Puisi maut: Kesetiaan dua orang ELF

Ini puisi hasil karya (duo sarap maut membabi buta)  aku dan Dea dongsaeng. Awalnya sih percakapan begini kurang lebih:

Aku: Ih kangen ya…

Dea: Samaa

Aku: Udah 2 tahun ya…ga kerasa

Dea: Iya dan selama itu aku gatau kalo onn suka kpop

Aku: Sama…tragis..

Dea: Iya…tragis..

Dan aku mulai kasih kalimat: “kenapa kita harus seperti ini” selanjutnya, liat ndiri deh. Jangan muntah-muntah ya

kenapa kita harus seperti ini…

akupun tak tau…semua jadi seperti ini…

tak ada waktu untuk menyesalinya..

yang berlalu biarkan berlalu…

biarkan kita buka lembaran yang baru..

dengan sentuhan cinta kasih dari para kekasih di super junior…

meninggalkan masa lalu dan menjejak ke jenjang baru…

semoga cinta para kekasih super junior tak pernah berubah..

akan selalu sama untuk selamanya..

tapi kuharap..cinta mereka bertambah dan terus bertambah..

hingga waktu menghentikannya

sampai ajal menjemput mereka ku akan tetap setia

bahkan jika ajal menjemputku lebih dulu, ku tetap setia

walau raga sudah tak kuat tapi jiwaku kan selalu bersama mereka hingga kapanpun

walau kaki sudah tak bertulang, aku akan selalu berjalan mengikutimu

kemana langkah kakimu..disitulah alunan lagumu berasal

meskipun kau tak tahu siapa aku…bahkan tak tahu aku ada..

aku akan tetap setia

bila kau pergi rasanya dunia ini amat sepi

kau tidak ingin mengkhianati kesetiaanku, bukan?

maka…jangan pergi..

memang kau tak mengenal diriku tapi hatiku akan selalu ada untukmu

menemanimu di setiap langkah…hembusan nafas..setiap kata..

di setiap helaan nafas kuberikan rasa cintaku hanya untukmu super junior..

kuharap kau mendengar jeritan hatiku yang mencintai dirimu

bila kau tak ingin melihatku, hati ini seperti tersayat

bila kau mengacuhkanku, tubuh ini serasa ditusuk ribuan jarum pentul

andaikan kau ini tak pernah mati, abadi

anggap saja kita pernah bertemu dan anggaplah satu tulang rusuk di badanku adalah pemberianmu..

aku mengerti..

satu tulang rusuk tak ada apa-apanya dibandingkan dengan tubuhmu yang kuat

tapiaku memohon satu hal..

jika aku tidak bisa menemanimu selamanya,

biarkan aku mencintaimu…selamanya…

by: Annisa Nur Shabrina and Dea Khaerun Najah

Nah, that’s it. Gimana gimana? Give us some comments! ^^

tambahan: aku ma dea bayangin kalo suju baca nih puisi begimana. dan ternyata…

SUJU: awalnya biasa, lama-lama pingsan, udah sadar langsung kejang-kejang, keluar busa dari mulut, masuk rumah sakit ke ICCU 4 bulan, koma 3 bulan

Dan kami mengkhayal kalo presiden sana juga baca nih puisi. Maka, si presiden bakal:

Presiden: Awalnya bangga, ngasih beasiswa kami berdua ke korea. Pas baca ulang langsung muntah-muntah, kejang-kejang 7 hari 9 malem, masuk HCU dan ga keluar-keluar selama 5 bulan. Entah buka perusahaan sendiri di dalem HCU atau apa kaga ngarti dah

Dan kalau Jo** dan Sh***a ngeliat juga, mereka bakal kalah jauh dibanding kita berdua. Sebuah puisi maut penyebab penyakit mematikan, yang diciptakan oleh dua anak bangsa yang berbakti pada negara.  Dimohon untuk membaca puisi ini di rumah sakit, biar gampang dirawatnya maksudnya.

udah ah, semlekum (?)

9 thoughts on “Puisi maut: Kesetiaan dua orang ELF

  1. dhikae says:

    aihhhhh so sweeeeeeeeet
    tpi knp akhirnya jdi bikin ngakak.. dah trharu pdhl..wkwkw ><
    authornya gak jauh2 nglawak trus.. jia yo!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s