[FF] Cute Only for Me (sekuel Be Yourself, Sunghee)

Semenjak Sunghee bertingkah cute di depan umum, fans-nya jadi bertambah. Anti fans juga. Dan, sainganku semakin banyak. Well, bukan saingan tapi…begitulah. Aku takut cowok-cowok itu lebih menarik perhatian Sunghee dibanding aku.

Aku Lee Hyukjae, kau pasti sudah tahu. Kemarin-kemarin aku sudah mengajari Sunghee bagaimana caranya menari tarian cewek. Dia lolos dan itu berarti dia akan tampil di pentas. Dia dipasangkan dengan Dongwoo. Seingatku, dulu mereka pernah dekat. Dongwoo pernah PDKT pada Sunghee. Karena Sunghee dipasangkan dengan Dongwoo, aku jadi khawatir.  Apalagi gerakan dance-nya tidak bisa dibilang gerakan abal-abal. Agak rumit dan banyak menyentuh di sana sini. Aish, kalau saja aku satu sekolah dengan Sunghee, pasti aku yang dipasangkan dengannya!

Sore ini, aku sengaja menjemput Sunghee sepulang sekolah. Pakaian seragam SMA-ku masih melekat di tubuhku. Aku menunggu selama sekitar 1 jam sampai akhirnya Sunghee keluar dari gedung sekolahnya. Tidak sendiri, ada Dongwoo di sebelahnya. Sial.

Aku keluar dari mobil dan berjalan menyambut Sunghee. Gadis itu tersenyum dan melambai padaku. Dongwoo ikut tersenyum, tapi pandangan matanya tajam. Aku balas menatapnya tajam.

“Oppa, ini Dongwoo. Dongwoo, ini Hyukjae Oppa.” Aku dan cowok itu saling menyapa. Sekedar basa-basi.

“Senang bertemu denganmu, Hyung.” Dongwoo membungkuk sopan.

“Ya, senang bertemu denganmu juga.” Hah, berhentilah berbasa-basi, Dongwoo.

“Dongwoo yah, kamu pulang sendiri?” tanya Sunghee.

“Iya. Aku bawa motor kok. Sudah ya aku pulang duluan. Annyeong!” Ia melambai pada Sunghee dan membungkuk sedikit padaku. Ia lalu pergi ke lahan parkir sekolah.

Sunghee menatapku.

“Jadi, mau langsung pulang?”

“Bagaimana latihannya? Pentasnya kapan?” Aku tak menjawab pertanyaannya.

“Tanggal 31 Desember nanti. Sekalian merayakan tahun baru.” Sunghee tersenyum. “Latihannya ya biasa saja. Dongwoo banyak mengajariku, jadi aku pasti akan memberikan yang terbaik.”

“Begitu. Jadi kau sibuk tanggal 31 nanti?”

“Hm, tidak juga. Pentasnya kan siang hari. Malamnya aku bisa menolak ajakan mereka untuk tahun baruan bersama kalau kau mau mengajakku kencan.”

“Hahaha pede sekali kau ini!” Aku mengacak rambutnya. Sunghee tertawa sambil merapikan rambutnya.

“Yah! Sudah kubilang jangan bertingkah cute di tempat umum!” ujarku.

“Loh? Aku kan ingin tampil cantik dan rapi di hadapanmu, jagiya.” Sunghee mengedipkan sebelah matanya dan terkekeh. Ia berjalan menuju pintu penumpang dan segera masuk ke mobil. Aku tertawa sebelum duduk di kursi pengemudi.

“Tapi…kau tidak macam-macam di depan Dongwoo, kan?”

“Tidak. Mau macam-macam gimana? Orang kita latihan nonstop sampai kaki gempor!”

“Arasseo.”

“Maksud macam-macam di sini apa? Hm?”

“Bukan, bukan apa-apa.”

“Pabo! Yang ada juga Dongwoo kali yang macam-macam padaku.”

“MWO?! Dia ngapain kamu?”

“Hanya menyentuhku saja kok.”

“Dimana?”

“Di bagian situ, situ, dan situ.”

“Situ-situ mana??” ujarku gusar.

“Hahahaha, tenang saja, Oppa. Akhir-akhir ini kau terlalu khawatiran ah.”

“Habisnya..” Aku tidak melanjutkan kata-kataku.

“Habisnya aku makin cantik yaaa?” goda Sunghee.

“Narsis banget.” Aku mendengus dan mulai mengemudikan mobilku. Sunghee hanya tertawa di sampingku. Aku tersenyum.

Aku tidak mengajaknya langsung pulang. Kami mampir ke mall yang waktu itu untuk bermain di game center. Sunghee langsung berdiri di depan wahana tembak-tembakan. Ia menggesek kartunya dan mulai bermain. Aku bermain bersamanya. Berulang kali Sunghee menggesek kartunya, sampai kami puas bermain.

“Aku haus. Kau mau minum?” tawarku.

“Hm.” Ia masih serius dengan pistol di tangannya. Zombie-zombie di layar masih tersisa banyak. Sunghee masih serius bermain.

Aku menghampiri stan minuman terdekat dan membeli dua cup teh. Saat aku hendak kembali ke Sunghee, aku mendengar dua orang siswa SMA lain sedang membicarakan Sunghee sambil melihat ke arah gadisku. Aku sengaja berdiri di dekat wahana dance sambil mendengarkan percakapan mereka.

“Kwangmin-ah, lihat gadis itu. Cantik ya?”

“Hm, tapi sedikit tomboy. Dan sepertinya dia juga orangnya dingin.”

“Iya sih.”

“Untukmu saja Youngmin. Aku lebih suka tipe gadis yang cute dan feminine.”

“Aku tidak tahan dengan cewek yang dingin.”

Aku tertawa dalam hati. Aku ingin sekali berkata pada mereka bahwa Sunghee itu sebenarnya cute, hanya di hadapanku saja. Hahaha..

Aku menghampiri Sunghee dan memberikan satu cup teh untuknya.

“Kenapa lama sekali?” ujarnya.

“Tadi gak ada kembalian.”

“Arasseo.”

“Mau main sampai kapan? Nanti kemaleman lho.”

“Sebentar level ini hampir selesai.”

Aku menunggu beberapa saat sampai Sunghee menyelesaikan game-nya. Ia mengangguk puas dan tersenyum.

“Ayo.”

Di mobil, Sunghee tak henti-hentinya berceloteh. Kekeke, there she is. My lovely cute Sunghee.

“Oppa, tau gak? Tadi aku berhasil mencapai level 10 lho! Biasanya, dalam waktu sesingkat itu, aku hanya bisa sampai level 7. Ada peningkatakan kan?”

“Hahaha itu karena kau dibantu olehku kan?”

“Enak aja! Kamu kan cuman menembaki beberapa zombie. Booo!” Sunghee memanyunkan bibirnya sambil mengejekku. Jempolnya diacungkan ke bawah.

Hahaha, tuh kan? Sunghee itu cute kok!

Bukan hanya sekali kejadian seperti itu. Misalnya waktu menonton drift. Pertunjukan drift memang sering digelar seminggu sekali. Aku dan Sunghee langganan datang ke tempat itu. Gara-gara Sunghee, aku jadi ikut-ikutan menyukai otomotif. Padahal biasanya aku hanya bisa menyetirnya saja, tidak terlalu memperhatikan teknik-teknik dan tetek bengeknya.

“Whooo!! Daebak! Tadi drift-nya mulus sekali!”

Inilah Sunghee. Gadis itu selalu teriak-teriak sambil mengomentari performa drifter-drifter di arena. Beberapa orang melihat ke arahnya ilfeel. Aku sendiri hanya tertawa dalam hati. Kalian tidak tahu saja bagaimana Sunghee jika di hadapanku.

“Oppa~~ aku lapaaar…”

“Aegyo dulu.”

“Aing~” Sunghee melakukan aegyo-nya. Aku tertawa dan mengacak rambutnya. Iya, itu hobiku. Mengacak rambutnya sudah menjadi hobiku sekarang.

“Mana makanannya?” tagih Sunghee.

“Ini dulu.” Aku menunjuk pipiku.

“Aaaaah…ayolah aku lapaar!” rengek Sunghee manja.

“Ahahaha baiklah baiklah. There she is, my kiyeo yeojachingu.”

“Hentikan panggilan itu. Itu menjijikkan.” Sunghee bergidik. Aku tersenyum. Pergantian sifatnya terlalu cepat. Kadang orang jadi bingung dibuatnya.

“Oooh neomu neomu kiyeopta!” Aku sengaja mengejeknya.

“Aish, ya sudah kalau kau tidak mau membelikanku makanan, biar aku saja yang beli!” Sunghee mendengus dan langsung pergi ke kedai ddukboki. There she is, my cool girlfriend.

“Yaah..habisnya kan kau tidak mencium pipiku. Jadi aku tidak akan membelikannya.”

“Kalau aku mencium pipimu bagaimana?”

“Aku beliin deh.”

“Bener ya?”

“Ho-oh.”

Chu~

“Sudah. Ayo belikan.”

“Yang ini belum?” Aku menunjuk bibirku.

“Aish, bilang saja tidak mau membelikan! Repot!” Sunghee kembali mendengus kesal. Ia langsung memesan ddukboki dengan wajahnya yang cemberut.

“Jangan cemberut, nanti penjualnya kabur lho.”

“Enggak kok, Ahjussi masih di sini, kan?” Bodohnya dia malah mengajak penjual ddukboki itu bicara. Ahjussi itu tertawa dan mengangguk.

“Nih, Ahjussi kasih bonus satu cup teh untukmu, gadis cantik.”

“Jeongmal? Kamsahamnida!” Sunghee membungkuk berterima kasih dan menerima teh yang disodorkan. Aku tersenyum dan memberikan uangku pada Ahjussi itu.

“Akting cute di depan umum kadang-kadang menguntungkan ya?” Sunghee terkekeh sambil meminum tehnya.

“Ya kamu yang beruntung, coba kalau aku yang acting cute?”

“Puhahahaha! Dijamin semua pada kabur!” Sunghee terbahak.

“Ahahaha dasar kau ini!”

“Eh seriusan loh, coba kamu lakukan aegyo di depan Ahjussi itu, aku yakin toko ddukboki itu langsung tutup karena takut didatangi lagi olehmu! Wahahahahaha!”

“Sialan nih bocah! Belum pernah dicipok sampai mampus ya?”

“Hahahaha….UHUK UHUK!”

“PUHAHAHAHA! Lihat gara-gara kau menertawaiku kau langsung dapat balasannya! Bagaimana? Enak kan tersedak?”

“Uhuk…uhuk!” Sunghee menepuk-nepuk dadanya. Tangannya menggapai-gapai. Tawaku terhenti.

“YAH! NEO! Kau tersedak asli?!” Aku panik dan langsung meraih botol air mineral. Sunghee meminumnya dengan cepat.

“Hah..YAH!PABOYA! Aku nyaris mati dan kau malah menertawaiku?!” damprat Sunghee.

“Ehehe..mian..kukira kau hanya tersedak biasa..”

“Memangnya ada tersedak luar biasa, hah?! Aish..”

Well, aku masih ingat satu kejadian tentang perubahan sikap Sunghee yang cepat dan drastis. Waktu itu, aku dan teman-teman SMP pergi ke rumah Sunghee. Aku dan Sunghee memang satu SMP. Waktu itu, aku bersama Donghae, Chaerin, Yoonmin, Raeki, Sungmin, Kyuhyun, dan Siwon datang ke rumah Sunghee pukul 7 malam. Orang-orang rumah sedang pergi ke luar kota, menengok bibinya yang melahirkan. Katanya, sepupu baru Sunghee kembar laki-laki dan perempuan. Jarang-jarang kan.

Kami datang ke rumah Sunghee dalam rangka merayakan ulang tahun Sunghee yang ke 16. Sunghee sengaja mengajak teman-teman SMP-nya karena teman SMA-nya tidak terlalu seru. Dia lebih dekat dengan teman SMP daripada teman SMA.

Sebenarnya aku datang lebih dulu ke rumah Sunghee. Aku mengkhawatirkannya. Dia kan tidak terlalu pandai memasak, dia juga jarang menyuguhkan makanan dan minuman untuk tamu. Rumahnya jarang kedatangan tamu, sekalinya kedatangan ya paling tamu ibunya. Sunghee sendiri memilih mendekam di kamarnya.

Sunghee tidak akan meminta bantuanku meskipun dia butuh. Makanya, aku datang tanpa di suruh. Tahu bagaimana sambutannya? Hahaha..begini nih..

“Oppaaaa!! Nan eottokhae? Mereka datang sebentar lagi, kan? Tapi aku belum menyiapkan apa-apa!” Kentara sekali ekspresi paniknya.

“Jeongmal?!” ujarku. Aku langsung datang ke dapur. Benar saja. Hanya ada buku resep yang terbuka.

“Nan eottokhae??” Sunghee menginjak-injak lantai sambil menggigiti kukunya.

“Sebentar, kenapa kau tidak delivery saja?” usulku. Sunghee tertegun.

“Benar! Aku bisa beli ayam goreng! Kau pintar, Oppa, aku cinta padamu!” Sunghee mencium pipiku refleks dan bergegas meraih telepon yang ditempel di dinding. Dia langsung menghubungi restoran fast food dan memesan beberapa potong ayam goreng.

“Pesan pizza juga, Hee.”

“Apa tidak akan kekenyangan?”

“Ani, pizza-nya untuk kita saja.”

“OK.” Sunghee kembali menelepon. Ia memesan pizza ukuran besar dua bungkus untuk teman-teman dan satu ukuran sedang untuk kami berdua.

“Haaah…akhirnya..” Sunghee terduduk di lantai dapur.

“Yah! Jadi daritadi kau hanya membuka-buka buku resep?”

“Hehe. Habisnya ada saja satu bahan yang tidak ada di rumah. Aku sudah mencari resep yang bahan-bahannya tersedia tapi tidak ada. Jadinya aku panik dan tidak membuat apa-apa.”

“Paboya!” ujarku gemas.

“Sudahlah yang penting kan sekarang masalah sudah clear.”

“Kata siapa? Kau sudah membereskan ruang keluarga?”

“Majayo! Aish, aku terlalu sibuk di dapur sampai lupa membereskan ruang keluarga. Nan eottokhae?!”

“Ya sudah cepat bereskan!” Kadang, aku dibuat kesal juga dengan tingkah Sunghee kalau o’onnya sedang kumat.

Pesta pun dimulai. Delivery datang tepat waktu.

“Waah..kau menyiapkan ini semua, Sunghee?” ujar Sungmin takjub.

“Ne!” Sunghee mengangguk mantap. Ia melirikku dan mengedipkan sebelah mata.

“Dengan ini, pesta dimulai! Saengil chukkae, Sunghee-yah!”

Pesta berjalan lancar. Sunghee tak henti menatapku dan tersenyum. Mungkin ucapan terima kasih. Hehe.

“Sunghee, kita nonton film horror yuk!” ajak Raeki.

“Jangan ih, udah malam!” seru Yoonmin.

“Kenapa? Kamu takut?” ejek Chaerin.

“Hah, ya sudah sana kalian nonton.” Yoonmin berlalu pergi ke ruang makan.

Kami menonton film Death Bell 2. Beberapa kali Sunghee menutup matanya ketika adegan sadis sedang terpampang di layar kaca. Misalnya saat seorang siswa disiksa oleh motor yang dipasangi pisau atau apa itu di rodanya. Tapi tak jarang juga ia tertawa di saat yang tidak tepat. Misalnya ketika suatu adegan diharuskan seram, dia malah berkomentar, “Hantunya pasti pake masker.” Atau.. “Puhahaha!! Itu mukanya gak banget!” dan lain-lain. Semua orang protes, membuat dia kesulitan menahan tawa.

Itu jika di depan teman-teman, jika di hadapanku? Beda lagi. Contohnya waktu semua orang sedang bersiap-siap pulang, dia malah menarik tanganku dan menyeretku ke kamar mandi.

“Yah! Jangan melakukan hal aneh-aneh di sana!” seru Donghae.

“Wah bahaya nih..” komentar Kyuhyun.

Aku hanya tersenyum. Sunghee menarikku masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya.

“Oppa, jangan bilang pada teman-teman yang lain, kumohon..temani aku sampai aku tertidur..aku takut sendirian di sini..jebaaal..” rengeknya.

“Hoo..jadi tadi tawamu itu tawa palsu, hah?”

“Aniyo, yang itu beneran karena kupikir wajah aktornya menampilkan ekspresi yang tidak tepat, juga hantunya yang terlihat palsu, tapi kalau dipikir-pikir itu harusnya serem, jadi sekarang aku takut. Oppa, jebaal..”

“Hahaha dasar payah! Baiklah, baiklah, aku akan menemanimu.”

“Jeongmal? Oppa, saranghae!” Sunghee memelukku sekilas dan bergegas membuka kunci kamar mandi. Saat kami keluar, teman-teman kami sudah menatap ke arah kami curiga.

“Kalian ngapain di dalam?” selidik Yoonmin.

“Nggak ngapa-ngapain kok.”

“Mencurigakan…” Raeki mengusap dagunya.

“Samar-samar aku mendengar kau bilang ‘temani aku sampai tertidur’ maksudnya apa yaa?” Chaerin menatap Sunghee sambil menyeringai.

“Ani. Tadi kami hanya berdiskusi,” ujar Sunghee enteng. “Kalian sudah tidak ada urusan kan di sini? Ayo pulang pulang!!” Sunghee mendorong teman-temannya keluar. Aku hanya tertawa.

“Yah! Hyukjae tidak ikut bersama kita? Wah, parah nih. Pasti nanti malam terjadi sesuatu!” seru Sungmin.

“Ani!! Kalian jangan memfitnahku!” seru Sunghee kesal.

“Bukannya fitnah, Hee. Kami hanya curiga.” Siwon yang jarang bicara ikut-ikutan mengeluarkan opininya.

“Arasseo, arasseo! Sekarang sudah malam nanti kalian dimarahi lagi karena pulang malam.”

“Tenang aja, Hee, kami tidak akan mengumbar-umbar bahwa kalian menghabiskan malam berdua. Annyeong!” Kyuhyun melambai. Sunghee menganga mendengar ucapan Kyuhyun. Aku sendiri hanya terkekeh dan balas melambai.

Akhirnya, mereka pulang juga. Sunghee menutup pintu rumahnya dan menatapku. Aku balik menatapnya heran.

“Eee…jadi…sepi ya? Hehehe..” kekehnya.

“Tentu saja, pabo! Kau kan mengusir mereka.”

“Habisnya…aaah Oppa nan eottokhae? Masa aku harus sendirian sampai besok?”

“Kan ada aku.”

“Oppa kan harus pulang juga. Tapi nanti setelah kita habiskan pizza itu.” Sunghee menunjuk sebungkus pizza ukuran sedang yang diletakkan di dapur.

“Oke.”

Setelah menghabiskan pizza, aku mengantar Sunghee ke kamarnya. Dia berbaring di atas tempat tidurnya, sementara aku duduk di sampingnya sambil memainkan rambutnya yang panjang dan lembut.

“Oppa pinjam ponselmu.” Ia menengadahkan tangannya. Aku meraih ponselku dari saku celana dan meletakkannya di telapak tangan Sunghee. Ia lalu mengutak-atik ponselku, aku melihatnya dari belakang.

“Oppa, Lee Sunghee selalu mencintaimu. Kamu jangan lupa makan ya, jangan lupa istirahat. Akhir-akhir ini aku melihat lingkaran hitam di bawah matamu, tidur yang cukup ya. Lee Sunghee akan selalu menemanimu. Saranghae, muaah!” Sunghee merekam suaranya di ponselku. Ia tersenyum lalu mengembalikan ponselku.

“Gomawoyo, jagiya.” Aku mengecup pipinya lembut.

“Sudah malam, Oppa pulang saja. Bawa mobil, kan?”

“Iya.”

“Ya sudah. Hati-hati ya, Oppa.”

“Kata siapa aku mau pulang? Aku masih mau di sini sampai kamu tertidur.”

“Aish…ini kan sudah malam.”

“Besok kan libur. Nyantai aja.”

“Ya sudah.” Sunghee memejamkan matanya. “Oppa aku sudah tidur, sekarang kau boleh pulang. Jangan terlalu malam ya..”

“Pabo!” Aku terkikik menahan tawa. Kulihat bibir Sunghee menyunggingkan senyum sementara matanya masih tertutup. Beberapa menit kemudian, Sunghee sudah tertidur.

“Jaljayo, my cool and cute girlfriend. Sweet dream.” Aku berbisik pelan di telinganya dan berlalu keluar kamar dan menutup pintunya perlahan. Sunghee tidak bisa tidur di kegelapan, dia sering terbangun jika kamarnya gelap. Makanya waktu mati lampu, Sunghee tidak bisa tidur.

Aku berjalan keluar dan mengunci pintu rumahnya. Aku memasuki mobilku dan memarkirnya di luar rumah. Aku menunggu beberapa saat sebelum mengemudikan mobilku ke rumah.

Lihat, kan? Sunghee adalah gadisku yang termanis. Sifatnya yang berubah drastis, yang kadang membuat bingung, malah membuatku semakin menyukainya. Oh ya bagian yang terpenting adalah, she’s cute only for me.

THE END

8 thoughts on “[FF] Cute Only for Me (sekuel Be Yourself, Sunghee)

  1. vidiaf says:

    suka suka suka bangeeeeeeet XDDDD
    nyaaaah gemes sendiri bacanya :3 di sini Sunghee sama Eunhyuknya so sweet banget xDD

    err…. itu… banyak persamaan aku sama sunghee ._.v <—- oke abaikan aja kalimat ini .____.

    jadi penasaran liat Sunghee kalo aegyo kayak gimana :3 abisnya yang ada di imajinasi aku Sunghee tuh tomboy hohoho~

  2. amitokugawa says:

    jiahhh..ngga kebayang pas hyukjae ngomong,”aegyo dulu” trus sunghee langsung ber-aegyo ria😀

    aku mah jauh dari cute, lebih dekat ke cool kayaknya..haha *pede*
    beneran sunghee nggak akan aegyo lagi di depan umum? bagussss *eh*
    nice ff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s