[FF] Happy End

“Donghae ya, sampai kapan kau mau begini?”

“Sampai aku mati.”

“Hh…jangan bertingkah bodoh! Kasihan adikmu. Kau selalu pulang pagi, mabuk-mabukan, main perempuan, jarang memberi kabar.. kasihan adikmu, Donghae ya.”

“KALAU KASIHAN PADA ADIKKU SANA KAU NIKAHI SAJA DIA!”

“Donghae yah!!”

= = =

Ini sudah hari ke 365 Donghae seperti itu. Semenjak kehilangan kakak terdekatnya, yang meskipun ia benci karena kesukaannya pada hal-hal berbau pink dan feminim sekali, tapi Donghae sangat menyayangi kakaknya itu. Donghae mempunyai seorang adik perempuan. Namanya Lee Min Ah. Donghae sangat menyayangi kakaknya dan adiknya. Min Ah, meskipun dia adik angkat Donghae, tapi lelaki itu sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Lee Sungmin, kakak kandung Donghae yang meninggal, sengaja mengajak Min Ah masuk ke keluarga mereka. Orang tua mereka sudah meninggalkan mereka, bukan meninggal dunia, tapi pergi tanpa sebab.

Donghae menganggap meninggalnya Sungmin itu karena Min Ah. Suatu hari Sungmin ditemukan berlumuran darah di kamarnya. Dan saat itu ada Min Ah. Donghae yang saat itu sedang kacau langsung berasumsi bahwa Min Ah yang membunuh kakaknya. Donghae sendiri dari awal ada rasa curiga pada Min Ah, tapi rasa itu tertutupi dengan rasa sayang pada seorang adik.

= = =

Min Ah sedang berjalan sepulang kuliah. Di depan toko musik, dia melihat sahabat kakak angkatnya sedang menunduk sambil mendengarkan musik melalu headphone. Tangannya dimasukkan ke saku celana, kepalanya bergerak-gerak mengikuti irama lagu. Rambut lelaki itu warna coklat, dimodel berantakan namun terlihat keren. Panjang rambutnya setengkuk. Lelaki itu mengenakan jaket berwarna hijau tosca kotak-kotak abu-abu, T-shirt hijau muda, celana panjang longgar berbahan kain, bukan jeans,  berwarna coklat muda, sepatu kets berwarna abu-abu dan putih. Min Ah tertegun. Dia menyukai gaya lelaki itu. Dia juga menyukai lelaki itu.

“Oppa..” panggil Min Ah. Lelaki itu menoleh, menunduk menatap Min Ah yang tingginya hanya sebahunya.

“Ye?” tanyanya. Min Ah terdiam. Lelaki itu kemudian tersenyum. Dia menghampiri Min Ah yang masih berdiri terpaku menatapnya. Min Ah menunduk saat lelaki itu berada tepat di hadapannya. Min Ah merasakan sesuatu mengacak-acak rambutnya. Ia mendongak. Lelaki itu tersenyum dan melepaskan tangannya dari kepala Min Ah. Wajah Min Ah memanas. Dia cepat-cepat memalingkan wajah.

“Yang sabar ya, Min Ah. Akan kubantu oppamu untuk kembali menjadi Lee Donghae yang dulu.”

“Gomawoyo, Hyukjae oppa. Jeongmal gomawo.” Min Ah menunduk dalam. Hyukjae terdiam. Dia lalu melepas headphone dan i-pod yang sedari tadi ia pakai. Ia lalu memberikannya pada Min Ah.

“Sunghee ah tidak akan keberatan jika aku memberikannya padamu.” Hyukjae tersenyum. Min Ah menatap i-pod dan headphone yang ada di tangannya heran. Dia lalu menatap Hyukjae, terpana.

“Oppa…ini kan pemberian tunanganmu itu…”

“Gwaenchana. Dia tidak akan keberatan.” Hyukjae tersenyum lalu menatap langit, “Sunghee yah! Keberatan tidak aku berikan hadiah darimu untuk dongsaeng ini?” Hyukjae terdiam sebentar, seakan sedang mendengarkan jawaban Sunghee. Hyukjae membuka matanya yang tadi terpejam dan menatap Min Ah dengan senyum. Dia menggeleng.

“Sunghee tidak keberatan. Di sini banyak lagu-lagu ceria. Kalau kau sedang sedih karena ulah oppamu itu, dengarkan saja musik dari sini.” Hyukjae menunjuk i-pod. Min Ah mengangguk.

“Kamsahamnida, oppa.”

“Gomawo lebih tepat. Anyway, cheonmanhae.” Min Ah tersenyum dan berlalu pergi. Di perjalanan, dia mengenakan headphone itu. Dengan ragu dia memutar lagu dari i-pod tersebut. Pertama terdengar suara seorang perempuan.

“Lee Sunghee di sini, bagi yang mendengarkan lagu lewat i-pod ini, kuharap kau bisa selalu ceria ya! Setiap masalah pasti ada jalan keluar, kalau tidak ada jalan keluar untuk apa ada masalah? Tetap sabar jalani cobaan dan…FIGHTING! Tertawalah, tertawa itu sehat! Hahahaha…ingat, ceria dan sehat selalu! Annyeong!” Begitu isinya. Min Ah menitikkan air mata, terharu. Barang ini pasti sangat berharga untuk Hyukjae, tapi lelaki itu malah memberikannya pada dirinya. Seorang anak yatim piatu, diambil dari panti asuhan oleh Sungmin.

= = =

Donghae menatap segerombolan gangster di hadapannya. Mereka terdiri dari sekitar 20 orang. Mereka semua menatap Donghae dengan tatapan ingin membunuh. Bos gangster itu maju. Dia melemparkan rokoknya ke tanah dan menginjaknya. Dia menyeringai pada Donghae.

“Kau belum membayar hutangmu, Lee Donghae. Kau selalu minum-minum tanpa membayar, bersenang-senang dengan perempuanku. Mana uangmu?” Donghae menelan ludah.

“Kakakmu itu mati karena kau! Kau tidak pernah membayar, kerjaan hanya merusak saja. Jadi kami bunuh saja kakakmu itu,” kata bos gangster itu. Donghae menganga. Jadi selama ini…dia salah menuduh Min Ah, dialah penyebab kematian kakaknya. Donghae geram, dengan kalap ia menghajar gangster itu satu persatu. Namun itu perbuatan fatal, jumlah mereka lebih banyak, ditambah mereka membawa pisau dan pistol. Donghae beberapa kali terkena pukulan dan tersabet pisau. Tapi Donghae tidak mau kalah. Dia tetap mencoba melawan 20 orang itu dengan tangan kosong. Saat Donghae mulai melemah, seseorang datang. Dia menghajar semua orang itu. Donghae tidak sempat melihat wajah si penolongnya. Dia tersungkur di tanah sambil memegangi lengannya yang terkena sabetan pisau.

Gerimis mulai turun, perlahan semakin deras. Menimbulkan rasa perih yang teramat sangat pada luka-luka di tubuh Donghae.

“JANGAN GANGGU SAHABATKU LAGI, SIALAN!” seru seseorang itu. Lee Hyukjae. Dia yang menolong Donghae.

“Bayar dulu semua hutangnya! Baru kami pergi!” seru seseorang dari kumpulan gangster itu.

“Oke!” Hyukjae mengeluarkan dompetnya dan memberikan segepok uang pada gangster itu. Orang-orang itu pun pergi. Hyukjae menghela napas dan menghampiri Donghae yang masih tersungkur. Hyukjae menarik kerah Donghae paksa dan menonjok pipinya. Darah segar keluar dari bibir Donghae. Hyukjae tertegun. Air mata Donghae turun, tertutupi oleh air hujan. Tapi ia tahu Donghae menangis. Hyukjae lalu menarik Donghae ke pelukannya.

“Hyukjae ya….Sungmin hyung meninggal karena aku…aku lelaki payah…aku bodoh, Hyukjae ya! Bodoh!” teriak Donghae parau, masih di pelukan Hyukjae. Hyukjae terdiam. Dia lalu berdiri dan menarik tangan Donghae, membantunya berdiri. Hyukjae mengacak rambut Donghae, seperti pada adik sendiri. Hyukjae tersenyum. Donghae masih menangis. Dia menangisi kebodohannya sendiri.

“Gwaenchana, Donghae. Kalau kau sudah sadar, mulai sekarang perlakukan adikmu dengan baik. Jadi pribadi yang baik ya.”

“Gomawo..” Donghae memeluk Hyukjae erat. Hyukjae tertawa kecil.

= = =

“Hyukjae oppa! Gomawo..” Min Ah menunduk. Hyukjae tersenyum.

“Kau ini sopan sekali. Biasa saja lah…dia kan sahabatku juga. Aku tidak tega melihatnya seperti itu.” Min Ah berjalan mendekati Hyukjae. Lelaki itu sedang berdiri di atas gedung, menatap langit. Min Ah mengikuti arah pandangan Hyukjae.

“Menatap siapa, oppa? Sunghee eonni kah?” tanya Min Ah. Hyukjae tersenyum dan mengangguk.

“Aku sedang berkonsultasi padanya.” Hyukjae menoleh sebentar pada Min Ah, ia lalu menatap langit lagi. Min Ah mengerutkan kening.

“Konsultasi apa?”

“Konsultasi…Lee Min Ah cocok tidak untukku. Bahagia tidak jika bersamaku. Ingin tidak selalu ada disisiku. Kalau aku…sudah pasti bahagia dan berusaha selalu ada di sisi Min Ah setiap saat. Sunghee bilang ya, Min Ah cocok untukku. Sunghee senang jika aku berpasangan dengan Min Ah. Menempuh hidup baru dengannya. Bagaimana menurutmu? Apakah Min Ah akan mencintaiku, selalu ada di sisiku, bahagia denganku?” Hyukjae menatap mata Min Ah. Min Ah tersenyum malu. Matanya menghangat karena terharu.

“Sepertinya…Min Ah akan selalu ada di sampingmu, oppa. Min Ah akan mencintaimu, menemanimu sebisa mungkin. Kalau oppa sakit, Min Ah pasti merawatmu. Kalau oppa sedih, Min Ah ikut sedih. Kalau oppa bahagia, Min Ah pasti bahagia.” Hyukjae tersenyum. Kemudian dia tertawa pelan. Min Ah ikut tertawa pelan.

“Saranghaeyo, Min Ah..” Hyukjae memeluk gadis di hadapannya itu.

“Na ddo saranghae..” ucap Min Ah lirih.

= = =

“Kostum sudah siap? Konsumsi? Dekorasi?” Donghae sibuk mengatur pernikahan Hyukjae dan Min Ah. Min Ah sendiri heran melihat kakaknya itu.

“Oppa, yang nikah aku kenapa kau yang ribet?”

“Aku ini kan keluargamu. Aku harus membantu dong..” ucap Donghae. Min Ah tersenyum.

“Oppa….saranghae!!!” Min Ah menghambur ke pelukan Donghae. Lelaki itu tersenyum. Dia lalu mengelus rambut Min Ah lembut.

“Na ddo. Sudahlah…nanti Hyukjae cemburu. Aku ini kan bukan kakak kandungmu.”

“Terserah. Yang penting aku mencintaimu sebagai kakak.” Min Ah tersenyum dan mengeratkan pelukannya. Donghae tertawa.

“Arraseo…”

“Oppa!” Min Ah memekik tiba-tiba. Dia melepaskan pelukannya. Donghae terlonjak kaget.

“Waeyo?”

“Oppa tidak pernah minum-minum lagi kan? Tidak pernah ke pub malam lagi? Main perempuan? Berhutang? Berkelahi? Tidak pernah kan?”

“Hahaha…tentu saja tidak. Kasihan kau kalau oppa seperti dulu lagi.”

“Tak apa seperti dulu.”

“Ha?”

“Seperti dulu…Donghae oppa kecil yang selalu menjagaku ketika aku diejek, selalu menyayangiku, pergi kesekolah bersama denganku, menemaniku, memasak makanan untukku, meskipun hanya mie instan…pokoknya Donghae oppa yang baik sekali.”

“Arraseo. Tapi mulai besok, kau yang memasak untuk Hyukjae, yang menjagamu Hyukjae, selalu menyayangimu, mencintaimu, bersama denganmu itu Hyukjae.”

“Gwaenchana, oppa. Sekali-sekali kau masakkan untukku ya.” Min Ah tersenyum manis. Donghae mengangguk.

“Arraseo..”

THE END

27 thoughts on “[FF] Happy End

  1. haeny_elfishy says:

    hua….. terharu….. T.T
    keren saeng….!!! hyuk keliatan keren bngt disini… tp sunghee-nya dah mati y critanya…? heeemm…
    hae untung tobat, ga bayangin kalo hae suka mabuk”an … secara dy kan anti ma alkohol…. thum up nis…!!!

  2. mrschokyuhyun says:

    nis~~sunghee udah m**i ceritanya? O.O
    Kasiaan amat si unyuk😛 tapi keliatan sisi kerennya~~
    XDD

    nis~susah aku bayangin donghae ugal-ugalan yang ada malah aku kebayang unyuk yang ugal-ugalan😛

    *kabur sebelum unyuk nyadar* lol

  3. SuNgGi_Chefish says:

    Wah, tumben suhee’ny mao ng’relain Hyukjae bwt org laen. Hehehe, so sweet dh. Keren abis.
    Tp, kn DongHae’ny suka mabuk2an & maenin cwe sh.??

  4. dhikae says:

    huwaaaa sungheee miss u.. eh bkn miss your ff.. dah lama gak bca ffmu nih aku *curhat..wkwkwkw
    ya ampun gak kbyang hae jadi pemabuk awalnya..ckkkk
    aku suka sunghee sumpah keren disini *author melayang ke korea..wkwkw
    ffmu mngharukan
    akhirnya hae tobat..ckckck *mgkin krn bulan puasa (abaikan)
    hehehee goooooooooooood ff

  5. raekiyopta says:

    Terharuu~ T^T kalimat yang Min Ah ucapkan tentang kebaikan Donghae waktu kecil mengingatkanku pada kakak kandungku DX

    once again, who’s Min Ah? I know, Im Min-Ah (beautiful? Kekeke) but, who’s Min Ah in this story? Make me jealous!😀

  6. vidiaf says:

    asli aku nangis bacanya ;_____;
    pas baca bagian hyuk ngasih i-pod asli.. aaaaaaaah /speechless
    *nangis*
    untung haenya tersadarkan /elus dada
    aku sukaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s