sembab. Kurasa ia menangis semalaman. Aku tidak tega melihatnya. Aku tidak mau melihat gadisku menangis.

“A-aku tidak membunuhnya! Kamu kan tahu sendiri bahwa ada sebuah truk yang menghantam kami!”

“Lalu kenapa Hyukjae bisa ada satu mobil denganmu, hah?!”

“Arah rumahku melewati studio itu, makanya aku mengajaknya untuk pergi bareng. Tapi..tapi aku tidak tahu kalau kejadiannya bakal seperti ini..”

“Omong kosong! Aku benci padamu! Lihat saja, aku pasti balas dendam!” Hyoyeon mendengus pergi. Yoona dan Yuri mengikutinya. Aku terpaku. Hyoyeon benci padaku? Pada Sunghee? Pada Hyukjae? ARGH, aku bisa gila! Aku ini Lee Hyukjae! Aku kekasihnya!!!

Tapi aku tidak tahu kalau Hyoyeon pendendam.

“Hyoyeon itu baik kok, Hee. Cuman kayaknya dia sedang terpukul, makanya dia tampak galak. Sabar ya, Hee.” Gadis yang tadi meremas pundakku. Tak terasa setetes air mata menuruni pipiku. Hyoyeon terpukul karena kepergianku? Aku tidak mau mati! Aku ingin hidup kembali di tubuhku sendiri dan hidup bahagia bersamanya!

“Ayo masuk kelas, pelajaran sebentar lagi dimulai.” Aku terpaksa mengikuti gadis itu ke dalam kelas. Namun, seharian ini, aku tidak bisa terfokus pada pelajaran. Pikiranku selalu tertuju pada Hyoyeon.

“Lee Sunghee! Perhatikan ke depan!” ujar Jung saem. Aku tersentak dan cepat-cepat menatapnya.

“Ya?”

“Kerjakan soal no. 13 di papan tulis.”

“Soal no. 13..” Aku mencari-cari soal yang dimaksud. Ini…bahasa Inggris! Aku paling payah dalam bahasa Inggris!

“Wah itu sih gampang, Hee. Kamu kan jago banget bahasa Inggris.”

APA?!

Gila. Kalau begini caranya…orang-orang akan curiga. Tapi..tapi aku benar-benar tidak tahu jawabannya! Sunghee mana sih?!

“Jawabannya D, bodoh.” Hah? Aku mencari-cari sosok Sunghee. Gadis itu ternyata sedang melayang di sebelahku. Dekat sekali denganku. Aku terkejut. Aku nyaris terjatuh dari kursi. Orang-orang menatapku heran.

“Kamu kenapa, Sunghee?” tanya Jung saem.

“Eh ng…itu..no.13 jawabannya D.”

“Alasannya?”

“Alasannya…” Aku melirik Sunghee, meminta bantuan.

“Karena yang diminta Past Perfect Continuous. Sesuai konteks soal,” kata Sunghee.

“Karena yang diminta Past er…Perfect…Continuous. Sesuai sama soalnya,” ucapku. Jung saem mengangguk.

“Tepat. Poin tambahan untuk Sunghee.” Jung saem mencatat sesuatu di daftar nilai. Aku menghembuskan napas lega. Aku melirik Sunghee dengan tatapan kemana-saja-kau-aku-nyaris-mati-di-sini.

Sunghee terkekeh. Ia menunjuk ke arah lapangan basket. Aku mengikuti arah pandangnya. Cih, Choi Siwon lagi. Bagusnya apa coba? Masih gantengan Lee Hyukjae kemana-mana.

Sunghee melirik ke arah seorang cowok yang duduk di deretan paling depan. Ia terbang mendekatinya dan melihat bukunya. Ia melayang di hadapan cowok itu dan memandanginya terus menerus.

“Sunghee, aku tahu kamu menyukai Kyuhyun tapi sekarang sedang dalam pelajaran, jangan memandangnya terus,” ujar gadis yang kutahu bernama Eun Neul ini padaku. Aku melirik Eun Neul. Apa? Sunghee suka Kyuhyun? Lah terus Siwon gimana?

Aku mendengus dan mencoba fokus pada buku pelajaranku. Tapi aku penasaran dengan tingkah Sunghee. Setelah puas memandangi Kyuhyun, ia beralih memandangi seorang cowok yang memakai kacamata. Tunggu dulu! Tadi Eun Neul bilang Sunghee itu cassanova. Kacau. Jadi aku terjebak di tubuh seorang cewek cassanova?

“Kamu suka Kibum juga? Padahal kukira tipemu itu tipe-tipe bad boy,” bisik Eun Neul. Aku meliriknya.

“Nggak kok. Aku cuma sedang mengamati semua cowok di kelas ini.” Dan ternyata tidak ada yang lebih ganteng daripada aku.

Bel istirahat yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga. Eun Neul mengajakku ke kantin. Kami pergi ke kantin bersama-sama. Eun Neul melingkarkan tangannya di lenganku. Khas cewek. Hehe, enak juga jadi cewek. Banyak skinship. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, aku merangkul Eun Neul. Lumayan lumayan..

Di koridor, aku melihat Hyoyeon. Ia melangkah memasuki aula dan terdiam di depan sebuah foto. itu fotoku. Aku berhenti. Eun Neul menatapku.

“Kenapa?” Ia lalu mengikuti arah pandanganku. “Ah…Lee Hyukjae..”

“Dia…karena aku dia meninggal..”

“Bukan, Sunghee. Itu bukan salahmu.” Eun Neul menepuk pundakku. “Ke kantin?”

“Kamu duluan, Neul. Aku mau meminta maaf pada Hyoyeon dulu.” Aku tersenyum dan melangkah masuk ke aula. Hyoyeon meletakkan setangkai mawar merah di depan fotoku. Aku nyaris menangis. Dia tampak sangat sedih.

“Hyo..” panggilku. Hyoyeon menoleh. Ekspresi sedihnya tiba-tiba berubah menjadi marah.

“Mau apa kamu ke sini?!” ujarnya ketus.

“Aku mau minta maaf.” Aku menunduk.

“Minta maaf? Memangnya dengan minta maaf nyawa Hyukjae bisa kembali? Hah?!” Hyoyeon mendengus. Ia melangkah kakinya, namun aku segera menahannya. Aku menarik tangannya dan menghadapkannya padaku.

“Hyo, sebenarnya aku Hyukjae. Aku tahu ini gila dan kamu pasti tidak akan percaya. Tapi, tolong dengarkan dulu. Aku ini Lee Hyukjae. Aku memang sudah meninggal kemarin, tapi aku diberi kesempatan untuk hidup kembali dalam tubuh Lee Sunghee. Tolong maafkan Sunghee. Kecelakaan itu bukan salahnya. Pengemudi truk itu yang mengantuk. Hyo, kumohon..” ujarku memelas. Hyoyeon menatapku ngeri.

“Kurasa kamu harus pergi ke psikiater.” Hyoyeon mencoba melepaskan tangannya dari genggamanku, namun aku malah mengeratkan genggaman.

“Hyo..”

“Lepaskan! Dasar cewek gila!” bentak Hyoyeon. Ia menghentakkan tangannya. Genggamanku terlepas begitu saja. Ia melangkah menjauh dengan cepat.

“Hyo, kumohon percayalah! Waktuku tidak banyak..” seruku. Tapi, Hyoyeon tidak berhenti. Menoleh pun tidak. Aku menghela napas. Semoga Hyoyeon mencerna ucapanku tadi.

“Sunghee-ssi?” ujar seorang laki-laki. Aku menoleh ke sumber suara. Ini…ini kan Choi Siwon! Waduh, Sunghee mana nih?! Gawat!

“Aku bersyukur kau selamat.” Siwon tersenyum tulus. Aku hanya membalas senyumnya tipis.

“Tapi..Hyukjae..” ucapku pura-pura sedih. Padahal aku Hyukjae.

“Aku percaya itu bukan salahmu. Kamu tidak akan membunuh seseorang. Aku percaya padamu.” Dia menatapku dalam. Oke, ini benar-benar adegan menggelikan. Kalau aku benar-benar Sunghee, mungkin aku sudah meleleh ditatap seperti ini oleh Siwon, TAPI, aku Lee Hyukjae. Dan aku laki-laki!

“Terima kasih kau mau percaya padaku.” Aku berusaha tersenyum.

“Kamu sudah makan?”

“Ehm..belum.”

“Ayo ke kantin. Aku traktir.” Siwon merangkulku sekaligus menarikku ke kantin. GYAAAAA!! Sunghee mana sih?! Ini benar-benar menggelikan. Aku bisa merinding!

Sampai di kantin, Siwon memperlakukanku bak putri raja. Ia membawakan makananku, menarikkan kursi untukku, bahkan dia menatapku dalam sambil terus melahap makanannya. Yah, Choi Siwon, tatap saja makananmu! Nanti kabur lho!

“Sunghee, kemarin aku mencoba menghubungimu, tapi katanya HP-mu hancur ya?”

“Iya.”

“Kapan kau mau membeli HP baru?”

“Ehm..mungkin minggu depan?”

“Yaah…berarti aku tidak bisa mengirimu SMS dong? Aku juga tidak bisa meneleponmu..” Siwon terlihat kecewa. Aish, memangnya aku mau ditelepon olehmu?!

“Hehehe..” Aku hanya bisa cengengesan. Sunghee lagi-lagi menghilang! Padahal dia kan mengejar-ejar Siwon!

Aku menatap ke sekeliling, berusaha mencari arwah melayang-layang itu. KETEMU! Cewek cassanova itu sedang sibuk memandangi seorang cowok yang sangat kukenal. Itu kan..Lee Donghae! Dia sahabatku! Sialan! Tidak akan kubiarkan Donghae jadi sasarannya juga! Dia terlalu bagus untuk Lee Sunghee!

Tiba-tiba pandanganku teralihkan. Siwon menyentuh daguku dan menghadapkan wajahku pada wajahnya. Ugh…

“Kamu melihat apa sih? Aku kan ada di hadapanmu.”

“Eh itu…aku cuma sedang melirik menu baru..” dustaku. Sudah jelas aku memperhatikan Sunghee. Setelah memandangi Donghae, dia pindah lagi ke cowok lain. Itu kalau tidak salah Choi Minho, atlit sekolah. Adik kelas sih, tapi banyak yang suka. Termasuk kakak kelas.

“Sunghee..”

“Ya?” ujarku tanpa mengalihkan pandangan. Lengah sedikit, Sunghee pasti langsung pindah sasaran. Aku tidak mau dia menghilang lagi.

“Tatap aku.”

“Hm? Ada apa sih?” ujarku risih. Gak tahu apa aku sibuk mengawasi cewek cassanova itu? Tuh lihat, dia sekarang sudah pindah ke Hankyung!

Tiba-tiba pipiku disentuh sesuatu. GYAAAAA CHOI SIWON SIALAAAAAN!! Apa-apaan dia?! Pake cium-cium pipiku segala?! !@$T*&#

Aku menatapnya sadis. Siwon hanya terkekeh.

“Habisnya kamu selalu saja melihat cowok lain. Aku kan ada di sini.”

MEMANGNYA AKU TERTARIK SAMA KAMU, HAH?!

Fiuh…aku bisa bernapas lega ketika bel pulang berbunyi juga. Aku melangkah dengan lesu ke luar sekolah. Berarti sekarang aku harus pulang naik bus. Huh..

Mataku tiba-tiba terpaku pada pemandangan yang tidak mengenakkan. Hyoyeon, di depannya ada Donghae. Mereka terlihat sedang berbincang dengan serius. Entah apa yang dikatakan oleh mereka. Mereka ada di dekat gerbang, sedangkan aku di koridor utama.

Hyoyeon tiba-tiba menangis dan Donghae memeluknya. Aku mengepalkan tangan karena marah. Sialan. Aku kira Donghae benar-benar sahabatku. Tapi lihat, begitu aku tiada, dia langsung mendekati pacarku. Ini tidak bisa diterima!!

Saat aku baru melangkahkan kakiku untuk mendekati mereka, sebuah tangan menahan pundakku. Duh, siapa sih?! Beraninya menggangguku!

Aku menoleh ke orang itu dengan kesal. Aku tertegun. Siapa lagi ini?! Berapa sih cowok yang dekat dengan Sunghee?!

Cowok yang ini tubuhnya agak pendek. Senyumnya ramah. Wajahnya terlihat seperti anak kecil.

“Sunghee, kau ada janji mau beli buku denganku, kan?” katanya.

“Hah?”

“Dua hari yang lalu kamu bilang begitu. Kita kan mau hunting buku baru.” Cowok itu tersenyum. Aku melirik pin nama di blazer-nya. Kim Ryeowook. Ryeowook…Ryeowook…oh yang juara umum ke-2 di sekolah toh. Ya ya ya..aku tahu.

Waduh, kacau. Ternyata cowok beginian diembat juga sama Sunghee. Kasihan Ryeowook.

“Ayo, Sunghee!” ajaknya.

“Eh, anu, Ryeowook, kayaknya aku nggak bisa deh. Kucingku tiba-tiba melahirkan, aku harus cepat-cepat pulang. Dadah!” Aku berlari menjauh.

“Tapi kamu kan nggak punya kucing, Hee!” seru Ryeowook.

“Kemarin dikasih!” ujarku asal. Peduli amat punya kucing apa nggak, yang penting sekarang aku harus mencari tahu ada hubungan apa antara Hyoyeon dan Donghae. Oh ya, besok ulang tahun Hyoyeon! Kacau!!!

Hyo~~~~ kau mau kemanaaaa! Jangan ikut Donghae, dia bahaya!!!

“Hai, Sunghee! Mau kemana sih lari-lari begitu?” seru seorang cowok. Siapa lagi dia?

“Aku mau mengubur kucingku!” seruku asal.

“Hah?” Cowok itu melongo.

Awas kau, Donghae! Bisa-bisanya langsung ngembat Hyoyeon begitu aku tiada. Tidak bisa dimaafkan! Aku kira dia sahabat sejatiku!

Baiklah, aku harus mengikuti mereka berdua. Tapi, pakai apa?

“Butuh tumpangan, Nona Sunghee?” Seorang cowok tersenyum manis di depanku. Ini..oke, dia Hankyung. Cowok itu sudah siap dengan motornya. Baguslah, aku bisa memanfaatkannya sejenak.

“Bisa tolong ikuti Donghae?”

“Siap, Tuan Puteri! Silakan naik dan pegangan yang kencang ya.” Aku langsung naik dan memegang bagian belakang motor.

“Motornya tidak akan jalan kalau penumpang yang cantik ini tidak memeluk pinggang pengemudinya.”

Kurang ajar. Terpaksa aku memeluk pinggangnya. Tiba-tiba, Hankyung tancap gas. Aku terpaksa mengeratkan pelukanku. Baiklah ini..

GELI TO THE MAX!

Hyo, tunggu aku! Abang pasti mengejarmu~~~

To be continued

21 thoughts on “[FF] I Am a Girl?! Part 2

  1. vidiaf says:

    sunbae demi apa aku bacanya ga bisa berenti senyum-senyum sendiri!! XDDD =)))) suka lah asli sama ffnya~
    ini bener-bener lah yadongnya… =))
    i-itu.. kenapa ada Eun Neul? :))

    demi apalah ngga di diary sok pinter, ngga di sini, Hyuk nasibnya apes mulu =)) .-.

    pas bagian pulang sekolah tuh bikin ngakak =)) ngelesnya itu loh…
    ini ada konfliknya juga? soalnya kan Hyo sama Haenya tuh….
    fighting buat next partnya ^^

    • sungheedaebak says:

      awas disangka gila loh hohoho saya tidak bertanggung jawab atas sangkaan gila kepada readers tercinta #GEPLAK
      namanya juga cowok. ckckck..*geleng2 kepala*
      gapapa dong? numpang eksis ^^

      iya sih. kasian juga sebenernya. tapi ya..sudahlah.

      iya itu sebenernya alasan basi. kucing melahirkan aja kudu dijenguk. betul?
      oh ya pasti ada dong. tanpa konflik, namanya bukan cerita hahaha
      gomawo ^^

      • vidiaf says:

        nyahaha asik makin eksis (?) :))
        Tapi…bentar. Eun Neul jadi sobatnya Sunghee kan di sini? terus tadi eun neul sama sunghee saling rangkulan(?), tapi di sini sunghee itu sebenernya Eunhyuk. berarti Eun Neul saling rangkulan sama Eunhyuk dong? (?) kkk~~~ =)))
        asiik jadi penasaran nih begimana jadinya ntar :3
        ne, cheonmaneyo ^^

      • sungheedaebak says:

        iya mereka ceritanya sobatan. iya anda benar! 1 juta rupiah dipotong pajak! ^^
        cieee rangkulan dengan Eunhyuk yang bertubuh Sunghee #halah
        hehehe makanya tunggu episode berikutnya! #sinetronkali

  2. amitokugawa says:

    tidaaakkkk..
    sunghee evil juga ternyata *pas adegan makan sama sungmin*
    iuh, geli bayangin hyuk dikejer2 cowok, gara2 pake POV hyukjae jadi lebih kerasa
    sunghee.. sunghee… ckckck, semua cowok dilirik😀 emang cassanova sejati
    tapi enak juga ya, kemana2 ditanyain, mau pulang diantarin, mau makan ditraktir, tapi bagi hyukjae jelas nggak enak dong😀

    ayoo.. donghae-hyoyeon ngapain noh…
    ayo hyukjae semangat! kejar ayangmu *eh*

    • sungheedaebak says:

      dia kan mewarisi evil-nya kyuhyun
      kyu: lo kira sunghee anak gue?!

      iya aku juga geli. meskipun tubuhnya cewek, tapi dalemnya cowok. jadi er…hahaha
      iya dong. cakep dikit, lirik hahaha
      iya kan masuk 10 besar cewek tercantik di sekolah hahaha😄
      iyalah dia cowok hahaha

      ngapain ciik
      Sungmin: kasih tau gak yaaa?

      hyuk: tentu akan kukejar! Hyo, tunggu abang!
      ^^

  3. hyohae says:

    ajiiiib banget lah jadi sunghee, kenal dan deket sama hampir semua cowo ckckckck dasar cassanova –”
    watir hyuk nya, tersiksa amat ahahha😀

  4. Ismy_hyoyeon says:

    Wahahahahahaaaa…
    Eunhyuk banyak yg naksir nih ye…

    *wahh ada hyohyuk
    wlaupun hyuknya jdi cewek

    *lanjut thor…

  5. sophiemorore says:

    “Eh errr..anu..itu..mobilku di bengkel.”

    “Kenapa? Mogok?”

    “Ehm begitulah. Mungkin kemasukan air waktu hujan tadi.”

    hahahaha najis nih kalimat!
    dikira hape apa, bisa rusak kemasukan air
    gagagagagagagagagggg

    lu ngelawak ye thor? aje gile aje gile

    yadong amat nih ep ep
    berasa cowok yang buat hahaha bahasanya itu lohhh.. mesum dimana mana *digetok
    si sunghee gue rasa sejenis cewek ganjen *tampol
    haha cowok yg naksir rame bener~~

    • sungheedaebak says:

      hehehe
      kenapa? lawakannya lucu kan? ohohohohoho

      masa? yadong banget gitu? nggak ah segini mah biasa aja #GEPLAK
      aku cewek tulen =.=

      nggak ganjen, cuman cassanova. #alibi
      he-euh. enak ya jadi sunghee

      • sophiemorore says:

        hahahanjirrr ini mah yadong banget
        dikit2 dada
        dikit mesum
        dikit… ngerasa bahagia bisa dapat tubuhnya sunghee
        hahahaha
        si sunghee
        aje gile ya
        kaya benerr
        cantik. seksoy, pinter
        playgirl
        ajib!!

      • sungheedaebak says:

        aku kan berusaha menjiwai ke sisi pandangnya Hyuk, dan dia itu cowok, dan cowok itu yadong, dan cowok itu suka dada, dan cowok itu bahagia bisa dapet tubuh cewek, dan karena itu saya menulisnya demikian. hohoho #ditamparbolakbalikdepanbelakang

        iya tuh enak banget jadi si Sunghee. aku aja ngiri -.- pantes jadi playgirl ckckck

  6. YeEunHae says:

    ya ampun ni ff bkin aku snyum2 sndri kdang2 ktawa mpe dkira gila nih sma ortu aku !?
    hayoo lloh author tnggung jwwab ak dsngka org gila nih !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s