[FF] Trapped Inside Your Heart Part 1

Ini side story dari “I hate this feeling towards you” request-annya Yoonmin. Silakan dinikmati. Komen ya ^^

Trapped Inside Your Heart

Casts: Taemin, Fay Connor

Genre: Friendship, Romance

Rating: PG-15

= = =

Hot Times naega neoreul nun ddeul ddae

All my life time o jik neo man ga jyeo do dwae

Nal heundeul go shiryeon jwo do injeong hal su bagge eomneun geol neon hana bbun in nae saram

Lee Taemin menggerakkan tubuhnya mengikuti irama lagu “Hot Times”. Wajahnya tampak sangat serius dan penuh konsentrasi. Taemin tersenyum sedikit demi sedikit.

“When I see your face…There’s not a thing that I would change…Cause you’re amazing…Just the way you are..” Fay memasuki ruang latihan sambil bersenandung ringan. Dia terdiam di pintu ketika melihat Taemin sedang menari. Fay tersenyum dan  berdiri di ambang pintu, bersidekap memperhatikan Taemin.

Lagu “Hot Times” masih mengalir dari sound system di ruangan itu. Keringat Taemin sudah bercucuran membasahi kening dan lehernya. Akhirnya lagu berhenti. Taemin mengelap peluhnya. Dia menatap ke arah kaca dan terkejut ketika melihat Fay sedang berdiri di ambang pintu.

“Oh, Fay…” sapa Taemin canggung. Fay terkekeh dan melangkah masuk ke ruangan.

“Dari tadi?” Fay melepaskan jaket yang sedang dikenakannya. Taemin mengangguk.

“Dari tadi malam aku di sini kok.”

“Benarkah?! Dengan siapa?”

“Ada Han dan Key. Hanya saja mereka sedang pulang mengambil baju.”

“Ya ampun…kau rajin sekali di sini.” Fay meletakkan tasnya di samping tas Taemin yang tergeletak di pojok ruangan. Taemin menatap kemanapun Fay pergi.

“Just the way you are..” senandung Fay lagi. Taemin mengernyit.

“Lagu apa itu?”

“Just the way you are. Glee.”

“Oh..” Taemin mengangguk-angguk.

“Hey, Taem!” sapa Lee yang baru memasuki ruangan. Di belakangnya mengikuti Hyukjae dan Donghae. “Oh, kau juga, Fay.”

“Lee, lehermu kenapa?” Taemin menunjuk leher Lee yang ditempeli plester. Lee hanya terkekeh. Fay mendengus.

“Pasti kau begadang semalam.”

“Hahaha..” tawa Lee canggung. Taemin melongo tak mengerti. Tak lama kemudian, Dennis, Han, Key, dan Vincent datang memasuki ruangan.

“Guys, kurasa kita akan membuat sebuah pasangan baru,” kata Dennis dengan senyum. Han mengangguk sambil tersenyum di sampingnya.

“Hah? Maksudmu?” Lee tak mengerti.

“Begini, Sayang,” Dennis merangkul Lee, “kau dan Spencer akan menari duet. Kalian akan menarikan lagu “Insomnia” dari Craig David. Bagaimana?”

“I-Insomnia?” Lee menatap Dennis tak percaya. “Tak ada lagu lain?”

“Ya..terserah sih. Tapi rasanya ‘Insomnia’ bagus untuk menambah sensasi.” Fay mencibir mendengarnya. Hyukjae masih diam. Donghae terlihat kesal.

“Kenapa, Aiden? Kau mau melakukannya?” tanya Vincent melihat kelakuan Donghae.

“Ah…tidak…aku yakin Spencer dan Lee akan melakukannya dengan baik.” Donghae tersenyum terpaksa. Hyukjae menatapnya. Tatapannya menyiratkan sesuatu.

“Baiklah, jadi sekarang Spencer dan Lee akan latihan lebih sering berdua. Sisanya ayo kita tingkatkan lagi kemampuan menari kita,” ajak Dennis. Lee mendengus. Fay menatap Lee iri. Selama ini ia ingin mendapat bagian menari solo atau duet.

“Fay, aku tahu kau mengingikan posisi ini. Tapi kurasa kau bisa melakukannya lain kali.” Lee menatap Fay prihatin. Fay hanya tersenyum tipis dan berlalu mengikuti yang lain. Lee menghela napas.

= = =

“Aku beli minuman dulu ya,” Fay berdiri dan berjalan menuju pintu. Taemin menatapnya dan bergegas menyusulnya.

“Aku ikut!” seru Taemin.

“Kau nitip saja,” ucap Fay ketus.

“Tidak mau! Aku mau ikut. Ingin menghirup udara segar.” Taemin tersenyum.

“Ya sudahlah kalian berdua, belilah minuman untuk kita. Kita haus,” suruh Han.

“I know.” Fay memutar bola matanya dan berlalu pergi. Taemin mengikuti di belakangnya.

“Fay..” panggil Taemin. Fay tetap diam. Dia berjalan dengan cepat.

“Fay…” panggil Taemin lagi. Fay masih tak merespon.

“Fa…”

“Apa?!” Fay berbalik dan menghadap Taemin. Cowok itu tertegun.

“Kau…ingin menari solo?” tanya Taemin hati-hati.

“Ya..”

“Kalau begitu…kita coba saja menari berdua.”

Fay terdiam. Dia mencerna kata-kata Taemin.

“Mau tidak?” tanya Taemin melihat Fay tetap diam.

“…” Fay berbalik dan berjalan lebih cepat menuju mini market. Taemin terdiam. Dia tidak tahu bahwa wajah Fay sudah merona merah.

= = =

Hari-hari latihan berjalan dengan lancar seperti biasa. Fay selalu menyembunyikan perasaan kesalnya setiap kali melihat Lee latihan menari dengan Hyukjae. Dia selalu menyembunyikannya dengan senyuman. Tapi Taemin tahu apa yang dirasakan Fay. Dia berusaha menghibur teman seperjuangannya itu.

“Tak terasa waktu pertandingan tinggal 3 hari lagi,” gumam Vincent.

“Ya…dan kuyakin kita yang akan memenangkannya!” ucap Key berapi-api.

“Hahaha…pasti,” timpal Han.

Semuanya sibuk dengan latihannya. Tiba-tiba, saat Lee sedang melakukan flip, kakinya kram dan dia tergelincir. Dia pun terjatuh dan merintih kesakitan.

“Lee!” seru Fay. Dia langsung berlari menghampiri sahabatnya itu. Lee sedang meringis kesakitan di lantai sambil memegangi kaki kirinya. Semua menatapnya khawatir.

“A-aah..” rintih Lee.

“Taem, ambil kotak P3K di ruang sebelah!” seru Fay. Taemin mengangguk dan segera berlari ke ruang sebelah. Tak lama kemudian dia kembali dengan membawa sebuah kotak P3K. Fay segera mengambilnya dan mengobati kaki Lee yang terkilir. Setelah selesai, Lee disuruh istirahat di pojok ruangan.

“Hey, Lee..” Fay duduk di samping Lee. Gadis itu tersenyum menyambut kehadiran sahabatnya.

“Fay..”

“Masih sakit?” Fay menatap kaki Lee.

“Yah…lumayan..hehe…” Lee meringis. Fay menatapnya lekat.

“Sudahlah taka pa-apa…” Lee ingin merubah posisi duduknya. Dia menekuk kakinya tapi akibatnya kakinya malah semakin terasa sakit.

“Luruskan kakinya!” bentak Fay. Dia langsung meluruskan kaki Lee dengan paksa. Lee memekik kesakitan.

“Jangan banyak bergerak! Kau mau kakimu tambah parah, hah?!” seru Fay. Lee meringis.

“Lee…” Dennis menghampiri Lee. Hyukjae mengikuti di sampingnya. Dennis berlutut di samping Lee. Dia menyentuh kaki Lee yang sakit.

“Ah jangan disentuh..” Lee menepis tangan Dennis.

“Maaf.”

“Lee, setahuku terkilir seperti ini tidak akan sembuh dalam waktu 2 hari. Sementara kita belum terlalu lancar dan pertandingan tidak akan diundur lagi. Rasanya tidak mungkin kau menari duet denganku nanti..” kata Hyukjae.

“Ya aku tahu..”

“Lee..” Hyukjae menggenggam tangan Lee. “Aku tahu kau sangat ingin menang dalam pertandingan ini, tapi kurasa…kau tak bisa ikut…”

“Ya…” Lee menunduk. Dennis menatapnya iba. Fay masih terdiam.

“Jadi bagaimana?” tanya Dennis.

“Kurasa, harus ada seseorang yang menggantikan kita.”

“…” Semua terdiam. Semuanya seakan sibuk dengan pikiran masing-masing. Fay tiba-tiba teringat perkataan Taemin.

“Kalau begitu…kita coba saja menari berdua.”

Fay berbalik menatap ke arah Taemin yang sedang asyik menari bersama Key. Mereka sedang menari berdua. Fay masih diam. Tapi otaknya terus bekerja.

“Member perempuan yang lain di club ini hanya…”

“Fay,” ucap Hyukjae, Lee, dan Dennis kompak. Fay menoleh, terkejut.

= = =

“Hey Fay, kau tidak pulang?” tanya Han lelah. Fay menggeleng. Dia masih serius menari.

“Fay…masa kau mau menginap di sini?” tanya Han lagi. Fay menghentikan tariannya dan mendengus kesal.

“Ini urusanku, Han. Kau tidak usah ikut campur!” seru Fay. Han mengangkat bahu dan pergi. Teman-temannya yang lain sudah ada di depan, kecuali Taemin. Dia masih terdiam di sudut ruangan, memperhatikan Fay. Tapi Fay tidak menyadari kehadirannya, saking seriusnya menari.

“Fay..”

“Apa?!”

“Kau mau menggantikan Lee dan Hyukjae hyung denganku?” Fay tertegun. Dia sontak menghentikan tariannya. Dia berbalik dan menatap ke arah Taemin yang asyik bersandar di sudut ruangan.

“Taem, kamu sedang apa di sini?”

“Memperhatikanmu,” ucap Taemin singkat. Fay tertegun.

“Untuk apa?”

“Karena kau menarik.” Taemin berdiri dan berjalan menuju Fay. Gadis itu masih terdiam. Senyum Taemin melebar.

“When I see your face…There’s not a thing that I would change…Cause you’re amazing…Just the way you are..” Taemin memulai nyanyiannya. Fay tersenyum.

“And when you smile…The whole world stops and stare for a while…Cause you’re amazing…Just the way you are..” sambung Fay. Taemin tersenyum dan meraih tangan Fay. Fay menyambutnya dengan senang hati. Mereka mulai menari, tanpa musik. Hanya senandung mereka yang menjadi latar suara tarian mereka. Suara tawa seolah menjadi improvisasi dari senandung yang keluar. Taemin dan Fay menikmati tarian mereka.

“Sudahlah aku capek..” Fay terduduk di lantai. Taemin tersenyum. Dia lalu menghampiri piano di sudut ruangan. Dia duduk di kursinya. Fay menatap Taemin penasaran. Taemin mengulum senyum dan mulai menekan tuts piano. Dia memainkan lagu “River Flows In You” milik Yiruma. Fay tertarik. Dia berdiri dan menghampiri Taemin.

“Aku tidak tahu kau bisa bermain piano..” kata Fay pelan, takut mengganggu konsentrasi Taemin.

“Aku bermain sejak SMP. Duduklah..” Taemin menggeser duduknya, mempersilahkan Fay untuk duduk. Fay tersenyum dan duduk di samping Taemin. Fay mulai menekan tuts piano dengan hati-hati. Taemin mempersilahkan Fay untuk bermain di sampingnya. Fay tersenyum senang dan mulai menekan tuts demi tuts piano dengan gembira.

Taemin dan Fay mulai larut dalam permainan. Jari-jari mereka berlomba menekan tuts yang benar. Tiba-tiba, secara tak sengaja jari Fay dan jari Taemin bersentuhan. Mereka terdiam sejenak. Fay segera menarik tangannya menjauh namun Taemin menariknya kembali. Ia menggenggam tangan gadis itu erat. Fay berdebar keras. Dia mendongak menatap Taemin untuk melihat ekspresi cowok itu. Taemin menatap ke arahnya dengan serius. Fay sampai terpaku melihatnya, ia tidak bisa melihat ke arah lain.

Taemin membelai pipi Fay dengan lembut. Fay semakin berdebar. Taemin perlahan memiringkan kepalanya. Fay refleks memejamkan matanya. Bibir Taemin menyentuh bibir Fay lembut. Fay menikmati ciuman Taemin. Bibir mereka bertaut cukup lama. Suara kecupan memecahkan keheningan di ruangan itu. Hanya detak jarum jam yang terdengar, menandakan waktu terus berjalan, tak seperti ang Fay dan Taemin pikirkan. Bagi mereka, waktu seakan terhenti. Mereka menikmati kemesraan itu dengan berdua, tanpa bisa berpikir hal lain.

“Emh…” desah Fay. Taemin mengulum senyumnya. Setelah cukup lama, Taemin melepaskan ciuman itu. Dia menatap Fay dengan lembut. Fay masih terdiam. Jantungnya seakan ingin meledak.

“Itu…ciuman pertamaku…” gumam Fay. Taemin tersentak.

“Benarkah?! Ma-ma-maafkan aku!!” Taemin membungkuk dalam. Fay terkekeh. Baru saja Taemin menjelma menjadi pria dewasa yang romantis, kini ia berubah lagi menjadi seorang anak berumur 17 tahun yang imut.

“Tidak apa-apa,” ucap Fay menenangkan. Taemin menghela napas, tapi wajahnya masih terlihat khawatir.

“Aku benar tak apa-apa.” Fay terkekeh dan memukul lengan Taemin pelan. Taemin tersipu. Wajah keduanya berubah merah. Hening. Keduanya merasa canggung.

“Aaah aku ingin menghirup udara segar.” Fay beranjak berdiri dan pergi keluar ruangan. Meninggalkan Taemin yang masih termangu di tempat. Taemin meraba bibirnya sekilas. Dia lalu tersenyum. Dia beranjak berdiri dan menyusul Fay.

Fay berdiri di dekat selongsong besi penghalang. Angin malam berhembus lembut memainkan anak rambutnya yang luput dari ikatan. Fay mengulum senyum. Kedua matanya terpejam.

Taemin berdiri di ambang pintu. Ia menatap Fay sambil tersenyum. Taemin lalu berjalan mendekati Fay dengan hati-hati agar Fay tidak menyadari kehadirannya. Taemin berdiri di samping Fay. Gadis itu masih diam.

“Menikmati angin malam?” sapa Taemin. Fay membuka matanya. Dia menoleh ke arah Taemin. Cowok itu juga sedang menikmati angin malam.

“Ya..” Fay kembali menatap ke depan. Kota London terlihat indah saat malam hari. Lampu-lampu berjajar rapi menghiasi malam.

“Aku suka pemandangan seperti ini. Apalagi angin malamnya. Sangat nyaman.”

“Ya, aku juga suka. Seoul tak jauh berbeda.”

“Benarkah? Wah, kapan-kapan aku ingin mengunjungi Seoul.”

“Kalau begitu datanglah,” undang Taemin. Fay hanya tersenyum.

“Aku ingin saja, asal kau yang membayar,” canda Fay. Tak disangka, Taemin menanggapinya dengan serius.

“Tentu saja. Aku yang mengundangmu, maka aku juga yang akan mengurus semuanya. Yang penting kau sampai di Seoul, kan?”

“Hahahaha..” Fay tertawa lepas. Taemin ikut tertawa.

“Ngomong-ngomong, kau suka dengan lagu ‘Just The Way You Are’ ya?” tanya Taemin. Fay mengangguk dengan semangat.

“Aku suka sekali lagu itu. Enak didengar.”

Taemin mengulum senyum dan mengeluarkan ponselnya. Ia lalu menyalakan lagu tersebut. Fay tertegun.

“Ayo,” ajak Taemin. Ia mengulurkan tangannya pada Fay.

“Ayo apa?” Fay berpikir sejenak. Taemin mendengus tapi wajahnya tetap lembut.

“Tentu saja menari!” Taemin menarik tangan Fay. Gadis itu tertawa.

“Kenapa malah tertawa? Ayo!” Taemin tak dapat menyembunyikan senyumnya yang mengembang. Fay tersenyum. Dia lalu mulai berputar seperti sedang berdansa. Fay berjalan menjauh. Taemin tersenyum dan menarik Fay ke pelukannya. Taemin lalu melepaskan Fay lagi.

Lagu terus mengalun. Taemin dan Fay menikmati tarian itu. Taemin mengangkat tubuh Fay ke udara. Fay tersenyum dan memejamkan matanya. Angin malam menyapa wajahnya. Taemin lalu menurunkan tubuh Fay lagi. Mereka menari masing-masing namun tetap padu. Taemin lalu menarik tangan Fay dan menariknya ke pelukannya. Taemin memeluk Fay dari belakang.

“When I see your face..” Taemin membelai lembut pipi Fay. Gadis itu mendongak menatap ke wajah Taemin.

“There’s not a thing that I would change..” Mereka saling bertatapan.

“Cause you’re amazing…Just the way you are..” Taemin mendekat ke wajah Fay dan mencium bibir gadis itu lagi. Kali ini lebih lama dan lebih mesra. Taemin mengelus-elus pinggang Fay yang ia dekap. Sementara tangannya yang lain mengusap kepala Fay. Dengan sekali gerakan, Taemin memutar tubuh Fay. Akhirnya mereka berhadapan. Ciuman pun berlanjut. Lagu masih mengalun, seakan menjadi soundtrack kisah cinta mereka.

Kedua tangan Fay melingkari leher Taemin. Kedua tangan Taemin melingkar di pinggang Fay. Mereka semakin merapat. Mereka berpelukan sambil berciuman.

“I love you..” ucap Taemin saat ia melepas ciumannya.

“Saranghae..” balas Fay.

To be continued

5 thoughts on “[FF] Trapped Inside Your Heart Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s