[FF] 3 Wishes (edited) PG-15

Bagi reader yang haus akan keromantisan (?) nih, aku udah edit ff ini. Ditambah adegan romantis dan agak sedikit mengarah ke yadong, tapi sedikit kok. Kan ada Raeki ada yadong. *KEMPLANG* Jadi ya sudahlah untuk memuaskan reader sekalian, aku ubah jadi PG-15! Awalnya pengen PG-14, tapi kok maksa gitu kesannya. Ya sudah PG-15 lebih cocok.

—————-

Cast: Kang Raeki V-RASE, Yesung Super Junior

Raeki’s POV

Selama ini, aku berharap bertemu dengan seseorang yang akan memberiku 3 permintaan dan bisa mengambulkan semuanya. Tapi itu hanya sekedar harapan. Mana mungkin ada orang yang bertingkah seperti jin di dongeng-dongeng? Mengabulkan 3 permintaan. Kalaupun ada, aku pasti kagum sama orang itu.

Aku berguling-guling di atas tempat tidur. Tugas IPA ini membunuhku. Aku tidak mengerti…seseorang tolong aku.

PLETAAK…”Aduh!”

Terdengar suara kaca jendela ditabrak sesuatu dan rintihan seorang laki-laki. Aku begidik. Kemudian aku memberanikan diri mengintip ke arah jendela. Aku membuka tirai dan…KYAAAAA!!!! Aku berteriak dengan kencang dan berlari ke tempat tidur. Aku menutupi sekujur tubuhku dengan selimut.

“Doa penghilang jin apa ya? Aduh…aku lupa…padahal Siwon sering baca…aduh..apa…satu dua jin berlari gitu? Huhuhu… tolong aku!” Air mataku nyaris mengalir. Seseorang mengguncang-guncang tubuhku. Aku terlonjak dan menjerit kencang.

“Pergi kau setaaaan!!!” teriakku.

“Aku bukan setan! Aku ini…aku ini apa ya? Dibilang setan bukan…dibilang arwah bukan…jin juga kayaknya bukan…ah iya! Aku malaikat!” seru seseorang. Aku tertegun. Perlahan aku membuka selimut. Menatap sosok yang membuatku menjerit 7 oktaf itu. Hmm…kurasa dia memang malaikat. Ada sayap putih di punggungnya, dia memakai kemeja putih bersih, celana putih bersih juga, sepatu putih, tapi rambutnya coklat. Kulitnya putih juga. Mataku silau jadinya.

“Malaikat? Malaikat kok….” ucapku terbata. Sosok itu memiringkan kepala. Memperhatikan aku lekat-lekat.

“Aku juga baru menjadi malaikat. Aku tidak ingat kenapa. Tiba-tiba aku sedang terbang, karena belum mahir, aku jadi menabrak jendela kamarmu.” Aku menganga. Ada ya yang seperti ini di dunia?

“Kalau tidak salah…aku ditugaskan untuk memberi 3 permintaan untukmu. Kau ingin apa?” tanyanya lagi. Mworago? 3 permintaan? Keberuntungan di tanganku!

“Aku ingin kau bisa terbang!” seruku semangat. Malaikat itu memiringkan kepala lagi. Kali ini karena heran.

“Lalu untungnya untukmu apa?”

“Kalau kau sudah bisa terbang, kau bisa mengambilkan buku IPA milikku yang sedang dipinjam temanku. Aku tidak usah bersusah-susah!” Mataku berbinar. Sosok itu tersenyum.

“Baiklah. Karena ini permintaan darimu, pasti dikabulkan.” Dia memejamkan mata. Aku memperhatikannya. Tiba-tiba cahaya putih mengelilinginya. Perlahan sayapnya bergerak. Dia terangkat sedikit-sedikit. Berhasil! Dia terbang! Sosok itu membuka mata. Dia tertawa. Dia lalu terbang ke sana ke mari. Aku tertawa dengan senang.

“Aku bisa terbang! Fantastis!” serunya.

“Nah, ambilkan bukuku.” Dia tersenyum dan melesat keluar jendela. Aku tertegun. Apa aku berhalusinasi? Atau aku mulai gila? Mana mungkin aku sedang berbicara dengan malaikat!

Aku lalu meringkuk di atas tempat tidur. Aku menutup wajahku dengan bantal. Huaah…hari ini aneh sekali. Sebaiknya aku tidur saja.

“Hei..jangan tidur dengan bantal menutupi wajahmu,” kata seseorang sambil menyingkirkan bantal dari wajahku. Aku masih memejamkan mata.

“Engh…” erangku. Aku meregangkan ototku sambil membuka mata. Aku melotot. Aku lalu terlompat dan mundur, merapat ke dinding. Aku menatap sosok itu dengan tatapan horror.

“Ini buku IPAmu.” Sosok itu menyodorkan sebuah buku. Aku langsung menyambarnya dan mendekapnya di dada. Sosok itu keheranan.

“By the way, namaku Yesung. Kau?” Sosok itu mengulurkan tangan.

“Aku Raeki.” Aku tidak menyambut uluran tangannya. Masih berusaha mencerna keadaan. Yesung cemberut dan menarik tangannya kembali.

“Keurae, permintaan ke dua?”

“Hm…belum kupikirkan. Mungkin nanti.” Aku pun merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Yesung memperhatikanku.

“Yah! Kenapa lihat-lihat?” Aku lalu menutupi tubuhku dengan selimut. Yesung tertawa. Dia masih melayang. Sayapnya yang bergerak tapi tidak menimbulkan angin.

“Aku tidak tahu harus kemana. Aku tidak bisa menghilang…aku belum mahir menggunakan kekuatanku.”

“Kalau begitu kau harus mahir menghilang dan menguasai kemampuanmu. Ini permintaan kedua! Aku mau tidur dengan tenang!”

“Arra…kalau kau yang meminta pasti dikabulkan. Sebentar ya…” Yesung memejamkan mata. Beberapa saat kemudian cahaya putih mengelilinginya dan dia pun menghilang. Setelah itu dia kembali lagi. Aku menghela napas melihat wajahnya yang sumringah.

“Aku bisa mengontrol kekuatanku! Hurraaaayy!!!” Yesung berteriak kesenangan. Aku tersenyum tipis.

“Ya sudah sanah cepat menghilang!!” seruku. Huh..untung saja di rumah aku sendirian. Coba kalau ada orang tua? Ah tapi orang tuaku juga sudah pergi toh. Untuk apa mengharapkan mereka lagi.

Yesung tersenyum riang dan menghilang. Aku menghela napas dan melemaskan tubuh. Malam ini aneh sekali. Aku memejamkan mataku. Di mimpiku aku bertemu malaikat itu lagi.

= = =

Drrrt…drrt….ponselku bergetar. Aku meraihnya dan mematikan alarmnya. Aku menggosok mataku. Aku masih mengantuk. Aish…kenapa sudah jam enam lagi? Aku kan harus bekerja.

Dengan malas aku memakai sandal rumah dan menyeret kakiku ke lemari baju. Aku membuka lemari baju dan terkejut ketika mendapati Yesung ada di sana. Dia menyeringai, memamerkan giginya yang putih berkilau ke arahku. Ya ampun…berarti tadi malam itu bukan mimpi.

“Jo eun ah chim, Raeki!” ucapnya. Aku tersenyum tipis.

“Jo eun ah chim, Yesung ssi.” Aku mengambil beberapa potong baju dan meletakkannya di atas tempat tidur. Aku pun melangkah ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku melilitkan handuk di tubuhku dan berjalan keluar kamar mandi. Aku tertegun. Yesung sedang duduk di atas tempat tidurku, melongo menatapku yang hanya menggunakan handuk.

“Yesung ssi, kau mesum!!!!” Aku berteriak dan kembali ke kamar mandi. “Cepat menghilang dulu aku mau pakai baju!!!!”

“Aku sudah menghilang!”

“Bohong! Kalau kau sudah menghilang mana mungkin masih ada suaramu?!”

“Ara…hitungan ke tiga aku pasti sudah pergi. Kau hitung ya!”

“Hana…dul….set!” Aku terdiam sesaat. “Yesung ssi?” Tak ada jawaban. Aku membuka pintu kamar mandi sedikit. Lalu melihat ke sekeliling. Sepertinya aman. Aku langsung menyabet bajuku dan kembali ke kamar mandi. Aku memakai bajuku dengan cepat dan menyisir rambutku. Setelah itu aku keluar kamar mandi.

“Yesung ssi, keadaan aman. Kau boleh keluar sekarang,” ucapku asal sambil mengambil tas. Hening. Aku menatap sekeliling.

“Yesung ssi? Yesung!!” Hening. Aku mengangkat bahu dan pergi keluar kamar. Di ruang makan aku mengoleskan selai cokelat ke roti tawar dan menggigitnya. Seperti biasa, hening lagi. Yesung kemana ya?

“Eng… Raeki ssi! Aku tidak tahu bagaimana caranya keluar dari sini! Tolong aku!!!” seru seseorang. Aku menghela napas. Namun kemudian aku tersenyum. Karena dia ada, keadaan di rumah jadi ramai.

“Eoddi isseo, Yesung ssi?”

“Aku di…aduh aku malu mengatakannya.”

“Waeyo? Eoddiga?” Aku menggigit roti yang tinggal setengah itu lagi.

“Di…atasmu..” Aku tertegun. Aku menatap ke atas. Seketika mataku membulat lebar.

“Aigo Yesung ssi!! Apa yang kau lakukan di kipas itu?!” seruku. Sontak aku berdiri, menatap Yesung yang menyangkut di kipas dengan takjub.

“Tadi aku menghilang..lalu muncul di tangga, setelah itu aku langsung terbang. Tak sengaja menyangkut di sini…”

“Hh…jankamanyo!” Aku menepuk-nepuk tanganku, menghilangkan remah-remah roti. Aku berjalan ke gudang dan mengambil tangga. Aku lalu meletakkan tangga itu di bawah kipas dan memanjat naik. Sampai di atas, aku berusaha melepaskan Yesung dari kipas itu.

“Aku bisa menyentuhmu ternyata..” gumamku. Yesung hanya terkekeh tidak jelas. Wajahnya masih memprihatinkan. Setelah berjuang selama belasan menit, akhirnya Yesung bebas. Dia langsung turun dan menghela napas panjang. Aku menuruni tangga dan mengembalikannya ke gudang.

“Raeki gomawo!!!! Jeongmal gomawo!!” Yesung berlari ke dekatku, hendak memelukku namun aku menghindar.

“Ye..ye…” gumamku. Aku melirik jam. Glek…telat 5 menit! Aku langsung menyambar tasku dan berlari ke luar.

“Yah! Kau mau kemana?” seru Yesung.

“Kerja! Tolong kuncikan pintu rumah ya! Aku terlambat!!” Aku terus berlari. Aku melambaikan tanganku singkat dan berlari lagi.

“Yah! Tidak sekolah?!” tanya Yesung lagi.

“Ani! Sekolah sudah libur!”

“Arasseo…”

= = =

“Ne, Mr. Heo. Algaesemnida.” Aku membungkuk pada atasanku itu. Aku pun berjalan ke ruanganku dengan wajah ditekuk. Terlambat 30 menit! Bagus sekali! Untung saja Mr. Heo masih baik. Tidak langsung memecat pegawainya. Ini kerja part time-ku satu-satunya masalahnya. Aku bekerja sebagai penulis artikel di sebuah perusahaan majalah terkenal. Memang hanya part time, tapi gajinya lumayan.

Lagi-lagi aku menghela nafas. Saat akan duduk di kursi, Yesung ada di sana. Dia menyeringai meminta maaf. Setelah melihat tatapan dan aura hitamku, Yesung langsung beranjak. Aku pun menghempaskan tubuh ke kursi. Aku langsung berkutat di hadapan komputer.

“Raeki ssi…mianhaeyo..” kata Yesung. Aku masih diam. “Raeki….” Yesung memelas.

“Hm..” gumamku.

“Mianhaeyo…aku kasih satu permintaan untukmu deh. Kau mau minta apa?”

“Bukankah memang seharusnya aku mendapatkan satu permintaan itu ya? Cih..nanti di rumah aku beritahu.”

“Kau marah ya..”

“Ani.”

“Raeki ah! Tumben kau bicara sendiri? Memangnya kali ini kau menulis tentang apa?” tanya seorang pegawai lain.

“Ah ani ani…hehehe…hanya sedang belajar menjiwai saja..” Aku tersenyum salah tingkah. Setelah pegawai itu pergi, aku mendengus. Aku lalu mengetik huruf demi huruf di keyboard dengan brutal.

= = =

Malam harinya, aku bersiap untuk tidur. Yesung masih memandang ke arahku dengan tatapan puppy eyes-nya.

“Satu permintaan lagi.. apa itu?” Yesung penasaran. Aku terdiam. Lalu aku menatapnya dengan senyum.

“Nanti, belum kupikirkan,” ucapku ringan. Aku pun merebahkan diri dan memejamkan mata. Membiarkan Yesung ada di kamar. Aku tidur dengan senyum mengembang.

Author’s POV

Yesung terdiam menatap Raeki yang sudah tidur di hadapannya. Dia menelan ludah. Kalau jantungnya masih berfungsi, pasti jantung itu sudah berdetak tiga kali lebih cepat. Perlahan, Yesung menghampiri tempat tidur. Ada ruang kosong di sisi tempat tidur Raeki yang lain. Dengan sangat hati-hati, Yesung duduk bersila di sisi tempat tidur Raeki itu. Sayapnya ia tekuk. Raeki masih terlelap. Yesung memperhatikan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia lalu menatap wajah Raeki. Yesung terdiam lama.

Raeki berbalik, menghadap ke arahnya. Yesung terkejut.

“Andai saja aku bisa menjadi manusia normal…berada di sisimu selamanya..” gumam Yesung pelan. Dia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Raeki. Sayapnya mengembang, menutupi dirinya dan Raeki. Yesung memiringkan kepala, lalu ia mencium bibir Raeki lembut. Yesung terkejut, Raeki membalas ciumannya. Dia membuka matanya dan menatap Raeki yang memejamkan mata. Yesung lalu menutup matanya lagi. Bibir mereka masih bertaut dan sayap Yesung masih mengembang. Sayap itu perlahan bergerak.

Yesung melepaskan ciumannya.

“Saranghae…” gumamnya lirih. Raeki lalu berbalik, memunggungi Yesung. Yesung tersenyum tipis.

“Aku jadi curiga kau mimpi apa..” Yesung terkekeh pelan. “Jaljayo..” Yesung pun duduk di kursi meja belajar, memperhatikan Raeki sampai pagi.

= = =

“Raeki…Kang Raeki! Bangun!!” Yesung berseru di samping Raeki. Gadis itu pun terbangun. Dia melirik Yesung dengan kesal. Dia lalu meregangkan ototnya. Yesung tersenyum lebar.

“Jo eun ah chim!” serunya riang. Raeki menghela napas dan tersenyum.

“Ne, jo eun ah chim, Yesungie.” Raeki pun bangun dari tempat tidur dan menyeret kakinya ke lemari baju. Tanpa di suruh, Yesung menghilang, pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk Raeki.

= = =

Raeki’s POV

Tadi malam aku mimpi apa ya? Kenapa rasanya aneh sekali pagi ini?

Selesai mandi, aku menghampiri kaca yang besar. Aku menatap bayangan diriku di cermin dengan serius. Perlahan tanganku menyentuh bibirku. Tadi malam aku mimpi mencium kura-kura apa kucing ya? Mana mungkin aku mimpi mencium manusia…iih. Aku begidik. Aku lalu keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruang makan.

Aku tertegun ketika melihat makanan sudah sedia di atas meja. Aku lalu menatap Yesung yang melayang di samping meja makan. Cowok itu tersenyum hangat.

“Kau..yang membuat semuanya?” Aku menggerakkan tanganku mengelilingi meja. Yesung mengangguk.

“Aku tidak yakin rasanya enak atau tidak. Aku memasaknya dengan sihir.” Aku mengangguk-angguk dan duduk di kursi. Aku mulai mencicipi masakan yang ia buat dengan sihir itu. Ow..ternyata enak sekali!

“Mashda!” ucapku semangat dan mulai memakannya dengan cepat. Yesung tampak terkejut.

“Jinja?” tanyanya. Aku mengangguk. Yesung lalu menghampiriku.

“Kau bisa makan?”

“Entah.”

“Nih coba…aaa..” Aku menyuapkan sesendok kimbap ke mulutnya. Yesung menerimanya. Ternyata bisa.

“Mungkin…hm…kalena…ini..sihilku jadi biha..” Yesung bicara sambil makan. Aku menatapnya jijik, tapi dalam hati aku terkekeh.

“Telan dulu makananmu!”

“Arraheo..” Yesung pun menelan makanannya. “Jinja! Mashda!” Yesung mengacungkan jempol. Aku tertawa. Sarapan pun menjadi menyenangkan. Seandainya ia bisa berada di sisiku selamanya.

“Yesungie, aku berangkat ya! Annyeong!” Aku pun berjalan keluar. Karena dia sudah menyiapkan sarapan, aku jadi tidak terlambat. Gomawoyo, Yesungie.

Sepulang bekerja, aku langsung menghampiri Yesung yang duduk di ruang TV. Dia terlihat muram. Aku heran dan menghampirinya. Aku menunduk menatapnya.

“Gwaenchana?” tanyaku. Yesung hanya mengangguk dan memaksakan seulas senyum. Aku mengangkat bahu dan duduk di sampingnya. Aku menyalakan TV.

“Raeki ah, permintaan ketigamu apa?” tanyanya. Aku terdiam.

“Molla.”

“Setelah permintaan ketiga, aku harus pergi.” Ucapan itu membuatku tersentak. Benarkah itu? Aku harus kehilangan Yesung secepat ini?

“Eotokkhae…?” gumamku. Yesung menghela napas.

“Usahakan permintaan ketiga itu benar-benar yang menguntungkan untukmu. Jangan menyesal.” Aku menatapnya yang sedang menatapku.

“Ara..nanti malam akan kuberitahu kau.”

Malamnya, Yesung menatapku dengan pandangan penuh tanda tanya. Dia penasaran dengan permintaan ketigaku. Aku tersenyum di atas tempat tidur. Aku duduk bersila menghadapnya yang masih melayang.

“Jadi apa permintaan ketiganya?” Aku berpikir sejenak. Semoga ini benar-benar yang terbaik untuk semua.

“Aku ingin…kau selalu ada di sisiku. Tinggal berdua denganku di sini. Maukah?” Yesung terdiam. Aku tersenyum manis.

“Eng…kalau itu…tunggu besok ya!” Yesung tersenyum dan menghilang. Aku pun merebahkan tubuhku di tempat tidur. Aku tersenyum lalu memejamkan mata.

Besoknya, aku mematikan alarmku lagi. Klasik sekali hidupku. Aku membuka mata. Samar aku melihat seseorang. Laki-laki! Aku langsung membuka mataku lebar-lebar dan sontak mundur merapat ke tembok. Lelaki itu tersenyum. Aku mengernyit. Setelah tahu ia siapa, aku tersenyum manis.

Laki-laki itu memakai T-shirt merah dan rompi hitam, celana panjang berwarna biru tua, rambutnya coklat.

“Jo eun ah chim, Raeki ah! Saranghaeyo..” Lelaki itu tersenyum. Yesung mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku lembut. Aku membalas ciumannya.

“Jo eun ah chim, Yesung ah. Na ddo saranghae..” Mulai sekarang, kehidupanku tidak akan hening dan klasik lagi. Itu semua karena malaikatku, Yesung. Yesung menarik napas dan menciumku lagi. Aku memejamkan mataku. Rasanya sudah tidak asing…

Tanpa kusadari aku semakin mundur, memberikan ruang untuk Yesung. Cowok itu merangkak ke atas tempat tidurku. Aku merapat ke tembok. Tangan kiri Yesung menyentuh lutut kananku. Tangan kanannya memegang belakang kepalaku. Aku melingkarkan kedua tanganku ke lehernya. Yesung melepaskan ciumannya. Saat wajahnya mendekat ke leherku, aku langsung mendorongnya.

“Jankaman!” seruku. Yesung terjatuh ke samping tempat tidur. Aku terkejut dan melongokkan kepalaku ke bawah. “Gwaen…chana?” tanyaku takut-takut.

“Aish…waeyo?” ucapnya. Dia bersila di lantai dan mendongak menatapku. Aku tersenyum.

“Nanti saja kalau sudah menikah!” kataku. Yesung mendengus. Dia lalu berlutut dan mengecup keningku sekilas. Aku terkekeh senang.

= = =

“Aku sudah tidak bisa terbang…huhuhu..”

“Aigo..nanti kan bisa pakai pesawat!”

“Menghilangnya bagaimana?”

“Memangnya kau mau menghilang dari sisiku lagi?”

“Ah…arasseo…”

“Nah, begitu! Jadi, sebentar lagi aku lulus…sepertinya tidak akan melanjutkan kuliah..”

“Kenapa?”

“Aku ingin menikah denganmu~”

“Hahahaha…neomu neomu saranghae, ne yeojachingu!”

“Na ddo!”

THE END

45 thoughts on “[FF] 3 Wishes (edited) PG-15

  1. haeny_elfishy says:

    gyahaha. . .
    yesung jd malaikat, pasti jd malaikat gaje nan ajaib, hahaha
    tp ceritanya kecepetan saeng, proses percintaan (?) yesung n raekinya ga dceritain. . .
    tp tetep keren !
    ps : buat raeki, setia-lah ma yesung, ga usah ngelirik” hae ! wkwkwk

    • sungheedaebak says:

      makanya yesung sampe nyangkut di kipas wkwkwk
      iya…aku coba bkin ff yang singkat, tapi ternyata kurang bagus ya..
      proses percintaan? *yadong mode on* *dikemplang*

      makanya kurang memuaskan ini tuh sampe nangis gugulingan aku bacanya…saking jeleknya ini ff… *dusta, orang bacanya biasa aja*

  2. mrschokyuhyun says:

    nisaaa~~kurang gereget ah menurut aku >.< kayaknya cepet banget gitu cinta-cintaannya (?)
    wkwk

    Ahh~abang yesung ngga di ff ngga di nyata tetep ajaib😛 *ditabok abang*

  3. rabbitpuding says:

    ck ck ck. Yesung…
    Raeki, entar klo dah nikah. Jangan yadong ya ! Kasian ma yesungnya…

    Tae : wah wah, aku juga mau jadi malaikat.
    Yoon : aku juga mau, bebas kesana kesini
    Tae : nanti klo dah jadi malaikat, kita jadi couple ya!
    Yoon : nama couplenya apa ya…
    Tae : nama makanan yuk !
    Yoon : kimbap ? Jajangmyeon ? Ramen?
    Tae : kimbap aja !
    Yoon : arraseo, uri… KIMBAP COUPLE !
    Tae : kajja ! Yoonmin-ah !
    Yoon : kajja !

    *abaikan

  4. raekiyopta says:

    @Yoonmin: kalau nikah gak boleh yahdong? Gak rame atuh!! *yahdong mode: ON*

    @Haeny un: oke un! Siaaaaap!😀

    @Sunghee: yak! Jeongmal gomawoyo :* pengen protes! Mana yahdongnya?!/PLAK!! good job ko😉 tingkatkan lagi! hwaiting! \(^0^\)

  5. amitokugawa says:

    wah…yesung jd malaikat? *gapercaya*..hhe
    pasti gaje tuh

    ehm..iya..kurang kerasa romance-nya..tp kreatif! hhe

    bikin yg banyak yaa

  6. amitokugawa says:

    gila! pantas dikasih rating pg-15…ckckck
    ternyataaa ada yadong scene nya

    keren! lebih kerasa romancenya.. *evil*

  7. rabbitpuding says:

    setelah membaca lagi…
    Aku jadi ngerasa berdosa, mana aku bacanya siang2 lagi.

    Hhh…
    Sunghee, aku khawatir deh ma kamu, aku gak bisa ngebayangin ntar klo kamu dah nikah yadongnya segimana. Soalnya di umur yang sedini ini, kmu yadong.a udah…

  8. raekiyopta says:

    Jamkaman! Baju merah, rompi hitam, dan celana jeans biru. Kok kaya baju si yoonmin pas foto di jonas ya? = =” jadi ngeri. Wkwkwk
    tingkatkan lagi yaa😄
    aku gak like ni ff, but aku love😀
    tp ak ga ngerti yg si yesung megang lutut kiri aku (aku? Maksudku raeki) ga kebayang. Haha.. Jeongmal gomawo😀

    • sungheedaebak says:

      kan lutut kamu teh ngelipet depan badan, kamunya kan lagi duduk nyander ke tembok. terus yesung ngerangkak ke atas tempat tidur, tangannya megang lutut kamu yang kamu tekuk itu

      btw, gomawo. aku suka yesung pake baju merah jadi aja…

  9. rabbitpuding says:

    akhirnya aku ngerti ! Jadi, posisinya kaya gitu toh.
    klo gitu…
    *berfikir tentang posisi itu


    *nyadar

    OMO !!! SUNGHEE YADONG IIH !!!

  10. rabbitpuding says:

    dasar 2 yadong ini
    @raeki bisa tahan dikit yadongnya dong. Nyampe pas buka mau baca begituan lagi.
    YESUNG LARI ! YADONG RAEKI SEDANG MENCAPAI PUNCAK !
    *bukannya puncak terus?

    @sunghee maknae aja udah peringkat ke 2 ter yadong. Apa lagi leader ? *di tonjok ma leader* itu fakta !

  11. raekiyopta says:

    @yoonmin: yak! Aku pendekin leher kamu! *nyari pemukul baseball*😄

    @hyunrin jagi: saeng ga yahdong~ apasih yang merasuki kalian semua sampe ngira aku yahong? Aku ini Ro-man-tis😄

  12. rabbitpuding says:

    @raeki itu mustahil. Klo mau mendekin leher aku. Bertapa dulu di gunung fuji 1000 taun.
    Trus soal kamu yadong ntu : Romantis sih romantis. Tapi melebihi batas romantis. Aku gak kerasukan pikiran kamu yadong kok. Itu kan ke-nya-ta-an.

    *aku member doraka ya? Hehe

  13. rabbitpuding says:

    @sunghee sepertinya… Kamu gak ngerti maksud aku. Trus posisit yadong ke dua bakal di rebut ma chaerin deh. Soalnya, ff yang ada yadong kaya gini di bilang kurang gereget.

  14. haeny_elfishy says:

    OMO . . .
    ini dah d edit ya ? yadongnya kurang ! wkwkwk
    kalo perlu bikin NC sekalian saeng, hohoho
    puasa bc ginian batal ga ya ? -_-
    ga ah, kekeke

  15. just_sona says:

    Gila thor !
    Author dapat ide dari mana sih?
    Asli ya , FF buatan author keren-keren ! b^^d
    Sayangnya , aku telat tau blog ini.ckck
    Penulisannya rapi & bahasanya mudah dipahami ..

    • sungheedaebak says:

      hahahaha emang kenapa idenya? aneh ya? gila ya? :p
      hehehe makasih
      kok telat tau sih? blog ini kan blm ditutup…nyante aja blog ini masih berjalan tpi lagi macet aja. idenya abis soalnya kebanyakan test

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s