[FF] Gomawo

Hyukjae berdiri di kamarnya. Dia menggendong anjingnya, Choco, sambil menatap langit yang sedang menangis. Dia mengelus rambut coklat Choco lembut. Hyukjae melirik ke bawah, orang-orang berlarian karena tidak memakai payung. Beberapa yang memakai payung berjalan dengan tenang. Semuanya berusaha menutupi kepala mereka. Hyukjae lalu melirik ke arah barat. Di bayangannya, seseorang tengah berdiri di pinggir jalan. Hyukjae tersenyum. Itu gadisnya.

Hyukjae berhalusinasi. Di khayalannya, Sunghee sedang berdiri sambil memegang payung berwarna hijau muda. Rambut perempuan itu panjang sepunggung, warnanya hitam. Dia memakai celana panjang berwarna biru tua, T-shirt longgar berwarna hitam, serta jaket abu-abu. Dia memang suka memakai pakaian yang gelap.

“Sunghee ya…” gumam Hyukjae. Bayangan itu hilang. Hyukjae menghela napas. Gadisnya itu memang sudah meninggal beberapa minggu yang lalu. Tapi Hyukjae masih beranggapan bahwa Sunghee hidup. Dia beranggapan Sunghee hidup di hatinya. Di dalam dirinya. Baginya, setiap helaan nafasnya berarti helaan nafas Sunghee juga, setiap darah yang mengalir ada darah Sunghee juga, setiap detak jantung ada detak jantung gadis itu.

“Oppa~~~!!! Angkat teleponnya~~” Drrt..drrt…ponsel Hyukjae yang tergeletak di atas meja bergetar. Choco melompat turun dan keluar kamar. Hyukjae lalu mengambil ponselnya. Dia melirik nama yang tertera di layar sekilas dan mendekatkan ponsel ke telinga.

“Yobeosaeyo?” ucap Hyukjae. Dia lalu berjalan ke jendela, menatap langit yang tidak berhenti menangis. Telinganya masih mendengarkan suara di seberang.

“Ara..” Hyukjae tersenyum. Dia terdiam, masih tersenyum. Seakan-akan bahagia mendengar suara si penelepon.

“Hujan? Aniyo…gwaenchana. Ne? Arra…jigeum. Gwaenchana, aku ke sana sekarang.” Hyukjae memasukkan ponselnya ke saku celana. Ia menyambar jaket yang tergantung dan melesat ke luar. Senyum masih menghiasi wajahnya.

Di atas sebuah gedung pencakar langit, Hyukjae berjalan menghampiri seorang gadis yang berdiri di tepian. Gadis itu menatap ke langit. Gerimis tidak mengganggunya. Kebetulan Hyukjae membawa payung. Dia mendekati gadis itu dan memayunginya. Gadis itu menoleh, sadar ada seseorang, dia lalu tersenyum. Gadis itu pun menyandarkan kepalanya ke dada Hyukjae yang bidang. Hyukjae merangkulkan tangan kirinya ke gadis itu sementara tangan kanannya memegang payung. Dengan kata lain, Hyukaje memeluk gadis itu dari belakang.

“Oppa…” kata gadis itu.

“Ne, Min Ah?” balas Hyukjae lirih. Min Ah melepaskan diri dari Hyukjae. Dia menatap lelaki di hadapannya dengan serius. Hyukjae heran.

“Sunghee eonni tidak ada.” Min Ah menunduk. Hyukjae tertegun.

“Sekarang hujan, dia tidak akan mau keluar..”

“Bukan itu maksudku, oppa!” Min Ah menatap lelaki di hadapannya kesal. “Sunghee eonni tidak ada! Dia sudah pergi dari dunia ini! Kenapa oppa masih berpikiran dia masih hidup?” Suara Min Ah bergetar. Semua kata-kata itu diucapkannya dengan kecemburuan. Selama ini, Hyukjae pasti membawa-bawa nama Sunghee. Awalnya Min Ah bisa menerimanya. Lama kelamaan rasa cemburu di hatinya semakin besar. Mana mungkin ia bisa cemburu dengan orang yang sudah mati?

Hyukjae terdiam. Dia menunduk menatap mata Min Ah dalam.

“Min Ah, Sunghee masih hidup…di dalam tubuhku. Coba rasakan..” Hyukjae menarik tangan kanan Min Ah dan meletakkannya di dadanya. Min Ah merasakan debaran jantung Hyukjae yang dua kali lebih cepat.

“Yang satu itu debaran jantungku, satunya lagi milik Sunghee..” jelas Hyukjae. Min Ah menarik tangannya cepat. Dia berbalik. Gerimis sudah berhenti. Hyukjae pun melepaskan payungnya. Dia melipat payungnya.

Min Ah menggigil. Cuaca hari ini memang dingin. Apalagi setelah hujan. Hyukjae membuka jaketnya dan memakaikannya ke tubuh mungil Min Ah. Gadis itu terdiam. Masih kedinginan. Hyukjae maju dan memeluk Min Ah dari belakang.

“Mianhae…aku belum bisa melupakannya..” Hyukjae berbisik.

“Gwaenchana..hanya saja..tolong kembali pada kenyataan, oppa. Kalau kau seperti ini terus, kasihan Sunghee eonni di sana. Pasti tidak tenang memikirkanmu.” Min Ah menengadah, menatap langit yang masih gelap. Setetes air jatuh ke ujung hidungnya. Min Ah mengerjap kaget. Gerimis belum sepenuhnya berhenti. Hyukjae tidak peduli dan masih memeluk Min Ah.

“Aku ada di sini…” Min Ah terkejut ketika mendengar seseorang berbisik di telinganya. Suara perempuan yang ia pernah dengar. Min Ah begidik. Suara ini..seperti suara Lee Sunghee. Hyukjae yang heran pun melepaskan pelukannya.

“Gwaenchana?” tanya Hyukjae. Min Ah tak menjawab. Dia masih terkejut.

“Oppa, Sunghee eonnie…” Min Ah terpaku, tidak bisa melanjutkan perkataannya. Hyukjae tersenyum simpul.

“Dia menyapamu?” Hyukjae menaikkan sebelah alisnya. Min Ah mengangguk ragu. Hyukjae menatap langit. “Sunghee yah! Kau rela aku bersama Min Ah?” serunya. Sebagai jawaban, angin berhembus ke arah mereka. Min Ah menggigil dan Hyukjae memeluknya lagi. Kali ini dari depan. Hyukjae tertawa. Min Ah heran.

“Angin tadi itu Sunghee. Dia mengerjaimu. Dia sengaja membuatmu kedinginan dan menyuruhku memelukmu.” Hyukjae melanjutkan tawanya. Dia lalu berhenti sebentar. “Sunghee yah, gomawo! Min Ah, saranghae..”

Min Ah tertegun. Air matanya mulai mengalir. Ia terharu. Min Ah pun menenggelamkan wajahnya ke tubuh Hyukjae. Hyukjae makin mengeratkan pelukan dan mengacak rambut Min Ah lembut.

“Oppa, aku tidak keberatan kalau debar jantung oppa ini karena Sunghee eonni, aku tidak keberatan oppa membawa nama Sunghee eonni terus, aku tidak keberatan Sunghee eonni mendapat banyak tempat di hatimu. Oppa, saranghae!” seru Min Ah. Hyukjae tersenyum.

“Debar jantung ini bukan karena Sunghee kok. Dia kan sudah keluar dari tubuhku. Debar jantung ini…” Hyukjae melepaskan pelukannya dan menunduk. Dia mensejajarkan wajahnya dengan wajah Min Ah. “karenamu,” katanya sambil menyentuh ujung hidung Min Ah dengan jari telunjuknya. Min Ah tersenyum.

“Sunghee ah, bolehkah aku memberikan hatiku untuk Min Ah?” Hyukjae menatap langit.

“Jangan!” tolak Min Ah.

“Lho, kenapa?” Hyukjae heran. Min Ah tersenyum.

“Aku mau kok berada di hatimu bersama Sunghee eonni. Eonni! Kau mau berbagi tempat denganku di hati Hyukjae oppa, kan?” seru Min Ah. Angin berhembus, menerbangkan sebuah origami berbentuk burung. Hyukjae mengulurkan tangannya dan menangkap burung kertas itu. Hyukjae membuka lipatannya dan tersenyum. Min Ah ikut tersenyum. Lipatan burung kertas itu dibuat dari kertas sobekan majalah. Ada tulisan di sana. Potongan dari artikel. Tulisannya…

“Yes! I WANT!” Hyukjae dan Min Ah tertawa bersamaan. “Gomawoyo, Lee Sunghee!”

“Min Ah,” Hyukjae berlutut, “nawa gyeohronhaejullae?”

Min Ah tersenyum. “I do~” Min Ah menyanyikannya. Hyukjae tertawa. Matahari mulai muncul, menyinari mereka berdua.

“Sepertinya Sunghee juga bahagia..” gumam Hyukjae sambil mengulum senyum.

THE END

20 thoughts on “[FF] Gomawo

    • sungheedaebak says:

      sunghee kan baru aja meninggal, jadi arwahnya masih keliaran. arwah sunghee itu nemenin hyuk, tapi sebenernya selama ini sunghee ga bisa komunikasi sama hyuk. semua itu cuma halusinasi hyuk. dan yang terakhir2 itu sunghee akhirnya ‘muncul’ buat meyakinkan bahwa dia itu ada, hyuk ga gila karena bicara sendiri. jadi sunghee selama ini dengerin hyuk tpi ga bisa komunikasi sama dia. angin dan burung kertas itu cuma kebetulan aja… ngerti ga un?

      btw, gomawo ya

  1. amitokugawa says:

    eh eh..aku pake ID baru loh! *bangga*
    ya ampuuunn..sunghee baek bener disini..ga macem2 (nah loh?)

    keren!

  2. mrschokyuhyun says:

    gomawoon~~cheomanhaeyo wkwk😛 (apa siih!)
    XDD jadi ceritanya sunghee masih arwah gentayangan yak?😛 ^^v

    *dies* →menyadarkan kepalanya ke dada hyukjae yang bidang OxO

  3. haerin says:

    spertinya anak V-RASE blum ada yang komen di sini…
    sunghee akhirnya tobat juga(tapi kayanya cuma di ff ini aja deh?)

  4. raekiyopta says:

    Gyahahahaha~ because of aku baca say it with origami first, aku jadi ngakak😄
    Sunghee, kalau mati, ya mati aja! Jangan ganggu hubungan orang lain!/PLAAK!!
    Btw, who’s Min Ah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s