[FF] 3 Days Without You

Casts: Lee Hyukjae, Lee Sunghee, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Kim Junsu, ocs.

Genre: Romance, Friendship, Fluff

Rating: T

Length: One Shot

= = =

“Sunghee, I love you..” Hyukjae berbisik di telinga Sunghee. Gadis itu menggeliat di dekapannya. Hyukjae tersenyum.

“Me too..” Sunghee tersenyum. Hyukjae mencium leher Sunghee lembut.

“Hyuk, apa kita akan berpisah?” Sunghee melepaskan dekapan Hyuk. Ia berguling ke kanan, menghadap kekasihnya. Hyukjae menunduk menatap gadisnya.

“Hanya dengan maut.” Hyukjae tersenyum dan hendak mencium bibir Sunghee lagi namun gadis itu menjauh. Hyukjae heran.

“Kau kenapa?” tanyanya.

“Ani..” Sunghee berbalik, memunggungi Hyukjae. Lelaki itu mendengus kesal dan bangkit. Dia lalu menarik Sunghee dan menekan kedua tangannya. Hyukjae menatap Sunghee serius. Gadis itu hanya diam menatap tubuh Hyukjae di atasnya.

“Malhebwa. Ada apa? Ceritakan padaku.”

“No. Just..let’s break up.” Sunghee menyingkirkan tubuh Hyukjae dari atasnya dan bangkit dari tempat tidur. Dia memungut kausnya yang dilempar sembarang oleh Hyukjae dan memakainya. Hyukjae tertegun. Sedetik kemudian dia sadar akan apa yang Sunghee katakan.

“YAH! Mana bisa ambil keputusan sepihak? Kau kenapa?!” bentak Hyukjae. Sunghee terdiam.

“Kau kenapa, Sunghee?” tanya Hyukjae lagi dengan suara yang lembut. Sunghee menggeleng sambil menggigit bibir bawahnya yang sudah berdarah.

“Mianhae,” ucap Sunghee parau sebelum pergi keluar kamar. Dia meninggalkan Hyukjae termenung di kamarnya.

Hyukjae menatap ranjangnya yang berantakan. Dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah pigura foto. Foto dirinya dan Sunghee yang sedang berangkulan mesra di pinggir pantai. Tangan gadis itu melingkar di pinggangnya. Hyukjae menghela nafas. Dia menghadap ke tembok lalu menonjok tembok itu keras.

= = =

Hyukjae berdiri di hadapan apartemen Sunghee. Dia sengaja tidak mengetuk pintunya. Dia hanya berdiam diri. Menunggu penghuninya keluar.

Pintu terbuka, Hyukjae mendongak.

“Oh, annyeong, Hyung..” sapa Cho Kyuhyun, adik kelasnya saat SMU. Hyukjae tertegun.

“Kyuhyun? Apa yang kau…”

Perkataan Hyukjae terpotong ketika ia melihat Sunghee berjalan ke arah Kyuhyun, hanya mengenakan celana pendek dan kaus tanpa lengan.

“Well, aku hanya bermain-main dengannya,” kata Kyuhyun ringan. Hyukjae menatap Kyuhyun sekilas lalu menatap Sunghee tajam.

“Minggir.” Hyukjae menyingkirkan tubuh Kyuhyun. Cowok itu membentur tembok kemudian melangkah keluar apartemen dengan kesal.

“Yah, Lee Sunghee. Apa maksudmu? Tiba-tiba pergi dariku dan sekarang kau bermain-main dengan Kyuhyun?” Hyukjae mencengkram kedua tangan Sunghee erat. Sunghee meringis kesakitan.

“Yah, lepas! Kau bukan pacarku lagi! Pergi!”

“Kata siapa? Aku belum menyetujuinya! Kau masih berstatus sebagai pacarku, oke?”

“Andwae! Aku tidak mau!”

“Kenapa? Kenapa, Sunghee?” Hyukjae menatap Sunghee parau.

“Just because..”

“Beri aku waktu.”

“Ne?” Sunghee menatap lelaki di hadapannya heran. Hyukjae melepaskan cengkraman tangannya. Dia lalu memegang kedua pundak Sunghee.

“Setidaknya satu minggu..”

“Tiga hari.”

“Okay, baiklah. Tiga hari. Aku akan merubah sikapku yang tidak mengenakanmu selama tiga hari. Aku akan mengintrospeksi diri, atau apapun namanya, agar kau tidak meninggalkanku tanpa sebab.”

“Ada sebabnya, Hyukie..”

“Kalau begitu beri tahu apa sebabnya. Kumohon..”

“Tidak. Setelah tiga hari itu, kau baru kuberi tahu.”

“Oh, baiklah.” Hyukjae mendengus.

“Tiga hari dimulai dari sekarang, kau tidak boleh bertemu denganku. Kau tidak boleh mencampuri urusanku. Kau hanya boleh mengurusi dirimu sendiri. Selama tiga hari. Bagaimana?”

 “Siap.”

“Pegang janjimu. Jika kau mencampuri urusanku selama tiga hari ini, kau benar-benar kuputuskan.”

“Ne..”

= = =

Hyukjae’s POV

Begitulah.. ini hari pertama perjanjian bodoh tersebut. Sunghee benar-benar menyiksaku dengan perubahan sikapnya yang drastis. Kemana Sunghee yang dingin namun ramah? Kemana Sunghee yang cuek namun perhatian? Kemana Sunghee yang…ah..aku sudah gila.

Hari ini aku pergi ke apartemen Seoul untuk bertemu dengan teman masa kecilku, Junsu. Tapi apa yang kulihat? Kyuhyun sedang merangkul Sunghee ke apartemennya. Yah, apartemen Kyuhyun bersebelahan dengan apartemen Sunghee. Aku tidak curiga jika Kyuhyun membawa Sunghee ke apartemen gadis itu sendiri, tapi ini! Ia membawa gadisku ke apartemennya.

Aku mencoba menahan amarahku melihat dua orang itu. Aku lalu cepat-cepat pergi ke lantai 3A.

= = =

“Oh, hai, Hyukie! Lama tak bertemu.” Junsu memelukku sekilas. Dia lalu menarikku ke dalam apartemennya yang besar namun minimalis.

“Yah…aku mau menghubungimu namun tidak bisa terus.” Aku menghempaskan diriku ke atas sofa. Junsu terkekeh.

“Maaf, aku lupa memberi tahu bahwa aku ganti nomor. Tapi aku masih menyimpan nomormu kok.” Junsu mengedipkan sebelah matanya dan mengambil botol soft drink dari kulkas.

“Aish…kau sendiri yang bilang kalau salah satu dari kita berganti nomor pasti memberi tahu yang lainnya.” Aku mendengus kesal.

“Yaa…aku kan sudah minta maaf..” Junsu datang ke hadapanku membawa sebotol soft drink dan empat buah gelas.

“Empat?” tanyaku heran. Junsu tersenyum.

“Donghae dan Taemin akan datang ke mari.”

“Taemin?” Aku mengernyit heran. Setahuku, Taemin itu adik kelasku juga saat SMU. Tapi aku tidak terlalu dekat dengannya. Sedangkan Donghae memang sahabatku. Dia satu flat denganku. Donghae juga berteman baik dengan Junsu, jadi aku tidak terlampau heran. Tapi, Taemin?

“Ya, Taemin. Masih ingat, kan?” Junsu sepertinya tidak menangkap maksudku.

“Ya tentu. Tapi apa urusannya dia kemari?”

“Oh..dia mau mengambil DVD Street Dance punyaku. Dia ingin meminjamnya tapi kusuruh dia kemari. Hahaha..” Junsu melanjutkan tawanya sambil menuangkan soft drink ke dalam gelas.

“Nih, diminum,” ucapnya. Aku mengangguk berterima kasih dan meminum soft drink tersebut.

“Kapan mereka da..” ucapanku terpotong.

“Annyeonghasaeyo!!” seru dua lelaki dari depan pintu. Junsu bangkit dan membukakan pintu. Donghae dan Taemin pun masuk dengan tersenyum lebar.

“Oh, kau ada di sini,” komentar Donghae saat melihatku. Aku tak merespon.

“Hyung! Kau masih ingat aku?” Taemin – dengan bersemangat – menghampiri tempatku duduk. Dia lalu tersenyum lebar di hadapanku.

“Ada apa?” tanyaku.

“Kau tidak ingat aku ya, Hyung?” Taemin merubah ekspresinya menjadi sedih. Aku tersenyum lembut. Dia lucu sekali.

“Aniyo, Lee Taemin. Tentu saja aku masih mengingatmu. Mana mungkin aku lupa.” Aku bangkit berdiri dan mengacak rambutnya. Dia seperti adikku saja.

Taemin tersenyum senang dengan perlakuanku.

“Oh, Junsu hyung, mana film yang kupinjam?” seru Taemin semangat. Junsu mengedikkan dagunya ke arah rak yang penuh dengan film-film. Taemin tersenyum gembira dan langsung menghampiri rak tersebut.

Donghae menuangkan soft drink ke gelasnya dan menatapku. Aku balas menatapnya.

“Kau berubah menjadi pendiam. Setidaknya sedikit pendiam. Ada apa?” Donghae meneguk soft drinknya, masih terus menatapku.

“Yah…hanya masalah kecil.” Aku berkata sekenanya dan menyandarkan tubuhku ke sofa. Aku menatap TV yang menampilkan film komedi.

“Tidak mungkin. Aku mengenalmu selama 10 tahun, Hyukie. Terakhir kau seperti ini saat kau dikhianati pacarmu. Ada hubungannya dengan Sunghee?” Donghae memajukan wajahnya dan menatapku penuh selidik. Aku menjauhkan wajahnya dengan tanganku.

“Haha..tidak ada apa-apa. Dia baik-baik saja kok,” dengan Kyuhyun, tambahku dalam hati. Donghae meletakkan gelasnya ke meja dengan keras, menimbulkan bunyi ‘tuk’ yang khas. Dia menatapku tajam.

“You’re not okay,” bisik Donghae. Aku menelan ludah.

“Hey, Hyungdeul, keberatan tidak jika aku menyetel film ini sekarang?” tanya Taemin mencairkan suasana. Kami mengangguk. Taemin tersenyum senang dan mulai memutar film tersebut. Taemin menganga menatapnya. Antusias.

Pada awalnya, film itu menunjukkan tentang dance. Sampai pada suatu bagian, tokoh utama film tersebut tampak habis ‘bermain’ dengan kekasihnya. Aku menelan ludah. Aku jadi teringat Sunghee. Yah, meskipun aku tidak pernah melakukan ‘itu’ dengannya. Hanya nyaris.

Tapi untung saja adegan itu tidak berlangsung lama. Langsung dilanjutkan dengan dance lagi. Aku menghembuskan nafas lega. Akhirnya, kami berempat yang notabene pandai menari, langsung mengikuti gerakan-gerakan dalam film itu. Kami tertawa-tawa. Aku senang. Setidaknya bisa melupakan masalah itu sejenak.

“Taem, kau mirip Eddie!!” seru Donghae. Taemin menatap Eddie – George Sampson – yang sedang menari street dance untuk mengulur waktu di menit-menit terakhir film. Taemin tampak terkejut.

“Hyung! Apa benar aku mirip dengannya? Apanya? Umurnya? Gerakannya?”

“Lucunya!” Donghae dan Junsu terbahak. Taemin cemberut. Tapi lama kelamaan dia tertawa juga.

End of Hyukjae’s POV

= = =

Sunghee terdiam di depan apartemen Junsu. Dia tersenyum mendengar tawa yang dikeluarkan oleh kekasihnya.

“Well, dia masih bisa tertawa tanpamu, Sunghee,” Kyuhyun tersenyum. Sunghee tersenyum tipis.

“Itu bagus. Ayo pergi, Kyu. Masih ada yang harus kita selesaikan.”

= = =

Hyukjae’s POV

Hari kedua, dan aku belum tahu apa yang harus kuubah dari diriku. Terlalu pelit? Masa? Baik, kuubah yang itu. Mudah menangis? Ubah! Dan..hm..sepertinya aku harus belajar Bahasa Inggris lagi. Lalu apa?

Karena otakku menemui jalan buntu, akhirnya aku memutuskan untuk menemui mantan pacar Sunghee, Kim Jonghyun.

= = =

“Sunghee senang pergi ke pantai.” Jonghyun membuka kulkasnya dan mengambil sebotol orange juice.

“Oh, kau mau minum apa?” Jonghyun menatapku.

“Apa saja. Lalu?”

Jonghyun mengambil gelas dan menuangkan isi botol orange juice itu ke dalamnya.

“Sunghee suka musim gugur, tapi dia selalu kedinginan saat winter.”

“Ya..lalu?” Aku mulai tak sabar.

“Sunghee itu termasuk seorang yang tertutup. Dia tidak akan curhat jika punya masalah. Dia menuangkannya ke dalam tulisan. Kau lihat saja file di komputernya. Banyak tulisan tentangku.” Jonghyun tersenyum dan menyuguhiku dengan orange juice dan beberapa piring kudapan.

“Arasseo…” Dan aku yakin sekarang ada tentang Kyuhyun.

“Kau pernah mengajak Sunghee menonton film romance di bioskop?” Jonghyun malah bertanya. Aku mengangguk.

“Oh, man! Dia lebih suka film action daripada romance. Mungkin itu salah satu kesalahanmu.” Jonghyun duduk di sebelahku dan mengganti channel TV. MTV pun muncul di layar kaca.

“Sunghee suka memodifikasi mobilnya. Lain kali kalau nge-date dengannya, ajak dia ke tempat modifikasi mobil. Dia pasti suka.”

“Oh..aku baru tahu soal itu.”

“Memangnya kalau nge-date, kau mengajaknya ke mana?”

“Kadang ke rumahku, kadang ke bioskop, makan-makan di café, ke taman ria…”

“Pantas. Kau tidak pernah mengajaknya ke toko buku?”

“Ehm..belum..”

“Lain kali ajaklah. Dia tidak terlalu suka keramaian. Dia senang membaca. Bawa dia ke tempat yang ia suka.”

“Baik.”

“Kau sudah berapa lama berpacaran dengannya?” tanya Jonghyun. Dia lalu meneguk orange juice-nya.

“Sekitar…setengah tahun.”

“Lama juga..” komentar Jonghyun.

“Hm?” Aku menaikkan satu alis. Bagiku itu sebentar.

“Aku dan dia bertahan selama satu tahun, sedangkan dia dan Kyuhyun hanya bertahan 3 minggu.”

“3 minggu?! Dia dan Kyuhyun?!” seruku. Jonghyun nyaris tersedak.

“Whoa..calm down, man! Kau tidak tahu Kyuhyun itu mantannya?” Kini Jonghyun yang kaget. Aku menggeleng.

“Ya ampun. Dengar, Kyuhyun itu pacar Sunghee semasa SMP. Dia pacar pertamanya. Tapi mereka hanya berjalan 3 minggu karena Kyuhyun…yah..entah untuk alasan apa mereka putus.”

“Karena Kyuhyun apa?” desakku.

“Kyuhyun…memutuskannya.”

“Apa?!” seruku lagi. Jonghyun memejamkan mata.

“Pelankan suaramu, kawan. Yah…Sunghee sendiri tidak pernah cerita apa alasan mereka putus saat itu. Tapi kurasa mereka cocok.”

“Apa…?”

“Kau tidak dengar?”

“Tidak, aku dengar. Baik, terima kasih informasinya. Aku pulang dulu.” Aku beranjak berdiri namun suara Jonghyun menghalangiku.

“Tunggu, kenapa kau bertanya seperti ini padaku? Kau sedang ada masalah dengan Sunghee?”

“Yah..sedikit. Dia tiba-tiba minta putus. Dia memberi waktu tiga hari untuk introspeksi diriku. Yah, sekarang aku tahu apa kesalahanku. Lusa tinggal lihat keputusannya.” Aku mengusahakan seulas senyum. Jonghyun balas tersenyum.

“Good luck,” ucapnya. Aku mengangguk.

End of Hyukjae’s POV

= = =

“Kyu…Kyuhyun…aku harus bagaimana?” Sunghee terduduk di kamarnya. Sendirian.

“Hyukjae…mianhae…mianhaeyo…”

“Kyu..eottokhae?” Sunghee terisak di kamarnya.

= = =

Hyukjae’s POV

 Hari ketiga. Yah, persiapanku sudah matang. Pelitku berkurang, aku tidak menangis meski teman-temanku mengatakan hal yang sedih, meski Donghae menceritakan kisahnya dan ayahnya yang sudah meninggal – yah, malah dia yang menangis – meskipun Noona mengucapkan sesuatu yang tak diinginkan. Aku tidak menangis. Bahasa Inggris-ku juga lumayan. Key, tetangga sebelah flatku, dengan senang hati mengajariku Bahasa Inggris. Kemampuanku meningkat. Dan besok, penentuannya.

= = =

Aku berjalan ke apartemen Sunghee dengan perasaan tak menentu. Bagaimana jika ia benar-benar memutuskanku? Bagaimana jika ia tidak menyukaiku lagi? Bagaimana jika..ah..buang jauh-jauh pikiran negatif itu, Hyukjae. Jika kita berpikiran negatif, niscaya itu akan terjadi. Lebih baik pikirkan jika Sunghee menerimaku lagi. Jika Sunghee menghambur ke pelukanku, lalu kita pergi ke pantai…melihat sunset berdua..ah senangnya.

Di depan lift, aku berpapasan dengan Taemin. Dia menatapku terkejut.

“Hyung! Annyeonghasaeyo..” Taemin membungkuk. Aku mengangguk sekali.

“Dari mana, Taem?” Aku berjalan ke apartemen Sunghee. Tapi Taemin mengikutiku.

“Dari apartemen temanku Choi Minho. Masih ingat, kan? Dia kapten basket saat di SMU. Aku juga sekalian mengembalikan film itu pada Junsu Hyung.” Aku mengangguk saja. Yang mana Choi Minho aku tidak ingat. Aku pernah dengar namanya, tapi aku tidak dekat dengannya. Wajar saja aku lupa.

“Hyung mau pergi ke apartemen Sunghee noona?” tanya Taemin.

“Ya,” Aku membalas dengan suara yang pelan. Tak terasa kami sudah sampai di depan apartemen Sunghee. Aku menghela nafas dan mengetuk pintunya. Tak lama kemudian pintu terbuka. Tapi malah kakaknya yang muncul.

“Oh, Hyukie..mencari Sunghee ya?” tanya Sungmin hyung.

“Ne. Dia ada?” Aku mencuri-curi pandang ke dalam apartemen.

“Oh, ada di apartemen Kyuhyun.” Sungmin hyung tersenyum. Aku tertegun.

“Arasseo. Gomawo, Hyung..” ucapku lemas. Taemin heran. Tapi dia mengikutiku saja.

Apa Sunghee lupa dengan perjanjian itu?

Aku berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun. Saat aku ingin mengetuk pintunya, Taemin menahanku.

“Hyung, dengar dulu..sepertinya..mereka berdua sedang berbicara. Aku dengar nada sedih..” bisik Taemin. Aku menatapnya bingung. Aku ikut saja ketika Taemin mendekatkan telinganya ke pintu.

“Kyu…eottokhae?” Itu suara Sunghee. Suaranya bergetar, seperti ingin menangis.

“Ada apa?” Suara berat Kyuhyun terdengar.

“Aku benci mengatakannya tapi…aku harus..”

“Kenapa, Sunghee? Ada masalah?” tanya Kyuhyun lembut. Ah, aku muak! Aku ingin pergi tapi tangan Taemin menahanku. Dia mengisyaratkanku untuk mendengarkan lebih lama.

“Kyu, aku..aku hamil..anakmu..” APA?! Aku nyaris saja teriak. Taemin menguatkan cengkraman tangannya. Antara menahanku pergi dan menabahkanku. Ucapkan sekali lagi, Sunghee! Aku tidak percaya!

“Kau..hamil?” Malah suara Kyuhyun yang kudengar.

“Ne..” Sunghee terisak. Ingin sekali aku mendobrak pintu dan memeluknya.

“Kau yakin itu bukan anak Hyukjae?” Tentu saja bukan, bodoh! Aku masih menunggu hingga ia menjadi istriku!

“Tentu saja bukan, bodoh! Aku dan dia tidak pernah melakukannya! Hanya denganmu!” Oh, nice. Kau membuatku marah, Sunghee. Dan kau membuatku ingin menghajarmu, Kyuhyun.

“Ta-tapi…itu..”

“Kenapa? Kau tidak mau bertanggung jawab?!” jerit Sunghee. Nafasku memburu. Aku berusaha menenangkan diriku dengan mengatur nafas. Tanganku terkepal kencang. Jika kalap, mungkin Taemin sudah babak belur olehku.

“A-aku pasti tanggung jawab, Sunghee. Tapi masalahnya lain..”

“Apa?! Apa masalahnya?!”

“Masalahnya…aku masih harus kuliah..aku tidak bisa menjadi appa di umur segini..”

“Kau sudah 22 tahun!! Kuliahmu selesai sebentar lagi! Kau berani berbuat tapi takut tanggung jawab!” Aku terdiam mendengarkan. Taemin menganga. Aku sudah lemas. Aku ingin pergi saja.

“Okay, fine! Seandainya aku setia pada Hyukjae, hal ini tidak akan terjadi!” jerit Sunghee. Aku tertegun. Oh..dia masih mengingatku.

“Ya sudah! Sana pergi dengan Hyukjae!”

“Tidak bisa! Kau harus bertanggung jawab!”

“Gugurkan saja!” Perkataan itu membuatku marah. Aku melepas cengkraman Taemin. Bagaimanapun aku tidak mau melihat Sunghee menderita lebih jauh dengan membunuh anaknya sendiri. Meski itu anaknya dengan Kyuhyun.

Aku mendobrak pintu dan berteriak lantang, “YAH!! KAU GILA, CHO KYUHYUN?! KAU SUDAH CUKUP MEMBUAT SUNGHEE MENDERITA DENGAN MENGANDUNG ANAKMU DAN SEKARANG KAU MENYURUHNYA UNTUK MENGGUGURKANNYA?! KAU GILA?!”

Hening.

Aku tertegun. Tunggu dulu, kenapa..ada Jonghyun? Key? Junsu juga? Tunggu, itu kan..Noona? Donghae? Dan..teman-temanku yang lain? Ada apa ini?

Dan..Kyuhyun juga Sunghee..kenapa mereka berdua membawa kertas yang berisi..dialog?

“Saengil chukkae, Lee Hyukjae!!” seru mereka semua. Aku tertegun. Taemin tertawa di sampingku. Sunghee menghampiriku dan mengecup pipiku sekilas.

“Lihat ke belakangmu, sayang.” Sunghee membalikkan badanku. Sungmin hyung masuk ke apartemen dengan membawa kue ulang tahun. Aku masih diam. Apa sekarang tanggal 4 April?

“Hyuk ah…ini hari ulang tahunmu!” Sunghee tertawa. Aku menatap wajahnya, lalu turun ke perutnya. Kenapa dia memegangi perutnya yang sedikit membuncit? Jika ini lelucon, tapi kenapa Sunghee…

“Tara!” Sunghee mengeluarkan sebungkus kado dari balik jaketnya. Oh, rupanya ia menyimpan sebungkus kado..hahaha..Perutnya ramping kembali! Syukurlah..

“Aish..kau membuatku panik, Sunghee!” bentakku. Aku akan pura-pura marah.

“Mian..” Sunghee menunduk. Ha! Kena kau.

“Aku nyaris saja menghajar Taemin jika aku lepas kendali tadi!” Taemin terperangah mendengarnya.

Sunghee makin menunduk. Semuanya hening. Sungmin hyung meletakkan kue ke atas meja dan berdiri dalam diam.

“Lama-lama kuhamili juga kau!” Sunghee menengadah. Kaget.

PLETAK! Sungmin hyung memukul belakang kepalaku.

“Kau apakan adikku?!” bentaknya. Aku meringis. Akhirnya mereka semua tertawa.

“Sudah, sudah..tiup lilinnya,” kata Donghae. Aku menghampiri kue yang dihiasi lilin menyala itu. Tanganku tidak lepas dari tangan Sunghee. Aku memejamkan mata dan berdoa, lalu aku meniup lilin itu hingga mati dalam sekali tiupan. Semuanya bertepuk tangan.

“Saranghae..” Aku mencium bibir Sunghee. Semuanya bersorak. Sunghee mengisyaratkanku untuk berhenti dengan menjauhkan pundakku. Tapi aku tidak peduli. Aku melumat bibirnya. Tanpa perduli sekitar.

“Hei..itu terlalu lama, Hyukie..” komentar Junsu.

“Ya..aku sudah bosan..” ucap Kyuhyun.

“Panas sekali..” celetuk Jonghyun.

Aku mengulum senyum dan melanjutkan kegiatanku melumat bibirnya.

“Ya sudah, kita makan saja kuenya,” kata Shindong hyung. Semuanya bersorak setuju. Sontak, aku langsung melepas ciumanku dan menghalangi kueku. Sunghee terkekeh lembut.

“Enak saja! Kueku!”

“Dasar pelit!” koor semuanya. Aku mengulum senyum.

“Aku bercanda. Silakan saja dimakan. Aku sudah tidak pelit lagi.” Aku mengedipkan sebelah mata ke Sunghee. Dia tertawa.

“Hyuk, ikut aku sebentar.” Sunghee menarik tanganku keluar apartemen. Dia membawaku ke depan apartemennya.

“Kau harus berterima kasih pada Kyuhyun, dia merelakan apartemennya untuk dijadikan tempat pestamu.” Sunghee memulai. Aku mengangguk.

“Aktingku bagus, kan? Aku sudah berlatih sejak seminggu yang lalu. Aku bahkan berlatih menangis di kamar. Sungmin oppa sampai heran denganku. Haha..” Gadisku itu terkekeh. Aku tersenyum hangat.

“Hyuk, alasanku menyuruhmu introspeksi diri selama 3 hari sebelum ulang tahunmu adalah supaya kau menjadi sosok yang lebih baik di umur yang lebih dewasa.” Oh terima kasih Tuhan, kau mengirimkan bidadari baik hati padaku.

“Hmm..”

“Sepertinya rencanaku berhasil?” Sunghee mendongak. Aku terdiam.

“Kurasa…ya..”

“Hahaha..syukurlah…” Sunghee menatap ke arah lain. Aku menyentuh dagunya dan menghadapkannya padaku. Aku tersenyum. Sunghee merona.

“Sunghee, maukah kau menikah denganku? Mencintaiku seumur hidup dan menemaniku selamanya? Melahirkan anak-anakku dan membesarkannya bersama denganku? Apa kau bersedia, Lee Sunghee?”

“Hyuk ah..” Mata Sunghee berkaca-kaca. Aku tersenyum dan mengeluarkan cincin dari balik jaketku.

“Kau bersedia?” tanyaku lagi.

“Ya..” Sunghee tersenyum. Aku memasangkan cincin ini ke jarinya. Aku menggenggam kedua tangannya dan mencium keningnya lama.

“Gomawo..” lirihnya. Aku masih diam. Ciumanku pun turun ke bibirnya. Dia membalas ciumanku.

“Ehem! Nampaknya kalian harus menyiapkan pesta pernikahan yang meriah,” celetuk Key pada Sungmin hyung dan Sora noona. Aku dan Sunghee melepaskan ciumanku. Kami berdua tersenyum. Mereka bersorak gembira.

Syukurlah, Sunghee. Kau kembali ke sisiku. Entah bagaimana rasanya jika kau pergi dariku. Tiga hari tanpamu saja terasa menyiksa. Kuharap kau ada disisiku selamanya.

Saranghae.

Oh ya, Sunghee, setelah kita menikah, aku yakin kau akan kubuat menderita! Tunggu pembalasanku! Hahaha. Jika kau membuatku menderita selama tiga hari, akan kuringankan. Kau akan kubuat menderita satu malam saja, Sunghee. Hehehe..

END

26 thoughts on “[FF] 3 Days Without You

  1. hb says:

    annyeong saeng
    Pa kbr ne ?? *udhlamagabacaffmu . . .
    seruuu . .
    kasian Hyuk wkwkwk moga aja sifat pelit’a bnrn berubah . . .

    saeng bikin squel’a dong #plak . .
    hehehe
    nice ff

  2. hb says:

    *Kisshug back*
    sip sip . . .
    ntar deh un bc lagi . .

    eum bikin squel’a yg unyuk kt’a mo ngembat sunghee #plak
    mungkin rada NC tu hehehehe
    Cheonmaneyo saeng . .🙂

    • sungheedaebak says:

      hehe gomawo

      gyaaaa maluuuu😄 *lah? yg mau diembat kan sunghee, bukan elu*
      hahaha…ga bisa kalo cuman adegan itu doang..musti ada konflik lagi
      baiklah, nanti dipikirkan hehe

  3. haeny_elfishy says:

    ahahaha,
    paling seneng kalo hyuk dikibuli, pasti keliatan bodor bgt tu org, kekeke *ditabokhyukppa
    btw, kpan hyuk nyiapin tu cincin ? hahaha

  4. rabbitpuding says:

    hmm, aku bingung coy. Bagus ko ! Tapi berhubung aku baca ini malem, error nih kepala mau komen apa. Ckckck. Hehe

    dialog kyuhee di hotin geura ! Biar eunhyuk seneng *loh?

    *otak aku lagi jalan

    • sungheedaebak says:

      haha jadi pas si sunghee nangis-nangis mianhae itu sbnernya akting, pas awalnya jg udah direncanain sama sunghee. cuma buat surprise hyuk aja

      di hot gimanain? masa proses mreka bkin kyuhyun junior juga dijelasin?

      *otak aku lebih jalan

  5. leeeunhye aka hae's wife says:

    qreeen…
    Dsar kunyuk!!!!
    Ckckckckckckck…
    S’suju am yg d ats/nnjuk2 ke ats/ bwd squel na ye..

  6. Dhikae says:

    kyaaaaaa i’m back nyampah di comment, sunghee ><
    lagi-lagi unyuk gmpang di kibulin wkwkwk
    udh nyangka sih dri awal si unyuk cuma diboongin
    tpi gak nyangka bwt suprize ultah dia.. kekeke
    unyuk so sweet kok akhirnya wkwkw
    tp ttp aja nih dua pasangan yadong wkwkwk ^^v
    baguss😀

  7. eunri says:

    Annyeong aku reader baru😀 Salam kenal *bow

    lucu banget eunhyuk nya. hahaha aku baca senyum-senyum sendiri jadinya. hahaha😄

    nice ff q^。^p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s