[FF] Trapped Inside Your Heart part 2

Trapped Inside Your Heart

Casts: Taemin, Fay Connor, ocs.

Genre: Friendship, Romance

Rating: PG-15

= = =

PART 2

“I love you..” ucap Taemin saat ia melepas ciumannya.

“Saranghae..” balas Fay.

= = =

Sementara itu, di depan gedung, Hyukjae dan Donghae sedang beradu argumen.

“Sudahlah kau saja yang masuk, lagipula ponselmu yang tertinggal, bukan ponselku,” kata Hyukjae.

“Hyuk ah~ kau kan tahu aku penakut! Ayolah ikut masuk denganku!” Donghae menarik tangan Hyukjae.

“Shireo~!” Hyukjae menarik tangannya lagi.

“Ish! Ya sudah, bukakan kuncinya,” suruh Donghae. Hyukjae mendengus lalu membuka kunci gerbang.

“Silakan..” goda Hyukjae. Donghae menatap Hyukjae penuh arti. Hyukjae menatap Donghae ngeri.

“A-apa?” tanya Hyukjae.

“Sekarang…hanya ada kita berdua…” lirih Donghae. Dia mulai mendekati Hyukjae. Cowok itu semakin mundur.

“Ayolah…kau pasti menginginkannya…” Donghae mengedipkan matanya. Hyukjae meringis.

“Hey…sana masuk saja…jangan macam-macam..”

“Makanya ayo masuk!” bentak Donghae. Dia langsung menarik tangan Hyukjae dengan kasar.

“Yah, Inma!!” seru Hyukjae.

“Ssssh jangan keras-keras! Berisik!” bentak Donghae.

“Ah kau sendiri!” bentak Hyukjae balik.

“Aish!!” Donghae membekap mulut Hyukjae. Sebelah tangannya merangkul pundak Hyukjae, lebih tepatnya agar memaksa Hyukjae untuk ikut dengannya.

Donghae berhenti ketika dilihatnya ruangan latihan mereka sudah terbuka.

“Hyuk…jangan-jangan ada maling…” bisik Donghae.

“Hah?” Hyukjae melepaskan rangkulan Donghae dan memijat-mijat pundaknya yang sakit karena ditarik Donghae.

“Ini…pintunya sudah terbuka begini..” gumam Donghae sambil melangkah masuk dengan hati-hati.

“Setan kali.”

“Huwaaa!!!” Donghae menghambur ke pelukan Hyukjae.

“Aaah jinja!!” Hyukjae melepaskan pelukan Donghae. “Sudahlah, mana ponselmu? Cepat ambil dan kita pulang. Aku capek lagipula Lee ditinggal sendiri di rumah.”

“Oh itu!” Donghae menunjuk ke sebuah meja. Dia lalu berlari dan menyabet ponselnya. Dia lalu kembali ke sisi Hyukjae.

“Hey..itu bukannya ponsel Fay ya?” Hyukjae menunjuk ponsel yang tergeletak di atas piano. Donghae mengangguk.

“Ah, mungkin tertinggal juga. Kuamankan saja dulu daripada ada pencuri.” Donghae lalu mengambil ponsel Fay yang tergeletak begitu saja.

“Perlu kukunci tidak pintunya?” tanya Hyukjae.

“Hmm…kunci saja.”

“Arasseo.” Hyukjae lalu mengunci pintu. “Ka jja.” Hyukjae dan Donghae pun meninggalkan bangunan itu.

= = =

“Fay, hujan mulai turun,” ujar Taemin.

“Oh ya sudah kita kembali ke ruangan saja. Aku ingin pulang. Malam ini kau menginap di rumahku dengan Han dan Key, kan?”

“Iya. Ya sudah ayo ke ruangan, tasku masih ada di sana.”

“Ponselku juga.”

Taemin dan Fay pun berjalan bergandengan ke ruangan. Taemin mencoba membuka pintu namun pintu tak jua terbuka.

“Fay, pintunya terkunci..”

“Hah?! Bagaimana bisa?! Ponselku masih ada di dalam!” Fay langsung mencoba membuka pintu namun tetap tak terbuka. Fay mulai menggedor-gedor pintu namun percuma.

“Shit!” umpat Fay. “Cepat telepon Lee! Anak itu kan yang memegang kuncinya.”

Taemin segera membuka flip ponselnya. Namun sayang, ponsel Taemin mati.

“Kayaknya…baterainya low…tadi kita terlalu lama menggunakannya.”

“Aish! Yang benar saja!” umpat Fay lagi. Diam-diam Taemin mengulum senyumnya, Fay mulai menggunakan bahasa Korea.

“Tapi, Fay…pikirkanlah, siapa yang masuk ke gedung ini malam-malam begini? Sekarang tepat jam 12 malam! Kenapa tiba-tiba pintunya terkunci? Apa jangan-jangan ada…hantu?”

“Taemin! Jangan bicara begitu, aku takut hal seperti itu tahu!” Fay langsung menggenggam tangan Taemin erat.

“Ya terus mau bagaimana? Ruang yang lain juga dikunci..” Taemin memeriksa ruangan lainnya. Memang benar, yang lain juga dikunci.

“Kita tunggu di pantry saja,” ajak Taemin. Fay hanya mengikuti. Mereka akhirnya sampai di pantry. Suara hujan deras di luar terdengar dengan jelas. Petir pun menyambar. Fay semakin takut.

“Oh, di sini kan ada telepon.” Taemin tersenyum riang dan menghampiri telepon dinding. Dia lalu menelepon Lee. Namun sayang, tak ada yang menjawab. Dia mencoba menelepon temannya yang lain, namun tetap tak ada yang menjawab. Taemin kesal. Akhirnya dia menghampiri Fay yang duduk di sofa dan duduk di sampingnya.

“Bagaimana ini…masa kita berdua harus menginap di sini dengan keadaan seperti ini?”

“Sebenarnya..aku sudah sering menginap di sini. Tapi ramai-ramai dan kita tidur di ruangan. Tapi sekarang tak ada ruangan yang tidak dikunci.”

“Awas saja kalau Lee yang menguncinya. Aku cekik dia besok.”

“Sudahlah…sekarang kita tidur saja di sini.”

“Mau tidur bagaimana? Hanya ada satu sofa!”

“Ya berdua. Kalau tidak, aku tidur di lantai.”

“Jangan! Sekarang dingin. Sudahlah kau duduk di sini saja dulu. Aku belum begitu mengantuk kok.”

“Ya sudah.”

Hening…

“Hatschyii!!” Taemin bersin. Fay menatapnya.

“Kau baik-baik saja?”

“Ya..” Taemin tersenyum. Fay membuka syal yang dikenakannya dan memakaikannya pada Taemin dan dirinya. Fay duduk merapat ke arah Taemin.

“Kau pasti kedinginan. Kita pakai syal ini berdua.”

“Terima kasih..” Taemin tersenyum. Taemin melihat tangan Fay gemetar. Taemin lalu menggenggamnya. Fay tersenyum. Dia lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Taemin. Taemin bersenandung lembut. Fay lama kelamaan mulai mengantuk dan tertidur. Taemin tersenyum dan ikut tidur di samping Fay. Mereka tetap seperti itu hingga pagi.

= = =

Lee membuka pintu ruangan. Hyukjae membantunya berjalan ke dalam. Donghae dan Key menyusul di belakang. Dennis, Han, serta Vincent pun tak ketinggalan.

“Fay dan Taemin belum datang?” gumam Lee.

“Aneh. Tak biasanya..” gumam Han.

“Ini fenomena yang benar-benar mengejutkan. Ditambah lagi Fay yang akhir-akhir ini semangat menari tiba-tiba terlambat datang,” bisik Vincent dengan nada misterius. Key menatapnya aneh.

“Tadi malam aku melihat ponsel Fay tergeletak di atas piano. Jadi aku ambil dan amankan. Tadi malam aku dan Hyukjae ke mari dan melihat pintu ruangan sudah terbuka. Jadi aku menguncinya…” Donghae memberikan keterangan.

“Benar-benar fenomena aneh,” gumam Key dan Vincent bersamaan.

“Han, kau biasanya menginap di rumah Fay, kan?” tanya Lee.

“Well, tadi malam, aku, Vincent, dan Dennis menginap di apartemen Key. Sekaligus party..”

“Lalu? Taemin?”

“Kukira Taemin menginap di rumah Fay..”

“Kau ini bagaimana?! Mana mungkin Taemin mau menginap sendirian di rumah Fay. Bahaya!”  Vincent menyentil kening Han.

“Ah iya juga..” Han menepuk keningnya.

“Lalu Taemin kemana?!” seru Lee yang mulai panik. Empat namja lainnya mengangkat bahu. Lee mendengus.

Tiba-tiba pintu terbuka. Taemin dan Fay memasuki ruangan dengan wajah kuyu.

“Ah itu mereka! Kalian darimana saja?” serbu Vincent.

“Gara-gara ulah sesuatu yang mengunci pintu ruangan itu, kami terjebak di luar dan tidak bisa mengambil ponsel Fay. Kami menginap di pantry,” kata Taemin.

“A-apa?! Jadi kalian ada di sini semalam?” tanya Donghae. Taemin dan Fay mengangguk.

“Aku sudah mencoba menelepon kalian tapi tidak dijawab,” dengus Taemin.

“Oh iya! Sampai rumah aku langsung tidur…” ujar Lee.

“Aku dan Aiden mungkin sedang dalam perjalanan…” kata Hyukjae.

“Ehm..wajar saja tidak dijawab. Suara musik mengalahkan suara telepon,” kekeh Key. Taemin dan Fay mendesah pelan.

“Ya sudahlah, ayo kita latihan lagi.” Dennis memutuskan. Semua setuju.

Akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Mereka tampil dengan sempurna. Taemin dan Fay menarikan tarian duet dengan indah dan memukau penonton. Bahkan di tengah pertunjukan, Taemin sempat-sempatnya menciun bibir Fay. Penonton sampai berteriak riuh.

“Pemenangnya adalah…The Spazz!!” Lee dan kawan-kawannya berteriak riuh. Taemin dan Fay berpelukan. Hyukjae mencium pipi Lee spontan. Donghae dan Vincent menari ke sana ke mari. Key, Han, dan Dennis bersorak riang.

“You’re great!!” seru Lee.

“Without you, we’re nothing.” Semuanya berpelukan. Lee terharu.

= = =

Taemin membereskan barang-barangnya. Fay memperhatikannya.

“Pulang?” tanya Fay. Taemin mengangguk.

“Yap. Aku tidak bisa tinggal di sini terus.”

“Oh…” gumam Fay. Dia lalu memasuki kamar tamu yang dipakai Taemin dan duduk di atas ranjang. Fay masih menatap Taemin yang sibuk merapikan kopernya.

“Nah, sudah siap!” ucap Taemin. Dia lalu berdiri. Fay mendongak menatapnya.

“Pulang kapan?”

“Hari ini..”

“Apa?!” seru Fay. “Kenapa tiba-tiba?!”

“Maaf, Fay..aku…aku takut mengucapkan selamat tinggal..”

“Tapi…kenapa mendadak seperti ini? Kau tahu masih ada banyak hal yang ingin kulakukan denganmu!”

“Kita bisa melakukannya lain kali..”

“Kau tahu? Kemarin aku sudah merancang hal apa saja yang akan kita lakukan hari ini. Kita akan menonton film di drive-thru. Lalu kita akan berjalan-jalan keliling London, kita ke…”

“Fay…”

“Lalu kita bisa pergi ke café..”

“Fay..”

“Setelah makan kita bisa bermain…” Taemin membekap mulut Fay dengan bibirnya. Fay terdiam.

“Maaf, aku harus pergi sekarang.”

“Kenapa..” mata Fay berkaca-kaca, “pengecut!”

“Maaf…kita pasti akan bertemu lagi..”

“Tapi kapan?!”

“Entahlah…nanti aku akan mengunjungimu. Sudah ya aku pergi dulu. Donghae hyung dan Hyukjae hyung menungguku.”

“…”

“Sampai jumpa, Fay. Aku mencintaimu.”

= = =

Beberapa bulan kemudian…

“Taem, ada yang mencarimu,” seru Taesun dari lantai dasar. Taemin menggumam dan beranjak keluar kamar. Dia menemui kakaknya di tangga.

“Siapa?”

“Ada saja. Pokoknya cantik!”

“Hm? Cewek?”

“Iyalah!” Taesun sewot. Taemin mengangkat bahu dan berjalan ke pintu depan. Dia melebarkan pintu dan…

“Annyeong, Taemin ah. Masih ingat denganku?” Gadis itu membuka kaca mata hitamnya.

“Fay Connor…” bisik Taemin. Fay tersenyum.

“Jadi, mau jalan-jalan kapan? Kau harus mentraktirku karena acara yang kurancang kemarin-kemarin gagal. Itu semua karena kau.”

“Oh…sekarang saja.” Taemin menarik Fay keluar. Fay tertawa. Taemin berlari ke arah bukit di dekat rumahnya.

“Kau lihat, Fay! Pemandangan di Seoul bagus juga, bukan? Aku baru pindah ke rumah ini. Bagus, kan?”

“Hm.”

“Eh tapi, bagaimana kau tahu rumah baruku?”

“Siapa lagi kalau bukan dariku?” Taemin berbalik. “Key hyung!” seru Taemin senang. Key hanya tersenyum.

“Nah, Taem, Fay, silakan nikmati waktu kalian berdua. Aku ada urusan.” Key mengedipkan sebelah matanya dan pergi. Taemin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ehm..Fay…sebenarnya ada alasannya aku meninggalkanmu tiba-tiba.”

“Apa?”

“Ini..” Taemin berlutut di hadapan Fay. “Would you be my fiancé?”

“Omo..Taemin ah..” Fay menutup mulutnya.

“Just say yes..” Taemin terkekeh. Fay tersenyum dan mengangguk. Taemin lalu memasangkan cincin ke jari Fay.

“Kita tunangan dulu saja. Aku ingin menikah di umur 24 nanti.”

“Hahaha…ya..”

“Saranghae..”

“Na ddo saranghae..”

Taemin mengecup kening Fay. Dia lalu mencium bibir Fay lembut.

“I love you..”

“I love you too..”

“Sepertinya…aku terjebak lagi, Fay.”

“Hm?”

“Aku terjebak di dalam hatimu.”

“Aah gombal..” Fay terkekeh. Taemin tersenyum.

END

18 thoughts on “[FF] Trapped Inside Your Heart part 2

  1. rabbitpuding says:

    ke ke ke ke ke~
    Like this fanfiction chingu ^^

    Aku jadi senyam senyum. Kekekeke~
    Gomawoyo, tinggal aku yg ngasih ya. Ok.

    Aku sempet curiga leher lee di plester, hyukjae berulah itu teh ?

  2. amitokugawa says:

    ahhh…sweet!
    ‘Aku terjebak dalam hatimu…’ ahaiii…ending yang bagus

    sebenernya bakal lebih bagus kalo cerita pas mereka kompetisi diperpanjang lagi
    *digetok*

    trus sebaiknya bagian mereka menang kompetisi (Akhirnya, hari yang ditunggu2 datang juga…dst.) itu dipisah dari bagian sebelumnya, kan latar dan waktunya beda

    oya, fay connor tuh siapa?

  3. Dhikae says:

    Kyaaaa bru smpet comment skg hehehe mian sunghee
    ffny so sweet
    ku kira bakal sad kyk crita eunhae wkwkwk..
    Like it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s