[FF] Fan Fiction

“Aku menyukaimu, Eun Neul-ah. Maukah kau menjadi kekasihku?”

Eun Neul melepaskan earphone Bluetooth yang sedari tadi dikenakannya. Ia menoleh ke arah lelaki yang baru saja menembaknya itu.

“Kau bicara padaku? Maaf aku tidak mendengarnya, bisa kau ulangi?”

“Ne? Ah, ani. Aku tidak bicara apa-apa. Silahkan lanjutkan aktifitasmu. Hehehe..”

“Aniyo! Aku dengar ada seseorang yang memanggil namaku. Itu kau kan, Hyukjae?”

“Iya, tapi sekarang itu tidak penting. Lupakan saja.” Hyukjae mengusap tengkuknya salah tingkah. Eun Neul terus memperhatikannya.

“Tidak, aku yakin kamu bilang sesuatu tadi. Tolong ulangi, aku ingin dengar..”

“Ah, tidak. Aku hanya bilang es krimmu mulai mencair, Eun Neul-ah. Jangan terlalu serius dengan netbook-mu.”

“Benarkah? Rasanya tadi tidak sepanjang ini..”

“Serius! Ya sudah kalau kau tidak mau menghabiskan es krimnya biar aku saja.” Hyukjae meraih tangan Eun Neul yang menggenggam satu cone es krim. Eun Neul dengan cepat menepisnya.

“Kau sudah menghabiskan es krimmu! Ini punyaku!”

“Kalau kau tidak menghabiskannya sekarang juga, itu menjadi milikku!”

“Arasseo!” Eun Neul menatap Hyukjae kesal dan segera menghabiskan es krimnya. Hyukjae tersenyum dan memegangi netbook Eun Neul selama gadis itu menghabiskan es krimnya dan melap tangannya yang terkena lelehan es krim.

“Apa ini? Kau membuat cerpen?”

“Hm..sebenarnya itu fan fiction.”

“Fan fiction?”

“Iya. Fiksi yang dibuat oleh fans menggunakan nama idolanya. Ya..hasil dari imajinasi liar si fans sih.”

“Hm…Park Yoochun, Eun Neul. Park Yoochun yang member JYJ itu, bukan?”

“Iya. Aku fansnya. Makanya aku bikin fanfict tentang Yoochun Oppa dan aku.”

“Park Yoochun menggenggam tangan Eun Neul lembut dan menatap mata gadis itu dalam…lalu dia menarik Eun Neul ke pelukannya. Hahaha apaan ini? Jangan mimpi! Yoochun itu kan terkenalnya naudubilah, mana mungkin ia bisa mengenalmu? Hm?”

Eun Neul melirik lelaki itu sadis.

“YAH! Sudah kubilang ini imajinasi liar si fans! Kalau kau tidak suka ya jangan baca, gak usah komentar!”

“Sabar, sabar. Aku kan cuma pengen tahu seberapa hebat sahabatku ini membuat cerita. Yah, lumayanlah untuk ukuran orang sepertimu.”

“Untuk ukuran orang sepertiku? YAH, memangnya aku kenapa, hah?!” Eun Neul melempari Hyukjae dengan tisu bekas lelehan es krim. Hyukjae tertawa dan melindungi wajahnya dengan tangan. Eun Neul cemberut dan merebut netbooknya kembali.

“Sudahlah, aku mau pulang.”

“Yah, jangan marah dong. Aku kan hanya bercanda. Sini, duduk dulu.” Hyukjae menarik tangan Eun Neul dan menyuruhnya duduk di sampingnya. Suasana taman kota hari ini tidak terlampau ramai. Tapi justru suasananya sangat nyaman untuk dipakai berjalan-jalan santai. Itu yang dilakukan Hyukjae dan Eun Neul. Mereka sengaja mampir ke café milik teman mereka. Setelah itu mereka duduk di depan café, berdua saja.

“Hey, kenapa kalian tidak masuk saja?” sapa Ryeowook dari dalam café. Ia mengetuk-ngetuk kaca besar di belakang Hyukjae dan Eun Neul.

Hyukjae menoleh.

“Tidak apa-apa, kami suka di sini.” Ryeowook mengangguk-angguk ketika berhasil mencerna apa yang dikatakan Hyukjae lewat gerakan bibirnya. Ia lalu beranjak pergi ke belakang meja kasir.

“Lihat? Sebaiknya kita pergi saja dari sini. Rasanya aneh duduk di depan café ini terus.”

“Tunggu sebentar, ada yang ingin kukatakan.”

“Apa?”

“Hm…soal fanfict itu, kenapa tidak kau ganti saja castnya dengan Lee Hyukjae?”

“Maksudmu Park Yoochun dan Hyukjae? Jadi kamu..” Eun Neul menatap cowok di hadapannya ngeri.

“Bukan itu maksudku, bodoh! Aish, maksudku ganti cast Yoochun dengan aku. Sudah, hanya itu yang ingin kukatakan. Ayo kita pergi!” Hyukjae beranjak berdiri dan berjalan mendahului Eun Neul. Eun Neul masih tertegun di bangku panjang itu. Perlahan sebuah senyum tersungging di bibirnya.

“Apa yang kamu tunggu? Dari tadi kan kamu ngotot pengen pergi, kenapa sekarang diam saja?” Hyukjae berbalik.

“Arasseo. Aku pergi.” Eun Neul melambai ke arah Ryeowok dan bergegas menyusul Hyukjae. Ia melingkarkan lengannya di lengan Hyukjae.

“Kau masih tidak mengerti apa itu fan fiction, ya?”

“Memangnya kenapa?”

“Kamu kan menyuruhku untuk mengganti cast Yoochun dengan nama Lee Hyukjae, tapi kau kan bukan artis dan aku tidak mau membuat fanfict dengan cast Lee Hyukjae yang komedian. Fanfict kan khusus untuk idola. Hahaha, paboya!” Eun Neul terkekeh. Hyukjae menghentikan langkahnya dan menatap Eun Neul serius.

“Oke, dua tahun lagi, aku akan kembali sebagai seorang idola idaman para wanita, para ibu rumah tangga, dan para tante-tante tukang gosip. Pasti.”

“Kenapa pasang tampang serius begitu? Jangan mimpi! Hahaha!”

“Lupakan saja. Ini kan hanya imajinasiku saja.” Hyukjae memeletkan lidahnya. Eun Neul mencubit lengannya kesal.

Park Eun Neul dan Lee Hyukjae. Keduanya adalah siswa kelas 11 di Shinil High School. Mereka berada di kelas yang sama, bahkan mengikuti ekstrakulikuler yang sama. Mereka sama-sama suka menari, rap, dan menyanyi. Hyukjae memang berniat untuk menjadi entertainer, namun Eun Neul lebih memilih sastra. Mereka bersahabat sejak kelas 8. Makanya tidak aneh kalau mereka sering disangka pacaran oleh teman-teman mereka. Saking dekatnya mereka.

Sabtu siang ini, Hyukjae sengaja mengunjungi rumah Eun Neul. Ia mempunyai sebuah kabar bagus untuk Eun Neul. Hyukjae tidak bisa menyimpan senyumnya untuk nanti. Sambil menunggu pintu terbuka, ia terus tersenyum seperti orang gila.

“Ya, ada apa?” Eun Neul melongokkan kepalanya dari balik pintu yang terbuka sedikit.

“Eun Neul-ah, aku punya kabar bagus!” seru Hyukjae sumringah. Eun Neul mengangkat alisnya dan membuka pintu.

“Kabar bagus apa?”

“Aku lolos audisi SH Entertainment! Mulai besok, hari-hariku akan berubah menjadi seorang trainee. Hahaha, kalau begini caranya, satu tahun pun aku sudah bisa debut dan menjadi idola!”

Eun Neul tertegun sejenak. Ia lalu tersenyum dan melebarkan tangannya.

“Chukkae!!”

“Ne!” Hyukjae menghambur ke pelukan Eun Neul. Ia memeluk Eun Neul erat sekali.

“Yah, lepaskan aku! Sesak tau!”

“Hahaha, maaf. Aku terlalu senang.” Hyukjae memamerkan senyum gusinya. Eun Neul tertawa.

“Oke, karena kau diterima, kita harus merayakannya! Traktir aku…”

“Arasseo, ayo pergi!” Hyukjae menarik tangan Eun Neul keluar rumahnya.

“Yah! Aku belum menutup pintu! Tunggu dulu, aku belum ganti baju! YAH, kau bahkan tidak tau aku mau apa!”

“Sudahlah, ayo cepat pergi!”

“Setidaknya biarkan aku tutup pintu dulu, kau mau rumahku kemalingan, hah?!”

“Arasseo, cepat tutup!”

Setelah Eun Neul menutup pintu rumahnya, Hyukjae dengan segera meraih tangan gadis itu lagi dan membawanya ke suatu tempat.

“Ini kan..” Eun Neul terpana melihat taman bermain di hadapannya. Taman bermain yang sudah usang dimakan usia. Besi-besi di permainannya sudah mulai berkarat, bahkan catnya sudah pudar. Otak Eun Neul seakan memutar kembali rentetan peristiwa yang terjadi di taman bermain ini. Waktu Eun Neul TK, ia sering diajak bermain oleh ayahnya. Semenjak ayahnya pindah dinas ke luar negeri, Eun Neul tidak pernah mengunjungi taman bermain ini lagi.

“Bagaimana kabar ayahmu?”

“Sehat. Tapi..kenapa kau tahu ayahku? Dan kenapa kau tahu tempat ini?”

“Aaah..jadi kau melupakanku ya? Aku anak kecil yang terjerat tali layang-layang waktu itu. Yang menaiki sepeda kecil berwarna merah.”

“Hah?! Tidak mungkin..kau..anak yang waktu itu?”

“Iya. Ayahmu kan menolongku melepaskan jeratan talinya. Hehe, aku nyaris mati waktu itu.”

“Ah..jadi begitu. Makanya kau tahu ayahku.”

“Ya, dan makanya aku tahu kamu.”

“Baiklah. Jadi, kenapa kau membawaku ke sini?”

“Aku sedang mentraktirmu.”

“Traktir apa? Kau tidak membelikanku apa-apa..” Eun Neul menatap Hyukjae bingung. Cowok itu balik menatapnya sambil memamerkan senyum gusinya.

“Bukankah aku sedang memberimu ide bagus untuk fanfiction Hyukjae- Eun Neul? Sebentar lagi kan aku menjadi idola, jadi sebaiknya kau catat ide yang kuberikan hari ini untuk fanfict Hyuk-Neul.”

Eun Neul menganga melihat cowok yang masih memamerkan senyum menawannya. Sedetik kemudian ia memukul lengan cowok itu keras.

“YAH! Pede sekali kau ini! Seharusnya aku sudah tahu dari awal bahwa kamu ini orangnya pelit sekali. Tidak mungkin seorang Lee Hyukjae mentraktir orang. Itu tidak mungkin. Aish…”

“Hahahaha, sudahlah. Setidaknya kamu jadi tahu kan kita pertama kali bertemu waktu TK? Di tempat ini. Ya kan? Itu ide bagus untuk fanfict loh. Ayo cepat catat, nanti lupa.”

“Memangnya aku mau membuatkanmu fanfict? Jangan mimpi!”

“Bermimpi itu baik. Dengan mimpi, kita jadi berusaha untuk mewujudkannya. Aku benar, kan?”

“Terserahmu lah.” Eun Neul mendengus dan bergegas pergi meninggalkan Hyukjae. Hyukjae tertawa dan mengejar Eun Neul. Ia merangkul pundak gadis itu dan mereka pun pergi dari tempat itu.

Semenjak Hyukjae menjadi trainee, ia jadi sulit meluangkan waktu untuk Eun Neul. Eun Neul kesepian, itu pasti. Biasanya Hyukjae selalu mengiriminya pesan singkat, meskipun isinya tidak penting, Eun Neul selalu tersenyum ketika mendapatkan pesan singkat darinya. Eun Neul juga selalu tersenyum dalam hati ketika Hyukjae melontarkan lawakannya yang sama sekali tidak lucu. Eun Neul juga bersorak gembira dalam hati, ketika Hyukjae berkata bahwa ia menjadi trainee di SH Entertainment.

Eun Neul menekan tombol replay di ponselnya. Ia tersenyum mendengarkan kata-kata Hyukjae yang berhasil direkamnya.

“Aku menyukaimu, Eun Neul-ah. Maukah kau menjadi kekasihku?”

Sudah berapa kali Eun Neul memutar rekaman tersebut. Ia tak pernah berhenti tersenyum ketika mendengarkannya.

“Dasar Hyukjae bodoh. Kalau saja ia mengulangi kata-kata ini waktu itu, mungkin aku sudah berstatus sebagai pacarnya sekarang.”

Eun Neul melirik netbooknya yang terbuka. Ia beranjak berdiri dari posisi rebahan dan duduk di depan netbooknya. Ia membuka aplikasi word dan mulai mengetik. Ia mengenakan earphone-nya yang mengeluarkan suara rekaman kata-kata Hyukjae waktu di taman bermain.

Satu tahun kemudian, Hyukjae membuktikan kata-katanya. Ia debut sebagai salah satu anggota boyband Super Junior. Para wanita menggilainya. Mulai dari anak-anak sampai ahjumma. Semuanya mengenalnya dan mengakui kehebatannya. Ia bahkan sampai dijuluki dancing machine karena kepiawaiannya menari.

Eun Neul selalu hadir di setiap performance Super Junior. Ia bahkan mengaku sebagai Jewels, fans Hyukjae, ah bukan, sekarang nama panggungnya Eunhyuk.

Hyukjae semakin sulit didekati. Eun Neul jadi hanya bisa melihat wajah cowok itu di TV saja. Gadis itu hanya bisa mendengar suara Hyukjae dari radio. Sudah berapa kali ulang tahunnya terlewat, tanpa Hyukjae. Sedih, itu pasti. Tapi, Eun Neul mau melakukan apa saja asalkan Hyukjae bahagia. Ini mimpi Hyukjae, dia tidak boleh mengganggunya.

Tak terasa sudah 3 tahun Hyukjae menyandang nama Eunhyuk. Sudah tiga tahun pula Eun Neul menanti kedatangan Hyukjae. Memang sesekali cowok itu menelepon untuk sekedar menanyakan kabar. Tapi mereka jarang sekali bertemu. Hyukjae sudah tidak tinggal satu perumahan dengannya, ia pindah ke dorm. Kalau ada waktu luang, Hyukjae pasti mengunjungi keluarganya, bukan dia.

Di ulang tahun Eun Neul yang ke- 21, ada sesuatu yang sangat spesial. Selain karena teman-temannya menyiapkan surprise party untuknya, ternyata ada sesuatu lain yang jauh lebih mengejutkan daripada surprise party dari teman-temannya. Hyukjae datang ke rumahnya. Setelah sekian lama rumah itu kehilangan jejak Hyukjae.

Eun Neul terpaku menatap wajah Hyukjae di hadapannya. Langsung, tanpa layar kaca. Senyum gusinya pun terlihat nyata. Eun Neul nyaris saja menitikkan air mata, namun ia tahan sekuat tenaga.

“Hyukjae ya..”

“Eun Neul, maaf aku tidak bisa sering-sering mengunjungimu. Aku sangat sangat merindukanmu. Aku..”

Eun Neul memotong perkataan Hyukjae dengan menghambur ke pelukan cowok itu. Hyukjae terkejut. Namun ia membalas pelukan Eun Neul dan mengusap kepala gadis itu lembut. Hyukjae tersenyum hangat.

“Saengil chukkae, Eun Neul-ah. Saranghae..”

“Na ddo saranghae. Gomawo.”

Mereka melepaskan pelukan yang hangat itu. Hyukjae menyentuh kedua pundak Eun Neul dan menatap mata gadis itu dalam. Ia tersenyum.

“Aku datang untuk menagih fan fiction itu. Kau pakai ide yang kuberikan tidak?”

“Pabo! Ada hal lebih penting yang harus dibicarakan dan kau malah menagih fanfict? Apa-apaan..”

“Arasseo. Aku tahu apa yang lebih penting.”

Eun Neul terkejut. Hyukjae berlutut di hadapannya, menyodorkan sebuah cincin emas putih sambil berkata,

“Saranghae. Maukah kau menjadi istriku?”

Eun Neul tidak menyangka hal ini sebelumnya. Ia kira Hyukjae hanya akan menembaknya untuk menjadi kekasihnya, ternyata Hyukjae malah melamarnya. Setetes air mata menuruni pipi Eun Neul.

“Aku..mau. Tapi nikahnya jangan tahun ini, kita masih 21 tahun.”

“Baiklah. Yang penting kau sudah menjadi milikku.” Hyukjae memakaikan cincin itu di jari Eun Neul. Ia mengecup kening gadisnya lembut.

“Sekarang mana fanfictnya?”

“Aish..kau ini merusak suasana saja. Nanti akan kuberikan padamu di hari pernikahan kita. Aku akan melakukan sedikit revisi.”

“YAH! Aku sudah susah payah menahan rasa penasaran tentang fanfict itu dan kau seenaknya saja melakukan revisi dan akan memberikannya di hari pernikahan? Kau gila?! Kalau begini caranya, ayo kita menikah sekarang saja, aku sudah tidak sabar ingin membaca fanfict-nya!”

“Pabo! Kalau kau bersikap seperti ini, aku tak segan-segan merobek fanfict-nya.”

“Ah, baiklah, baiklah. Jadi aku harus menunggu lebih lama lagi?”

“Hm.” Eun Neul mengangguk mantap. Mereka tertawa bahagia.

“Ngomong-ngomong, kau tidak punya dokumennya di netbookmu?”

“Sudah kuhapus.”

“YAH! Kalau kertasnya hilang bagaimana? Kau mau capek-capek membuatnya lagi?”

“Siapa bilang aku mau membuatnya lagi? Kalau hilang ya sudah,” jawab Eun Neul enteng. Hyukjae menggeram kesal dan menggelitik pinggang Eun Neul.

“Ahahaha iya iya baiklah kau menang, Hyukjae! Tapi tetap saja aku akan memberikannya nanti di hari pernikahan kita!”

“Kalau gitu aku menang apaan hoy!” seru Hyukjae.

“Kamu kan memenangkan hatiku.” Eun Neul mengedipkan matanya genit, membuat Hyukjae dan hadirin pesta lainnya tertawa.

Hyukjae mengacak rambut Eun Neul. Gadis itu menatapnya dan tersenyum.

“Beri aku senyum gusimu,” pinta Eun Neul. Hyukjae pun mengabulkan permintaannya.

THE END

By: Park Eun Neul

“Yeobo, apa-apaan ini? Jadi aku harus menunggu bertahun-tahun untuk membaca fanfict seperti ini?”

“Memangnya kenapa? Ada yang salah dengan fanfict itu?” Eun Neul menghampiri suaminya yang sedang duduk di ruang keluarga.

“Kau tidak memakai ide-ku tentang taman bermain itu.”

“Lho? Aku kan sudah memasukkannya. Tuh, ada kan tentang taman bermain itu?”

“Iya tapi masa sedikit begini sih? Gak seru ah.” Hyukjae mencibir.

“Lalu aku harus menulis apalagi?”

“Kenapa tidak menambahkan adegan ciuman gitu? Atau..”

“Ogah! Dasar yadong!” Eun Neul beranjak berdiri namun Hyukjae menahan tangannya. Eun Neul menoleh.

“Bagaimana kalau kau menulis fanfict lagi tentang kita? Tapi kau harus memasukkan adegan ini.” Hyukjae menarik tubuh Eun Neul hingga terjatuh di atas tubuhnya. Hyukjae mencium bibir Eun Neul lembut. Eun Neul memutar bola mata dan mulai membalas ciuman suaminya.

“Aku juga ingin judul fanfict kali ini harus lebih wah. Mana ada fan fiction judulnya Fan Fiction?”

“Ada. Ini buktinya kan.” Eun Neul menunjuk kertas fanfictnya.

“Arasseo. Tapi, bagaimana kalau kau membuat kumpulan fanfiction lalu diterbitkan. Tapi isinya tentang kita berdua semua.”

“Gak mau. Nanti isinya yadong lagi kalau semua adegan harus dimasukkan seperti katamu.” Eun Neul tersenyum nakal.

“Eiii…kau sudah mulai nakal rupanya, hah? Ayo kuhukum kau!” Hyukjae menggendong Eun Neul ke kamar mereka.

“YAH! Aku sedang memasak! Lepaskaaan!!!”

THE END

11 thoughts on “[FF] Fan Fiction

  1. vidiaf says:

    sunbae~ neomu neomu joha!!! XDDD
    aku gabisa nahan senyum selama bacanya :3
    tapi yang penantian 3 tahun itu.. sama kayak kisah nyata aku .__. /dor/ /hanya kebetulan, hanya kebetulan/
    neomu neomu joha! geurigo, neomu gomawo! terima kasih! arigatou gozaimasu! danke! hatur nuhun! XDDDDDD

    • sungheedaebak says:

      johaeyo? baguslah..hahaha *tarik napas lega*
      aku gak bisa nahan senyum selama bikinnyaa
      oh iya?! wah wah…banyak cerpen aku yg mirip sama kisah nyata ckckck
      cheonmanhae! sama-sama! douitashimashite! danke balasnya apa ya? you’re welcome aja deh! sami-sami!😄

  2. amitokugawa says:

    uwahhh…to tuiiitt *keprok2*
    *hyuk-neul malu*

    bagian yang ini lucu
    “Maksudmu Park Yoochun dan Hyukjae? Jadi kamu..” Eun Neul menatap cowok di hadapannya ngeri.

    bisa2nya Eun Neul mikir yang kayak gitu..😀
    setuju sama eun neul, bisa2 jadi kumpulan ff yadong kalau nurutin kata hyukjae terus
    danke balasannya bitte (kalau nggak salah)😀

    • sungheedaebak says:

      cieeee pengantin baru *senggol hyuk-neul* (?)

      hahahaha habisnya kata-kata hyuk ambigu sih #nyalahin padahal saya yang bikin

      hehehe jadi malu. hyuk terkenal yadongnya ckckck
      oh iya? haha danke!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s