[FF] Don’t Know Why

Cast: Lee Sunghee (V-RASE), Cho Kyuhyun (Super Junior)

Genre: Romance, Friendship

Type: One Shot

Note: This is my true story. Hope you like it. 90% of this story is real. Mianhae bias Kyuhyun kalau aku memakai Kyuhyun jadi main cast sama Sunghee, tpi di kehidupan nyata memang begitu orangnya. Ini mau dibaca boleh, ga dibaca juga ga masalah.

Summary: Aku dan dia tidak dekat. Tapi tiba-tiba dia datang dan mendekatiku. Kupikir selama ini dia melihatku saja tidak. Di hatiku masih ada seseorang. Seseorang yang kulupakan. Tapi dia datang dan menyatakan cintanya. Entah apa yang ada di pikiranku, aku menerimanya. Tapi aku ragu, apa ini semua akan berjalan dengan lancar?

= = =

Aku masuk ke kelas dengan terengah-engah. Hampir saja aku terlambat. Ternyata absensi kelas belum dimulai. Aku selamat.

“Lee Sunghee..” ucap Kwon songsaengnim. Aku mengacungkan tangan.

“Present.”

“Cho Kyuhyun…” Aku sibuk mengeluarkan buku bahasa Inggris.

“Present.” Kata-kata itu tidak kudengar karena aku sibuk dengan tempat pensil. Kwon songsaengnim terus mengabsen siswa. Setelah selesai, kami mulai belajar.

Aku sedang berada di tempat les bahasa Inggris. Murid di kelas hanya terdiri dari sekitar 13 sampai 15 orang. Tapi yang masuk paling hanya 9-10 seharinya. Jarang sekali lengkap semua.

“Cho Kyuhyun, coba tulis kata yang diawali dari huruf P di papan tulis.” Aku melirik ke anak yang dimaksud. Dia anak baru. Aku baru melihatnya. Cho Kyuhyun maju dan menulis sesuatu di papan tulis. Oh dia menulis kata yang belum aku tahu. Hebat sekali. Kemampuannya melebihi level ini.

“Good job,” komentar Kwon saem. Aku melirik Kyuhyun. Tinggi kurus, putih, dan pintar. Wajahnya lumayan meski aku tidak bisa menyebutnya sebagai tampan. Aku memang tidak gampang terpesona oleh lelaki.

Aku melirik ke arah Kyuhyun lagi. Tapi mataku bertabrakan dengan Heechul oppa. Dia tersenyum menatapku. Aku menghela napas dan mulai menekuni buku lagi.

Tak terasa dua jam berlalu. Selama di kelas aku hanya bicara jika dibutuhkan. Aku memang pendiam. Tapi nilaiku melebihi mereka. Jadi untuk apa cerewet.

Cho Kyuhyun. Dia rival terbesarku sekarang. Kenapa dia berada di posisi satu sementara aku di posisi dua atau tiga? Nilainya selalu tertinggi di kelas, di susul oleh Kibum, lalu aku. Kibum bukan lawan terbesarku, berkali-kali aku mampu melawannya. Tapi Kyuhyun.. dia seperti benteng yang sulit dihancurkan. Tapi aku tidak kesal dengannya. Ini malah menambah motivasi belajar.

Suatu sore yang mendung, aku baru selesai les. Kami semua keluar kelas. Seperti biasa, aku selalu menuju kantin untuk membeli teh. Di dalam kantin yang kecil itu kulihat Kyuhyun sedang membayar minuman. Aku memperhatikannya karena aku tidak bisa masuk karena ada dia. Kantin ini kecil. Bahkan mungkin kurang pantas disebut kantin. Di samping kantin memang ada meja dan kursi untuk makan, tetapi untuk membeli minuman harus mengambil sendiri dari tempatnya. Tentu dengan berdesakan. Aku tidak suka berdesakan jadi aku menunggu di luar dengan tenang. Kyuhyun berbalik dan mengarah ke arahku.

“Oh! Sunghee!” serunya dan bergegas keluar kantin dan menghampiriku. Aku berdiri menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Ini pertama kalinya dia mengajakku bicara di luar pembelajaran.

“Boleh minta nomor teleponmu?” tanyanya. Aku mengangguk saja. Aku pikir dia memang meminta nomor telepon seluruh siswa di kelas.

“Kamu tulis nomormu dulu baru aku SMS.” Aku menyodorkan ponselku padanya. Dia menerimanya dengan ragu dan mengetik nomornya. Aku menangkap tangannya yang gemetar. Kenapa dia? Hari ini mendung tapi tidak dingin.

“Nah sudah. SMS ya!” katanya sambil menyerahkan ponselku kembali. Aku mengangguk. Dia pun pergi. Aku menatap nomornya. Aku menyimpannya sambil berjalan ke mobil. Di mobil, baru aku mengiriminya pesan singkat.

“Ini Lee Sunghee. Simpan nomorku ya.” Begitu bunyi pesanku.

“Ya, tentu. :D” Aku tersenyum tipis lalu memasukkan ponselku ke saku. Di kelas dia memang ceria dan mudah membuat teman. Berbeda sekali denganku. Ah…kenapa aku tahu? Apa aku selama ini memperhatikannya? Ah mana mungkin. Aku kan selama ini berusaha mengingat nama anak laki-laki itu, laki-laki yang pernah menolongku (baca The Lost Memory). Mana ada waktu memikirkannya. Lagipula dia tidak enak untuk dipikirkan. Maniak game.

Malamnya, Kyuhyun mengajakku SMS-an. Aku sih ikut saja. Aku memang pasif. Kami berbicara tentang diri masing-masing. Entah kenapa gaya tulisan SMSku berubah. Lebih periang dan menambahkan: “hahaha”. Hal yang jarang kulakukan sebelumnya. Mungkin karena dia terlihat ceria di SMS ini.

Suatu ketika aku menanyakan apakah dia mempunyai akun di sebuah situs pertemanan. Dia punya. Lalu dia memberiku id.a. Tapi aku tidak bisa meng-addnya sekarang karena aku sedang belajar. Dia lalu berbaik hati meng-addku duluan. Aku lalu membuka situs itu lewat ponsel, mengkonfirmasinya, dan keluar dari situs itu. Aku lalu memberitahu Kyuhyun bahwa aku sudah mengkonfirmnya. Kyuhyun sepertinya senang.

“Belajar. Kau sedang apa?” tanyaku membalas pesannya yang menanyakanku kalau aku sedang apa.

“Main gitar,” balasnya.

“Wah…bisa membuat lagu?” tanyaku tiba-tiba.

“Hmm..bisa. Sudah ada 2 lagu tapi jelek…hehe.”

“2 lagu? Aku malah tidak bisa sama sekali. Aku lebih suka menulis cerpen.”

“Cerpen apa?”

“Apa saja. Romance, friendship, mystery. Tergantung mood. :D” Aku heran kenapa bisa menambahkan lambang itu.

“Ternyata kamu asyik diajak bicara. Tapi kenapa di tempat les kau pendiam?” DEG. Aku tidak bisa menjawabnya. Aku yang asli dengan aku yang di text memang berbeda. Aku merasa tidak enak kalau dingin padanya. Padahal aku biasa begitu ke laki-laki.

“Aku bisa banyak bicara kalau dengan teman dekat,” jujurku.

“Berarti kamu tidak punya teman dekat di sana?” Hah…Kyuhyun ini kenapa jadi mewawancaraiku?

“Entah. Hei, kirimkan lagumu dong.” Aku mengalihkan topik.

“Ah jangan.. malu… jelek sekali..”

“Aku ingin dengar. Nanti senin kau nyanyikan ya.”

“Ah jangan!”

“Hehehe…ya sudah. Kirimkan saja liriknya.”

“Hm..oke. Dicari dulu kertasnya. Sebentar ya.” Aku menunggu. Aku sedang tidur-tiduran di atas tempat tidur sambil membaca buku. Aku sudah selesai belajar. Tiba-tiba ponselku berdering lagi.

“Aah…kertasnya hilang… L Maaf…”

“Ya udah bikin lagi. Hahaha siapa aku suruh-suruh,” balasku.

“Oke aku bikin lagi. Sebentar ya.” Aku tertegun. Untuk apa coba dia membuatkan lagi? Aku kan hanya bercanda. Kebanyakan orang yang kusuruh begitu menolak. Kenapa dia mau?

“Buntu inspi…bantu dong..” katanya.

“Kalau aku mencari inspi, biasanya melihat keluar jendela.”

“Tapi di luar hitam semua..”

“Ya sudah, bikin sesuatu tetang hitam, gelap.”

“Hitam ya…hm boleh boleh. Makasih.” Beberapa menit berlalu. Aku menunggu pesannya. Dan akhirnya ponselku berdering lagi.

“Hmm bagus ga ini? Di malam yang sepi ini..Ku tak henti menanti..Menunggumu.. Tuk dapat kembali ke sisiku.. Tapi mengapa kau pergi dan tak pernah kembali..pa-da-ku.. Menatap rembulan di langit, berharap kau dapat kembali.. Ke sisiku..Tapi sepertinya.. Kau telah berpaling dariku.. Meninggalkanku..Sendiri..Gelapnya malam..Seperti hatiku yang kelam..Tak ada yang menemani.. Sen-di-ri…”

“Wah…keren, Kyu! Untuk siapa itu lagunya? Romantis sekali haha.” Entah perasaan apa, aku berharap lagu itu untukku. Tapi tentu saja tidak mungkin. Aku tidak pernah pergi meninggalkannya. Belum mungkin. Tapi aku berfikir, ini lagu berdua aku dengannya. Aku kan yang memberinya inspirasi.

“Tidak untuk siapa-siapa hehe. Berdasarkan kisah dulu..”

“Oh kisah nyata…” Aku terdiam. Merasa sedih karena dia ditinggalkan. Entah oleh siapa. Tapi aku berasumsi oleh pacarnya. Dan ada getaran aneh yang timbul di dada karena aku berasumsi demikian. Ayolah Sunghee, kau tidak mungkin menyukai lelaki itu. Cinta pertamamu itu anak laki-laki yang menolongmu! Cari dia! Temukan dia! Kau ingin bertemu dengannya kan, Sunghee?

“Belum tidur, Sunghee? Sudah malam.” Itu isi pesan dari Kyuhyun.

“Belum ngantuk.”

“Insomnia?”

“Tidak.. memang tidak bisa tidur saja. Nanti pasti mengantuk sendiri.”

“Lebih baik cepat tidur.”

“Oke. Kamu sendiri?”

“Ah ini aku mau tidur. Hehe.”

“Baiklah.”

“Good night,” balasnya.

“Good night, too.” Sweet dream tambahku dalam hati. Aku meletakkan ponselku dan berlayar ke alam mimpi. Pagi harinya aku terbangun. Dan aku terkejut. Di mimpi itu aku bertemu dengan Kyuhyun. Tapi kenapa ada Chaerin dan Yoonmin? Aku tidak mengerti.

Hari ini aku bertukar pesan singkat dengan Kyuhyun lagi. Sampai pulsaku habis.

“Kyuhyun ah, pulsaku habis. Belikan dong. Hehe kidding.” Kutekan tombol send. Tak berapa lama balasannya datang.

“Oke. Tunggu ya.” Aku tertegun lagi. Kenapa dia mau? Lagi-lagi aku hanya bercanda dan dia menganggapnya sebagai serius? Kacau.

Sore harinya pulsa itu masuk.

“Mianhae, Sunghee ah. Saldo pulsanya tidak ada dimana-mana. Aku mencari keluar dulu hehe.” Ya ampun Kyuhyun…kenapa bersusah payah begitu?

“Kyu..kamu tidak perlu melakukan itu kok. Aku kan bisa beli sendiri. Kapan-kapan aku belikan kamu pulsa deh.”

“Ah tidak usah,” balasnya. “Aku ikhlas kok hehehe.” Tapi aku jadi merasa tidak enak dengan kebaikannya.

“Ya sudah…gomawo.”

“Cheonmanhae :D”

Rabunya aku pergi ke tempat les lagi. Sebenarnya aku malas pergi ke sana. Tidak menarik. Tapi sepertinya akan ada yang berubah. Kurasa Kyuhyun akan mulai menyapaku.

Ternyata tidak. Kyuhyun tetap seperti biasa. Dia sama sekali tidak mengajakku bicara. Yah…aku hanya teman SMSnya saja. Berteman dengan lelaki juga sudah bagus.

Begitulah. Berminggu-minggu seperti itu. Dia menunjukkan perhatian untukku daripada gamenya. Itu bagus. Dia sendiri mengaku bahwa dia bisa duduk berjam-jam di depan komputer hanya untuk bermain game online. Aku sendiri tidak mengerti apa yang menarik dari game online. Dia bilang dia mahir berhasa Inggris karena partner gamenya berbicara bahasa Inggris.

Setiap aku online dan chat dengannya, aku pasti menanyakan sesuatu. Biasanya pelajaran. Aku suka meminta pendapatnya. Dia ini anak yang pintar meskipun maniak game. Tapi dia sendiri tidak suka disebut maniak. Tapi…cinta dengan game dan mengesampingkan kehidupan nyata, bahkan aku, apalagi namanya selain maniak?

Tapi ternyata, saat aku bertanya padanya, dia selalu mengesampingkan gamenya dan menjawab pertanyaanku. Begitu terus menerus. Aku senang sendiri. Ternyata kedudukanku lebih tinggi daripada gamenya.

“Sunghee ah, aku terinspirasi lagu. Ini lagunya,” katanya tiba-tiba. Aku lalu membaca pesannya.

“Walking through the rain, searching for the someone never lies, I felt down to the ground, waiting for time that I die..I see through the sky, found you there.. That’s my only wish, to be with you.”

“Cool…kok kamu bisa sih membuat lagu begitu? Aku tidak bisa..”

“Buat lagu gampang, melodinya yang susah. Hehe. Oh ya, Sunghee, kalau kamu punya lirik lagu yang belum ada melodinya serahkan padaku.”

“Oke thank you.”

“You’re welcome. Just ask me if you need a hand.” Aku tersenyum sendiri. Baik sekali dia. Apa dia seperti ini pada teman-temannya juga?

Berhari-hari telah kulalui. Hubungan kami masih sebagai teman. Memang tidak lebih. Suatu hari, aku menyadari sesuatu. Dia menyukaiku. Dia hanya meminta nomorku. Buktinya, seorang temanku di les bernama Kyora memberitahuku bahwa ujian diadakan hari Minggu. Dia menyuruhku untuk memberitahu Kyuhyun. Itu membuktikan Kyuhyun tidak meminta semua nomor ponsel milik anak-anak di kelas.

Aku juga tahu Kyuhyun menyukaiku lewat salah satu temanku. Dia teman di sekolah Kyuhyun dulu. Kyuhyun bilang terang-terangan pada temanku bahwa dia menyukaiku. Aku tersenyum sendiri.

Tes sudah kulalui. Yang mengejutkan, levelku sekarang berada jauh di atasnya. Aku menyemangatinya. Bilang padanya bahwa seharusnya dia satu level denganku. Dia mungkin kurang benar dalam membulatkan lingkaran di LJK. Aku sendiri merasa tidak enak. Tapi sedikit senang. Aku berhasil mengalahkannya. Aku memiliki nilai paling tinggi dari peserta lain. Aku senang tapi aku benci mengetahui Kyuhyun berada di level di bawahku. Tapi kami masih satu jadwal. Hanya saja beda waktu. Aku mulai jam 3 keluar jam 5 sementara dia masuk jam 5 keluar jam 7. Tapi aku selalu menunggunya. Menunggunya datang. Kami akhir-akhir ini makin akrab. Kyuhyun selalu menyapaku duluan. Saat pertama kali masuk ke tempat les, yang ia cari adalah aku. Sementara aku tidak berani menyapanya.

“Sunghee ah, kapan Kyuhyun datangnya?” tanya Chaerin. Di sebelahnya berdiri Yoonmin. Mereka sengaja datang untuk melihat Kyuhyun. Tak berapa lama Kyuhyun datang. Dia menghampiriku sambil tersenyum.

“Lama sekali…” komentarku. Kyuhyun terkekeh.

“Aku ketiduran.” Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yah, kami memang selalu bertemu di sini, di kantin, jam yang sama. Hanya sebentar. Chaerin dan Yoonmin tersenyum-senyum dan berjalan menjauh.

“Pulang duluan ya..” kata mereka. Aku hanya mengangguk. Di belakang Kyuhyun, agak jauh dari tempat laki-laki ini berdiri, mereka membuat tanda hati menggunakan tangannya. Aku tersenyum salah tingkah.

“Jadi, mau bicara apa?” tanyaku. Sebelumnya memang Kyuhyun yang menyuruhku untuk menunggu.

“Ah ga jadi. Cuaca tidak mendukung. Senin aja ya..”

“Ah gimana sih. Aku sudah menunggu lama..”

“Mian…cuaca ga mendukung.”

“Memang apa hubungannya sama cuaca? Hanya bicara saja kan?”

“Aniyo..benar-benar tidak bisa sekarang. Sekarang mendung mau hujan. Senin saja ya..”

“Ya sudah. Ayo unnie!” ajakku pada Hayoung unnie yang sedari tadi duduk diam. Aku dan unnie memang sering pulang bersama. Kyuhyun pun melambaikan tangannya ragu. Senyumnya aneh sekali hari ini.

“Ganteng, Sunghee…” komentar Hayoung unnie.

“Hah? Kyuhyun?”

“Namanya Kyuhyun? Bagus! Iya, ching, ganteng banget. Tinggi lagi.”

“Un suka? Ambil gih.”

“Yah kamu… itu kan punya kamu.”

“Iiih bukan!! Dia cuman temen kok.”

“Aaah masa??” Hayoung unnie terus menggodaku. Akhirnya aku hanya tersenyum.

Hari senin Kyuhyun menemuiku. Dia sekarang tidak terlambat. Dia menyuruhku untuk duduk di dekatnya. Aku menurut saja. Kebetulan cuaca cerah.

“Sunghee ah, aku lagi suka dengan seseorang. Kira-kira…kalau orang itu aku kasih coklat, suka ga ya?” tanyanya.

“Hm…suka-suka aja mungkin,” ucapku acuh tak acuh sambil meminum teh yang baru kubeli.

“Kalau begitu…” Kyuhyun menyodorkan coklat padaku. “Kamu mau tidak menjadi pacarku?” Aku tertegun. Untung saja aku tidak tersedak. Aku terkekeh pelan dan menatap tanah. Apa yang harus kujawab? Tanganku gemetar…

“Hm…gimana ya…” ucapku pura-pura berpikir. Sebenarnya aku mau kok. Kyuhyun terus menatapku. Senyumnya terus mengembang.

“Hm.. oke.” Aku menerima coklat darinya.

“Jinja?” tanyana riang. Aku mengangguk. Kutangkap tangannya terkepal dan digerakkan dengan gembira seakan sedang megucapkan “yes”. Aku tersenyum dan memasukkan coklat darinya ke dalam tas.

“Dijemput?” tanyanya. Aku mengangguk. Dia ikut berdiri.

“Sudah bel kan? Annyeong.” Aku berjalan mendahuluinya. Tak lama ada pesan masuk.

“Saranghae…” SMS dari Kyuhyun. Aku tersenyum dan membalasnya.

“Na ddo..”

“Sunghee ah!” sapa Kyuhyun ceria. Aku tersenyum.

“Makan yuk!” ucapnya.

“Sudah.” Aku terkekeh. Kyuhyun cemberut.

“Kamu mah…” gumamnya. Aku semakin tertawa.

“Salah sendiri jam segini baru datang. Bel sudah berbunyi tuh.”

“Ah biarin. Gurunya juga belum datang.” Kyuhyun terkekeh. Aku pun pamit padanya dan berjalan keluar kantin. Tapi ternyata dia mengikutiku. Dia bahkan berdiri di sebelahku. Dia tinggi sekali.

“Kuantar ke mobil ya. Mobilmu yang mana?”

“Opel,” kataku singkat. Kami sudah sampai di depan pintu. Dia melambaikan tangannya dan aku membalasnya. Aku pun berjalan ke mobil.

“Sunghee ah…” Isi pesan dari Kyuhyun.

“Ne?”

“Sabtu nanti ada acara?”

“Les.”

“Les apa? Jam berapa?”

“MTK. 9. Kenapa?”

“Yah…padahal aku mau mengajakmu nonton.” DEG. Jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Aku tidak pernah nonton berdua laki-laki sebelumnya. Aku juga tidak berpikir akan jalan dengannya.

“Hm…maaf ya… aku les.”

“Ya sudah lain kali saja ya..”

“Ah aku ga yakin.”

“Kenapa?”

“Aku tidak terbiasa berada di dekat cowok. Aku pasti canggung.”

“Hahaha aku pasti pacar pertamamu ya?”

“Ya. Kalau aku?”

“Kamu pacar kedua. Tapi kamu pacar terbaik yang pernah aku punya.”

“Gombal. Memang yang kesatu kenapa?”

“Dia selingkuh. Aku sendiri yang memergoki. Sejak saat itu aku membencinya.”

“Oh..kasihan..”

“Sunghee ah…”

“Ne?”

“Kenapa akhir-akhir ini kamu jadi dingin?”

“Benarkah? Ini aku yang asli kok.”

“Oh…begitu..”

“Ya.”

“Ya sudah.” Aku tidak membalasnya. Tak lama Kyuhyun mengirimiku pesan lagi.

“Sunghee ah, kenapa tidak marah?”

“Kenapa harus? Marah itu buang energi.”

“Oh.”

“Kenapa malah kau yang marah?” tanyaku. Aku sebenarnya tahu dia hanya mengujiku. Baik, aku ikuti permainanmu, Kyuhyun.

“Gapapa.”

“Ayolah…mianhae kalau aku salah.” Dalam hati aku tertawa. Aktingnya belum sempurnya. Kyuhyun benar-benar payah soal akting.

“Hehehe aku tidak marah kok. Ketipu..haaha.” HAHAHA. Lucu Kyuhyun. Aktingmu buruk sekali.

3 minggu berlalu seperti itu. Suatu ketika, ketika adikku berulang tahun, Kyuhyun mengirimiku pesan.

“Sunghee ah, aku mau bicara sesuatu. Tapi jangan marah.”

“Ok.”

“Mianhae, kayaknya kita sebaiknya putus saja.” Bla bla bla. Malas sekali aku membacanya. Tapi aku tetap membacanya sampai akhir. Tapi entah kenapa perasaanku biasa saja. Hanya tegang di awal biasa di akhir.

“Oke. Tidak apa-apa.”

“Mianhae ya..aduh air mataku turun.”

“Hah? Kenapa jadi kamu yang sedih?”

“Memutuskan orang itu menyakitkan, Sunghee.”

“Oh..” Dan berakhirlah semuanya.

“Sunghee ah, ada satu hal. Ini lagu terakhir untukmu. Kamu memang pacar terbaik yang pernah aku punya. Mianhae, Sunghee ah.” Dia mengirimi lagu lagi. Lagu pilu tentang cinta. Aku terdiam. Entah kenapa aku baik-baik saja. Apa karena masih ada anak laki-laki yang kulupakan namanya di hatiku? Entahlah, aku tidak mengerti. Tapi aku mengerti satu hal. Lagu yang memakai bahasa Inggris, ditujukan untukku. Setidaknya, itu opiniku. Dan sepertinya memang benar karena dia mengatakan “lagu terakhir untukmu” itu berarti lagi sebelumnya memang untukku.

Setelah putus darinya, hari-hariku biasa saja. Sepulang les aku langsung pergi ke mobil, tanpa membeli teh. Aku semacam menghindar darinya. Entah kenapa. Aku ragu, apa aku memang mencintainya?

Raeki, sahabatku, memberiku pertanyaan. Itu semacam tes untuk membuktikan bahwa aku menyukainya, menyayanginya, atau mencintainya.

“Kamu ingin memilikinya, berarti kamu menyukainya. Kamu senang melihat dia bahagia tapi denganmu, itu berarti kamu menyayanginya. Kamu senang melihatnya bahagia meski bukan denganmu, kamu mencintainya. Yang mana jawabanmu?” tanya Raeki suatu hari.

“Yang ketiga.”

“Cinta? Jeongmal? Wah…” Raeki kagum.

“Ada lagi.”

“Apa?” tanyaku.

“Kalau dia menangis, apa yang akan kamu lakukan. Satu, bilang jangan menangis dan mencari jalan keluar bersama-sama. Dua, membiarkan dia menangis lalu mencari jalan keluar bersama-sama. Tiga, merasakan kesedihannya dan mencari jalan keluar bersama. Yang mana?”

“Tiga.”

“Jeongmal? Itu artinya cinta..”

“Oh..arra..”

“Serius nih cinta?”

“Aku ini kalau melihat orang lain menangis pasti merasakan kesedihannya. Tapi orang yang kukenal saja. Eh tapi…kadang aku biasa saja kalau lihat orang lain menangis.”

“Berarti kamu bener-bener cinta dia,” Raeki menyimpulkan. Aku hanya mengangguk samar.

Yah…terserah apa kata orang. Aku sendiri tidak mengerti. Tapi yang aku mengerti, Kyuhyun mempunyai pacar lagi setelah putus denganku. Dua kali bahkan. Tapi semuanya tidak bertahan lama. Sepertinya, aku yang paling baik dan paling pasif.

Well, Kyuhyun ah, mianhae. Aku bukan yang terbaik. Selama ini aku masih memikirkan anak laki-laki itu. Jeongmal mianhae. Joahae.

THE END

NB: Mian ya kalau garing. Cuma mau share aja. Hahaha. Biar kalian tahu aku ini aslinya bagaimana sih. Santai dan cuek kan? Bahkan tidak berperasaan. Ini bener-bener REAL!!

24 thoughts on “[FF] Don’t Know Why

  1. Ami_cutie says:

    OMG!

    hadeuh, padahal aku ga pernah punya pengalaman kayak gini loh, tapi kok berasa ngulang kisah lama ya?
    kalau aku sih suka2 gitu aja, tp ga pernah sampe jadian

    no critic!
    wakakak
    ceritanay enak dibayangin…hadeuh, keren deh pokoknya!
    btw, di atas kamu nulis id.a itu maksudnya apa ya? (pas bikin akun situs pertemanan)

  2. Park Eunsoo says:

    Nis~~~
    Kenapa harus kyu…..?? *dijitak nisa*
    *nisa : td kan dah dijelasin di atas….. Haduh….*
    Bgs kq…. Karna kisah nyata, jd lebi berasa n gampang dimengerti…..
    Nice….!!

  3. dhikae says:

    wow brasa kisah nyata…ckkk *emng nih real kan??kekeke
    bhsanya ringan n mdh dihayati..
    omo!! kyu disini kliatan plyboynya..ckkkk
    nice ff

  4. kyukyu_YuRin says:

    sunghee . .
    b’arti yg nyata’ a co yg dkt sma kmu itu gila game juga ya . (?)
    bgus ko ga garing . .
    seru tp un ga t’lalu paham *gubrak . .

  5. haeny_elfishy says:

    tumben ga ma hyuk , siap” d tabokin bini-nya kyu nis, hohoho
    kisah nyatamu seru jg nis, trnyata ni anak aslinya pinter n pendiem ya. . . hehehe

    • sungheedaebak says:

      aku pake kyuhyun soalnya orang aslinya jg sifat, kelakuan, urusan otak, dan bla bla bla itu mirip bgt sama kyuhyun. makanya aku pake kyu. bininya kyu aku minta maaf!!!
      hehehe ga jg ah un

  6. mrschokyuhyun says:

    Nisaaa~mianheyo aku baru komen ==
    Real banget,nis😀 aku udah deg-deg pairing cowoknya kyuhyun😛

    hhahaha~sunghee masih setia sama temen tk-nya😀 ada yang mirip nama aku

    yoonmin *ilangin ‘n’ * jadi yoonmi
    Hahahaha #abaikan

    • sungheedaebak says:

      iya tau makanya aku bilang nih ff 90% nyatanya. si orangnya pan beda tapi sikap dan hobi itu mirip bgt. urusan otak pun begitu
      cuma jadi cameo kok. main cast tetep dia nyahaha

  7. eunripark says:

    Nyata? jiakakaka, kasian yak cowoknya emmmm, kayaknya hidup kamu bagus kalo ditulis dalam bentuk cerita, ya? *digampar*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s