[FF] Hello, Goodbye

Hello, Goodbye
Cast: Sunghee, Eunhyuk, Hyoyeon
Genre: Romance, One shot

= = =

“Oppa, aku akan pergi ke Jerman akhir tahun ini.” Sunghee berujar dengan tiba-tiba, membuat Hyukjae yang sedang melahap makanannya menjadi tersedak.

“Kau akan kembali?” tanya Hyukjae setelah kasus tersedaknya selesai.

“Tidak.” Sunghee menjawab dengan datar. Tatapannya tertuju pada jendela besar di samping mereka.

“Kenapa?” Nada Hyukjae terdengar sedih.

“Aku akan pindah menjadi warga negara Jerman dan bekerja di sana. Kuharap kau mau mengerti.” Sunghee menunduk, memainkan ponselnya.

“Jadi kita tidak akan bisa bertemu lagi?” Raut wajah Hyukjae terlihat kecewa.

“Begitulah.” Sunghee mengedikkan bahu.

“Kalau begitu…hubungan ini..”

“Kita akhiri saja.” Sunghee menatap Hyukjae datar. Yang ditatap hanya membeku, terkejut.

“Semudah itu?” Hyukjae masih kurang percaya bahwa hubungan mereka selama 3 tahun harus selesai dengan cara seperti ini.

“Iya. Kurasa, setelah ini cerita kita sudah tidak ada gunanya. Seperti kau mencoba bercermin ketika menaiki pesawat jet berkecepatan cahaya. Percuma, tidak akan muncul bayanganmu karena kamu dan cahaya sama-sama cepat. Kita juga sama. Percuma, hubungan kita tidak akan menghasilkan apa-apa.” Sunghee menghela napas berat.

Hyukjae mengernyitkan keningnya.

“Tidak ada gunanya? Apa kau hanya melihat masa depan? Masa depan tercipta karena kau melihat masa lalu, kan?”

“Iya, tapi kita tidak hidup di masa lalu. Jadi untuk apa? Aku sudah merelakanmu sejak hari ini, detik ini juga, ketika aku bicara seperti ini. Sekarang kau boleh mencari orang lain yang lebih pantas untukmu.”

“Lee Sunghee!” Hyukjae tidak bisa berkata-kata lagi. Hanya nama mantan gadisnya saja. Ia tidak menyangka Sunghee bisa mengatakan hal seperti ini.

“Apa? Apa ketika menyebut namaku jantungmu masih berdebar? Kumohon jangan, Hyukjae. Sekarang kita sudah berakhir dan aku mau kau menghidupi dirimu sendiri, tanpaku. Anggap aku sudah meninggal. Hidupi hidupmu seperti air yang mengalir..”

“Aku tidak mau. Air selalu mengalir kebawah.”

“Tapi berbeda dengan air mancur.” Sunghee tersenyum tipis. Hyukjae tidak habis pikir kenapa mantan gadisnya ini bisa tersenyum di saat seperti ini.

“Air mancur pun akan turun ke bawah,” balas Hyukjae.

“Itulah hidup, Lee Hyukjae. Ada kalanya kau berada di atas, ke bawah, dan kembali ke atas. Bukan begitu?”

“Tapi ada saatnya air yang turun ke bawah tidak kembali ke atas dan malah menjadi genangan air, lebih parah lagi tersapu angin.” Hyukjae menatap Sunghee dalam. Sunghee kembali tersenyum tipis.

“Dan kau bukan salah satunya. Aku percaya itu. Jadi, selamat tinggal.”

“Kenapa kau tidak mengatakan ‘sampai jumpa’ saja? Itu lebih enak didengar..”

“Lalu aku harus berbohong? Berbohong kalau kita akan bertemu lagi padahal dalam kenyataannya tidak?”

“Sunghee-ya..”

“Aku kan sudah bilang..”

“Saranghae.” Hyukjae memotong perkataan Sunghee. Gadis itu tertegun.

“Dulu, na ddo. Sekarang, mianhae. Kau sekarang hanya temanku saja. Nanti kalau kau sudah menemukan gadis lain dan hendak menikahinya, tolong undang aku. Mungkin itu saat terakhir kali kita bertemu. Tidak akan ada lagi pertemuan selanjutnya.”

“Yah, Lee Sunghee! Aku bahkan belum bilang bahwa kita putus!” Nada suara Hyukjae meninggi.

“Lalu apa yang kau harapkan? Berharap wajahmu terpantul di cermin saat kau menaiki pesawat berkecepatan cahaya?”

“Ya. Aku berharap suatu saat rel kereta bisa bersatu.”

“Harapan yang tidak mungkin.”

“Aku tahu.” Hyukjae menarik napasnya dalam. “Jadi, apa kita tidak bisa mencoba LDR?”

Long Distance Relationship? Untuk apa?”

“Agar tidak ada kata ‘selamat tinggal’ yang terucap..” Hyukjae berkata dengan sedih.

Sunghee tersenyum.

“Orang yang bisa berkata ‘selamat tinggal’ dengan tulus, Tuhan akan memberikan reward padanya sebuah ‘Hello’ yang lebih bagus. Jadi, selamat tinggal. Kuharap kita berdua bisa bertemu dengan ‘hello’ yang lebih baik.”

“Tidak bisakah kau mengucapkannya nanti saja saat di bandara? Aku merasa kau akan langsung pergi ke Jerman setelah pergi dari café ini, Sunghee.”

“Selamat tinggal yang ini untuk meresmikan berakhirnya hubungan kita. Aku akan mengucapkan selamat tinggal lagi nanti.” Sunghee melirik jam tangannya lalu beranjak berdiri. Hyukjae menatap ke depan dengan kosong.

“Aku pulang dulu. Annyeong, Hyukjae…Oppa.” Sunghee melangkah pergi, meninggalkan Hyukjae yang masih tertegun di tempatnya. Pandangannya tetap terlihat kosong.

Helaan napas Hyukjae terdengar berat. Sangat berat. Ada beban di dalamnya.

Hyukjae menoleh ke arah kiri, jendela besar menyapanya. Malam ini tampak indah, kontras dengan suasana hatinya. Hyukjae tersenyum tipis.

“Dia semakin dewasa. Lee Sunghee itu.” Hyukjae menatap ke arah Sunghee menghilang.

= = =

Hyukjae tiba di bandara. Ia hanya terdiam di samping Lee Sunghee yang sibuk memeriksa berkas-berkasnya. Mereka sedari tadi hanya terdiam.

“Kau ingat invisible communication, Sunghee? Istilah yang kita buat?”

“Tentu.”

“Apa waktu itu..kau sedang melatihku? Waktu kau pergi selama 3 bulan itu?”

“Ya.”

Hyukjae terdiam. Sunghee tersenyum ketika berkas-berkasnya sudah lengkap dan tidak ada yang ketinggalan.

“Kita benar-benar…tidak bisa melakukan itu lagi?”

Sunghee tersenyum tipis. “Tidak ada gunanya.”

Hening tercipta. Hyukjae hanya menatap mantan gadisnya dalam diam. Sunghee sendiri memilih menatap sekeliling, menghindar dari tatapan Hyukjae.

“Pesawatku sudah mau pergi. Sebaiknya aku berangkat sekarang.” Ucapan Sunghee memecahkan keheningan di antara mereka.

“Pelukan terakhir?” Hyukjae merentangkan tangannya.

“Tentu.” Sunghee menyambutnya.

“Aku tidak akan melupakanmu.”

Sunghee mengangguk. “Aku juga.”

“Saranghae.”

“Arasseo.”

“Kajima..”

Sunghee tersenyum. Ia melepaskan pelukannya. Helaan napasnya terdengar berat.

“Jadi…selamat tinggal.”

“Goodbye,” lirih Hyukjae. Begitulah. Sunghee pergi meninggalkannya sendirian di sana. Berdiri terpaku menatap punggung sang mantan kekasih.

Hyukjae melangkah pergi ketika punggung Sunghee sudah tidak terlihat lagi. Ia terduduk di kursi dan termenung. Fantasinya memutar balik kejadian tadi.

Seandainya saja…ada alat yang bisa memutar balik kejadian..mungkin kejadian tadi akan menjadi seperti ini:

Sunghee memeluk Hyukjae erat.

“Kajima,” kata Hyukjae.

“Arasseo.”

“Saranghae.”

Sunghee tersenyum. “Aku juga.”

“Aku tidak akan melupakanmu.”

Seandainya. Hanya seandainya.

“Oppa? Kamu Hyukjae Oppa, kan?” sapa seorang gadis. Hyukjae mengernyit heran. Dia berusaha mengingat-ingat siapa gadis cantik yang menyapanya ini. Dan ketika ia teringat, jantungnya berhenti sedetik.

“Kim Hyoyeon?” suaranya tercekat.

Hyoyeon tersenyum.

“Syukurlah kau masih mengingatku! Tidak kusangka kita bertemu di sini. Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”

“Ya…sejak kita lulus SMP, ya? Dan sekarang kita sudah lulus kuliah.”

“Ya. Kau tampak berbeda.”

“Kau juga sama.”

Hyoyeon tersenyum. Hyukjae membalas senyumnya.

Apakah ini ‘hello’ yang kau maksudkan, Sunghee?

“Kenapa kau ada di sini?” tanya Hyoyeon.

“Aku baru mengantar seseorang pergi.”

“Pacarmu?” tanya Hyoyeon sambil duduk di sebelahnya.

“Dulu.”

“Maaf. Tadi kulihat kalian berpelukan di sana, kukira pacarmu.” Hyoyeon tampak ikut bersedih.

“Tidak apa-apa. Itu pelukan terakhir. Dia akan pergi selamanya.” Hyukjae memaksakan seulas senyum tipis.

“Jadi sekarang kau bekerja dimana?” Hyoyeon mengalihkan topik dengan cepat. Hyukjae menyukainya.

“Aku jadi koreografer, ya kerjanya pindah-pindah. Hehehe. Kau sendiri?”

“Well, kita sama. Aku juga koreografer. Hahaha.” Hyoyeon terkekeh.

“Dari dulu kau memang pandai menari,” puji Hyukjae tulus.

“Ya, kau juga. Dan, kau ingat saat kelulusan SMP dulu kita disuruh duet menari? Ya Tuhan, itu kejadian yang sangat memalukan! Gerakan kita berdua tidak sinkron saat itu. Hahahaha.”

“Ya, kita kan tidak latihan dulu.”

“Benar. Rasanya menari seperti itu asyik juga.”

“Kau mau menari denganku lagi?” tanya Hyukjae singkat tapi sukses membuat jeda yang agak lama di antara mereka.

Hyoyeon tahu ada makna lain di dalam pertanyaan Hyukjae. Dulu, ‘menari’ adalah kata sandi mereka untuk ‘berkencan’. Sekarang Hyoyeon sedang menebak-nebak, makna apa yang ada di dalam pertanyaan Hyukjae. Dia tidak ingin salah paham.

“Sepertinya menyenangkan. Tapi aku ingin kita latihan dulu.” Hyoyeon tersenyum. Dan Hyukjae mengerti ada maksud lain dari perkataan Hyoyeon barusan. Dulu, mereka memang sering memakai sandi seputar dance. Karena mereka berdua sama-sama mencintai dance dan saling mencintai satu sama lain.

“Waktu SMP, kita masih polos. Belum mengerti apa itu cinta yang sebenarnya,” ucap Hyoyeon.

“Ya. Makanya…kita berdua tiba-tiba putus hanya karena saling cemburu. Hahaha..”

“Habisnya…dulu kau kan punya banyak fans! Kamu juga terkenal playboy, makanya aku gampang cemburu. Apalagi fans-nya kebanyakan kakak kelas yang seangkatan denganmu. Yang cantik-cantik seperti model.” Hyoyeon cemberut.

“Kamu juga sama, Hyeoni. Memangnya aku tidak capek menahan cemburu begitu melihat setiap hari adaa saja laki-laki yang menatapmu kagum? Hah?”

“Karena itu aku meminta putus!”

“Tidak, aku yang meminta putus!”

“Aku!”

“Aku!”

“AKU!!”

“Baiklah! Kita bahkan baru bertemu lagi setelah sekian lama, Hyeoni. Tapi kita sudah bertengkar. Hahaha..” Hyukjae tertawa lepas. Hyoyeon terkekeh.

“Ahahaha, benar juga, Hyukie Oppa.”

“Hyeoni. Sudah lama aku tidak memanggil nama itu.” Hyukjae menatap Hyoyeon. Yang ditatap hanya tersipu malu.

“Sama dengan Hyukie.”

“Jadi…aku tidak tahu kenapa kau ada di sini?” tanya Hyukjae tiba-tiba.

“Er..kasusnya sama sepertimu. Aku mengantarkan mantan kekasihku yang akan pergi untuk selamanya.”

“Ke mana?”

“Jerman.”

“Jinja?!” Hyukjae jelas terkejut. “Mantanku juga pergi ke sana.”

“Benarkah?!” Hyoyeon menatap Hyukjae tak percaya. “Si-siapa nama mantanmu?”

“Lee Sunghee, kenal dia?”

“Sunghee! Dia mantannya mantan kekasihku, Cho Kyuhyun. Kenal dia?”

“Tentu saja! Sunghee sering cerita tentang dia.”

“Jadi..”

Mereka berdua bertatapan lama.

“Kau tidak berpikir bahwa mereka berdua selingkuh, kan?” kata Hyukjae.

“Entahlah, tapi..ini terlalu aneh untuk menjadi sebuah kebetulan.”

“Jadi…kita ditipu oleh mereka berdua?!” ucap Hyukjae dan Hyoyeon bersamaan.

“Cho Kyuhyun!” Hyoyeon menggeram kesal.

“Awas kau, Lee Sunghee!” Hyukjae mengepalkan tangannya marah.

“Baiklah, Oppa, ayo kita bersatu dan bersekongkol untuk membalas dendam!” Hyoyeon mengepalkan tangan. Tatapan matanya terlihat berapi-api.

“Bisakah kita hanya bersatu tanpa bersekongkol untuk membalas dendam?” tanya Hyukjae serius.

“Ne?” Hyoyeon terkejut. Hyukjae tersenyum.

“Ayo kita bernostalgia.” Hyukjae bangkit berdiri dan menarik tangan Hyoyeon. Ia menggandengnya pergi meninggalkan bandara.

“Oppa!” seru Hyoyeon.

“Ya, Hyeoni? Kita beli permen kapas yuk! Satu berdua saja.”

“Dasar. Kau dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Ckckck..” Hyoyeon menggelengkan kepalanya.

Lee Sunghee, my goodbye. Terima kasih. Karenamu juga sekarang aku bisa bertemu dengan ‘hello’-ku yang baru. Semoga kau bahagia dengan ‘hello’mu juga. Goodbye. And..hello, Hyoyeon.

THE END

21 thoughts on “[FF] Hello, Goodbye

  1. vidiaf says:

    masih garela hyukhee pisah ;AAA; tapi ya mau gimana lagi u_____u
    sunbae demi apapun ya sunghee di sini iiiiiih -3-
    acieeee hyohyuk!! XDDDD
    hyohyuk: apasih…. /blush
    errr…. jangan-jangan… nanti sunghee sama kyuhyun nikah lagi? .____.
    ditunggu deh lanjutan hyohyuknya XDD

    • sungheedaebak says:

      nyante nyante, kapan-kapan kalo aku ada chemistry buat hyukhee aku pasti buat lagi. kekeke~

      aku juga sebel sama sunghee di sini #jiaaah

      gak lah, ntar aku bikin deh lanjutannya. (kalo inget) hahahha😄

      siip ^^ gomawo ya

  2. aminocte says:

    *speechless*
    ini..ini apaan? kenapa ceritanya jadi nyesek kayak gini?
    ah..kasian hyuk ditinggal

    bagian yang paling aku suka :
    Seandainya saja…ada alat yang bisa memutar balik kejadian..mungkin kejadian tadi akan menjadi seperti ini:

    Sunghee memeluk Hyukjae erat.

    “Kajima,” kata Hyukjae.

    “Arasseo.”

    “Saranghae.”

    Sunghee tersenyum. “Aku juga.”

    “Aku tidak akan melupakanmu.”

    aww..nyesek to the max
    nice ff nis, baca yang run away dulu ahh *kabur*

    • sungheedaebak says:

      entahlah aku juga gatau kenapa tiba-tiba kehilangan chemistry hyukhee dan bikin mereka putus.
      *sigh* maafkan aku hyukhee *nangisdipelukankyuhyun*

      aaah iyaaaa aku juga suka bagian itu ngebayanginnya enak!!! hahaha

  3. Raechanyz says:

    ceritanya nyesek bangeeetss ;___; dan saia sangat sukaaaa!! *jdeeeerr* HAHAHAH
    lagi demen bgt deh baca cerita hyukjae merana~ *eaaaaaaaaa* xD
    lanjutkaaan!! *eh?

  4. QotrunNada says:

    kyaaaa kata-katanya aku suka banget >,<
    feelnya juga kena banget. Aku aja nyampe ketawa-ketawa sendiri pas bagian akhir. kaya apa aja -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s