[FF] I’m Crazy {SKIP}

Casts: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Han Hyeji, Choi Minho

Rating: PG-15

Length: One Shot

Genre: Thriller, Mystery, Romance, Angst, Tragedy

 = = =

Sesosok pria berdiri di kejauhan. Dia sedang membidik seorang wanita. Klik, fotonya tersimpan. Lelaki itu tersenyum senang.

“Hyeji..”

Pria itu memasuki flat sederhananya. Dia tinggal sendiri di sana. Yang paling dekat dengannya adalah tetangga sebelah. Selain itu dia bahkan sering lupa siapa nama tetangganya.

Dia tidak antisosial. Dia punya banyak kenalan. Tapi dia tidak menganggap mereka sebagai teman. Dia hanya menganggap Kyuhyun, tetangganya, sebagai teman. Yang lain tidak.

Pria itu bernama Lee Sungmin. Sungmin bekerja sebagai author di sebuah perusahaan majalah terkenal. Dia masih punya keluarga. Hanya saja dia lebih senang sendirian. Dia sering menjelajahi dunia demi mendapatkan berita yang menarik. Dia sering terdiam di dunianya sendiri demi mendapatkan inspirasi untuk ceritanya.

Tapi selain itu, dia punya kegiatan lain. Kegiatan yang membuatnya menyandang gelar psikopat dari Kyuhyun. Mengagumi seorang gadis bernama Han Hyeji. Sungmin memotret Hyeji dalam berbagai sisi. Semua foto dipajang di kamarnya. Bahkan ada yang dijadikan poster dan ditempel di dinding sampai langit-langit. Sungmin terobsesi pada Hyeji, begitu lebih tepatnya daripada mengagumi.

Sungmin mencium foto yang baru didapatnya sekilas sebelum menempelkannya di tempat yang tersedia. Kamarnya gelap karena foto-foto itu. Setiap malam Sungmin menulis sesuatu tentang Hyeji. Sungmin menuliskan kegiatan-kegiatan Hyeji hari itu, apa yang Hyeji kenakan, apa yang ia makan, apa yang membuat ia tertawa, semuanya.

Sungmin menyeringai menatap foto Hyeji yang sedang melepas jaket.

“Hyeji…you’re mine..”

= = =

Sungmin membuka pintu flatnya. Kebetulan di sebelah kanannya Kyuhyun melakukan hal yang sama. Mereka berpandangan. Kyuhyun melontarkan sebuah senyum tipis. Sungmin membalasnya. Mereka lalu mengunci flat mereka bersamaan.

“Hari ini mau mencari inspirasi dimana?” tanya Kyuhyun.

“Hari ini aku ingin pergi ke daerah Mokpo, ke Donghae City. Alam di sana indah. Mungkin aku bisa mendapatkan inspirasi.”

“Oh. Begitu..”

“Kau sendiri? Game apa yang akan kau ciptakan?”

“Aku ingin membuat game yang mendidik tapi tetap seru. Peperangan yang mendidik, disertai sejarah-sejarah, tokoh-tokoh sejarah yang dibuat semirip mungkin. Bagaimana?”

“Lumayan.”

“Sendiri?”

“Ha?” Sungmin menatap Kyuhyun heran. Sudah jelas ia sedang bersama Kyuhyun.

“Ke Donghae City. Sendiri?”

“Oh ne..” Sungmin mengangguk. Dia menekan tombol lift dan menunggu. Kyuhyun masih berdiri di sampingnya.

“Mau kutemani?” Kyuhyun tersenyum. Sungmin memandang Kyuhyun ngeri.

“Hm..tidak usah, terima kasih. Kurasa akan lebih menyenangkan jika pergi sendirian.” Pintu lift terbuka. Mereka berdua masuk ke dalam lift.

“Oh ayolah..aku juga ingin ke Donghae City.”

“Kau bisa pergi sendiri kapan-kapan.”

“Pergi sendirian tidak seru, Sungmin ah.  Aku ingin kau temani.” Kyuhyun lagi-lagi tersenyum. Sungmin terdiam.

“You’re not a gay, right?”

“Of course not.”

“Really?”

“What the fuck, Sungmin.” Kyuhyun mendengus kesal. Sungmin tersenyum tipis. Pintu lift terbuka dan mereka berdua berjalan berdampingan keluar.

“Haha…temperamen, hah? Jika diperhatikan kau selalu meminta perhatianku. Kau menyukaiku?” Sungmin menaikkan sebelah alis. Kyuhyun menatapnya.

“Bagaimana kalau iya?”

“Itu urusanmu.”

“Baik. Sayangnya aku tidak menyukaimu.” Kyuhyun menatap ke arah lain dengan kesal. Sungmin menghampiri mobilnya. Sedangkan Kyuhyun masih berdiri di samping Sungmin. Lelaki itu menatap Sungmin dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kyuhyun lalu menjilat bibirnya. Sungmin meliriknya.

“You’re gay.”

“No, I’m not.”

“Yes, you are. Lihat, kau menatapku lalu menjilat bibirmu. Itu menandakan bahwa kau menyukaiku.”

Kyuhyun terbahak. Sungmin menatapnya datar.

“Bibirku kering, Sungmin ah. Jangan salah diagnosa.”

“Mau aku basahkan?” Sungmin menjilat bibirnya. Kyuhyun makin terbahak.

“Sial, Sungmin! Kau benar-benar menjijikkan!” Kyuhyun mendorong pundak Sungmin. Mereka berdua tertawa.

“Ya sudah. Hati-hati.” Sungmin mengangguk. Dia lalu masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil. Kyuhyun melambaikan tangannya. Sungmin pun meluncur ke Donghae City.

= = =

“Hyeji!”

“Ne?” Hyeji berbalik. Seorang lelaki tinggi menghampirinya.

“Sudah siap untuk liburan kita ke Donghae City? Aku sudah tidak sabar…sudah lama kita tidak bertemu.” Namja itu mengecup kening Hyeji. Hyeji terkekeh.

“Yah, Choi Minho!! Kau tidak berubah! Dua tahun ternyata tidak merubah apapun ya?”

“Menurutku merubah.” Minho tersenyum. “Aku bertambah dewasa.”

“Lebih tepatnya bertambah tua.”

“Aku baru 20, jagi.” Minho mengacak rambut gadisnya. Hyeji tertawa.

“Tapi sebenarnya kau terlihat seperti berumur 18 tahun. Jujur!”

“Terima kasih..” Minho mengecup pipi Hyeji.

“Aish..” gerutu Hyeji pelan. Tapi sebenarnya ia senang.

“Aku kan kangen padamu, jadi maaf ya kalau aku sering menyentuhmu sekarang.”

“Haah…ternyata kau berubah. Dulu kau malu-malu..”

“Hehe.”

Hyeji menggamit lengan Minho dan melangkah masuk ke kereta.

Di kejauhan Sungmin terdiam menatap pemandangan itu.

Jangan Hyeji..Jangan lakukan…

Lihat aku disini, Hyeji. Jangan lakukan itu…

Hyeji, ini aku…

Aku yang selalu menatapmu dari jauh, melindungimu dengan diam-diam. Ini aku, sayang…

Hyeji, jangan kau pergi dengan lelaki itu. Kamu milikku, baby…

Hah…kata-kata itu tidak bisa dikeluarkan dari mulut Sungmin. Biarlah kata-kata itu berada di bukunya.

Sungmin memasuki kereta. Dia memilih berdiri agar leluasa mengawasi Hyeji. Ternyata mereka berdua juga berdiri di gerbong yang sama dengannya. Sungmin bersembunyi di balik tubuh seorang pria tinggi tegap. Matanya terus mengarah ke mereka.

Minho berdiri tegap di samping Hyeji. Tangan kanannya berpegangan pada tiang sedangkan tangan kirinya merangkul Hyeji. Gadis itu menyandarkan kepalanya ke pundak Minho. Minho berbisik ke telinga Hyeji dan gadis itu mendongak dan menatap kekasihnya dengan tatapan penuh cinta.

Sungmin mengepalkan tangannya. Dia merasa marah.

Hyeji, nafasku untukmu. Mataku untukmu, sayang. Janganlah tatap lelaki itu seperti itu, atau matamu untukku, kuberikan mataku untukmu. Jangan gunakan matamu untuk menatapnya…

Sayang, jangan…lihat aku di sini, sayang. Jangan lakukan itu dengan namja itu…

Minho terlihat seperti sedang berbicara sesuatu. Hyeji pura-pura kesal dan memukul lengan Minho pelan. Hyeji merajuk.

“Minho ya~..”

Kumohon sayang, jangan panggil nama namja itu. Panggil aku, sayang.

Sungmin menghela napas. Rasanya ia ingin cepat sampai.

Saat Sungmin nyaris tertidur sambil berdiri, ponselnya bergetar. Sungmin tersentak dan cepat-cepat membuka pesan yang masuk. Untung saja Sungmin tidak memakai ringtone.

Ternyata itu pesan dari Kyuhyun.

From: Kyu

Yah! Jangan lupa oleh-oleh, okay? Sudah sampai dimana sekarang? Macet?

To: Kyu

Dasar bodoh. Pakai kereta mana mungkin macet? Satu jam lagi sampai. Tenang, aku akan membawakanmu mayat Choi Minho.

From: Kyu

Ow..ow…Minnie, kau mau membunuh lelaki yang dekat dengan Hyeji lagi? Sampai kapan? Sudahlah..

To: Kyu

Sampai aku mati, Kyunnie. Hyeji hanya milikku seorang. Dia hanya boleh bersanding denganku.

From: Kyu

Aku membencimu ketika psiko-mu kumat. Tapi tidak bisa dipungkiri, aku masih menyayangimu. Kau sudah makan?

To: Kyu

Kurasa belum.

From: Kyu

Apa?! KURASA?! Apa kau amnesia? Lumpuh otak?

To: Kyu

Kyu, kenapa hari ini kau bodoh sekali?

From: Kyu

Nan neoyaege man paboya. Aku akan menjadi bodoh untukmu. Aku hanya bodoh begini jika ada dihadapanmu.

To: Kyu

Menjijikkan.

From: Kyu

Hey..kalau kau belum makan, cepat makan ya. Makan yang berkalsium agar kau bertambah tinggi. Jangan kalah dengan Choi Minho..

To: Kyu

Kau ini menyindirku atau menasihatiku? Ini hidupku, Kyunnie.

Sungmin mematikan ponselnya dengan kesal. Kyuhyun memang selalu mengganggunya. Tapi di saat ia kesulitan, Kyuhyun selalu ada. Itulah yang membuat Sungmin bertahan di sisi Kyuhyun dan tidak mau berpisah dari namja itu.

Sungmin tahu Kyuhyun normal. Tapi hobi bercanda namja itu suka kelewat batas. Kyuhyun mulai terjun ke dunia akting, dia belajar akting di kehidupannya sehari-hari. Dan sasarannya adalah Sungmin.

“Aku mendapat peran sebagai gay di sebuah film baru. Aku akan mempraktekannya denganmu.” Ucap Kyuhyun saat itu. Awalnya Sungmin menolak, tapi makin kemari dia malah terbiasa.

Sungmin mendengus. Kenapa dipikirannya ada Kyuhyun?

= = =

Tangan Minho tidak pernah lepas dari Hyeji. Dan itu membuat Sungmin gerah. Sungmin berdiri di depan pintu, memperhatikan Minho dan Hyeji yang sedang check-in. Setelah mendapatkan kunci, Minho langsung merangkul Hyeji pergi.

Sungmin menatap mereka dalam diam. Dia lalu check-in dan masuk ke kamarnya. Kamarnya berada tepat di sebelah kamar Hyeji.

Sungmin merapatkan telinganya ke dinding. Suara-suara dari ruang sebelah tidak terdengar. Sial, pikirnya. Sungmin lalu mengeluarkan alat pendengar yang dibuatkan Kyuhyun. Dia menempelkan alat itu ke dinding dan memakai earphone untuk mendengarkan. Sungmin terdiam.

“Jagi, kau tidur di ranjang, aku tidur di sofa ini ya.”

“Kenapa tidak pesan yang dua ranjang tadi?”

“Penuh. Di sini saja.”

“Ara..tapi…eng..”

“Mwo?”

“Eng..sofanya kan kecil.”

“Gwaenchana.”

“Tidak sesuai dengan tubuhmu yang tinggi. Nanti pegal-pegal lho.”

“Lantas aku harus tidur di lantai?”

“Bukan begitu, jagi! Maksudku..kau tidur di ranjang saja..”

“Lalu kau?”

Hening cukup lama. Sungmin mengepalkan tangannya dan menggeram dengan kesal. Tapi dia tetap menunggu.

“Hahaha arasseo, jagi. Aku pesankan kamar lagi ya. Siapa tahu masih ada yang kosong.” Terdengar suara Minho. Sungmin menghembuskan napas lega.

= = =

“Hh…hh…Sungminnie…dugaanmu benar..aku gay…hahaha…aku mencintaimu, Sungminnie..” Kyuhyun tertawa sendiri di depan komputernya.

“Sungminnie…aku tahu kita tidak akan bisa bersama..maka dari itu…daripada kau hidup tanpa bisa berada di sisiku…lebih baik kau mati..bersama gadis itu..mati…”

“Semua hanya sandiwara. Hidup ini sandiwara, Minnie. Dan kau jangan pernah percaya padaku..hahahaha…” Kyuhyun menekan tombol enter di komputernya. Sebuah rencana picik sudah ia siapkan. Kyuhyun tersenyum sadis.

“Sungmin ah, aku sudah menyiapkan CCTV di kamar itu…di kamar yeoja itu dan di kamarmu…hahaha…aku akan mendapatkan tontonan yang menarik.”

“Sungmin ah, mianhae. Naneun geunameul jeongmal saranghae..”

= = =

Sungmin mengikuti kemanapun Minho dan Hyeji pergi. Seharian ia ikuti. Malamnya, ia bertekad untuk membunuh Choi Minho.

Sungmin menyiapkan pisau belati dan memasukkannya ke balik jaket. Dia memakai masker untuk menutupi wajahnya. Sungmin menyeringai. Minho memudahkannya. Minho dan Hyeji beda kamar. Bunuh Minho dan dapatkan Hyeji. Semua akan selesai malam itu.

Sungmin berjalan ke kamar Minho dan membuka pintunya. Dia mencuri master key. Sungmin lalu menutup pintu. Dia melihat Minho yang tertidur pulas di ranjangnya. Sungmin tersenyum tipis. Dia mengeluarkan pisaunya dan hendak menusuk jantung Minho ketika Minho tiba-tiba terbangun.

“Yah! Kau siapa?!” bentak Minho kasar. Dia langsung melompat dari tempat tidur.

“Hh..sial..” gumam Sungmin. Dia lalu mendongak menatap Minho.

“Kenapa kau bisa berada di kamarku?”

“Master key.”

“Tunggu…kau…” Minho mengamati Sungmin. “Sungmin sunbae? Kau kakak kelasku, bukan?! Kenapa kau mau membunuhku?”

“Sudahlah jangan banyak omong.” Sungmin langsung menyerang Minho dengan kalap. Minho mengelak. Dia menahan tangan Sungmin yang memegang pisau. Minho mengambil alih pisau di tangan Sungmin tapi Sungmin tidak terima. Dia mau mengambil kembali pisaunya namun gagal. Pisau itu malah terlempar.

Sungmin menonjok pipi kanan Minho. Sangat keras hingga ujung bibir Minho mengeluarkan darah. Sungmin menyeringai melihat darah itu.

“Bibirmu rusak…akan kurobek bibirmu Minho. Sudah menyentuh Hyeji-ku..” Sungmin menjulurkan tangannya untuk mengambil pisau itu namun pisau itu ditendang oleh Minho. Pisau itu masuk ke kolong lemari. Minho menendang perut Sungmin hingga lelaki itu terjengkang ke belakang. Kini Minho yang mengambil alih. Dia langsung menghajar Sungmin habis-habisan.

“Yah..” Minho menarik kerah Sungmin dan menatapnya tajam. “Hyeji milikku..” Minho menonjok pipi Sungmin. Minho lalu menjambak rambut Sungmin dan membenturkan kepalanya ke tembok. Namun itu tindakan fatal. Dengan sekali gerakan, Sungmin menyelipkan tangannya ke kolong lemari dan mengambil pisau itu. Minho yang lengah tidak sempat mengelak dari hujaman pisau Sungmin. Minho pun terkapar bersimbah darah. Sungmin tertawa. Dia lalu melap bibirnya yang berdarah. Dia merasakan ada yang mengalir dari keningnya. Dia meraba keningnya dan menemukan darah. Sungmin mendengus.

“Gwaenchana, Hyeji…aku tidak apa-apa..” desah Sungmin. Dia lalu bangkit berdiri dan berjalan ke kamar Hyeji.

Dia membuka kamar dan menutupnya. Sungmin menaikkan alis. Ternyata Hyeji masih terjaga. Dia lalu merapat ke tempat tidur dan menatap ngeri ke arah Sungmin yang penuh darah.

“Kau siapa?!” Hyeji meraba-raba meja kecil, hendak mencari senjata. Sungmin menyeringai dan berjalan cepat menghampirinya. Sungmin menarik tangan Hyeji dan melumat bibir gadis itu. Hyeji berontak dan mendorong Sungmin. Tapi tenaga Sungmin jauh lebih besar. Sungmin mulai menjilati leher Hyeji. Hyeji menjerit minta tolong dan Sungmin membekapnya dengan bibirnya.

“Eng…ka…kau…” Hyeji berusaha melepaskan dirinya. Sungmin seperti kerasukan. Dia terus menciumi rambut Hyeji, bibirnya, lehernya. Hyeji sampai menangis. Sungmin lalu berhenti. Dia terdiam menatap Hyeji yang menangis di hadapannya. Wajah dan leher Hyeji berdarah. Darah dari Sungmin.

“Ka-kau…Sungmin oppa!! Kenapa kau berbuat begini?! Kenapa?!”

“Karena aku mencintaimu, Hyeji..” Sungmin lalu melumat bibir mungil Hyeji dengan kasar. Hyeji sampai merapat ke sandaran tempat tidur karena dorongan namja itu.

Tapi apa daya, tenaga Sungmin jauh lebih kuat. Hyeji hanya bisa pasrah. Harga dirinya runtuh. Sungmin telah mengambil semua yang seharusnya menjadi milik Minho.

“Kumohon Sungmin…hentikan..” isak Hyeji. Sungmin terdiam. Akhirnya dia menyelesaikan permainan itu dan terkulai di samping Hyeji yang masih menangis.

“Bunuh aku, Sungmin…bunuh aku..” lirih Hyeji. Sungmin membelalakkan matanya.

“Mwo?! Tapi aku mencintaimu!”

“Tidak! Ini bukan cinta! Aku membencimu, Sungmin! Karena kau aku tidak pantas hidup!! Bunuh saja aku!!!”

Kamu marah, sayangku? Tapi tak apa. Aku akan meminta maaf dengan mengabulkan semua permintaanmu.

“Aku yakin Minho masih hidup!! Itu bukan darah Minho…dia masih bernapas. Tapi karena kau aku tidak punya muka untuk bertemu dengannya! Bunuh aku!!”

Baiklah jika itu permintaanmu. Akan kukabulkan semua permintaanmu.

Sungmin menusukkan pisaunya ke jantung Hyeji. Gadis itu menggeliat. Dia terbatuk parah. Wajahnya memucat. Suaranya tercekat.

“Khkk..kkh…Min…Minho oppa…hhkh..sa..sarang…hae..” Hyeji masih berada di ambang antara hidup dan mati ketika tiba-tiba pintu terbuka.

Sungmin berbalik. Minho terengah-engah di ambang pintu. Dia memegangi dadanya yang berdarah. Minho terkejut melihat keadaan Hyeji.

“Kau…” Suara Minho tercekat. Dia melupakan rasa sakitnya sejenak dan menonjok pipi Sungmin. Minho mengambil pisau yang tergeletak di meja di samping ranjang dan segera menancapkannya ke ulu hati Sungmin. Tak puas, Minho mencabut pisau itu dan menusukkannya ke jantung Sungmin. Lalu pindah ke paru-paru Sungmin. Dan terakhir Minho menyobek kulit dada Sungmin. Sungmin tewas mengenaskan.

Minho terengah-engah. Dia lalu menatap tubuh kaku di samping Sungmin. Dengan tertatih, Minho menghampiri tubuh itu dan merengkuhnya. Hyeji masih bernafas. Tapi Minho tidak tega melihat keadaan Hyeji yang tinggal menunggu waktu.

“Kumohon Hyeji bertahanlah…kutelepon ambulans..” Minho merangkul Hyeji dan bergegas menelepon ambulans.

“Hkh…sa…rang..hae..oppa…” Hyeji tersenyum lembut. Air mata Minho tumpah. Tubuhnya bergetar hebat. Dia melepaskan ponselnya dan ponsel itu jatuh ke lantai. Dia langsung memeluk Hyeji erat. Minho menangis meraung-raung.

“Hyeji…na ddo saranghae..” Minho menenggelamkan wajahnya ke pundak gadis yang sudah tak bernyawa itu.

= = =

EPILOG

Minho mengambil sebuah pistol dan menyembunyikannya di balik jaketnya. Minho memakai topi menutupi setengah wajah. Dia lalu berjalan menembus kegelapan malam.

“Cho Kyuhyun…” Seorang namja menoleh. Ekspresinya datar. Minho mengeluarkan pistol dari balik jaketnya dan menodongkannya ke Kyuhyun. Namja itu tetap tenang sambil bersidekap.

“Aku tahu kau otak dibalik semuanya…kaulah yang psikopat..kau yang memesan semua kamar di hotel itu agar memudahkan Sungmin membunuhku..dan membunuh dirinya sendiri. Kau brengsek.”

“Nah, itu kau tahu.” Kyuhyun tersenyum setengah.

“Tsk. Kyuhyun…munafik. Di depan temanmu sendiri kau perhatian..ternyata di belakangnya kau merencanakan pembunuhan.”

“Aku tahu. Langsung saja ke poin utama.”

“Aku akan membalas dendam Hyeji…aku akan membunuhmu.” Minho bersiap menarik pelatuknya. Tiba-tiba Kyuhyun mengeluarkan pistol yang sama dan menarik pelatuknya. Dua suara tembakan menggelegar. Darah mengaliri tanah.

“Kau meleset…Minho…” Kyuhyun tersenyum setengah melihat jasad Minho yang sudah tak bernyawa.

Kyuhyun bangkit berdiri. Dia berjalan tertatih menjauhi jasad Minho sambil memegangi perutnya. Tapi baru beberapa meter berjalan, Kyuhyun ambruk. Nyawanya pun melayang.

END

17 thoughts on “[FF] I’m Crazy {SKIP}

  1. haeny_elfishy says:

    kyu. . ! mampus lo ! wkwkwk
    bener” magnaevil ni orng satu, bacanya bkin nyeri, tp keren ! plng suka ff mystery mu saeng, ^^
    mianhae yak, sring ga mampir ke sini. . . hehehe

    • sungheedaebak says:

      kyu: apaan lu mampus-mampus? gua pites juga lu ampe mampus!
      aku: sabar bangkyu
      kyu: elu lagi apaan bkin gue gay di situ hah?! gue straight! buktinya gua suka ma elo!
      aku: *blush*

      aish..jadi bkin ff dadakan. wkwkwkwk
      nyeri? omaygad. hahaha
      berarti aku jagi bkin ff mystery ya..hmmm

      gwaenchana ^^

  2. amitokugawa says:

    jgerrrr
    ternyata yaoi beneran!
    *nisa = emang!*

    tapi epilognya ga terduga lho, aku sampe ngelempar gumpalan tisu ke monitor lappie
    gilaaaa

    keren!

  3. dorky Mint says:

    bagian sebelum epilog itu bener-bener ga ketebak ><
    aigo, nisa! sepertinya sungmin oppa sering banget jadi psikopat di ff thriller-mu…
    dan idenya ga terduga. mantep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s