[FF] The End Is Coming (Sekuel BFSF) (End)

Mianae baru post sekarang…idenya buntu tengah jalan hehehe. Maaf kalau ceritanya panjang dan membingungkan. Check it.

===

Lee Donghae terdiam menatap pemandangan di hadapannya. Choi Eunri sedang menuntun seorang anak kecil. Mungkin umur anak kecil itu 3 tahunan. Mereka sedang berjalan-jalan di dekat rumah. Sepertinya baru pulang belanja.
“Donghae ya, malam ini kau mau makan apa?” tanya Eunri pada anak laki-laki di sampingnya.
“Aku mau nasi goleng kimchi!” seru anak kecil bernama Donghae itu. Lee Donghae tertegun. Itu anaknya. Anaknya diberi nama Donghae, sama dengan namanya.
“Nasi goreng kimchi? Baiklah. Ka jja!” Eunri membuka pintu rumah dan masuk ke dalamnya.

“Donghae!” Lee Donghae memanggil anaknya. Berhasil, Donghae kecil menoleh. Dia bisa melihat Appa-nya.

“Eomma, ada Appa!” seru Donghae kecil riang. Eunri terkejut.
“Tidak mungkin, Donghae ya. Appa-mu sudah meninggal..”
“Tapi aku melihat Appa! Dia ada di sana!!” Donghae kecil menunjuk-nunjuk ke arah Donghae. Eunri melihat ke arah yang ditunjuk. Tapi dia tidak bisa melihat arwah Donghae.
“Donghae ya, bilang pada Eomma-mu, mianhae dan saranghae,” pinta Donghae. Donghae kecil tampak bingung.
“Eomma, kata Appa…mianhae…salanghae..” Donghae kecil menatap Eomma-nya.
“Donghae ya..” Eunri tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya berbisik, “Na ddo saranghae.” Tapi itu sudah cukup. Karena Lee Donghae mendengarnya. Dia tersenyum. Perlahan tubuhnya memudar. Urusannya sudah selesai.
“Donghae ya, jangan susahkan Eomma-mu!” pesan Donghae sebelum menghilang.
“Eomma….Appa pergi…” gumam Donghae kecil. Eunri gelagapan. Dia langsung menatap ke langit.
“Dimana, sayang? Dimana Appa?”
“Molla, Eomma. Sudah menghilang…”
“Sudah menghilang ya…” Eunri menghela napas. Kemudian dia tersenyum.
“Ehm…chogi…apa kau tahu dimana alamat ini?” Seorang namja menyodorkan kertas pada Eunri. Eunri segera tersadar.
“Oh ini, silakan lurus ke sana, ujung jalan belok kanan.”
“Ah ye, kamsahamnida.” Namja itu tersenyum. Eunri tertegun.
“Namaku Choi Minho. Kau?”
“Aku…Choi Eunri..”
“Hei, marga kita sama!” Minho tersenyum hangat. Eunri masih terdiam. Dia seakan terpesona dengan Minho yang mengingatkannya pada seseorang.
“Baiklah aku pergi dulu. Senang berkenalan denganmu.” Minho undur diri. Eunri masih terpana. Jika reinkarnasi berlaku, ia percaya Minho adalah reinkarnasi Donghae. Tapi sayang, Minho lebih muda darinya.

= = =
Sunghee menoleh ke arah pintu. Dan ia menatap Kibum. Chaerin menarik tangan Kibum dan menyuruh namja itu duduk di hadapannya. Tidak, lebih tepatnya berlutut.
“Lee…Sunghee?” tanya Kibum. Sunghee membelalak. Dia mendengar kembali suara itu. Suara yang sangat dirindukannya. Tak terasa air mata Sunghee menetes.
“Sunghee, Hyorin unnie bersedia meneruskan novel itu,” kata Chaerin. Sunghee tersenyum. Dia pun berdiri. Hyukjae tersenyum dan menggenggam tangannya. Kibum berdiri karena dirasanya hawa di sekitarnya mendingin.
“Karena urusan kami sudah selesai…kami harus pergi..” kata Hyukjae. Tubuh Hyukjae dan Sunghee memudar. Mereka pun pergi.
“Hah..urusan sudah selesai. Tapi kemana Donghae?” Chaerin menatap sekeliling.
“Chaerin ah, tak usah mencariku lagi. Aku sudah pergi..” Chaerin terperanjat mendengar suara halus di telinganya. Dia melihat sekeliling. Hanya ada Hyorin dan Kibum. Pintu terbuka dan Raeki masuk apartemen. Raeki heran.
“Raeki ya, keluarga Lee sudah tenang..” Chaerin tersenyum. Raeki tertegun.
“Jinja? Ah…aku belum mengucapkan salam perpisahan..”
“Gwaenchana..yang penting urusan selesai!” seru Chaerin senang. Tiba-tiba Kibum teringat sesuatu. Hyorin mengambil naskah Eternal Life 2 dan kembali bergabung dengan yang lain di ruang tengah.
“Aku punya sesuatu. Video pembunuhan keluarga Lee.” Semua terdiam.
“Boleh pinjam TV-nya?” lanjut Kibum. Raeki dan Chaerin cepat-cepat mengangguk. Kibum memutar video itu. Mereka berempat serius menonton.
Bagi Raeki, Chaerin, dan Hyorin, video itu tidak ada yang mencurigakan. Tapi bagi Kibum, ada yang mencurigakan.
“Tunggu sebentar, rasanya aku melihat sesuatu.” Kibum mem-backward video tersebut. Dimulai dari awal. Saat Donghae sedang berdiri di ambang pintu dan tubuh Heechul tiba-tiba masuk dan mendorong Donghae ke dalam apartemen. Kibum mem-pause bagian itu. Di leher Heechul terdapat sebuah kalung. Kalung yang sama dengan yang dipakai Jungsoo. Kibum menegang. Dia memainkan videonya sedikit. Saat rambut belakang Heechul terangkat, dia menghentikannya lagi. Kini kecurigaan Kibum memuncak. Di tengkuk Heechul terdapat sebuah bekas luka. Seperti lecet. Tapi anehnya, bentuk dan ukurannya sama persis dengan bekas luka di tengkuk Jungsoo.
“Ada apa, Kibum ah?” tanya Hyorin penasaran. Kibum tidak menjawab. Dia malah merogoh tasnya dan mengambil selembar foto. Foto saat Sungmin menatap cemas ke arah Taemin. Dan tengkuk Sungmin juga terluka. Luka yang sama. Tapi ada yang lebih menarik lagi.
“Sungmin hyung…menggunakan kalung yang sama dengan milik Heechul hyung dan Jungsoo hyung. Tapi ia memakainya di tangan..sebagai gelang…agar tidak ketahuan..” Tatapan Kibum menerawang. Dia seperti sedang berfikir keras. Dia ingin memperhatikan Hankyung, apakah dia memakai benda yang sama. Saat bertemu dengannya, ia harus memastikannya.
“Lalu?” Ketiga perempuan itu memiringkan kepala dengan heran.
“Aku mencurigai seseorang…tidak, bahkan lebih.”
“Tolong jelaskan!” pinta Raeki.
“Tak ada waktu untuk menjelaskannya pada kalian.”
“Menyebalkan.”
“Aku pulang dulu.” Kibum mengeluarkan CD itu dan memasukkannya pada tasnya. Dia pun bergegas keluar ruangan. Tiga perempuan itu keheranan.

= = =

Sepanjang perjalanan Kibum selalu berpikir. Professor Hankyung adalah teman Detektif Kim. Detektif Kim adalah teman dari Produser Jungsoo. Tapi apa hubungan mereka dengan Lee Sungmin? Jungsoo adalah produser film Sunghee. Sungmin sama sekali tidak terlibat dalam film itu, dalam bukunya juga tidak. Apa Sungmin ada hubungan dengan Heechul? Tidak. Heechul adalah sahabat baik Lee Hyukjae. Kemungkinan besar Hyukjae memiliki kalung dan bekas luka yang sama jika berteman dengan Heechul. Tapi, Sungmin? Darimana ia mendapatkan kalung dan bekas luka itu? Lalu kenapa ia membunuh Taemin?

Kibum sampai di rumahnya. Rumah itu tidak kecil namun juga tidak besar. Temannya yang tinggal satu rumah dengannya langsung menyapanya. Di rumah itu memang hanya ada dirinya dan sahabatnya.
“Annyeong, Kibum. Tadi aku diberi makanan oleh tetangga sebelah. Tuh, ada di meja makan.” Cho Kyuhyun mengedikkan kepalanya ke meja makan. Kibum hanya mengangguk. Tapi kemudian dia tertegun. Dia melirik Kyuhyun yang sedang menonton film perang. Kibum langsung duduk di sebelah sahabatnya.
“Hei, kau itu hacker handal kan?” tanya Kibum. Kyuhyun melirik sahabatnya sebentar kemudian mengangguk. Dia lalu fokus pada film di hadapannya.
“Bisa hack komputer perusahaan?”
“Hah?!” Kyuhyun langsung menatap sahabatnya.
“Kau tahu Lee Sungmin? Direktur itu? Kau tahu kan?”
“Y-ye..” Kyuhyun masih tidak bisa menebak kemana arah pembicaraan ini.
“Aku butuh bantuanmu. Sangat penting.”
“Jangan bilang aku disuruh meng-hack komputer perusahaan besar itu..”
“Bingo! Bagaimana? Kau sanggup?”
“Tapi kau mau mencari apa?”
“Latar belakang Lee Sungmin.”
“Kau yakin ada?”
“Pasti.”
“Hm..tunggu saja hasilnya.” Kyuhyun beranjak ke depan komputer. Kibum tersenyum senang.
“Kau benar-benar sahabatku!” Kibum mengacak rambut Kyuhyun.
“Hmm..” Kyuhyun hanya menggumam tidak jelas.
“Hei, film-nya sudah tidak ditonton kan?”
“Ya.”
“Aku ganti ya.”
“Silakan.” Kibum pun mengeluarkan CD pembunuhan itu dan memutarnya. Suara bunuh-membunuh pun terdengar. Kyuhyun sampai heran. Dia pun berbalik di kursinya.
“Kau nonton film apa sih?” Kyuhyun menatap layar kaca dan terkejut. Kebetulan Kibum sedang menonton bagian Heechul.
“Hei, pause dulu!” seru Kyuhyun mengagetkan. Kibum spontan mem-pause video itu. Dia menatap Kyuhyun heran. Kyuhyun langsung beranjak dari duduknya di depan komputer dan duduk di sebelah Kibum. Kyuhyun memperhatikan kalung dan bekas luka Heechul.
“Gangster…” gumamnya.
“Mwo?!” seru Kibum terkejut.
“Kau tidak tahu?” Kini balas Kyuhyun yang terkejut.
“Apa? Jelaskan padaku!”
“Lihat kalung itu! Itu tanda gangster yang terkenal dulu! Bahkan sampai dibuat game-nya. Ingat dulu ada berita gangster yang selalu merampok orang? Membunuh orang? Ingat, kan?”
“Ya…”
“Itu dia! Gangster berkalung itu pelakunya! Bekas luka itu menunjukkan anggota gangster sudah senior…”
Kibum memeriksa tengkuk Kyuhyun.
“Ada bekas lukanya..” gumam Kibum ngeri. Kyuhyun langsung menepis tangan Kibum.
“Ini sih bekas kecelakaan!”
“Kenapa kau tahu banyak tentang gangster itu?”
“Di game dijelaskannya begitu.”
“Kau percaya saja dengan game?”
“Kau tahu siapa yang membuat game itu? Kim Heechul.” Mata Kibum membulat.
“Hei, aku jadi penasaran dengan kasus ini. Aku ingin membantu,” kata Kyuhyun. Kibum mengangguk.
“Lalu..gangster itu apa masih ada sampai sekarang?”
“Ada. Hanya saja mereka jarang muncul.”
“Apa benar…produser film dan direktur adalah anggota gangster juga?”
“Bisa saja. Itu untuk menutupi identitas. Tak banyak yang tahu masalah kalung dan bekas luka itu. Kau cukup cerdik dengan mencurigai pemakai kalung itu.” Kyuhyun menatap layar kaca.
“Coba lanjutkan,” suruh Kyuhyun. Kibum pun melanjutkan video tersebut. Kyuhyun mengambil remote TV dan mem-pause bagian Sunghee di depan apartemen bersama Hyukjae.
“Gadis ini…rasanya aku tahu..”
“Gangster juga?”
“Bukan. Dia hacker.” Kibum semakin pusing. Tapi bukan Kibum namanya jika menyerah sekarang.
“Lee Sunghee…di dunia maya, dia dikenal sebagai Autumn Lee. Dia dijuluki sebagai hacker 13 won.”
“Hah?” Kibum heran.
“Dia biasa melakukan pembobolan di bank. Dia meng-hack 13 won dari setiap nasabah.”
“Tapi kenapa 13 won?”
“Molla. Tapi karena dia meng-hack 13 won saja, hacker lain bisa meng-hack lebih dari itu.”
“Dia seperti memudahkan jalan?”
“Tepat. Dia juga pernah membantuku.”
“Kau meng-hack apa?”
“Data di sekolah kita. Kau tahu tidak? Ada seorang guru yang korupsi di sekolah kita. Karena aku dan bantuannya, guru itu tertangkap. Tahu siapa orangnya? Guru yang tiba-tiba pergi?”
“Aku tidak tahu…”
“Payah. Namanya Hankyung.”
“MWO?!” Kibum benar-benar terkejut.
“Dia memang hanya guru pengganti sementara…tapi dia berani melakukan korupsi.”
“Tunggu dulu…kenapa rasanya ribet sekali?
“Oh ya…saat Hankyung datang kau pergi ke Amerika ya.”
“Tapi…itu..aish..” Kibum mengacak rambutnya.
“Hei Kyuhyun, kau kenal Detektif Kim?” lanjut Kibum.
“Kenal. Dia itu kan yang menyelidiki gangster itu.”
“Jinja?” Kibum memastikan. Kyuhyun mengangguk.
“Kyu, coba kau lihat foto ini. Ini hasil jepretan Hankyung. Menurutmu kenapa Sungmin membunuh Taemin?” Kyuhyun mengambil foto yang disodorkan Kibum.
“Siapa namanya tadi? Taemin?”
“Ya.”
“Dia itu anak polisi, kan?”
“Mana aku tahu.”
“Iya deh…kalau tidak salah..dulu ada berita bahwa salah seorang dari gangster itu dibunuh seorang polisi. Marga polisi itu Lee. Di berita dibertahukan bahwa polisi meninggalkan seorang anak bernama Lee Taemin. Benar marga anak itu Lee?” Kyuhyun menatap Kibum. Kibum mengangguk.
“Berarti tidak salah lagi. Yang bisa kusimpulkan sekarang adalah, gangster itu balas dendam. Tapi balas dendamnya pada Taemin. Apa orang tua Taemin sudah meninggal?”
“Aku tidak tahu, Kyuhyun ah….aku sama sekali tidak kenal siapa itu Taemin.”
“Ish..payah!” ejek Kyuhyun. Kibum menghadiahkan tatapan membunuh pada Kyuhyun.
“Kau kenal namja di sebelahnya?” tanya Kibum sambil menatap layar kaca. Kyuhyun mencari kalung dan bekas luka di tengkuk Hyukjae, tapi dia tidak menemukannya. Kyuhyun menggeleng.
“Aku tidak kenal.”
“Bagaimana dengan Donghae? Kakak Sunghee yang ketiga? Yang tadi didorong Heechul?”
“Dia…ya, aku tahu. Dan aku benci dengannya.”
“Memangnya kenapa dengannya?”
“Choi Eunri, kakak sepupuku, menjadi korbannya.” Kibum mengangguk-angguk.
“Apa dia anggota gangster juga?”
“Siapa maksudmu? Donghae? Bukan. Aku tidak melihat kalung ataupun bekas luka itu.” Kibum terdiam. Otaknya sedang membuat kesimpulan. Kyuhyun kembali ke depan komputer.
“Kyuhyun ah, apa Hankyung anggota gangster itu juga?”
“Yo!”
“Keurae..”

Jadi, Sungmin membunuh Taemin karena balas dendam. Hankyung ada di sana untuk mengawasi dan memotret kejadiaannya untuk diberitahukan pada anggota gangster yang lain. Jungsoo tahu banyak hal karena dia anggota gangster itu juga. Heechul mati terbunuh, bukan oleh Sungmin, tapi karena kecelakaan di jalan. Sungmin menggunakan tubuh Heechul untuk membunuh Donghae. Tapi kenapa Sungmin membunuh saudaranya?
“Kyuhyun ah, menurutmu kenapa Sungmin membunuh saudaranya sendiri?”
“Bisa jadi karena dia tertekan. Mungkin saja dia didesak Heechul, Jungsoo, Hankyung, dan beberapa senior di gangster itu untuk membunuh Taemin. Sebenarnya Sungmin tidak ingin melakukannya. Tadi kulihat ia mabuk? Mungkin saja karena dia disuruh minum-minum oleh kakak-kakaknya di gangster itu. Dan Sungmin membunuh Taemin. Karena diancam. Hal itu sering terjadi. Lalu saat ia membunuh saudaranya, bisa saja ia membayangkan wajah Jungsoo atau siapapun yang mengancamnya. Itu karena mentalnya terganggu. Dan itu semua karena gangster.”
“You are so smart! Lalu…Detektif Kim dan Jungsoo berteman baik. Tapi Detektif Kim sendiri sedang menyelidiki Jungsoo, kan?”
“Dulu…aku sempat menjadi mata-mata gangster itu. Dan aku tahu satu hal. Detektif Kim mengajukan perdamaian. Ini salah satu rencananya. Gangster di sana setuju. Itu karena Detektif Kim bilang dia tidak akan memasukkan mereka ke penjara atau melaporkannya ke polisi. Atau apapun yang berhubungan dengan meja hijau. Akhirnya karena percaya akan kebohongan seorang detektif, gangster itu setuju.
“Tapi sebenarnya, rencana Detektif Kim adalah “membunuh” gangster itu pelan-pelan. Pertama, jebloskan bosnya ke penjara. Bosnya itu Jungsoo. Kemudian, kejar yang lain, jebloskan mereka. Jadi sebenarnya Jungsoo adalah target utama dari Detektif Kim.
“Detektif Kim terkejut ketika tahu Heechul tewas. Heechul bisa dibilang senior di gangster itu. Dengan kebohongannya, Detektif Kim berpura-pura bersedih dan menenangkan Jungsoo serta Hankyung. Tapi dalam hati ia bersorak. Tugasnya berkurang satu.” Kyuhyun menjelaskan panjang lebar.
“Begitu…jadi sekarang sebenarnya Detektif Kim sedang menyelidiki Jungsoo?”
“Lebih tepatnya memikirkan cara untuk menjebloskan Jungsoo ke penjara.”
“Kenapa tidak langsung laporkan saja?” Kibum mulai kesal.
“Berpikirlah sedikit. Jungsoo masuk penjara karena Detektif Kim, gangster merasa dikhianati, dan sejarah terulang kembali. Gangster itu akan semakin brutal dan semakin banyak membunuh orang, merampok, dan sebagainya. Dan yang paling parah adalah, Detektif Kim pasti dibunuh. Dia itu kan detektif handal dari Korea Selatan.” Kyuhyun tersenyum setengah.
“Sepertinya kau mewarisi bakat detektif,” komentar Kibum. Kyuhyun hanya tertawa.
“Aku melakukan semua ini hanya karena penasaran dengan game. Ingin tahu bagaimana rasanya menjadi detektif asli seperti di game.”
“Dasar..” Kibum mengacak rambut Kyuhyun. “Eh, bagaimana datanya?”
“Sedang diproses. Tadi aku berhasil menerobos ke komputer itu. Sekarang komputerku sedang mengambil datanya.”
“Wah…cepat sekali!”
“Ada yang membantuku.”
“Siapa?”
“Autumn Lee.”
“Bagaimana mungkin?”
“Arwahnya?” Kyuhyun tertawa. Tapi matanya menyiratkan sebuah rahasia. Sayang, Kibum tidak melihatnya.

= = =

Hankyung sedang uring-uringan di kamarnya. Kasus korupsinya sudah tercium polisi. Ada yang melaporkannya ke polisi beserta bukti. Kini dia jadi buronan.
“Sial!!” Hankyung menendang meja kecil dan meja tanpa dosa itu terguling. Dia mengacak rambutnya kesal. Dia lalu mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
“Jungsoo ya!” serunya. “Kasus..”
“Jangan bicara!” seru orang di seberang. “Aku sudah tahu! Bagaimana itu bisa terjadi?! Siapa yang melaporkanmu?”
“Aku sendiri tidak tahu. Dan sekarang aku buronan. Di TV sudah tersiarkan beritanya…di koran sudah tertulis beritanya. Apa yang harus kulakukan?”
“Yang jelas, jangan ke markas! Jangan memancing polisi mengendus tempat persembunyian kita.”
“Lantas aku harus kemana?!” Hankyung mulai kesal.
“Kau memang harus ke penjara..”
“YAH! Bagaimana mungkin kau bicara seperti itu?!”
“Maaf, Hankyung. Aku sendiri sedang jadi buronan.”
“Bagaimana mungkin?”
“Seseorang sudah mengungkap semuanya. Mereka tahu aku ketua gangster.”
“Jangan bercanda…siapa yang melaporkanmu?”
“Yang jelas bukan Detektif Kim. Tapi anak buahnya.”
“Kurasa Detektif Kim tidak punya anak buah..”
“Ada. Dia hacker handal. Dia yang melaporkan aku. Mungkin dia juga yang melaporkanmu.”
“Bagaimana dia bisa melaporkanmu? Apa buktinya?”
“Kalung, bekas luka, dan…game.”
“Apa? Game?! Bagaimana mungkin?”
“Kim Heechul bodoh itu membuat game tentang gangster kita. Dan beginilah akibatnya.”

Pintu apartemen Hankyung digedor dengan kasar. Hankyung terperanjat. Dia segera memutuskan sambungan teleponnya. Dia lalu berjalan ke pintu dan memantapkan hatinya. Dia membuka handle pintu perlahan.
“Selamat malam, apakah anda yang bernama Hankyung?”
“Ya, benar.”
“Kami dari kepolisian. Anda ditangkap karena melakukan pengkorupsian dana di sekolah. Ikut kami.” Kedua tangan Hankyung pun diborgol. Dia ditarik paksa ke mobil polisi. Raeki dan Chaerin menatapnya. Beberapa orang lain juga. Tapi yang menarik perhatian Hankyung adalah, senyum sadis Raeki.

= = =

“Cho Kyuhyun! Kau melaporkan Jungsoo?! Kenapa secepat itu?” seru Kibum. Kyuhyun yang sedang duduk memainkan game komputer menoleh.
“Harus tunggu berapa lama lagi? Yang penting dia segera tertangkap dan sejarah tidak akan terulang kembali. Mereka tidak tahu siapa yang menjebloskan ketuanya ke penjara. Mereka tidak ada hak untuk merasa dikhianati dan membunuh banyak orang.”
“Tapi…bagaimana kalau mereka mengincarmu? Jungsoo sepertinya tahu kau yang menjebloskannya ke penjara!”
“Aku akan menjadi buronan gangster. Bukankah itu keren?” Kyuhyun tersenyum ringan.
“Keren dari Cina!” ejek Kibum.
“Eh, ngomong-ngomong orang Cina itu kabarnya menjadi buronan.”
“Hankyung?”
“Ya.” Kyuhyun meninggalkan game-nya dan berjalan ke depan TV. Dia lalu menyalakan benda elektronik tersebut. Dia menonton berita.
“Benar kan..” gumamnya saat melihat berita Hankyung ditangkap. Kibum mengganti channel dan mendapati sebuah berita yang menayangkan penangkapan Jungsoo. Di sana Detektif Kim diwawancarai.
“Bukan aku yang melaporkannya ke penjara. Aku sendiri heran dan sama sekali tidak tahu siapa pelakunya. Aku tidak punya anak buah, selama menyelidiki kasus ini aku bekerja sendiri. Aku sama sekali tak tahu menahu tentang hal ini,” ungkapnya.
“Kau yang melaporkan Hankyung?” tuduh Kibum.
“Bukan, bukan aku.” Kyuhyun menggeleng.
“Lalu siapa?”
“Aku mencurigai orang yang menjadi Autumn Lee kemarin.”
“Siapa?”
“Kang Raeki.”
“Bagaimana kau bisa mengenalnya?” Kibum terkejut.
“Aku kan bilang ingin membantu memecahkan kasus ini. Aku meng-hack komputer Sunghee, dan kebetulan Raeki meng-hack balik komputerku.”
“Omong-omong soal hack, bagaimana latar belakang Sungmin. Sudah mendapatkannya?”
“Sudah ku-print malah. Sebentar.” Kyuhyun mengambil kertas di kolong meja komputer dan memberikannya pada Kibum. Kibum membaca isinya dengan teliti.
“Tak ada data tentang gangster itu…tapi ada sesuatu.” Kyuhyun tersenyum puas. Kibum melanjutkan ucapannya, “Lee Sungmin…mempunyai penyakit gangguan jiwa. Tapi ada laporan bahwa penyakitnya sudah sembuh. Ternyata masih ada yang tersisa. Dan karena tertekan, penyakitnya muncul lagi.”
“Tepat,” timpal Kyuhyun.
“Jadi Sungmin melakukannya karena gangguan jiwa?”
“Bisa. Mungkin saja dulu Sungmin jago berkelahi atau bela diri. Makanya gangster itu tertarik dan memaksa Sungmin ikut gangster. Apalagi dengan kekayaannya. Dia diancam, akhirnya dia mau. Oh ya, penyakit gangguan jiwanya menurun pada si bungsu.”
“Kasus Hankyung sudah selesai, Jungsoo juga, Sungmin juga. Apalagi yang kita selidiki?”
“Kang Raeki.”
“Ada apa dengannya?”
“Aku ingin tahu apa benar dia yang menjebloskan Hankyung ke penjara.”

= = =

Pukul 23:18 malam, pintu apartemen 415 diketuk. Raeki yang membuka pintu. Kyuhyun menyeringai di hadapannya. Chaerin juga belum tidur. Dia sudah tahu semuanya karena Raeki baru saja menceritakannya. Kibum terdiam di belakang tubuh Kyuhyun.
“Ayo masuk.” Raeki melebarkan pintu. Kibum menoleh sebentar ke arah apartemen Hankyung sebelum masuk ke apartemen 415.
“Kau yang melaporkan Hankyung?” tanya Kyuhyun to-the-point.
“Hm..bagaimana menurutmu?” Raeki memasang senyum misterius.
“Ya. Kau yang melakukannya. Kau juga menyamar menjadi Autumn Lee. Sudah pasti kau yang melakukannya.”
“Tepat. Jangan pikir aku diam saja, Chaerin. Aku ikut menyelidiki kasus itu. Aku kenal dengan Detektif Kim.”
“Kau dibantu olehnya?” Kyuhyun mengangkat alis.
“Ya. Tapi bukan dia yang menjebloskan Hankyung dan Jungsoo ke penjara.”
“Aku tahu. Yang menjebloskan Jungsoo ke penjara itu aku, dan yang menjebloskan Hankyung ke penjara itu kau.”
“Sebenarnya aku dibantu seorang lagi.”
“Siapa?” tanya Kyuhyun dan Kibum bersamaan.
“Choi Minho. Dia adik Choi Siwon, kan? Kami bekerja sama, dengan Siwon juga, untuk menyelidiki kasus itu.”
“Jadi polisi itu ikut membantu juga?” gumam Kibum. Raeki menoleh ke arahnya. Lalu ia mengangguk.
“Oh ya, salah seorang dari kalian apakah tahu ayah Taemin sudah meninggal atau belum?” Kini Kyuhyun yang bertanya.
“Tidak lihat beritanya di internet? Ayah Taemin terbunuh kemarin malam, beberapa jam sebelum Raeki melaporkan Hankyung ke polisi,” jelas Chaerin.
“Siapa yang membunuhnya?”
“Siapa lagi kalau bukan Hankyung? Kemarin malam apartemennya sepi,” jawab Chaerin lagi. Mereka semua mengangguk-angguk.
“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Hankyung dan Jungsoo sudah tertangkap, tugas Detektif Kim sudah selesai, apalagi?”
“Jungsoo dan Sunghee,” ujar Kibum. “Apa kaitan mereka berdua?”
“Kurasa tak ada. Hubungan Jungsoo dan Sunghee hanya sebatas hubungan pekerjaan. Tak ada yang mengarah ke arah gangster ataupun hacker..” tebak Kyuhyun.
“Tapi meski begitu mereka berdua sama-sama penjahat ternyata. Yang satu gangster, yang satu hacker handal,” kata Chaerin.
“Kau benar.” Raeki terkekeh.
“Hei, Raeki. Apa kau siap masuk penjara? Bagaimanapun kita hacker juga,” ucap Kyuhyun tiba-tiba.
“Kita memang hacker, tapi kita tidak melakukan kejahatan, bukan?” kata Raeki tenang. Kyuhyun tersenyum.
“Benar juga. Hey, kita berbakat jadi detektif!”
“Aku jadi teringat sebuah film. Bagaimana kalau kalian ternyata agen CIA atau FBI? Kerja kalian bagus sekali.” Tatapan Chaerin menerawang, seakan sedang mengingat sebuah film. Kyuhyun dan Raeki berpandangan. Mereka tersenyum misterius. Kibum curiga. Mereka berdua lalu mengeluarkan dompet mereka dan menunjukkan sesuatu.
“Kalian agen Korea?! Agen VR?!” seru Chaerin dan Kibum bersamaan. Kyuhyun dan Raeki hanya tertawa.
“Dan Detektif Kim, adalah pelatih kami.” Raeki tersenyum sambil memasukkan dompetnya ke tas.
“Jangan lupakan Hyukjae, dia yang melatih kami di bidang fisik.” Kyuhyun tersenyum.
“Bagaimana dengan Donghae?” tanya Chaerin.
“Donghae aku tidak tahu. Dia bukan apa-apa.” Kyuhyun merendahkan. Kibum paham. Sementara Chaerin tidak terima.
“Hey, jangan merendahkan dia.”
“Dia memang rendahan.”
“Aku tidak terima dia dibilang rendahan!”
“Terima saja kenyataanya.”
“Sudahlah, kalian ini.” Kibum melerai Chaerin dan Kyuhyun yang mulai emosi.
“Oh ya, aku teringat sesuatu!” seru Chaerin tiba-tiba.
“Ada apa?” tanya Raeki malas.
“Kibum, kau ditunjuk jadi direktur perusahaan Lee. Perusahaan itu jadi milikmu. Jadi perusahaan Kim! Dan Kyuhyun sebagai asisten direkturnya! Aku ditunjuk sebagai manager,” seru Chaerin. Kibum dan Kyuhyun terkejut.
“Bagaimana denganku?” tanya Raeki.
“Kau jadi manager juga.”
“Hey…benarkah ini? Nasib kita berubah secepat ini? Kita hanya anak yang baru lulus SMA..”
“Memangnya kenapa?” tanya Kyuhyun enteng. “Bukankah itu keren?”
“Hahaha…yang ini baru keren!” Kibum mengacak rambut Kyuhyun gemas.

= = =
EPILOG

“Inspektur Minho, Inspektur Minho! Ada kasus penyelundupan narkoba di district 118!” seru seorang polisi bernama Key. Minho mengangguk dan segera menuju ke lokasi. Dia membawa beberapa anak buahnya. Suara sirene memecahkan keheningan malam kota Seoul.
Ternyata di sebuah hotel. Minho mendobrak pintu hotel dan mendapati dua orang lelaki sedang melakukan penyelundupan. Minho dan Key mengeluarkan pistolnya.
“Angkat tangan!” perintah Minho. Dua namja itu mengangkat tangannya. Yang berbadan besar melemparkan rokoknya ke lantai. Seorang lagi hanya terdiam.
“Hm..” Minho dan Key memborgol dua orang tahanan itu.
“Shin Donghee. I got you,” bisik Minho sambil memasang borgol di tangan Shin Donghee atau lebih dikenal dengan sebutan Shindong. “Ada Kim Jonghyun juga..” Minho menatap namja lainnya. Jonghyun melirik Minho sadis.
“Bawa,” perintah Minho. Key dan seorang polisi lagi menyeret dua orang itu ke mobil polisi.
“Kerja bagus, Minho.” Minho tertegun dan menoleh ke arah suara. Wajahnya berubah cerah.
“Hyung!” Minho menghampiri kakaknya dan memeluknya singkat. “Lama tidak berjumpa.”
“Sejak kau jadi inspektur, kau sibuk sekali, kan? Anak istrimu bagaimana?”
“Eunri, Donghae, dan Eunmin baik-baik saja.” Minho tersenyum. Siwon menepuk-nepuk pundak Minho.
“Kau mewarisi bakat ayah.”
“Kau juga.” Mereka tertawa.

+++

“Pak Direktur, ini laporannya.” Kibum menerima map dari tangan pegawainya.
“Yang ini berkualitas. Angkat dia jadi asisten direkturku.”
“Baik, Pak.” Pegawai itu undur diri. Kibum tersenyum sendiri. Terpaksa dia mencari orang lain yang berkualitas untuk jadi asistan direktur. Kyuhyun tidak menerima tawaran itu. Dia malah menjadi detektif, bekerja sama dengan Detektif Kim.
Pintu diketuk.
“Masuk.”
Pintu terbuka dan terlihatlah wajah yang akan menempati posisi asisten direktur.
“Lee Jinki?” tanya Kibum. Namja itu mengangguk. “Silakan duduk.” Jinki pun duduk di hadapan Kibum.
“Kerjamu selama di kantor ini baik sekali. Saya harap kamu bisa menjadi asisten direktur yang baik. Selamat.” Kibum tersenyum dan menjabat tangan bawahannya itu. Jinki tersenyum.
“Kamsahamnida.” Jinki membungkuk sopan.

+++

“Chaerin, bisa tolong ambilkan bahan kimia itu? Hati-hati, mudah meledak,” suruh Raerim, ilmuwan asal Korea. Chaerin mengambilkan bahan kimia itu. Dia pun meneliti hasil pencampuran bahan.
“Hm…positif..”

Chaerin menolak posisi manager yang ditawarkan perusahaan Lee. Dia memilih menjadi ilmuwan. Dia kini dikenal sebagai Professor Choi, rekan Professor Han. Namanya sudah dikenal ke seluruh negeri, bahkan luar negeri. Chaerin sering ditunjuk untuk meneliti sesuatu. Dia sering berkeliling Asia, bahkan Eropa utuk meneliti. Amerika pun pernah diinjaknya. Di dunia sains, tak ada yang tak mengenal Professor Choi Chaerin.

Chaerin tersenyum.
“Penelitian kali ini berhasil lagi. Selamat! Chaerin, kau hebat,” puji Raerim. Chaerin hanya tertawa.
“Minggu depan kita harus ke Afrika untuk meneliti sesuatu yang baru. Kau siap?”
“Tentu. Kapan aku tak siap?” gurau Chaerin. Mereka tertawa.

+++

“Catatan larimu memburuk! Push-up 100 kali!” seruan Raeki menggelegar. Agen baru itu langsung melaksanakan perintahnya.
“Aku lebih suka asuhan Hyukjae..”
“Aku mendengarnya! Jangan bandingkan aku dengannya!” Raeki menendang punggung agen baru itu. “Percepat!” serunya lagi. Agen baru itu pun selesai.
“Keliling jalur 2 dua putaran! Kali ini catatan larimu harus membaik! CEPAT!!” Agen baru itu pun berlari lagi.
“Jangan kasar-kasar.” Raeki menoleh ke belakang. Dilihatnya Ryeowook berdiri di sana. Dia agen juga, dan dia juga pelatih. Dia melatih cara menyamar.
“Kalau tidak dikasari, mereka tidak akan kuat menghadapi tantangan yang sebenarnya.”
“Didikan hyung bagus juga.” Ryeowook mengusap-usap dagunya. Yang ia maksud adalah Hyukjae.
“Ya. Kalau tidak bagus, VR mana mungkin terkenal?” Raeki tertawa.
“Tapi kau memang lebih sadis dari hyung. Jangan kasar-kasar, jodohmu susah lho.”
“Kau ini bicara apa? Tidak lihat Detektif Kim menyukaiku?”
“Benarkah? Aku tidak percaya.”
“Aish!”
“Gomawo, Ryeowook songsaengnim!!” seru agen baru. Dia melarikan diri.
“YAH! KEMBALI!!” seru Raeki. Ryeowook menahannya.
“Biarkan saja. Sekarang memang waktu istirahat. Kau lupa ya?”
“Tapi dia sedang menjalani masa hukuman!”
“Apa hukuman tadi masih kurang berat? Sudahlah biarkan saja. Kita istirahat juga yuk.”
“Baiklah..” Raeki tersenyum.

+++

“Hahaha! Aku cinta pekerjaan ini!” seru Detektif Cho.
“Kau gila? Menyelidiki bandar narkoba apanya yang menarik coba? Menurutku ini membosankan. Aku lebih suka menyelidiki kasus pembunuhan.” Detektif Kim menggerutu disebelahnya yang sedang mengemudi.
“Bandar narkoba tak kalah menarik, bandar togel baru membosankan.” Mau tak mau Detektif Kim tertawa mendengarnya. Mereka pun sampai di markas bandar narkoba itu.
“Kim Youngwoon, huh? You’re going to jail!” desis Detektif Cho.
“Kau sangat terobsesi dengan game. Jangan bertindak gegabah.”
“Tidak akan! Aku tahu apa yang terbaik.”
“Tentu saja. Didikanku..” Detektif Kim menyombongkan diri. Detektif Cho keluar dari mobilnya. Disusul dengan Detektif Kim. Bertepatan dengan itu, beberapa mobil polisi datang. Markas langsung dikepung.
“It’s show time!” Detektif Cho terduduk di depan mobil. Detektif Kim menunggu di sebelahnya.
“One..two…three!” Hitung Detektif Cho. Dan suara tembakan pun menggelegar. Detektif Cho tertawa. Detektif Kim memasang tampang serius. Beberapa polisi berhasil menangkap Youngwoon. Siwon memborgol Youngwoon dan memasukkannya ke mobil polisi.
“Kerja bagus, kawan.” Siwon tersenyum pada Detektif Kim dan Cho. Mereka tersenyum.
“Sudah kubilang, strategiku yang ini berhasil.” Detektif Cho tersenyum dan masuk ke mobilnya. Detektif Kim menyusul.
“Kau pikir siapa yang menyumbang ide terbanyak? Aku.”
“Oh, really? Bukankah 70% strategi ini aku yang menciptakan?” Detektif Cho menyelakan mesin mobilnya dan mulai mengemudi.
“Hey, aku menyumbang 50%!”
“Baiklah. Ini strategi kita berdua.”
“Benar-benar ingin menang sendiri,” gerutu Detektif Kim.
“Bukankah itu keren?” Detektif Cho tertawa.
“Kau benar-benar detektif paling kurang ajar yang pernah kukenal, Kyuhyun! Dan apesnya aku harus berpartner denganmu!”
“Bersyukurlah. Kau tidak perlu menyumbang ide strategi.”
“Jangan bahas masalah itu lagi!”

+++

“Karena kalian berperilaku baik, 3 tahun lagi kalian dibebaskan,” kata seorang polisi pada Jungsoo dan Hankyung yang ada di dalam satu penjara.
“3 tahun bukan waktu yang sebentar..” keluh Jungsoo.
“Masih mending daripada hukuman awal. Awalnya kita harus mendekam di penjara tujuh tahun lebih lama.”
“Aku tahu. Aku menyesal. Untuk apa aku jadi ketua gangster itu!”
“Hey, kau ingat saat Sungmin pertama kali masuk gangster kita?”
“Kenapa memang?”
“Dia polos sekali ya? Masih imut-imut. Sayang sekali karena kita dia jadi dingin.”
“Aku tidak merasa bersalah soal itu.”
“Kau bersalah.”
“Tidak.”
“Keras kepala.”
“Memang.”
“Hh…kenapa pula aku harus mendekam di sini? Karena kasus korupsi yang memalukan. Itu semua karena kau.”
“Kenapa menyalahkanku?”
“Kau otak dari semua kejadian ini.”
“Tidak.”
“Mengaku sajalah. Sudah lima tahun mendekam di penjara kau tidak jera juga? Kau menyuruhku korupsi, kan? Kau yang menyuruh Sungmin membunuh Taemin, kan? Kau yang menyuruhku membunuh Appa-nya Taemin, kan? Kau sendiri yang mendidik gangster kita jadi pembunuh, bandar narkoba, germo, mafia…”
“Hentikan. Aku mengerti aku salah.”
“Bagus.” Hankyung tersenyum.
“Tiga tahun…setelah itu…akan ada apa ya?”
“Entah.”
“Yang jelas tidak akan ada gangster itu lagi.”
“Uh-huh.”
“Yah, kita tunggu saja.”

+++

“Kyaaa!!! Hyorin!!! Aku fans beratmu!!!”
“Novel Eternal Life 2 menjadi sukses kembali!! Kau hebat!! Saranghae!!”
“Film-nya tak kalah seru! Aku suka!!”

Hyorin tersenyum membaca e-mail yang masuk ke komputernya. Tak disangka novel itu sukses besar. Filmnya juga.
“Hh…aku tidak menyangka,” gumam Hyorin. Karena novel itu, namanya semakin naik. Buku-bukunya selalu menjadi best seller. Tak ada bukunya yang tak berada di deretan best seller. Bahkan bukunya terkenal sampai ke Amerika. Bukunya sudah diterjemahkan ke dalam 7 bahasa. Filmnya selalu menduduki peringkat pertama film box office paling terkenal.
“Inikah happy ending?” Hyorin bertanya pada diri sendiri.
“Kenapa aku tidak bahagia?” Hyorin berdiri dan menghampiri jendela besar. Dia menyentuh kaca jendela. Di luar sedang hujan.
“Mungkinkah karena tidak ada kau, Sungmin?” Hyorin tersenyum sendiri.

+++

“Ya, Kyuhyun! Aku masih bingung akan satu hal.” Kibum menghampiri Kyuhyun di kantornya. Kyuhyun menatap Kibum.
“Apa lagi?”
“Ini kasus 5 tahun yang lalu. Sungguh, aku benar-benar melupakan yang ini.” Kibum menarik kursi di hadapan Kyuhyun dan mendudukinya.
“Kasus 5 tahun yang lalu? Pembunuhan 415?”
“Ya. Sunghee…kenapa melakukan pembobolan bank? Bukankah dia orang kaya?”
“Dia memang orang kaya, tapi aku bukan.”
“Maksudmu?”
“Tidak tahu ya, kalau dia agen?”
“Jinja?!”
“Dia berteman baik denganku saat masih menjalani masa pelatihan. Dia tahu kondisi keuanganku tidak sebaik keadaannya. Itu karena aku kabur dari rumah, kabur dari orang tuaku. Dan dia berencana membantuku. Dia membantuku sampai 5 tahun yang lalu. Dia melakukan hack 13 won itu hanya karena memudahkan jalan saja. Dia memudahkan jalanku untuk membobol bank.”
“Tunggu dulu…kalau begitu…kau penjahat juga?”
“Ssst…jangan bilang siapa-siapa ya!” Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya. Kibum melongo.

THE END

22 thoughts on “[FF] The End Is Coming (Sekuel BFSF) (End)

  1. Dhikae says:

    huwaa akhirnya kamu kembali dgn ffmu sunghee.,,
    aku sll nungguin ff kluaran trbarumu lho~ wkwkwkw #gaje
    ku kira awalnya romance.. eh trnyata ada pmbunuhannya jg.. kekeke
    kyaa teukie ma han satu pnjara.. gangster payah/plakk
    kereeeeeeeen sunghee sperti biasa..
    wkwkw akhirnya si kyu ngaku dia jahat jg.. kekeke/sarap
    nice ff…

  2. haeny_elfishy says:

    waaaa ! like this so much ! mantab dah, kasusnya teh rumit pisan euy, kekeke
    hae ga guna bngt disini, numpang nyari korban doank, hahaha
    thumb up yeobo ^^

  3. rabbitpuding says:

    hmm….pertama baca sih gak ngerti…. tapi keren sunghee !!!
    di sini aku nge fans ma kyu…

    tapi aku kok sedih ya?
    gak ada akunya…..T_T

  4. amitokugawa says:

    uwaahhh..udah lama ga main kemari ada lanjutannya
    kasusnya ribet, tapi seru juga…ada hubungan antara game-gangster-agen..hahaha
    sukaaaaaaa bgt deh..
    kirain pelakunya sungmin aja, ternyata ga

    huweee..aku ga nahan baca yg part hyorin…impianku banget..hahah
    *berasa dapet kado ultah*

  5. amitokugawa says:

    aku udah komen sebelumnya, tp kayaknya nyasar ke spam deh…TT_TT

    good work, sist! baguss..n ternyata di balik semuanya ada penjelasan yg rumit..hihihi
    tp mau kritik dikit deh, ada kalimat kurang efektif di part ini :
    Buku-bukunya selalu menjadi best seller. Tak ada bukunya yang tak berada di deretan best seller.
    itu artinya sama kan? hhe

    mian kalo kritiknya terlalu menggurui

    • sungheedaebak says:

      maksudnya sih menegaskan kalimat sebelumnya. tpi kalo kurang efektif gapapa deh. nanti aku perhatikan lagi. makasih krikannya… AKU SENANG AKHIRNYA DIKRITIK JUGA~~~~!!!

  6. Han Soohyun says:

    Waah sumpah KEREN!! Dpt ide dri mna thor? FF nya kren bgt, ak ska alur crta x, ending ny juga, ak saranin author jd penulis novel deh, pasti bkl jdi penulis terkenal. Trus brkrya thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s