[FF] V-RASE You’re My Noona Part 1

Ini ff iseng. Wkwkwk mau baca silakan mau ga baca juga boleh. Maunya sih parody dari Infinite You’re My Oppa, tapi malah bkin Reality Show sendiri. wkwkwkwkk enjoy aja deh. Sifat-sifat tokoh disini dibuat semirip mungkin dgn yg asli.

===

Di suatu pagi yang ga cerah-cerah amat, V-RASE lagi istirahat di ruang latihan. V-RASE ini girl band yang masih menjalani masa trainee. Anggotanya adalah Kang Raeki sebagai leader, Choi Chaerin sebagai center, Lee Yoonmin sebagai visual magnae, dan Lee Sunghee sebagai magnae. Sifat mereka berbeda jauh, tapi sampai sekarang mereka jarang sekali bertengkar.

“Annyeonghasaeyo, V-RASE,” sapa manager V-RASE, Kim Ryeowook.

“Annyeonghasaeyo..” V-RASE membungkuk. Ryeowook mengerutkan kening.

“Kalian tidak membuat yel-yel? Atau apapun? Seperti yang dilakukan Super Junior atau senior kalian yang lain?”

“We are V-RASE!” seru Raeki dan Yoonmin bersamaan. Chaerin hanya terdiam. Sunghee menggerutu sendiri.

“Apa gunanya yel-yel?” gumam Sunghee.

Ryeowook menghela napas.

“Ada berita bagus! Kalian akan mengikuti acara reality show terkenal! Judulnya V-RASE You’re My Noona!”

“MWO?! ANDWAE!!” seru Chaerin. “Aku tidak mau dipanggil noona. Kesannya tua.”

“Noona? Siapa yang akan menjadi dongsaeng kita?” Mata Raeki berbinar.

“Apakah Taemin?” Yoonmin menatap Raeki. Gadis itu mengangkat bahu.

“Hm..” gumam Sunghee tidak jelas.

Ryeowook hanya tersenyum melihat reaksi yang berbeda-beda dari masing-masing member.

“Kalian akan mengasuh namja berumur 16 tahun bernama Shin Dongho.”

“Mengurus namja? Hal aneh apalagi yang akan terjadi di dunia ini?” Sunghee berkata dengan dingin.

“Shin Dongho? Apakah dia imut? Aigo…aku tidak sabaar!!” Raeki tampak berbinar. Sementara Yoonmin tampak berpikir.

“Shin Dongho itu kan adik kelasku! Dia imut! Sangat-sangat imut! Sepertinya asyik merawatnya. Sunghee, kau kenal Dongho tidak? Kita kan satu sekolah.”

“Tidak,” jawab Sunghee datar.

“Aish..ga gaul! Banyak yang kenal Dongho! Masa kau tidak?”

“Karena aku tidak tergolong “banyak”mu itu.”

“Kau ini ngomong apa sih? Aku tidak mengerti..” Yoonmin heran. Sunghee hanya tersenyum tipis.

“Aku mengerti. Maksud Sunghee, dia tidak termasuk salah satu dari “banyak” yang kau sebutkan tadi,” jelas Chaerin. Yoonmin masih melongo tidak mengerti.

“Aish kalian ini! Lalu manager, mana Dongho?” Raeki menengahi.

“Nanti saat kalian makan siang, dia akan datang. Tunggu saja.” Ryeowook mengedipkan sebelah matanya.

Saat makan siang, V-RASE selalu berbicara ini itu. Sunghee lebih banyak mendengarkan meskipun sesekali ikut bicara. Yoonmin paling banyak bicara. Raeki sih sedang-sedang saja. Chaerin juga banyak mengeluarkan pikirannya.

Tiba-tiba pintu ruangan V-RASE terbuka. Raeki dan Yoonmin langsung menatap ke arah pintu. Sementara Chaerin dan Sunghee tampak tidak peduli. Ryeowook tersenyum dengan seorang namja imut disampingnya. Namja imut itu tersenyum.

“Nah, ini dia dongsaeng yang akan kalian asuh.”

“Waah….kiyeopta!” gumam Raeki dan Yoonmin bersamaan. Chaerin menoleh ke pintu. Sunghee hanya melirik pintu sekilas dan kembali makan.

“Sunghee yah! Berhentilah makan dulu! Setidaknya sambut dongsaeng kita!” tegur Raeki. Sunghee meletakkan sumpitnya kesal dan menatap Dongho tajam.

“Nah, silakan perkenalkan dirimu..” Ryeowook tersenyum.

“Annyeonghasaeyo, noonadeul. Je irumun Shin Dongho imnida. Mannaseo bangapseumnida.”

“Noonadeul? Ingat ya, peraturan pertama! Jangan panggil aku NOONA!” kata Chaerin.

“Shin Dongho? Adiknya Shin Donghee?” celetuk Sunghee asal.

“Aniyo, noona. Aku bukan adik Shindong hyung.” Dongho tersenyum salah tingkah. Sunghee membentuk huruf o dengan bibirnya sambil mengangguk-angguk.

“Sudah ya, aku masih ada jadwal lain. Silakan kalian berbincang.” Ryeowook pun undur diri. Raeki langsung mempersilakan Dongho duduk di sampingnya. Yoonmin tak henti-hentinya tersenyum. Dia memang ramah. Sementara Chaerin, dia selalu mewanti-wanti Dongho untuk tidak memanggilnya noona. Dan Sunghee sendiri tampak tak peduli.

“Namaku Kang Raeki, aku leader V-RASE. Yang ini Lee Yoonmin, dia visual magnae. Kau kenal dia? Dia kakak kelasmu ya? Lalu yang sebelah Yoonmin itu Choi Chaerin. Dia center kita. Usianya 18 tahun, lebih muda setahun dariku. Nah, sebelahku ini magnae. Namanya Lee Sunghee. Dia 17 tahun. Sama seperti Yoonmin.” Raeki mengenalkan membernya pada Dongho. Namja itu tersenyum senang.

“Ya, aku kenal Yoonmin noona. Aku juga kenal Sunghee noona. Noona, kau selalu jadi bahan perbincangan di kelasku!” seru Dongho sambil berusaha menatap Sunghee. Sunghee menoleh. Dia mengangkat alis.

“Jinja? Wae?”

“Cerita-cerita buatanmu selalu jadi hot news di kelas. Anak perempuan di sana sangat menyukaimu.”

“Oh. Gomawo.” Sunghee tersenyum tipis. Hening sejenak karena masing-masing sibuk makan.

“Ahahaha…karyaku jadi hot news! Aku tidak menyangka! Ckckck..” celetuk Sunghee tiba-tiba. Dia menggeleng-geleng sambil menyentuh keningnya. Semua menatapnya aneh. Dongho malah memucat.

“Tenang saja, dia tidak gila. Hanya saja…kau harus hati-hati dengannya.” Raeki berbisik pada Dongho.

“Aku mendengarnya,” kata Sunghee. Raeki cengengesan.

“Setelah ini kita harus bagaimana?” tanya Chaerin.

“Langsung ke dorm saja. Setelah itu ya..berbasa-basilah sedikit dengan Dongho. Tunjukkan ada apa saja di dorm V-RASE,” kata sang PD. Semua mengangguk-angguk.

Di dorm V-RASE, Dongho terpukau melihat ke sana ke mari. Senyum tidak berhenti menghiasi wajahnya. Raeki masuk lebih dulu. Disusul dengan Chaerin lalu Yoonmin. Sunghee mempersilakan Dongho masuk lebih dulu, baru dia masuk terakhir. Tidak terakhir sih, kan ada kamera dan kru V-RASE You’re My Noona.

“Kenapa kau terpukau begitu? Dorm V-RASE tidak besar.” Sunghee menatap Dongho aneh. Dia kemudian masuk ke kamarnya. Dongho hanya tersenyum tipis.

“Tapi juga tidak kecil…” gumam Dongho.

Akhirnya Dongho diajak berkeliling dengan Yoonmin. Sunghee duduk di sofa panjang sambil  memainkan ponselnya. Di sebelahnya, Chaerin melakukan hal yang sama. Sementara Raeki mengikuti Yoonmin dan Dongho. Dari awal, hanya Sunghee dan Chaerin yang tidak bersemangat. Apalagi Chaerin yang ogah dipanggil noona.

“Rin, bagaimana menurutmu dengan acara ini? Apa tidak apa-apa menaruh namja di dorm kita?” tanya Sunghee.

“Hm..dari awal aku tidak suka ikut acara ini. Tapi sudahlah. Selama yadong-mu tidak keluar, kurasa tak apa.”

“Yah! Yang yadong bukan hanya aku! Kau juga!”

“Tapi tidak se-yadong kau! Ingat posisimu, teryadong kedua di V-RASE setelah Raeki.”

“Dan kau yang ketiga.” Chaerin mendengus.

“Sunghee, Chaerin! Ayo ikut kami! Masa kalian diam saja?” seru Raeki dari dapur.

“Kan sudah ada kalian..” balas Sunghee malas. Chaerin hanya mengangguk.

“Aish…jinja jeongmal!” gerutu Yoonmin.

Di dapur, Dongho selalu menatap ke arah Sunghee. Yoonmin heran sendiri.

“Jangan bilang kau suka Sunghee. Dia bahaya.” Yoonmin berbisik di telinga Dongho. Sekarang tidak di-shoot karena sedang iklan.

“Aku tidak menyukainya. Tapi aku penasaran kenapa dia bahaya. Dia diam-diam saja, kan?” tanya Dongho polos.

“Kau mau kuberitahu apa bahayanya Sunghee?” tanya Yoonmin. Dongho mengangguk. Yoonmin lalu melihat sekeliling. Dia pun menarik Dongho ke kamar Raeki. Tentu saja dengan Raeki. Mereka menutup pintu. Dongho heran.

“Berhubung sekarang waktu break, aku ceritakan sifat-sifat kami semua. Dimulai dari Sunghee ya,” Yoonmin memulai. “Dia itu luarnya saja pendiam, dalamnya bejat!”

“Hah? Kok bisa?” Dongho heran.

“Kau tahu kekasihnya ada berapa? Sepuluh!” tambah Raeki. Dongho membelalakkan matanya.

“Dan kau tahu, dia yadong tingkat tinggi! Sudah begitu dia gombal! Cassanova pula! Terus..dia psikopat! Dia yang paling psikopat di V-RASE!” Yoonmin menambahkan dengan semangat berapi-api.

“Ceritakan lebih lanjut!” Dongho tampak tertarik.

“Yah..dia itu…menyukai film peperangan, pembunuhan, apa pun yang berhubungan dengan kehilangan nyawa dan tembak-tembakkan serta kehancuran. Dia menganggap tabrakan beruntun itu keren. Apalagi kalau ada mobil yang terbalik dan meledak. Yah…seperti di film action. Dia suka yang seperti itu.”

“Dia bahkan tega membunuh semut!” gurau Raeki.

“Lalu apalagi? Apa dia benar-benar seburuk itu?”

“Dia jago minum,” tambah Raeki tenang. “Salah satu pacarnya suka mengajaknya minum. Tapi pulang-pulang tidak pernah mabuk. Hanya bau alkohol saja.”

“Jinja? Padahal dia tergolong alim di sekolah…aku tidak percaya…”

“Kau bisa buktikan sendiri. Kau akan satu rumah dengannya, bukan?”

“Noona, aku tiba-tiba merasa ngeri.”

“Tenang, dia tidak akan memangsa anak dibawah umur.”

“Tapi meski dia seperti itu, dia belum pernah melakukan hal…ya..18 tahun ke atas,” kata Yoonmin.

“Bagaimana kau tahu?” Raeki memberikan tatapan menyelidik.

“Yah…ehm…tidak usah dibahas!” Yoonmin salah tingkah. Tapi kemudian dia sadar. “Yah! Kau percayalah pada magnae kita! Dia sendiri yang bilang tidak akan melakukannya sebelum menikah!”

“Noona, tolong ganti topik,” pinta Dongho.

“Ah ye..tapi sebenarnya Sunghee itu baik kok. Dia itu sebenarnya perhatian hanya saja tidak ditunjukkan secara langsung. Ingat saat aku sakit, Yoonmin? Saat itu kau selalu mengirimi ibuku pesan singkat untuk menanyakan keadaanku. Sementara Chaerin mengirimi aku pesan singkat, tapi dia yang minta aku temani. Sementara Sunghee tidak mengirimi aku kabar sama sekali.”

“Hm…ya aku ingat.” Yoonmin mengangguk-angguk. Dongho menunggu.

“Aku sempat berpikir Sunghee jahat. Leadernya lagi sakit malah tidak memberi pesan teks satu pun, telepon atau apa pun. Dia sama sekali tidak menghubungiku! Tapi setelah tahu alasannya..aku trenyuh juga.”

“Apa alasannya?” tanya Dongho semangat. Saat Raeki akan membuka mulut, terdengar suara PD.

“Raeki! Yoonmin! Dongho! Cepat shooting mau mulai. Dimana kalian?”

“Ne!” Yoonmin berseru. “Ka jja!” Yoonmin membuka pintu dan menghampiri kru. Dongho kecewa.

“Noona, apa alasannya?”

“Nanti saja.” Raeki mengedipkan sebelah mata.

“Jangan bilang Sunghee noona tidak punya pulsa…”

“Hahaha…bukan bukan. Bukan itu kok alasannya.”

“Ayolah, noona…shooting belum dimulai kok…ayo cepat beritahu alasannya..” Dongho memelas. Imut sekali.

“Nanti.”

V-RASE dan Dongho berkumpul di ruang tengah, tempat Sunghee dan Chaerin menunggu tadi. Sekarang pembagian tugas.

“Yang antar-jemput Dongho aku, yang mentraktir dia makan juga aku,” kata Sunghee cepat. Semua mengangguk setuju.

“Kau mau jadi supir?” gurau Raeki.

“Aish…kakak! Kakak ya, bukan supir!” sembur Sunghee. Tapi seulas senyum menghiasi wajahnya. Dongho baru melihat senyum Sunghee yang ini. Dan dia senang melihat Sunghee tersenyum seperti itu.

“Dari dulu aku mendambakan adik cowok. Kau jadi adikku ya!” Sunghee tersenyum sambil mengacak rambut Dongho. Namja itu terpana.

“Aku yang memasak saja,” kata Chaerin. Raeki mengangguk-angguk.

“Aku apa dong?” tanya Yoonmin.

“Noona temani aku belajar saja. Noona kan pintar!” Mendengarnya, Yoonmin tersenyum lebar.

“Keurae. Aku menemani dia belajar.”

“Apa tidak terlalu ringan? Hanya menemani, tidak melakukan apa-apa,” ujar Sunghee. Yoonmin langsung beranjak dari duduknya di lantai dan menghampiri Sunghee. Dia lalu “mencekik” leher Sunghee.

“Ah sakit sakit! UNNIE! Sakiiiit…” rintih Sunghee.

“YAH! Jangan panggil aku UNNIE! Kita hanya berbeda seminggu, arasseo? Sini, kupanjangkan lehermu!!” Yoonmin mencengkram leher Sunghee erat.

“Andwae, andwae!! Gyaaa!! Linu tau! UNNIE!!” Sunghee berusaha menghindar. Badannya sudah miring-miring ke Raeki yang duduk di sampingnya. Chaerin dan Raeki hanya tertawa melihat tingkah dua member termuda itu. Dongho sendiri tertawa.

“Heh, durasi!” Kini Chaerin yang menengahi. Yoonmin pun melepas tangannya dari leher Sunghee dan duduk di samping magnae itu.

“Dongho ya, apa begini perlakuan hyung-mu terhadapmu?” tanya Sunghee sambil memegangi lehernya. Dongho menggeleng.

“Di U-KISS, malah aku yang memerintah.”

“Tidak beda jauh ah..” gumam Raeki.

“Eta pisan!” seru Chaerin. Sunghee cemberut. Yoonmin terbahak.

“Back to the topic, Sunghee dan Chaerin sudah punya tugas. Aku apa ya?”

“Hei, aku juga sudah punya tugas. Aku MEMBANTUNYA belajar,” ujar Yoonmin sambil melirik Sunghee sadis. Yang dilirik tenang-tenang saja. Yoonmin jadi gemas dan “mencekik” leher Sunghee lagi. Kali ini tidak ada yang memperhatikan mereka.

“Kalau begitu tinggal aku. Aku akan…mengajaknya jalan-jalan!”

“Kaupikir anjing diajak jalan-jalan?” sadis Chaerin. Raeki menghela napas.

“Bukan jalan-jalan pake rantai, kan? Udah pokoknya aku mengajaknya jalan-jalan. Sambil main-main sama Summer!” Raeki menyebutkan nama kucing peliharaannya.

“Sekalian ajak Autumn ya.” Sunghee menyebutkan nama anjing peliharaannya yang berjenis Newfoundland dog.

“Eh, Spring juga dong.” Kini giliran Chaerin yang menyebutkan anjing herder peliharaannya.

“Win..” Giliran Yoonmin bicara, malah dipotong.

“Halah ini mah semua aja! Ogah ah, aku cuma mau ajak Summer!”

“Iiih!! Giliran aku bicara aja dipotong!”

“Tuh! Giliran Raeki yang bikin kamu kesel aja kagak dicekek! Lah aku?” gerutu Sunghee meminta keadilan. Yoonmin tertawa. Matanya menyipit.

“Aku suka menyiksa yang lebih muda!” Mendengarnya, Dongho langsung mengkeret. Semuanya langsung terbahak.

“Kamu juga kalau sudah akrab hati-hati aja ya…hahaha…” Yoonmin melanjutkan tawanya. Dongho tampak ngeri. Chaerin hanya meliriknya sadis, dia tidak suka dengan Dongho. Sementara Raeki langsung duduk di samping Dongho.

“Ya sudah, karena sekarang mulai malam, kita masak makan malam dulu. Sesuai perjanjian yang memasak Chaerin ya,” ucap Raeki.

“Aku bantuin deh,” kata Yoonmin.

“Seperti biasa, yang memasak itu semua.” Sunghee beranjak dari duduknya. Chaerin pun pergi ke dapur.

“Sunghee dan Dongho, potong bahan-bahan ini,” perintah Chaerin sambil memberikan duo termuda itu bahan-bahan yang harus dipotong.

“Aku akan mencuci beras,” kata Raeki. Chaerin mengangguk. Yoonmin membuat dessert. Memasak pun dimulai. Karena yang jadi tokoh utama itu Dongho, yang lebih sering direkam itu ya adegan Sunghee dan Dongho.

Di meja makan, duo termuda itu tampak canggung.

“Noona, kau golongan darahnya apa?” tanya Dongho sambil memotong wortel. Saking tak ada bahan pembicaraan, apa saja yang terlintas di benak Dongho terlontar begitu saja.

“B,” jawab magnae itu sambil terus mengupas apel yang akan digunakan Yoonmin.

“Aku juga B.” Dongho tersenyum masih sambil serius memotong wortel.

“Oh.” Sunghee terdiam. “Ga nanya..” Dia kemudian tertawa.

“Noona!!” Dongho merajuk. Tapi kemudian dia tertawa juga.

“Eh, noona. Aku mau tanya. Waktu Raeki noona sakit, katanya noona tidak pernah mengirimi kabar ya? Itu kenapa alasannya?” Dongho mau memanfaatkan keadaan. Sunghee tersenyum tipis.

“Raeki!! Kamu cerita apa aja sama Dongho?” tanya Sunghee. Raeki yang sibuk mencuci beras sambil bercanda sama Chaerin dan Yoonmin menoleh.

“Dongho ya! Jangan kamu tanyakan alasannya dulu! Nanti aku kasih kejutan!”

“Aaaah…noona..” Dongho terkulai lemas.

“Heh, wortelnya cepetan!” sembur Chaerin sadis. Dongho pun cepat-cepat memotong wortel itu. Alhasil jarinya tergores dan telunjuknya berdarah. Raeki langsung panik.

“Sudahlah, ini luka ringan. Aku saja yang mengatasinya. Kalian fokus masak aja.” Sunghee berdiri dan menghampiri Dongho. Dia menarik paksa jari telunjuk Dongho yang berdarah.

“Sini!” Sunghee menarik Dongho ke kamar mandi dan membersihkan lukanya. Sunghee lalu mengambill kotak obat dan menarik Dongho ke ruang tengah. Dongho didudukkan dengan paksa di sofa sementara Sunghee berlutut di hadapannya. Dengan cekatan, Sunghee mengobati luka Dongho.

“Mau pake plester ga?” tanya Sunghee. Dongho berpikir sejenak.

“Pake aja deh..” Sunghee mengangguk dan mengambil sebuah plester polos berwarna hitam. Dia lalu memakaikannya di jari Dongho yang terluka.

“Keren! Plesternya warna hitam!” seru Dongho.

“Itu punyaku. Aku suka warna hitam.” Sunghee tersenyum. Dongho tersenyum senang masih sambil duduk di sofa. Dia menatap jarinya yang diplester.

“Shin Dongho, kau sedang apa di sana? Wortelnya belum selesai, kan? Masih banyak bahan lain yang belum selesai!” kata Chaerin. Terdengar nada kesal di suaranya. Dongho pun bergegas ke meja makan. Menyusul Sunghee yang barusan meletakkan kotak obat. Mereka pun sibuk memasak lagi.

Sementara member V-RASE yang lain tidak henti-hentinya tertawa. Ada saja yang ditertawakan.

“Tau ga? Pas lagi nyuci beras ini aku jadi inget Key oppa. Nyuci beras kaga bersih-bersih, ga pernah bening! Nyahahhaa ada-ada aja sih…” Raeki tertawa disusul dengan yang lain.

“Eh, maen game yuk!” usul Yoonmin.

“Boleh. Game apaan?” Chaerin tertarik.

“Pepero game!” celetuk Sunghee dari meja makan yang langsung ditolak mentah-mentah.

“Kalau main pepero game sama Sunghee bahaya! Dia pasti bilang: “Tatapanmu seakan mengatakan kau mencintaiku.” Iiihh weee…” Yoonmin memeletkan lidahnya dengan ekspresi yang benar-benar lucu. Chaerin langsung tertawa terbahak-bahak. Sunghee juga. Dongho malah terkejut.

“Jinjayo, noona?” Dongho memastikan pada Sunghee. Gadis itu mengangguk. Masih sambil menyeka matanya yang berair karena tertawa.

“Eh, mendingan main game-nya ntaran aja pas mau makan. Gimana?” usul Chaerin. Semua setuju.

Akhirnya makanan tersedia di meja. Semua bersiap makan ketika pintu dorm digedor.

“Magnae, buka!” Yoonmin mengedikkan bahunya ke pintu. Sunghee mendengus dan beranjak ke pintu. Dia membuka pintu dan…

“Jiah..perasaan ini manager datengnya pas enak aja deh!” Sunghee melebarkan pintu dan masuklah Ryeowook sambil cengengesan.

“Gubrak! Tadi pas makan siang dateng, sekarang pas makan malem dateng lagi!” kata Yoonmin.

“Annyeong anak-anakku. Oh, lagi pada mau makan ya? Ahaha berarti pas dong aku datengnya,” kata Ryeowook riang. Dia pun berjalan ke meja makan dan menduduki kursi Sunghee.

“Hush, minggat!” Sunghee mengisyaratkan agar Ryeowook beranjak dengan tangannya. Sunghee pun duduk, kali ini di sebelah Yoonmin. Di seberangnya ada Dongho. Di sebelah Dongho ada Chaerin, lalu Raeki. Ryeowook pun duduk di sebelah Yoonmin.

“Kayaknya Sunghee noona paling ga sopan ya..” komentar Dongho. Semua mengangguk.

“Bahkan pada manager saja tidak sopan.” Ryeowook mengeluarkan unek-uneknya.

“Iya, aku perhatikan juga Sunghee noona tidak pernah memanggil Raeki noona dengan sebutan unnie.”

“Aish, berisik kau anak kecil,” gerutu Sunghee.

“Tapi kami tidak mempermasalahkannya. Kami memang begitu. Chaerin sendiri tidak pernah memanggilku unnie. Yoonmin juga. Tapi kalau sama manager memang dia agak kurang ajar.”

“Ini ajaran Cho Kyuhyun.” Sunghee tersenyum ringan.

“Jinja? Kapan kamu bertemu Kyuhyun?” Ryeowook menatap Sunghee.

“Ada deh..” Sunghee tersenyum misterius.

“Jangan bilang Kyuhyun oppa itu pacarmu…” bisik Yoonmin sambil menggeleng-geleng.

“Hanya mantan.”

“JINJA?!” seru Raeki, Yoonmin, Ryeowook, dan Dongho bersamaan.

“Bercanda.” Sunghee terkekeh. Semua menghela napas lega.

“Serius deh, Sunghee!”

“Ngga…” gumamnya tidak jelas apa maksudnya.

“Sudah, sudah. Katanya mau main game?” Chaerin menengahi lagi.

“Pepero game!!” seru Sunghee semangat.

“Dasar yadong!” Yoonmin menoyor kepala Sunghee. “Kau mau melakukannya dengan siapa, hah?!”

“Aku belum pernah melakukannya dengan Dongho.”

“Gyaaaa!!! Sunghee~!!!!” Yoonmin melakukan serangan “pemanjangan leher” lagi pada Sunghee. Sunghee yang sedang minum pun tersedak. Dongho yang sadar segera melepas tangan Yoonmin dari leher Sunghee. Sunghee kewalahan. Matanya merah berair, wajahnya pucat.

“Nih, minum!” Raeki menyodorkan kecap. Sunghee langsung menepisnya. Dia mengambil air putih dan segera meneguknya.

“Jinja…” bisik Sunghee. Dia lalu melirik Yoonmin sadis. Yang dilirik hanya tersenyum salah tingkah.

“Kita main itu aja tuh…apa sih..truth or dare!” usul Raeki. Semua mengangguk.

“Dimulai dari aku ya. Berarti aku nanya Ryeowook oppa.” Raeki membetulkan posisi duduknya. “Wook oppa, truth or dare?”

“Hmm…truth.”

“Oppa suka ga sama Sunghee?”

“Kapan sih aku suka Sunghee?” balas Ryeowook. Sunghee hanya diam. Sementara Yoonmin puas menertawainya.

“Jujur dia! Jujur!!” kata Raeki puas. Chaerin tertawa. Akhirnya ruangan itu penuh tawa.

“Sekarang aku ya. Aku tanya Yoonmin. Truth or dare?” Ryeowook menatap Yoonmin.

“Truth aja.”

“Apa betul kau menyukai Siwon?”

“Hm..ya. Sunghee!” Yoonmin mengarahkan tubuhnya ke Sunghee. Gadis itu meliknya ganas.

“Apa?!” balasnya judes. Yoonmin tertawa.

“Truth or dare?”

“Truth..”

“Hm…pilih Hyukjae oppa atau…Bugatti Veyron?”

“Hyukjae oppa. Dongho ya, jawab dare aja ya.”

“Aku pengennya truth…”

“Ga boleh harus dare.”

“Lha? Kok maksa gitu sih?” tanya Chaerin. Semua tertawa.

“Firasat buruk kalau pilih dare. Truth aja ah.”

“Justru yang truth lebih parah. Siap ya..” Sunghee tersenyum setengah. “Maukah kau main pepero game denganku?”

“SUNGHEE!!!!” Kini Raeki, Ryeowook, dan Yoonmin yang menyerbu magnae itu. Chaerin hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala.

“Sunghee terlalu…” komentar Chaerin. Dongho menganga.

“Aku jawab tidak!” kata Dongho.

“Bohong!” tunjuk Sunghee. Sebuah seringaian menghiasi wajahnya. Ketiga orang itu langsung menyerbu Sunghee lagi.

“Ya sudah, Dongho lanjut saja permainannya. Kau tanya aku,” ujar Chaerin.

“Truth or dare?”

“Truth.”

“Kalau engkau tidak mau dipanggil noona, aku harus memanggilmu apa?”

“Panggil saja Chaerin. Raeki….YAH!” seru Chaerin. Mereka pun kembali ke tempat masing-masing. Sunghee terkulai lemas di atas meja.

“Noona, gwaenchana?” bisik Dongho. Sunghee mengangguk.

“Raeki, truth or dare?”

“Dare ah. Dari tadi truth melulu.”

“Ya sudah, kau bereskan meja dan mencuci alat makan ya.” Raeki melongo. Pasalnya bukan ini saja, kru V-RASE You’re My Noona juga ikut makan.

“Udahan yuk bubar!!” Sunghee sang provokator beraksi. Dia pun meninggalkan meja makan dan duduk di depan laptop. Yang lain ikut bubar. Raeki melongo di dekat meja makan. Akhirnya Ryeowook yang tidak tega ikut membantu Raeki.

“Sunghee, kalau mau main pepero game sama pacar-pacarmu aja sana!” saran Yoonmin.

“Ga ah, udah sering.”

“Omona, Sunghee!!! Noo!!!!” Yoonmin mengacak rambutnya lebay.

“Apa sih…” gumam Sunghee malas.

Malamnya, mereka bersiap tidur. Mereka berempat tidur dalam satu kamar. Sementara Dongho menempati kamar tamu.

Dan episode satu V-RASE You’re My Noona pun berakhir. Nantikan episode 2!

Preview:

Sunghee menjalankan tugasnya mengantar jemput Dongho. Tapi kok mobilnya tiba-tiba ngadat di tengah perjalanan? Sunghee juga bercerita tentang member lain. Member yang mana kira-kira?

Diam-diam Chaerin memasakkan bekal untuk Dongho. Apa Chaerin mulai menyukai Dongho?

Nilai Dongho naik karena diajari Yoonmin! Kok bisa secepat itu ya…?

Raeki mengajak Dongho jalan-jalan. Dan saat itu ia memberitahu alasan Sunghee tidak menghubunginya sewaktu sakit.

Tunggu episode selanjutnya!

13 thoughts on “[FF] V-RASE You’re My Noona Part 1

  1. rabbitpuding says:

    hmm….. kurang panjang. trus aku kan gk terus2 nyekek kamu…. sung hee kurang bejat tuhh,sendirinya juga sadis

    @haerin salah sendiri jarang ol twitter

  2. Flippy Flaky says:

    annyeong haseyo flippy imnida aku reader bru d sini, eonie ffmu keren hahaha aku bru nemuin blog ini d ffindo atau d sjff y? molla hahaha ceritanya seru

    next part =)

    • sungheedaebak says:

      aku sih ngepost ff di sujuff…hehehe
      kayaknya kalo ff ini gak bakal dilanjutin deh…udah buntu ide. lagian aku lagi bkin ff part yang lain hehehe mian yaaa :))
      thx for visiting this site btw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s