[FF] Be Yourself, Sunghee

Pagi yang cerah, Hyukjae sengaja mengunjungi rumah kekasihnya, Lee Sunghee. Hyukjae tersenyum sambil membayangkan kencan mereka hari ini. Hyukjae sudah berencana akan mengajak Sunghee ke game center, toko buku, toko cheesecake, dan menonton drift.  Semuanya adalah tempat-tempat yang disukai Sunghee. Gadis itu memang memiliki selera cowok. Dia tidak suka warna pink, sukanya warna hitam. Dia tidak suka boneka, sukanya mobil. Dia tidak suka bertingkah cute, sukanya bertingkah cool. Tapi, justru itulah yang Hyukjae suka dari seorang Lee Sunghee. Gadis itu tidak centil dan genit, Hyukjae percaya 100% bahwa Sunghee tidak akan selingkuh.

Sambil menunggu, pikiran Hyukjae dipenuhi oleh Sunghee. Dia tersenyum ketika mengingat Sunghee sangat tidak suka memakai rok. Waktu Hyukjae mengajak gadisnya memilihkan baju untuknya, Hyukjae melihat sebuah dress yang manis. Sunghee pasti cocok memakainya, pikirnya saat itu. Maka ia menarik Sunghee mendekati dress itu dan menyuruhnya untuk mencobanya. Sunghee dengan mati-matian menolaknya. Ia bahkan mengancam akan memutuskan hubungan mereka.

Suara pintu yang terbuka menghentikan aktifitas Hyukjae. Ia menoleh dan tersenyum melihat siapa yang membukakan pintu. Tapi, senyumnya hilang ketika melihat apa yang gadis itu kenakan. Hyukjae menganga, menatap gadisnya tak percaya.

“A-aku tahu ini memalukan..aku akan menggantinya sekarang.” Sunghee memegang ujung mini dress-nya salah tingkah. Ia hendak berjalan masuk ke dalam rumahnya namun tangan Hyukjae menahannya.

“Ani, yeppeoda. Ini dress yang kutunjukkan waktu itu, kan?”

“Iya..aku sengaja membelinya karena ibuku memaksaku memakai dress.” Sunghee tersenyum malu-malu. Hyukjae terpana.

“Sudah kubilang, mataku itu selevel sama mata designer. Lihat, kau cocok sekali memakai baju itu.”

“Tapi dress-nya terlalu pendek, Oppa.”

“Hehe, tidak apa-apa. Aku suka kok.”

“Iih, dasar yadong!” Sunghee cemberut dan berlalu ke rumahnya. Hyukjae mengikuti di belakangnya.

“Kemana orang-orang? Sepi sekali rumah ini.”

“Mereka semua menghadiri acara pernikahan anak teman orang tuaku. Aku tidak ikut karena kau tahu sendiri alasannya. Aku paling malas menghadiri acara seperti itu,” gumam Sunghee.

“Bukan karena kau ada janji kencan denganku?”

“I-itu salah satunya.” Sunghee menaiki satu anak tangga. “Oppa, tunggu sebentar. Aku mau bersiap-siap dulu. Kalau mau minum atau ngemil aku sudah menyiapkannya di ruang keluarga.”

“Oke.” Hyukjae mengangguk dan tersenyum. Ia lalu duduk di ruang keluarga.

“Sunghee terlihat berbeda hari ini. Dia terlihat lebih manis..” gumamnya pelan. “Kenapa sikapnya tiba-tiba jadi malu-malu begitu? Biasanya dia dingin-dingin saja ketika bertemu denganku.”

Hyukjae mengusap dagunya perlahan. Berbagai macam pikiran negatif berkelebatan di otaknya.

“Ah, ani. Sunghee setia padaku. Dia tidak akan menggaet cowok lain.”

“Oppa! Ayo kita berangkat!” seru Sunghee ceria. Hyukjae tertegun. Ia menoleh untuk melihat Sunghee. Hyukjae terpana. Gadis itu mengenakan mini dress pilihannya dan memakai tas selempang berwarna baby blue, sama dengan dress-nya. Gadis itu memakai high heels dengan warna putih. Sunghee bahkan memakai aksesoris yang jarang sekali dipakainya. Wangi parfumnya pun berbeda, wanginya kali ini lebih lembut. Hyukjae menyukai parfum Sunghee yang biasa, makanya ia agak kurang senang mencium wangi parfum baru gadis itu.

“Kita..kita mau menonton drift kan? Kenapa pakaianmu…” Hyukjae tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia menunjuk Sunghee dari atas sampai bawah.

“Waeyo? Apa aku tidak pantas memakainya?”

“Ani, pantas kok. Cantik. Tapi…”

“Ah, ya ampun! Aku harus mengganti bajuku ya? Masih ada waktu tidak? Acaranya mulai jam berapa? Terus..aku..aku harus bawa apa saja? Mungkin minuman? Penjual minuman di sana mahal kan? Sebentar ya, Oppa. Maafkan aku!” Sunghee panik. Ia berjalan kesana kemari tapi tak jelas tujuannya. Hyukjae menghela napas dan meraih lengan Sunghee.

“Sudahlah, ayo kita berangkat. Acaranya mulai satu jam lagi. Kita harus cepat.”

“Huwaaa…mianhae! Karena aku terlalu lama jadi..”

“Aku bilang kan sudahlah. Ayo pergi.” Hyukjae menarik tangannya.

“Oppa, mianhae. Kau marah padaku? Mianhaeyo..” Sunghee kelihatan sangat bersalah.

“Ani, aku tidak marah kok.” Hyukjae menyunggingkan senyum gusinya. Sunghee tersenyum tipis.

Di mobil, Sunghee tak henti-hentinya memperbaiki posisi duduknya. Berkali-kali ia berusaha menutupi pahanya dengan dress-nya yang jadi lebih pendek ketika ia duduk. Hyukjae merasa risih dengan tingkah kekasihnya itu. Matanya mencoba fokus ke jalanan, namun gerakan tangan Sunghee menarik perhatian matanya. Hyukjae menghela napas. Ia menyerah. Ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan raya. Sunghee menatapnya heran. Hyukjae hanya diam dan mengambil jaketnya di jok belakang. Ia lalu meletakkan jaketnya di pangkuan Sunghee, menutupi paha gadis itu.

“Gomawo..” gumam Sunghee. Hyukjae hanya mengangguk dan kembali menyetir.

Tiba di lokasi drift, Hyukjae mati-matian melindungi Sunghee dari pandangan cowok-cowok yang menatap gadisnya dengan penuh minat. Hyukjae memang senang melihat penampilan Sunghee yang berubah, tapi ia tidak suka jika cowok lain menikmatinya juga. Hyukjae menatap cowok-cowok itu sadis dan merangkulkan lengannya ke pundak Sunghee, berusaha mengatakan bahwa gadis ini miliknya.

“Kau mau minum, Sunghee?” tawar Hyukjae saat mereka duduk di kursi penonton.

“Ah, tidak usah. Aku baik-baik saja kok, Oppa.” Sunghee menjawab sambil tersenyum manis.

Pertunjukan berjalan lancar. Tapi, ada sesuatu yang berbeda dari Sunghee. Biasanya ia berseru-seru tidak jelas dengan gaya khas cowok, bahkan sambil berdiri. Tapi kini ia hanya diam dan berseru ala gadis-gadis anggun dan cute. Hyukjae sendiri jadi merasa canggung. Biasanya dia ikut lompat-lompat dan heboh bersama Sunghee, tapi jika Sunghee diam, masa dia harus lompat-lompat sendirian?

Pulang dari menonton drift, mereka memutuskan untuk makan di Cheez, toko Cheesecake langganan Sunghee. Hyukjae membelikannya Chocolate Cheesecake, cake kesukaan Sunghee. Biasanya, gadis itu memakan cakenya dengan ekspresi yang sangat menikmati. Bahkan saking menikmatinya, Hyukjae sering dibuat tertawa ketika melihat gadisnya bertingkah seperti itu. Tapi, sekarang berbeda.

“Aaah..neomu joha! Mashida!” Sunghee melakukan aegyo. Hyukjae hanya bisa terpana. Baginya, tanpa melakukan aegyo pun Sunghee sudah cute. Lagipula aegyo-nya terkesan terpaksa. Seperti ada sesuatu yang mengharuskannya bertingkah seperti itu.

“Sudah selesai makannya, Oppa? Ayo kita pergi. Sekarang mau kemana?”

“Terserahmu. Kau mau kemana?”

“Ani, daritadi kan kau mengantarku ke tempat yang ingin kukunjungi. Sekarang kau mau kemana?”

“Ke toko buku?”

“Oppa, itu kan tempat yang ingin kukunjungi!”

“Aku ingin mengunjungi tempat yang ingin kau kunjungi.” Hyukjae memberikan senyum gusinya. Sunghee tersenyum malu.

Akhirnya mereka pergi ke toko buku. Di sana, teman Sunghee bekerja sebagai pegawainya, jadi Sunghee sering diberi diskon diam-diam oleh Sungjong. Ya, Sungjong laki-laki dan dia sangat dekat dengan Sunghee. Sebenarnya Hyukjae agak tidak senang pergi ke toko buku itu, tapi demi Sunghee apapun akan ia lakukan.

“Sungjong-ah, aku beli ini.” Sunghee meletakkan tiga buah novel di atas meja kasir.

“Seperti biasa, kau selalu membeli banyak buku, Sunghee.” Sungjong tersenyum ramah. Sunghee mengangguk senang. Hyukjae mencibir dalam hati.

“Sungjong-ah, kali ini kau tidak usah memberiku diskon. Nanti kau dimarahi atasanmu lagi.”

“Hah? Ani! Aku sama sekali tidak dimarahi kok. Kamu kan member di sini juga, jadi wajar kalau kuberi diskon.”

“Tapi diskonku lebih besar daripada pelanggan lain..”

“Gwaenchana. Ini spesial untuk temanku sayang.” Sungjong mengulurkan tangannya dan mencubit pipi Sunghee pelan. Sunghee terkekeh. Hyukjae menatap Sungjong sadis, namun kelihatannya cowok itu tidak menyadari kehadiran Hyukjae.

“Hahaha, gomawoyo, Sungjong-ah. Annyeong!” Sunghee melambai sambil tersenyum ceria, hal yang jarang sekali dilakukannya.

“Oppa, kita foto-foto yuk?” Sunghee melingkarkan lengannya ke lengan Hyukjae.

“Foto dimana?”

“Foto studio. Yuk? Aku sudah lama tidak foto-foto denganmu. Ayolaaah…” rengek Sunghee manja.

“Oke.” Hyukjae hanya menyetujui ajakan gadisnya.

Beberapa saat kemudian, foto mereka sudah selesai dicetak.

“Huwaaa..joha! Aku akan memajangnya.” Sunghee terkekeh gembira. Hyukjae mengernyit. Sunghee berubah terlalu drastis.

“Mau main ke game center?” ajak Hyukjae.

“Gak mau. Bagaimana kalau kita karaoke saja?”

“Ne? Baiklah.” Lagi-lagi Hyukjae menyetujui ajakannya.

Di dalam ruang karaoke, Sunghee selalu memilih lagu-lagu yang centil. Lagu yang dulu dibencinya karena katanya centil, sekarang malah dinyanyikannya sambil menari. Hyukjae menganga. Bukannya ia tidak suka perubahan Sunghee, tapi gadis itu hanya terlihat tidak bahagia. Itu saja.

“Jagiya, setelah ini kau harus ikuti aku ya?” ajak Hyukjae.

“Eung!” Sunghee mengangguk.

Selesai karaoke, Hyukjae mengajak gadisnya pergi ke lantai paling atas. Tempat parkiran mobil. Hari itu, pengunjung mall tidak terlampau banyak, jadi lahan parkir paling atas kosong. Angin-angin menerpa tubuh mereka. Hyukjae menikmatinya. Biasanya, Sunghee juga ikut menikmatinya. Tapi kini ia sibuk memegangi dressnya, dan merapikan rambutnya. Hyukjae menghela napas dan menarik gadisnya ke pojok yang tidak terkena angin. Mereka duduk melantai. Hyukjae memberikan jaketnya untuk alas duduk Sunghee.

“Ada yang ingin kau katakan padaku?” Hyukjae membuka percakapan.

“Hng? Ani. Tidak ada yang ingin kubicarakan..”

“Lalu kenapa sikapmu tiba-tiba berubah hari ini?”

“Itu..” Sunghee terdiam.

“Itu apa, Jagi?”

“Bukan apa-apa. Aku hanya ingin mencoba penampilan baru.”

“Begitu?” kata Hyukjae. Sunghee mengangguk. Wajahnya terlihat ragu.

“Apa yang membuatmu ingin merubah penampilan? Si Sungjong itu?”

“Ne? Ani! Mana mungkin! Aku ingin berubah sendiri kok.”

“Kelihatannya tidak seperti itu. Aku suka dengan perubahan penampilanmu, tapi kulihat kau tidak menikmatinya. Jadi ada apa? Aku siap mendengarkan.”

“Sebenarnya…kata pelatihku, dance-ku kurang centil. Aku meminta saran darinya bagaimana caranya untuk jadi centil. Dia bilang, ubah dulu keseharianmu jadi lebih centil baru akan terbawa pada tarianmu. Begitu. Jadi ya…”

Hyukjae tersenyum. Ia senang Sunghee berubah bukan karena cowok lain. Meskipun pelatihnya cowok, tapi Sunghee berubah bukan karena ingin menarik perhatian cowok lain, tapi karena ingin memperbaiki dance-nya.

“Kau tahu? Kau gadis teraneh yang pernah kulihat. Bisa-bisanya kau menggeluti hal yang kau benci hanya karena ingin memperbaiki tarianmu.”

“Habisnya..Yunho Oppa sering memarahiku karena gerakanku tidak centil. Aku kan lebih bisa tarian yang manly, yang banyak locking dan popping, bukan lemah lembut begitu.” Sunghee mengerucutkan bibirnya sambil memain-mainkan tali tasnya. Hyukjae ingin sekali mencubit pipi gadis itu gemas.

“Kenapa tidak bilang padaku? Kau meragukan kehebatanku ya?”

“Eh? Jadi kau bisa mengajariku tarian yang centil?”

“Hmm..kurang lebih begitu. Ayo, dengan menari bersamaku, aku yakin tubuhmu tidak akan melakukan gerakan manly lagi.” Hyukjae berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sunghee. Gadis itu tersenyum dan menerima tangan Hyukjae. Mereka mulai menari sambil ditemani angin. Benar saja, gerakan Sunghee jadi lebih lentur, lebih girly. Dengan sedikit arahan dari Hyukjae, Sunghee pun berhasil menarikan tarian centilnya.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau harus menarikan tarian centil?”

“Ehm…itu karena sebentar lagi pentas seni dan anggota Modern Dance disatukan dengan Break Dance. Kami berkolaborasi. Karena lagu yang dipakai juga lagu girly, dan kami harus menari bersama anak Break Dance, jadi gerakan kami harus terlihat lebih centil.”

“Tunggu dulu, kau bilang apa? Kolaborasi dengan anak B-boy?”

“Iya.”

“Gerakannya seperti apa?”

“Kurang lebih gerakan yang tadi kita tarikan. Sedikit menyentuh di bagian pinggang, leher, dan ada gerakan mengangkat tubuhku dan memutar-mutarnya, ya begitulah. Kata Yunho Oppa kalau ingin menari di pentas nanti, para anggota MD harus menarikan tarian centil dan sexy di hadapannya. Yang berhasil lolos yang bisa tampil di pentas. Karena kau telah mengajariku tadi, rasanya aku bisa lolos.”

“Se-sebentar. Jadi..kau harus menarikan tarian centil dan sexy di depan cowok lain? Dan kau harus menari berpasangan dengan cowok lain? Kenapa tidak bilang dari awal?”

“Waeyo? Kalau kau tidak setuju, aku tidak akan mengikuti pentas itu.”

“Ani, aku setuju. Kau sudah berjuang untuk pentas ini, mana mungkin aku menghalangimu? Hanya saja, aku punya pesan untukmu, Sunghee.” Hyukjae menyentuh kedua pundak gadisnya. Sunghee menatap Hyukjae.

“Jadilah dirimu sendiri, jangan memaksakan diri. Buat dirimu nyaman. Dan juga, jangan bertingkah centil dan sexy di depan cowok lain. Oke?”

“Hmm..oke. Tapi, kalau begitu aku tidak bisa memakai barang-barang cute ini lagi..” Sunghee menyentuh aksesorisnya.

“Lalu bagaimana dengan dress-nya? Terus latihan centilku sia-sia dong?” Sunghee cemberut. Hyukjae tersenyum.

“Kau boleh bertingkah cute dan sexy, tapi hanya di hadapanku saja. Arachi?”

Sunghee tersenyum dan mengangguk.

“Ne! Gomawo, jagiya..” Sunghee mengecup pipi Hyukjae sekilas dan membuat tanda V dengan jarinya.

“There she is. My lovely cute Sunghee.” Hyukjae mencubit pipi Sunghee gemas.

“Aaaah sakit!” rajuk Sunghee. Hyukjae tersenyum.

“Ayo balas aku!” Hyukjae memeletkan lidahnya dan segera berlari.

“YAH! Tunggu!!” Sunghee mengejar Hyukjae. Mereka berlarian di arena parkiran sampai mereka puas.

“Kejar aku, naui kiyeo yeojachingu..” seru Hyukjae.

“Hentikan! Aku tidak suka dipanggil kiyeo!”

“There she is, my cool girlfriend is back.” Hyukjae tersenyum dan mengacak rambut kekasihnya. Sunghee tertawa dan membiarkan rambutnya berantakan.

THE END

9 thoughts on “[FF] Be Yourself, Sunghee

  1. amitokugawa says:

    ahem.. hyukjae bijak banget…hoho
    oh..ternyata itu alasannya
    keren2, aku jadi bisa ngebayangin beda sunghee versi cool dengan versi cute… pantes hyukjae jadi bingung sendiri

  2. vidiaf says:

    ini…. kok kayak aku banget ya? ._. /kebetulan kebetulan~/
    suka ceritanya~ sederhana tapi so sweet gimana gitu hyuknya :3

    “Mereka semua menghadiri acara pernikahan anak teman orang tuaku. Aku tidak ikut karena kau tahu sendiri alasannya. Aku paling malas menghadiri acara seperti itu,” gumam Sunghee. <—- aku bangeeeet!!! XDD

    hyuk, i like your style! x) *toss

    (P.S: foto hyuknya lalala /pingsan)

  3. dhila_アダチ says:

    auuu…
    klo dibikin film kayaknya keren niih..haha…
    nggak kebayang ekspresi sunghee pas jadi aegyo centil gitu…haha..
    #pletak

    awaw…romantiiis,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s