[FF] Best Friend and Strange Family part 1

“Hei, Lee Yoonmin!! Tunggu aku!!” seru Lee Taemin dari belakang Yoonmin. Yoonmin hanya tertawa tanpa menoleh. Dia terus berlari menyebrangi jalan yang luas.

“Cepatlah, Taemin! Sebentar lagi gerbang sekolah ditutup!” Yoonmin kembali tertawa.

“Aish..kau lari duluan sih… aku capek, Yoonmin ah..” keluh Taemin. Dia pun kembali berlari mengejar Yoonmin yang berada jauh di depannya. Yoonmin menjejakkan kakinya di trotoar, namun baru sedetik, dia dikejutkan oleh suara tabrakan. Yoonmin berbalik. Dia menganga melihat pemandangan dihadapannya.

Di sana, Taemin tergeletak berlumuran darah. Si pemilik mobil langsung turun dengan sempoyongan dan mengecek keadaan Taemin. Semua yang ada di sana histeris. Yoonmin terpaku. Seakan tidak percaya. Sedetik kemudian Yoonmin berlari ke arah Taemin. Si pemilik mobil langsung menelepon ambulans. Tangannya gemetar hebat. Dan badannya agak oleng.

“Tae…Taemin..” bisik Yoonmin pelan. “Taemin!! TAEMIN!!! TAEMIIIN!!!” teriak Yoonmin histeris. Matanya mulai menghangat melihat Taemin tidak berdaya di hadapannya. Taemin yang biasanya ceria kini tak bisa apa-apa. Yoonmin memeriksa nadi Taemin, tidak ada. Yoonmin menegang. Dia mengecek nafas Taemin, nihil. Air mata Yoonmin mengalir. Sambil menangis, ia memeriksa seluruh nadi Taemin, memeriksa dadanya, tapi nihil. Taemin tewas di tempat.

“TAEMIN!!! TAEMIIIN!!!! Ne chingu Taemin…bangun. Taemin hari ini kau akan menunjukkan trik sulap padaku kan? Taemin ah! Mana janjimu!!! TAEMIIIN!!!” Yoonmin mengguncang-guncang tubuh Taemin. Ambulans datang, si pemilik mobil langsung menarik Yoonmin menjauh. Taemin diangkut ke mobil, Yoonmin memaksa ikut tapi ditahan oleh pemilik mobil. Ambulans pun berlalu pergi. Yoonmin masih menangis menatap kepergian mobil ambulans serta nyawa Taemin.

“Lepaskan aku!” bentak Yoonmin sambil melepaskan dirinya dari pegangan si pemilik mobil.

“Mian,” kata lelaki itu. Yoonmin menatapnya garang.

“Kenapa kau tidak lihat-lihat hah?! Lampu penyebrangan masih hijau!! Taemin anak yang berharga… dia anak yang pintar!! Kenapa kau malah menabraknya?! Dia meninggal!!” teriak Yoonmin histeris. Lelaki itu menunduk meminta maaf. Tapi Yoonmin menyadari ada yang aneh dari lelaki ini. Dia seperti sedang mabuk.

“A..anu..HOEK…” Lelaki itu memuntahkan isi perutnya tepat ke baju Yoonmin. Yoonmin menghela napas kesal. Baru saja Yoonmin membuka mulut untuk marah, lelaki itu sudah ambruk di hadapan kaki Yoonmin. Yoonmin melirik ponsel yang ada di tangan lelaki itu dan mengambilnya. Dia mengutak-atik ponsel tersebut, mencari alamat. Ketemu, Apartemen Seoul ruang 415. Yoonmin bingung. Di satu sisi, dia ingin menemui Taemin lagi. Tapi mana mungkin mengenakan baju bekas muntahan begini. Di sisi lain, dia harus mengantarkan lelaki ini. Yoonmin pun menyeret lelaki itu ke mobil si lelaki dan membawanya ke Apartemen Seoul.

Setelah sampai, Yoonmin berusaha keras membopong pria ini. Akhirnya dia menemukan ruangan 415. Dia langsung menekan bel.

“Dusaeyo?” ucap suara dari interkom. Seorang perempuan. Yoonmin langsung membalasnya.

“Er…joneun…Lee Yoonmin. Dia..” Yoonmin membawa lelaki itu ke depan kamera. Perempuan di dalam ruangan langsung terkejut. Pintu terbuka dan perempuan itu langsung menghampiri lekaki ini.

“Omo.. hyung… apa yang terjadi?” Perempuan itu memapah sang lelaki ke dalam rumah. Yoonmin tidak menyadari bahwa si perempuan memanggil lelaki itu dengan sebutan hyung karena dia sendiri panik. Setelah mendudukannya di sofa, perempuan itu mempersilahkan Yoonmin masuk.

“Omo omo…bajumu kenapa? Sini ganti dengan bajuku dulu.” Yoonmin ditarik ke depan kamar mandi.

“Tunggu sebentar, aku ambil baju dulu.” Perempuan itu masuk ke salah satu kamar. Ini memberi kesempatan bagi Yoonmin untuk melihat sekeliling. Apartemennya sangat luas. Terdiri dari 4 kamar, 1 dapur, 1 mini bar, 1 living room, dan bahkan ada 1 ruang tamu dan balkon. Home teater lengkap dipadu dengan karpet bulu menambah kesan mewah di apartemen ini. Yoonmin menganga melihat salah satu sisi dinding yang penuh dengan foto. Ternyata penghuni rumah ini ada empat orang. Tiga lelaki dan satu perempuan. Sepertinya mereka satu keluarga karena ada satu foto besar bersama orang tua. Yoonmin ingin melihat ke arah dapur ketika sebuah suara mengejutkannya.

“Ini silakan bersihkan dirimu dulu dan pakai ini.” Perempuan itu menyodorkan beberapa potong baju dan sebuah handuk pada Yoonmin. Yoonmin mengangguk berterima kasih dan masuk ke kamar mandi. Lagi-lagi Yoonmin tercengang. Kamar mandi serba putih itu benar-benar mewah. Bath-tub besar, shower, wastafel, kloset, sepertinya semua terbuat dari bahan berkualitas tinggi. Mengkilap sekali seperti tidak pernah digunakan. Bahkan ada ruangan tempat baju di sana. Benar-benar mewah. Yoonmin membuka bajunya dan mulai mandi. Badannya bau sekali karena muntahan lelaki itu. Yoonmin misuh-misuh sendiri selama di kamar mandi. Tapi saat berendam kekesalannya menghilang. Dia menikmati busa-busanya. Dia tertawa-tawa gembira.

Tapi kemudian dia teringat Taemin. Yoonmin terdiam lagi. Dia pun keluar dari tub dan membersihkan busa yang tersisa. Setelah selesai dia pun memakai pakaian pinjaman dari si perempuan. Saat menyisir dia dikagetkan sesuatu.

“Hello, Yoonmin,” sapa Taemin dari kaca. Yoonmin terkejut dan berbalik. Dilihatnya Taemin berjongkok di atas kloset yang ditutup sambil tersenyum lebar ke arahnya. Taemin pun melompat turun dan menghampiri Yoonmin yang berdiri mematung.

“Yoonmin ah, ini aku!” Taemin melambaikan tangannya di depan wajah Yoonmin yang masih terpaku sambil memegang sisir. Taemin pun mengambil sisir dari tangan Yoonmin dan menyisirkannya ke rambut Yoonmin. Kali ini Yoonmin tersentak kaget. Dia langsung berlari dan merapat ke pintu kamar mandi.

“Ka…kau…bukankah kau..sudah..?” kata Yoonmin terbata-bata.

“Yep. Ini arwahku. Jangan takut, aku tidak menyeramkan, bukan?” Taemin terkekeh. Yoonmin masih melongo.

“Aku…senang kau ada lagi!!” Yoonmin berlari dan menghambur ke pelukan Taemin. namun sayang, tubuhnya tembus dan Yoonmin malah menabrak kloset. Kejadian itu menimbulkan suara bising. Pintu diketuk.

“Hei, kau tidak apa-apa?” tanya si perempuan. Yoonmin berdiri dengan gugup.

“Ah..ye…gwaenchana..”

“Ya sudah cepat ya. Donghae hyung ingin menggunakan kamar mandi.”

“H-hyung…? Ah ye!” Yoonmin tersadar. Tapi kemudian dia termenung. Apa mungkin lelaki itu bernama Donghae? Yoonmin menatap Taemin sekilas dan membuka pintu kamar mandi. Dilihatnya seorang lelaki sudah berdiri sambil membawa handuk di pundak. Tapi bukan lelaki yang mabuk tadi.

“Ah akhirnya keluar. Aku tak tahan..permisi..permisi..” kata lelaki bernama Donghae itu sambil menyerobot masuk. Yoonmin menatap lelaki mabuk yang sudah berganti baju. Yoonmin tidak melihat si perempuan.

Dari kamar yang paling ujung, keluar seorang lelaki lagi. Yoonmin semakin mengkeret. Lelaki itu cukup tinggi. Rambutnya coklat berantakan. Wajahnya tampan. Dia pun menatap Yoonmin heran.

“Ah..eh..annyeonghaseo.” Yoonmin menyapa duluan. Lelaki itu membungkuk heran.

“Lee Yoonmin imnida. Tadi dia menabrak temanku dan memuntahkan isi perutnya ke bajuku. Karena tidak tega aku jadi membawanya kemari,” jelas Yoonmin.

“Lee Hyukjae imnida,” kata lelaki itu. Dia lalu menghela napas sambil menatap lelaki yang mabuk. Lelaki itu kini tertidur dengan damai.

“Hyung…kau mabuk lagi? Tapi kenapa sekarang sampai menabrak orang hah?” kata Hyukjae. Yang ditanya tentu tidak menjawab. Hyukjae lalu menatap Yoonmin lagi.

“Jwaesonghamnida. Lalu bagaimana keadaan temanmu?”

“Dia…meninggal seketika.” Hyukjae langsung melotot.

“Jinja? Omo..jeongmal jwaesonghamnida. Aku mewakili hyungku untuk meminta maaf.” Hyukjae membungkuk dalam-dalam.

“A..aniyo…” Yoonmin mengibaskan tangannya, menyuruh Hyukjae untuk berdiri tegak. Hyukjae pun berdiri tegak. Dia menatap Yoonmin penuh perasaan bersalah. Yoonmin tersenyum untuk menghilangkan kegelisahan Hyukjae.

“Yah, syukurlah dia minta maaf,” kata Taemin tepat di sebelah Yoonmin. Yoonmin terlonjak kaget.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Hyukjae. Yoonmin mengangguk sambil memaksakan seulas senyum. Dia lalu melirik Taemin galak.

“Jangan bicara padaku sekarang..” bisiknya. Taemin mengangguk patuh dan menghilang.

“Aku pulang…” kata si perempuan dari pintu depan. Aku heran menatapnya.

“Darimana kau, Sunghee?” Oh..perempuan itu bernama Sunghee, pikir Yoonmin.

“Aku habis membeli obat anemia. Oh kau, sudah berganti baju rupanya.” Sunghee tersenyum.

“Lee Yoonmin imnida.”

“Lee Sunghee.” Sunghee tersenyum dan meletakkan plastik obat di atas meja di dekatnya. Tiba-tiba pintu kamar mandi di belakang Yoonmin terbuka. Yoonmin terlonjak kaget. Donghae keluar sambil menghanduki rambutnya yang basah.

“Oh! Kita belum berkenalan. Lee Donghae imnida,” ucap Donghae begitu melihat Yoonmin. Yoonmin menunduk.

“Lee Yoonmin imnida.” Donghae tersenyum.

“Berhubung sudah berkumpul semua, ayo kita duduk sambil membicarakan apa yang terjadi,” usul Sunghee disambut anggukan kedua kakaknya. Yoonmin hanya mengikuti mereka. Akhirnya Yoonmin menceritakan semuanya. Sontak, ketiga orang itu langsung meminta maaf. Yoonmin hanya tersenyum aneh. Dia merasa tidak enak. Yoonmin melirik jendela dan terkejut ketika didapatinya Taemin sedang bersidekap sambil memandang ke arah mereka. Sunghee melirik ke arah yang ditunjuk.

“Ah…anginnya kencang ya? Aku tutup saja jendelanya.” Sunghee berdiri dan menutup jendela itu. Sekilas Yoonmin menangkap senyum Sunghee. Taemin langsung mengetuk pintu kaca. Dia seakan mengucapkan “dia bisa melihatku”. Sunghee melirik ke jendela lagi dan beranjak ke arah jendela. Dia lalu menutup gordennya.

“Kenapa ditutup?” tanya Hyukjae.

“Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali.”

“Oh…yang waktu paparazzi itu? Lalu ada yang menggosipkan Hyukjae sebagai pacarmu ya? Hanya karena Hyuk sedang menyiapkan obat di sampingmu,” komentar Donghae. Sunghee mengangguk. Yoonmin semakin heran, siapa Sunghee ini?

“Aku penulis. Aku juga pernah menjadi VJ. Paparazzi mengejar-ejarku. Mereka heran kenapa aku tiba-tiba menghilang dari dunia artis dan lebih memilih menjadi penulis,” terang Sunghee tanpa ditanya. Yoonmin hanya mengangguk samar.

“Oh…mataku..” Lelaki mabuk itu membuka mata dan menggerakkan kepalanya. Dia duduk tegak namun terkulai lagi sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. Sunghee langsung ke dapur dan membuatkan kopi untuk lelaki itu. Lelaki itu meminumnya dan mulai kembali ke kesadarannya. Lelaki itu menunduk sebentar dan menatap Yoonmin tajam.

“Neo..” ucapnya pelan dan serak. “gatteun saram tteo eopso…” Lelaki itu terkulai lagi. Hyukjae langsung menamparnya.

“Sadarlah hyung,” ucapnya. Donghae mengangguk sambil memandang lelaki itu. Yoonmin yang duduk di sebelah Donghae hanya bisa diam.

Lelaki itu kembali menegakkan tubuhnya. Dia menunduk sebentar. Dia lalu menengadah. Kemudian dia menatap Yoonmin.

“Mianhae,” ucapnya. Yoonmin mengangkat alis.

“Gwaenchana,” bisik seseorang tepat di telinganya. Lagi-lagi Taemin membuat Yoonmin terlonjak kaget. Semua heran menatapnya.

“Ah…anu..itu…tidak usah minta maaf padaku. Minta maaf saja pada Taemin, temanku.” Yoonmin tertawa garing. Sunghee menatapnya penuh arti. Yoonmin merasa risih ditatap seperti itu.

“Namanya Lee Sungmin. Dia anak tertua di keluarga kami. Yang kedua aku dan ketiga Donghae. Lalu yang paling muda Sunghee. Orang tua kami sudah meninggal. Kami hidup berempat di Seoul. Sungmin hyung sudah bekerja, aku juga, Donghae juga. Hanya Sunghee yang masih sekolah. Dia berbeda 6 tahun dari Donghae.” Eunhyuk menjelaskan dengan rinci. Yoonmin sendiri bingung kenapa dia diberi tahu hal seperti itu. Yoonmin hanya bisa mengangguk.

Hening melanda. Semuanya terdiam. Yoonmin berpikir bagaimana caranya agar dia bisa pulang secepatnya. Tugas menumpuk.

“Yoonmin ah, kalau kau punya tugas sekolah, selesaikan saja di sini. Kami berempat..eh bertiga bisa membantu,” kata Donghae. Sunghee langsung tersenyum lebar.

“Kita bisa belajar bersama. Kau kelas 3?” Yoonmin mengangguk.

“Sama sepertiku,” senyum Sunghee semakin lebar. Yoonmin tersenyum.

“Yah…silakan kalian belajar bersama. Hyung, pindah ke kamar saja,” ucap Hyukjae. Sungmin mengangguk dan berdiri. Tubuhnya sempoyongan. Hyukjae memapah Sungmin ke kamarnya. Kini Sunghee dan Yoonmin asyik belajar sambil sesekali dibantu Donghae. Saat Yoonmin sedang serius, lagi-lagi Taemin mengganggunya.

“Aish..Taemin ah…” bisik Yoonmin pelan. Taemin pura-pura tidak mendengar dan sibuk memperhatikan. Dia ikut belajar kali ini.

“Lumayan…menggantikan bolos hari ini,” gumam Taemin. Taemin lalu menepuk-nepuk pundak Yoonmin. Yoonmin melirik Sunghee. Anak itu sibuk memakan ilmu yang diberikan oleh Donghae. Tanpa basa-basi, Yoonmin ikut memperhatikan.

= = =

“Aku pulang..” kata Yoonmin ketika sampai dirumahnya. Hyukjae berbaik hati mengatarkannya. Pintu rumah dibuka dan Yoonmin masuk.

“Yoonmin ah…Taemin…” kata eommanya sambil menangis. Yoonmin terdiam. Eommanya lalu memeluk Yoonmin.

“Kamu sabar ya, Nak.” Eomma mengelus-ngelus punggung Yoonmin lembut. Tapi kemudian eommanya melepaskan pelukannya dan memandang aneh ke arah Yoonmin.

“Kau darimana saja baru pulang? Dan siapa yang mengantarmu tadi? Ini baju siapa? Kau tidak sekolah?”

“Aku habis dari rumah teman. Tadi Hyukjae oppa, kakaknya temanku. Ini baju temanku. Aku..” Yoonmin bingung mau bilang apa.

“Kenapa kau bisa pakai baju dia? Kau membolos sekolah dan pergi main?”

“Bukan eomma… sini aku ceritakan.” Yoonmin menarik ibunya dan mengajaknya duduk di sofa ruang tamu. Yoonmin lalu menceritakan semuanya termasuk kejadian di rumah itu kecuali tentang arwah Taemin. Eommanya Yoonmin lalu mengangguk paham.

“Kalau mau makan masih ada makanan.”

“Tidak usah, eomma. Aku masih kenyang. Di sana aku makan banyak!” Yoonmin pun berlari ke kamarnya. Dia menutup pintu dan berbalik. Dia terkejut mendapati Taemin sedang tiduran di atas tempat tidurnya sambil mendengarkan musik dari radio.

“Taemin ah! Apa yang kau lakukan di sini?!” Yoonmin memekik tertahan. Taemin menoleh ke arah Yoonmin.

“Wae? Aku tidak tahu mau pergi kemana.”

“Kenapa tidak ke keluargamu saja?”

“Bosan.”

“Ke keluarga Sungmin oppa?”

“Shireo!”

“Oh kumohon jangan di sini…nanti aku tidak bisa tidur..”

“Terserah. Aku ingin di sini.” Taemin tidak peduli.

“Hey, sejak kapan kau jadi keras kepala begini? Ayolah cari tempat lain..atau kau boleh di rumahku tapi jangan di kamarku..”

“Kenapa? Kau takut?”

“Bukan itu..” Yoonmin bingung bagaimana harus menjelaskannya.

“Arraseo. Aku akan pindah ke ruang TV.” Taemin bangkit dan menembus pintu.

“Mianhae, Taemin ah…” gumam Yoonmin pelan.

= = =

“Oh, Yoonmin ah!” sapa seseorang dengan senyum. Yoonmin mendongak menatap orang itu. Ternyata Lee Sunghee berdiri dihadapannya sambil melambaikan tangan padanya.

“Annyeong!” sapa Sunghee lagi. Yoonmin membungkuk sedikit.

“A-annyeong..”

“Aigoo…jangan takut begitu, biasa saja. Oh ya, kau baru pulang sekolah?”

“Ye…bisa dilihat dari seragamku, bukan? Tapi apa yang kau lakukan di sini? Di depan gerbang sekolahku…masih menggunakan seragam juga?” Yoonmin heran. Sunghee terkekeh.

“Ini?” Dia menunjuk seragamnya. “Aku baru pulang sekolah langsung ke mari. Sungmin hyung mau bertemu denganmu.”

“Ne? Sungmin…hyung?” tanya Yoonmin pelan.

“Oh, aku biasa memanggil ketiga kakakku dengan sebutan hyung. Itu karena sejak kecil aku dibesarkan mereka, mereka sering mengucapkan hyung jadi kuikuti. Kau masih ingat kakakku yang mabuk itu, kan? Dia mau bertemu denganmu. Ayolah, sebelum beberapa orang menyadari keberadaanku.” Sunghee menarik Yoonmin ke dalam mobilnya. Beberapa orang yang menyadari hanya berbisik-bisik sambil menatap ke arah Sunghee.

Di apartemen Sunghee, ternyata Sungmin sedang duduk di sofa itu lagi. Tapi kali ini dia sangat sadar. Hyukjae dan Donghae juga ada di sana. Saat Sunghee masuk, dia langsung di sapa Hyukjae.

“Sunghee ah, kau sudah pulang! Sudah meminum obatmu? Ada wartawan yang mengejar? Bagaimana keadaanmu? Tadi di jalan macet tidak?” Hyukjae menyerbu Sunghee dengan pertanyaan. Yoonmin heran ada apa sebenarnya.

“Saudaraku yang ini memang sister-complex,” bisik Sunghee di telinga Yoonmin. Yoonmin hanya membentuk huruf ‘O’ dengan mulutnya.

“Aku sudah meminum obatku tadi pagi, tak ada wartawan yang mengejar, aku baik-baik saja, tidak macet,” jawab Sunghee.

“Kemarikan keningmu!” Hyukjae menarik Sunghee. Dia menempelkan punggung tangannya ke kening Sunghee.

“Panas! Aigoo kau cepat istirahat! Sudah makan? Ayo sini oppa kompres kau dulu!” Hyukjae menarik tangan Sunghee namun gadis itu menepisnya.

“Shireo! Ini panas karena di luar panas sekali! Sudahlah aku mau mandi. Sudah mandi pasti dingin sendiri,” ucap Sunghee ketus lalu berlalu ke kamarnya. Yoonmin terpaku. Donghae dan Sungmin menatapnya. Hyukjae masih menatap kamar Sunghee.

“Yoonmin ah, kenapa berdiri saja di situ? Ayo kemari!” ajak Donghae. Ragu-ragu, Yoonmin berjalan mendekatinya. Namun tiba-tiba Taemin berdiri di hadapannya. Yoonmin tersentak lagi. Tiga namja itu heran.

“Wae?” tanya tiga namja itu kompak. Yoonmin hanya menggeleng.

“Yoonmin ah, jangan dekati mereka! Kau tidak boleh berada di lingkungan ini lagi! Kau tahu kan salah satu dari mereka itu sister-complex? Mungkin ada yang brother-complex atau bahkan…pemabuk kelas kakap! Oh Yoonmin…jangan dekati mereka. Ikuti kata sahabatmu, okay?” Taemin menatap Yoonmin khawatir.

“Sudahlah, Taemin…mereka sepertinya baik-baik kok. Sister-complex bukan masalah,” bisik Yoonmin. Taemin menghela napas.

“Keurae…aku menghilang saja. Kalau ada apa-apa aku tidak akan menolongmu!” Taemin pun menghilang kembali. Yoonmin lalu duduk di sofa, di samping sofa Sungmin. Sungmin menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Hyukjae yang memilih ke kamar Sunghee langsung pergi dari tempat itu. Donghae yang merasa tidak enak pun berdiri.

“Aku akan mengecek keadaan Sunghee. Anak itu benar-benar…” Donghae berdiri dan pergi ke kamar Sunghee. Yoonmin merasa ada yang tidak beres. Hawa tegang melanda ketika hanya tersisa mereka berdua di ruangan itu.

“Yoonmin sshi, mianhae..” Sungmin memulai. Yoonmin terdiam.

“Sewaktu itu aku sedang mabuk, temanmu itu sudah berusaha menghindar tapi mobilku oleng dan malah menabraknya. Jeongmal mianhae..”

“Kalau mau minta maaf, minta maaf pada Taemin dan keluarganya. Atau serahkan dirimu ke polisi.”

“Ya, aku akan melakukannya. Jadi, dimana alamat rumahnya?”

“Di…” Yoonmin pun menyebutkan alamat yang dimaksud. Setelah selesai mencatat Sungmin tersenyum berterima kasih.

“Er…Yoonmin sshi, apa Taemin ada di sini?” tanya Sungmin tiba-tiba. Taemin pun muncul dan menatap Sungmin heran. Yoonmin juga heran. Tapi akhirnya dia mengangguk.

“Dimana?” tanya Sungmin lagi.

“Di..situ..” Yoonmin menunjuk ke arah Taemin. Di sana Taemin masih berdiri diam sambil memperhatikan Sungmin.

“Taemin sshi…” Sungmin menatap ke arah Taemin berdiri. “Jeongmal jwaesonghamnida.” Taemin tertegun. Sungmin tersenyum.

“Meskipun aku tidak bisa melihatnya, aku merasa dia ada. Ternyata benar. Aku sudah minta maaf pada Taemin, apa dia memaafkanku?” Mendengar itu Yoonmin langsung menatap ke arah Taemin. Taemin mengangguk, tapi dia memalingkan wajahnya.

“Taemin sudah memaafkan anda,” kata Yoonmin.

“Jangan terlalu formal, panggil aku oppa saja.”

“Ne…oppa..” Yoonmin melirik Taemin. Dia masih diam sambil menatap keluar jendela.

= = =

“Perasukan?!” seru Donghae dan Hyukjae bersamaan. Sunghee langsung membekap keduanya. Mereka bertiga masih berada di dalam kamar Sunghee.

“Yah! Pelankan suara kalian!” Sunghee melirik ke arah pintu. Donghae dan Hyukjae mengangguk. Sunghee pun melepaskan tangannya.

“Maksudmu…orang yang ditabrak Sungmin hyung itu masih ada…?” Hyukjae tidak mengerti.

“Bukan orangnya, arwahnya. Aku bisa melihatnya.”

“Pasti masih tampanan aku dibanding dia,” gurau Donghae. Sunghee langsung memukul kepalanya.

“Aish..jinja..” Sunghee menatap Donghae sadis. Namja itu memegangi kepalanya yang sakit.

“Lalu kenapa melakukan perasukan?” Hyukjae mengalihkan perhatian Sunghee.

“Aku yakin Taemin masih punya urusan di dunia ini, sebagai permintaan maaf, Sungmin hyung pasti bersedia melakukan ini.”

“Bisakah kau berhenti memanggil kami hyung?” tanya Donghae. Sunghee bersiap menjitak kepala Donghae tapi kemudian namja itu terdiam. Hyukjae menghalangi Donghae dengan tangan kirinya. Dia menatap Sunghee serius.

“Memang kau tahu apa masalah Taemin?”

“Menyatakan cinta,” ucap Sunghee enteng.

“Pada gadis di luar itu ya?” tanya Donghae. Sunghee mengangguk mantap.

“Lalu apa rencanamu?” tanya Hyukjae. Sunghee tersenyum setengah. Dia lalu membicarakan rencananya dengan suara pelan. Hyukjae dan Donghae berpandangan, merasa ragu dengan ide adiknya.

= = =

“Yoonmin ah, kau sekarang punya supir?” tanya Chaerin. Yoonmin menatap Chaerin heran.

“Supir?”

“Itu!” Chaerin menunjuk Sungmin yang sedang berdiri di samping mobilnya. Dia mendongakkan wajahnya, menatap ke arah jendela kelas mereka.

“Dia bukan supirku!” tukas Yoonmin.

“Lalu siapa? Kakak?”

“Hmm…yah…dibilang begitu juga tidak masalah,” gumam Yoonmin sambil menggendong tasnya. Dia pun meninggalkan Chaerin yang masih bingung.

Di bawah, Yoonmin mendekati Sungmin dengan ragu. Sungmin tersenyum pada Yoonmin.

“Annyeong, Yoonmin ah! Mau kuantar pulang?” tawar Sungmin ramah.

“Ehm…mianhae oppa, ibuku menyuruhku agar tidak bicara pada orang asing.”

“Apa aku terlihat sebagai orang asing di matamu? Kau sudah ke apartemenku dua kali dan kau berteman baik dengan adikku. Apa aku masih orang asing?”

“Hm..baiklah.” Yoonmin pun masuk ke mobil Sungmin.

“Tapi sebelum mengantarmu pulang…apa kau keberatan menemaniku pergi ke rumah Taemin dan makamnya?” tanya Sungmin sambil memegang stir.

“Sama sekali tidak keberatan,” Yoonmin tersenyum. Sungmin tersenyum dan mulai melajukan mobilnya.

To be continued

23 thoughts on “[FF] Best Friend and Strange Family part 1

  1. haeny_elfishy says:

    waaaah !
    seru seru ! taemin jd arwah gentayangan . hohoho
    arwahnya imut euy! kekeke
    sunghee jd penulis , moga” d kehidupan nyata juga tercapai y nis ! amien. . .
    lanjoot. . .

  2. Ami_cutie says:

    nisa-chan! ffnya keren euy..
    ya ampun, umin..pantes, minum wine mulu sih…
    *digaplak*
    aku malah suka kalo ada yg sister complex ke aku, soalnya aku pengen punya abang sih…
    *curcol*
    no critic deh, wkwkwkwk

    semoga impiannya jd kenyataan ya, bs jadi penulis hebat nantinya
    (nis, hapus aja komenku sblumnya, salah pake id..wakakak)

      • Ami_cutie says:

        wakakak..ff====>>>sarana ngayal
        iya, liat aja ntar pulang ga kumasakin buat buka n sahur, mobil disita, duit disita (loh?)

        amiin..aku juga ngarep kayak gitu, bisa jadi penulis..hhe

      • sungheedaebak says:

        bukan sarana ngayal aja, sarana mengembangkan bakat juga. bakat nulis aku keliatan kan gara2 ff. hehehe
        sekalian aja rumah disita (?)

        kita jadi penulis aja un barengan. ntar aku beli buku un, un jg beli buku aku hahaha *udah ngarep*

      • Ami_cutie says:

        ahhh..betul2..dari yg males nulis jadi tambah rajin (dikit) wakakak
        oke, kita barteran yak…wkwkwk
        Amiin

  3. mrschokyuhyun says:

    eheeem~test-test hahahaha😛

    well kalau hantu taemin insya allah ngga apa-apa😛 enak dipandang *?* taemin-ah kau suka padaku yah? *ditabok* ayoo bilang~~! >.< aku
    SANGAT SIIIAAPP! mendengarnya
    *kyuhyun menatap sadis*

    ituu~~*nunjuk donghae-sunghee-eunhyuk* SAYAAAA MAUUU PUNYA KAKAK COWOK SISTER COMPLEX NAN-GANTEENG!*pengen kakak cowok engga kesampean*

    Nis, kalau kita *?* udah jadi penulis beneran kita saling dateng ke launching buku, barteran tandatangan, terus terus… XDDDD ngarep tapi berharap nyata OxO

  4. kyukyu_YuRin says:

    keren saeng . .
    sediiihhh . .
    wktu p’1 bc ga paham sm skli tp pas d’tengah2 . .
    keren bgt crt’a . .
    kasian taemin . .

  5. rabbitpuding says:

    me : kasian lu jagi, belum apa-apa lu udah mati.
    tae : gak tau, kan author yg buat
    me : ah, ya sudahlah…
    tae : kita pindah ke part 2 nyok ?
    me : ayo !
    me& tae : sampai ketemu di part 2 nisaaa !!

  6. raekiyopta says:

    Aku kira perempuan yang manggil Sungmin, Donghae, sama Hyukjae ‘hyung’ itu Heechul😀
    mianhaeyo baru baca. Seru nih. Jalan cerita yang berbeda dari cerita sebelumnya. Keren!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s