[FF] The Snow and The Star part 2

“Itu tadi hebat sekali! “Jangan sentuh gadisku!” Hyaa!!!” Rin berseru. Dia terus-terusan menceritakan kembali tindakan Kyuhyun tadi. Kyuhyun di sebelahnya hanya tersenyum masam. Mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang.

“Sudahlah..jangan diceritakan lagi..” Wajah Kyuhyun merona merah tapi Rin tidak melihatnya. Dia asyik bercerita sambil melihat ke depan.

“Lalu kau menbenturkan kepala Hyukjae ke meja dan dia pingsan! Itu sangat keren, Kyuhyun ah! Lalu kau melompat keluar dan menyuruhku turun..kau menangkap tubuhku…benar-benar keren!” seru Rin. Kyuhyun tersenyum.

“Yang ini jauh lebih keren.” Kyuhyun menunduk dan mencium bibir Rin lembut. Rin terpaku. Tapi dia memejamkan mata. Kyuhyun pun melepaskan ciumannya.

“Keren?” tanya Kyuhyun lirih. Rin mengangguk tidak jelas. Kyuhyun tertawa. Dia lalu merangkul Rin dan membawanya ke atas bukit, rumah mereka.

“Oh! Bintang!” Rin melepaskan rangkulan Kyuhyun dan berlari ke tepi bukit. Kyuhyun mengikuti di belakangnya. Malam ini memang sedang bertabur bintang.

“Di tengah hujan salju, masih ada bintang?” gumam Kyuhyun.

“Memangnya kenapa? Indah sekali…” Ternyata Rin mendengarnya. Kyuhyun tersenyum samar. Dia memalingkan wajahnya sebentar lalu menatap punggung Rin lagi. Dia pun berdiri di samping Rin. Kyuhyun mendongak menatap langit. Kristal salju yang turun jadi terlihat bercahaya karena cahaya bintang. Kyuhyun mengeluarkan handphonenya dan memotret pemandangan indah itu.

“Waah..” Rin terus mengagumi pemandangan itu. Rin menyentuh sebuah kristal salju yang turun. Diam-diam Kyuhyun memotretnya.

“Yeppeoda…” gumam Kyuhyun.

“Ne.” Rin mengangguk semangat. Rin kira Kyuhyun menyebut pemandangan itu cantik. Padahal maksud Kyuhyun adalah Rin yang cantik.

“Rin ah..” panggil Kyuhyun lirih.

“Ne?” Rin menoleh. Kyuhyun langsung mencium bibir Rin lembut. Dia lalu melepaskannya tapi wajahnya tetap dekat dengan wajah Rin.

“Saranghae..” ucap Kyuhyun. Rin tertegun.

“Na ddo..” Kyuhyun pun mencium bibir Rin lagi. Salju terus turun. Tapi hanya ada satu dua yang mengenai mereka. Karena pohon itu melindungi mereka berdua. Dinginnya malam musim dingin tidak mengganggu mereka.

Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“Rin ah, masalah sekarang satu.”

“Ne?” Rin mendongak, menatap Kyuhyun.

“Aku..tidur dimana?”

“Di…luar saja! Kau ini menghancurkan suasana, Kyuhyun ah!”

“Panggil aku jagi..” goda Kyuhyun. Rin menatap Kyuhyun gemas.

“Ne, jagi… tidur diluar ya..” Rin memeletkan lidahnya ke Kyuhyun. Cowok itu lalu berlari ke arah Rin. Rin kabur menghindari Kyuhyun. Mereka pun kejar-kejaran dan tertawa.

= = =

“Kyuhyun ah, cepat keluar! Malam ini langitnya indah sekali!” Kyuhyun yang bersiap kerja menjadi heran.

“Rin ah, tidak bekerja?” tanya Kyuhyun. Dia keluar rumah sambil membawa tas ranselnya. Isinya baju ganti. Dia menggendong ranselnya dengan sebelah tangan. Dilihatnya Rin sedang berdiri menatap langit.

“Aku berhenti. Untung saja DJ Lee bersedia menggantikan shiftku. Dia sekarang sedang mencari penggantiku.”

“Berhenti? Wae?” Kyuhyun menghampiri Hyun Rin. Dia menatap kekasihnya itu dengan pandangan heran.

Rin mendengus pelan. Dia memeluk tubuhnya sendiri. Salju sudah menumpuk.

“Kyuhyun ah, duduk di sini sebentar.” Rin duduk di atas salju. Kyuhyun duduk di sebelahnya.

“Kyu, kalau aku pergi, kau bagaimana?”

“Sedih.”

“Maksudku, kau di rumah ini sendiri? Atau mau kembali ke keluargamu?”

“Keluarga?” Kyuhyun menghela napas. “Aku benci kembali kepada mereka.”

“Tapi mereka pasti mencemaskanmu.” Kyuhyun terdiam.

“Kau sendiri? Mau kemana? Keluargamu mencemaskanmu? Mau tinggalkan aku?” Kyuhyun menghujaninya dengan pertanyaan.

“Kyuhyun ah…keluargamu masih mencarimu. Sedangkan keluargaku tidak.” Rin tersenyum getir. Kyuhyun menoleh.

“Mencariku? Bagaimana kau tahu?” Rin tersenyum dan menyerahkan sebuah surat pada Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dan membacanya.

“Kyuhyun ah, eodi isseo? Ini kakakmu, Cho Ahra. Kami sangat mencemaskanmu, Kyuhyun ah. Kembalilah..” Kyuhyun membacanya dengan lirih. Dia lalu meremas surat itu dan membuangnya. Surat itu jatuh ke bawah bukit. Rin terkejut.

“Kenapa dibuang? Itu surat dari kakakmu kan?” seru Hyun Rin.

“Bermuka dua..” gumam Kyuhyun.

“Ne?”

“Kenapa tidak dari dulu? Mereka selalu mengekangku. Jurusan kuliah, pekerjaan, semuanya mereka yang mengatur. Mereka tidak pernah membuatku bahagia. Saat aku pergi mereka mencariku. Kenapa? Karena mereka mencari korban untuk dikekang…”

“Maksud mereka bukan begitu, Kyuhyun ah..”

“Kau sendiri merasakan hal yang sama, kan?!” bentak Kyuhyun. Rin terperanjat. Tapi kemudian dia mengangguk.

“Biarkan aku bersamamu..” kata Kyuhyun.

“Tidak boleh, Kyuhyun. Kau harus kembali ke keluargamu.”

“Kau mengatakan hal seperti ini…jangan bilang kalau kau akan kembali ke keluargamu,”

“Ne. Aku akan kembali.”

“Mwo?” Kyuhyun terkejut. “Kau akan meninggalkan bukit ini?”

“Ne.”

“Pemandangan ini? Aku? Teman-temanmu di pub itu? Semuanya?” Kyuhyun tidak percaya.

“Ne, Kyuhyun. Ne! Aku akan meninggalkan semuanya! Jwaosonghamnida.”

“Andwae…kau pasti bercanda.. Shin Hyun Rin kau bercanda!”

“Ani!” Hyun Rin berdiri. Kyuhyun ikut berdiri. Dia menatap Rin dengan tatapan nanar.

“Waeyo?” Suara Kyuhyun bergetar.

“Aa…joneun..” Rin bingung.

“Wae?” serbu Kyuhyun lagi.

“Biar aku ceritakan.”

“Rin ah!” seru Sunghee.

“Ne?” Rin yang sedang mengobrol dengan Sungmin langsung menatap Sunghee yang berlari mendekatinya.

“Ah..jinja…” Nafas Sunghee tersengal-sengal.

“Waeyo?” Rin menunduk menatap Sunghee yang masih mengatur nafasnya. Sunghee pun berdiri tegap.

“Tadi…ada seorang..” Sunghee sepertinya masih syok. Heechul langsung menghampirinya. Dia merangkul Sunghee.

“DJ Lee…sayangku cintaku kasihku, ada apa?” tanya Heechul.

“Aish..lepaskan!” Sunghee menepis tangan Heechul. “Hyun Rin ah, ini surat titipan untuk Kyuhyun. Tadi…kakaknya datang padaku dan memberikan surat itu.”

“Ne?” Rin terkejut. Dia menatap surat di hadapannya.

“Kakaknya menyeramkan sekali. Dia memberikannya sambil marah-marah. Aku salah apa?!” Sunghee tidak terima. Dia terus menepis tangan Heechul yang menggagunya.

“Kim Heechul! Berhenti menyentuhku!” seru Sunghee pada Heechul. Sungmin yang tidak tahan adiknya diganggu pun menyeret Heechul pergi. Sekarang tinggal Sunghee dan Rin di pub yang mulai sepi. Kyuhyun masih ada di ruang ganti baju.

“Rin ah..” Sunghee menggenggam kedua tangan Rin erat.

“Aku akan menggantikanmu.”

Rin hanya bercerita sampai situ. Kyuhyun mengangguk samar. Sebenarnya masih ada lanjutannya.

“Tidak hanya kakak Kyuhyun yang datang. Calon suamimu juga..Kim Ryeowook..kan?” Suara Sunghee lembut. Rin menegang. Dia melihat sekeliling dan menarik Sunghee menjauh. Dia membawanya keluar pub.

“Kim Ryeowook?” Suara Rin terdengar serak.

“Ne..” Sunghee menyandar pada tembok. Rin masih menatapnya.

“Bilang apa dia?”

“Dia bilang dia mencintaimu. Selama ini dia mencarimu. Dan itu semua..orang tuamu yang menyuruhnya. Kembalilah, Rin. Kembali pada orang tuamu. Pada Ryeowook.”

“Aku tidak mau bersamanya. Aku mencintai Kyuhyun.”

“Kalau kau ingin bersama Kyuhyun, kau hanya sayang padanya. Cinta itu…kau bahagia kalau dia bahagia meskipun tidak denganmu. Aish…aku ini bicara apa. Pokoknya, Rin, dengarkan aku. Keluargamu sayang padamu. Mereka masih mencarimu. Kau tahu Ryeowook bahkan mengelilingi Korea Selatan demi mencarimu.”

“Kenapa tidak orang tuaku yang mencari sendiri?!” teriak Rin parau. Sunghee mencengkeram pundak Rin.

“Rin, ibumu sakit keras. Ayahmu juga. Mereka menyuruh Ryeowook mencarimu karena mereka ingin melihatmu meski untuk terakhir kalinya!” seru Sunghee. Mendengarnya, Rin seperti tertampar. Nafasnya tercekat. Sunghee melepaskan cengkeramannya.

“Jeongmal…? Eomma..Appa…” bisik Hyun Rin.

“Kembali ke keluargamu, Rin ah. Kyuhyun pasti mengerti…”

“Kembali ke sana sama saja dengan menyerahkan diri pada Ryeowook. Menikah dengannya…lalu bagaimana dengan Kyuhyun?”

“Dia pasti mengerti, Hyun Rin. Orang tuamu ingin kau menikah dengan Ryeowook. Lelaki pilihan mereka. Kembalilah..”

“Sunghee ah..” Hyun Rin menghambur ke pelukan gadis yang lebih muda darinya itu. Sunghee membelai kepala Hyun Rin lembut.

“Eonni…sudah lama tidak memanggil seseorang seperti itu..” gumam Sunghee.

“Kakak perempuanmu meninggal dalam kecelakaan ya, Sunghee?”

“Ne.”

“Kalau begitu..panggil aku eonni.” Rin tersenyum sambil melepaskan pelukannya. Sunghee membalas senyumnya. Matanya berkaca-kaca karena melihat Hyun Rin menangis.

“Ne, eonni. Kembalilah. Aku akan merindukanmu.”

“Gomawo..” Rin memeluk Sunghee singkat.

“Cheon, eonnie.”

“Jadi kau tetap kembali..” kata Kyuhyun.

“Kalau kau kembali pada keluargamu juga, aku akan memberikan rumah ini pada yang membutuhkan. Bagaimana?”

“Terserah.”

“Kyuhyun ah..” Rin merajuk. Kyuhyun merangkul Rin.

“Gwaenchana. Aku juga akan kembali.” Kyuhyun memaksakan seulas senyum.

“CHO KYUHYUN!” teriak seorang perempuan. Mereka berdua terkejut dan berbalik. Kyuhyun tersentak. Cho Ahra berdiri di sana, di sampingnya berdiri Kim Ryeowook yang terdiam. Ahra menghampiri mereka berdua dan menarik Kyuhyun menjauh. Kyuhyun hampir terjatuh kalau tidak bisa menjaga keseimbangan. Ahra menatap Rin sadis dan menamparnya. Kyuhyun dan Ryeowook terkejut.

“Noona!!” seru Kyuhyun. Dia menghampiri Ahra dan mencengkeram kedua lengannya. Ryeowook menghampiri mereka dengan tenang.

“GARA-GARA KAU ADIKKU PERGI DARI RUMAH, KAN?! KAU APAKAN DIA? LUKA-LUKA DI WAJAHNYA INI KARENA APA, HAH?! KAU MURAHAN! TINGGAL SERUMAH DENGAN KYUHYUN?! MEMPENGARUHI KYUHYUN DAN MENYURUHNYA TINGGAL DENGANMU!!!” teriak Ahra kacau.

“NOONA!” Kyuhyun menarik Ahra menjauhi Hyun Rin sebelum dia kena tampar lagi.

“Apa?!” sembur Ahra.

“Bukan dia yang mempengaruhiku..bukan dia yang menyuruhku tinggal di rumahnya.. dan dia bukan perempuan murahan. Aku tidak pernah melakukan apa pun padanya. Dan luka-luka ini, aku menjadi petarung karena ingin mendapatkan uang. Puas?”

“Apa…menjadi petarung demi mendapatkan uang…? Kyuhyun ah, kau berasal dari keluarga terpandang! Mana mungkin kau mau melakukan hal itu jika bukan karena dia mempengaruhimu!” Ahra menunjuk Hyun Rin yang masih berdiri mematung.

“Aku ke sini karena kalian!” bentak Kyuhyun. “Kalian yang mengekangku! Aku benci kalian!”

Semua terpaku menatap Kyuhyun. Ahra bahkan sampai terduduk. Dia terisak.

“Mianhae…Kyuhyun ah, jeongmal mianhae..” Ahra tertunduk. Kyuhyun masih berdiri. Dia masih mengatur nafasnya. Dia mengacak rambutnya kesal.

“Noona, aku mencintai dia. Biarkan aku bersamanya.” Kyuhyun berlutut di hadapan kakaknya. Ahra menatap Kyuhyun prihatin. Ahra lalu menghapus air matanya.

“Kyuhyun ah…dia…sudah dijodohkan dengan Kim Ryeowook.” Ahra tertunduk lagi. Kyuhyun menatap ke arah Ryeowook yang terdiam menatapnya. Rin menatap ke arah Ryeowook.

“Kau…” Kyuhyun menghampiri Ryeowook. Dia mencengkram sebelah pundak Ryeowook erat. Rin sedikit terkejut. Ahra berdiri dan menatap dua lelaki itu.

“Jaga dia baik-baik,” kata Kyuhyun sambil tersenyum. Ryeowook terpana. Begitu pula dengan Rin dan Ahra.

“Kyuhyun ah..” Hyun Rin akhirnya buka suara. Kyuhyun berbalik dan menghampiri Hyun Rin. Dia menatapnya dengan penuh kasih sayang.

“Shin Hyun Rin, kita berpisah di sini.” Kyuhyun tersenyum. “Noona…” Kyuhyun berpaling pada Ahra. Ahra langsung memeluknya.

“Kyuhyun ah gomawo..”

Ryeowook menghampiri Rin dan menggenggam tangannya.

“Ka jja. Kita bertemu orang tuamu,” ucap Ryeowook lembut sambil tersenyum. Rin pasrah ditarik Ryeowook. Tapi dia sempat menatap Kyuhyun.

“Annyeonghi gyaeseyo,” bisiknya. Air matanya mengalir. Kyuhyun tertegun. Baru kali ini ia melihat Hyun Rin menangis. Hyun Rin sibuk menghapus air matanya hingga tak sempat menoleh ke arah Kyuhyun lagi. Ahra melepaskan pelukannya. Kyuhyun terdiam. Dia lalu berjalan ke arah pohon besar dan memukul batangnya keras. Air mata Kyuhyun turun dua tetes tanpa bisa dicegah. Ini baru pertama kalinya ia menangis. Dan itu semua karena seorang gadis bernama Shin Hyun Rin.

= = =

“Eomma, besok hari pernikahanku dengan Hyun Rin, kan?” tanya Ryeowook saat makan malam. Hyun Rin duduk di sebelahnya.

“Ne, tentu saja! Besok pasti sangat meriah!” Orang tua Ryeowook dan orang tua Hyun Rin tersenyum gembira.

“Nanti malam, bolehkah aku meminjam Rin sebentar? Aku mau membicarakan konsep pernikahan besok harus seperti apa.” Ryeowook tersenyum.

“Aah baik baik. Silakan saja!” Mereka tersenyum. Ryeowook menoleh ke Hyun Rin yang duduk diam di sebelahnya.

“Sudah selesai kan makannya? Ka jja..” Ryeowook menarik tangan Hyun Rin lembut ke kamarnya.

Ryeowook menutup pintu dan menguncinya. Rin heran.

“Ruangan ini kedap suara, jadi aman.” Ryeowook tersenyum. Rin mengkeret.

“Ne..kau mau berbuat apa?”

“Sini, duduklah di atas tempat tidurku dulu.” Ryeowook duduk di atas tempat tidurnya dan menepuk tempat di hadapannya. Rin menghampirinya dengan ragu-ragu, membuat Ryeowook tertawa.

“Tenang saja, aku pria baik-baik.” Hyun Rin akhirnya duduk di hadapan Ryeowook. Ryeowook bersila di hadapannya dan tersenyum.

“Kau mencintai Kyuhyun, kan?” tanya Ryeowook serius. Rin mengangguk. Tapi dia masih heran. Kemana arah percakapan ini.

“Kalau begitu kembalilah padanya.”

“Ne?” seru Rin heran. Ryeowook membalasnya dengan senyum manis.

= = =

Di kamar, Kyuhyun tidak bisa diam. Dia berjalan mondar-mandir sambil memutar-mutar ponselnya. Berkali-kali dia menelepon Hyun Rin tapi tidak diangkat. Kyuhyun resah. Besok hari pernikahan Hyun Rin. Kyuhyun ingin sekali menikah dengan gadis itu. Kyuhyun rela jika Hyun Rin bahagia dengan lelaki lain, tapi Hyun Rin tidak bahagia dengan Ryeowook. Gadis itu menangis. Hyun Rin menangis. Hati Kyuhyun sakit melihatnya.

Dia ingat saat dirinya dan Rin membuat bintang sendiri di bukit. Kyuhyun tersenyum getir. Dia tidak akan pernah melupakan kejadian itu.

“Kyuhyun ah, langit sekarang tidak ada bintang ya..” gumam Rin sambil menatap langit.

“Tapi salju terus turun.” Kyuhyun tersenyum.

“Kenapa kau tersenyum? Aku sedih tidak melihat bintang.” Rin cemberut.

“Kalau begitu…kita buat bintang kita sendiri saja.”

“Bagaimana caranya?” Rin menatap Kyuhyun heran.

“Sebentar, aku cari bahannya dulu. Tunggu di sini ya!”

“Ne..” Rin terdiam menatap Kyuhyun yang tengah berlari.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun datang sambil membawa tali dan lampu kecil berbentuk bintang. Kyuhyun menyeringai ke arah Rin. Rin terpana.

“Ayo pasang!” seru Kyuhyun riang. Rin tertawa. Mereka berdua pun bekerja sama memasang tali dan mengikatkan lampu itu.

“Lampu ini pakai baterai, jadi praktis,” terang Kyuhyun. Rin mengangguk-angguk. Dia terlalu senang untuk menjawab perkataan Kyuhyun.

Rin berjinjit, ingin mengikat tali ke pohon tapi tempat yang pas terlalu tinggi. Kyuhyun tersenyum dan mengambil alih tali di tangan Rin dan memasangkannya di tempat yang tepat. Rin berbalik. Akibatnya malah wajahnya membentur dada Kyuhyun. Rin tersentak. Kyuhyun tersenyum. Tali sudah dipasang. Kyuhyun pun meletakkan tangannya ke samping tubuhnya.

“Membentur dadaku ya… dengar sesuatu tidak?” kata Kyuhyun.

“Ne?” Rin memalingkan wajah, menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Sini, dengarkan baik-baik.” Kyuhyun menarik Hyun Rin ke pelukannya. Rin mendengarkan degup jantung Kyuhyun yang berdetak dua kali lebih cepat. Kyuhyun tersenyum dan melepaskan pelukannya. Dia lalu menarik Rin ke tengah bintang buatan mereka sendiri dan duduk di bawahnya. Di hadapannya terpampang pemandangan salju yang turun dan lampu gemerlap dari kota. Dibingkai dengan dahan pohon yang lebat. Rin dan Kyuhyun tersenyum.

“Oh ya, bagaimana kalau kita mengukir nama kita di pohon itu?” tanya Rin. Kyuhyun berpikir sejenak.

“Boleh.” Mereka berdua pun berlari menghampiri pohon besar itu.

“Kyu….Rin…hamkkehaeyo…youngweonhi…sarang….” Kyuhyun mengukir bentuk hati yang kanan dan Rin mengukir bentuk hati yang kiri. Tangan mereka bertemu dan Kyuhyun menggenggamnya. Rin tersenyum manis.

“Kalau diibaratkan, kau mau jadi salju atau bintang?” tanya Rin. Mereka sekarang duduk di bawah lampu berbentuk bintang lagi.

“Bintang.”

“Kenapa?”

“Bintang itu meskipun tidak ada setiap malam, selalu setia menunggu gilirannya muncul setiap tahun.”

“Kalau aku memilih salju.”

“Alasannya?”

“Salju itu indah. Memberi kedinginan sekaligus kehangatan. Karena dinginnya, keluarga akan berkumpul di rumah, merasakan kehangatan yang ditimbulkan dari masing-masing anggota keluarga. Aku tidak pernah merasakan yang seperti itu. Aku ingin memberikan kehangatan secara tidak langsung pada orang lain.” Rin menjelaskan dengan panjang lebar. Kyuhyun mengulum senyum.

“Benar juga.”

“Tapi…hubungan bintang dengan salju apa?” Rin heran.

“Hubungannya? Sepasang kekasih.”

“Ne?”

“Aku bintang yang setia menunggu salju muncul di musim dingin. Bahkan bintang menunggunya setiap hari, mencarinya ke seluruh dunia.”

“Jadi, kalau salju hilang, bintang akan terus menunggu?”

“Tidak. Bintang mencarinya. Tak hanya diam menunggu.”

“Jadi…setiap bintang dan salju berpisah, akan ada pertemuan lagi?”

“Mullonimnida! Tepat sekali.”

“Aah…ne..” Rin tersenyum. Dia memeluk kakinya yang dilipat dihadapan tubuhnya. Senyumnya terus mengembang.

“Saranghae..’ ucap sang bintang, Cho Kyuhyun.

“Na ddo saranghae..” ucap sang salju, Shin Hyun Rin.

Kyuhyun memukul jendela yang besar di hadapannya. Dia menunduk. Tangannya terkepal dan tidak lepas dari jendela. Di bawahnya terdapat pemandangan indah khas kota Seoul.

“Seandainya salju itu ada di sini.” Kyuhyun mendongak. Salju turun memberi kedinginan pada kota Seoul. Kyuhyun tersenyum getir.

Keu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago..

Kyuhyun terlonjak kaget. Dia cepat-cepat mengangkat ponselnya. Dari nomor tidak dikenal. Kyuhyun pun menjawabnya.

“Yobosaeyo?”

Kyuhyun sshi? Kim Ryeowook imnida,” kata suara di seberang. Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Tangan kirinya mendekap tubuhnya sendiri.

“Ne. Ada apa?”

Kau masih mencintai Hyun Rin kan? Besok, datang ke pernikahan Rin dengan memakai pakaian yang bagus ya.”

Kyuhyun mengerutkan kening. “Waeyo?”

Rencananya akan kukirimkan lewat e-mail. Ini akan menjadi kejutan untuk semua orang.”

“Aah..ne, algaesemnida.”

Sampai jumpa besok, Kyuhyun sshi. Annyeong!” Telepon diputus. Kyuhyun menatap ponselnya heran. Tak lama kemudian laptopnya yang sedang menyala berbunyi, menandakan ada e-mail masuk. Kyuhyun langsung membuka inbox. Dia membaca isi pesan yang disampaikan oleh Ryeowook. Mata Kyuhyun membesar saat membacanya.

“Igeneun mwoya?” gumam Kyuhyun.

= = =

Hari pernikahan tiba. Semua teman-temannya di pub itu datang kemari. Rin sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi. Rin tidak melihat Kyuhyun. Dan dia benci akan hal itu. Tapi dia juga benci kalau Kyuhyun ada di sini dan sakit hati melihat dia menikah dengan orang lain.

“Saya tidak menerima pernikahan ini,” ucap Ryeowook lantang dengan tiba-tiba. Semua orang terkejut dibuatnya.

“Jwaesonghamnida, yeorobun. Saya tidak bisa membahagiakan Shin Hyun Rin. Aku tidak pantas bersanding dengannya. Jwaesonghamnida.” Ryeowook membungkuk dalam. Rin terkejut.

“Sebagai gantinya, aku tahu siapa yang bisa membahagiakan Hyun Rin, mencintainya dan terus berada di saat suka dan duka. Orang itu adalah…dia.” Ryeowook menunjuk ke arah pintu masuk. Cho Kyuhyun berdiri di sana sambil mengenakan jas berwarna putih dan celana bahan berwarna putih juga. Senada dengan gaun pernikahan Hyun Rin.

Kyuhyun berjalan dengan tegap. Mendekati Hyun Rin yang terpana menatap ke arahnya. Semua orang terpaku. Terdengar bisik-bisik di seantero ruangan.

“Aku…pria yang akan terus mencintai seorang Shin Hyun Rin. Aku bersumpah akan terus menjaganya. Terus berada di saat suka dan duka bersamanya. Meskipun kurasa aku belum pantas bersanding dengannya. Aku akan berusaha menjadi pria yang pantas untuknya.” Kyuhyun tersenyum dan berdiri di sebelah Hyun Rin. Dia menatap Hyun Rin dan berlutut di hadapannya.

“Naneun geunyeoreul jeongmal saranghaeyo. Nawa gyeohronhaejullae?” Kyuhyun berlutut dan mengulurkan tangan. Rin tersenyum haru. Dia menerima uluran tangan Kyuhyun. Kyuhyun pun berdiri. Mereka berdua menatap ke penghulu.

“Cho Kyuhyun, apa kau bersedia selalu ada di sisi Shin Hyun Rin di saat suka dan duka?”

“Ne. Aku bersedia.”

“Shin Hyun Rin, apa kau bersedia selalu berada di sisi Kyuhyun, mengobatinya saat dia sakit, membahagiakannya, dan setia bersamanya sampai maut memisahkan?”

“Ne. Aku bersedia.”

“Selamat. Kalian berdua sudah menjadi suami istri. Silakan bertukar cincin dan mencium pasangannya.” Kyuhyun menatap ke arah Hyun Rin. Mereka pun bertukar cincin. Rin tersenyum. Kyuhyun mengangkat penutup wajah Hyun Rin. Wajah cantiknya pun terlihat. Kyuhyun terpesona sejenak. Dia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Rin.

“Saranghae..” ucapnya sebelum mencium bibir Hyun Rin lembut.

= = =

“Tidak kusangka bintang nekat mengejar salju..” komentar Rin ketika Kyuhyun meletakkannya di atas tempat tidur mereka. Kyuhyun tersenyum.

“Bintang sangat merindukan salju. Di saat winter tidak bertemu dengan salju rasanya menyakitkan.” Rin terkekeh mendengarnya.

“Kyuhyun ah..”

“Ne, yeobo?” goda Kyuhyun.

“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setelah perpisahan itu…apakah ada pertemuan lagi?”

“Untuk kasus kita..ya..”

“Kalau begitu… kita sudah bertemu lagi dan akan dipisahkan oleh maut. Setelah itu, apakah kita bisa bertemu lagi?”

“Semoga.”

THE END

21 thoughts on “[FF] The Snow and The Star part 2

  1. mrschokyuhyun says:

    menguras air mata ==;
    Ngga kuat ngebayangin ditonjok―nangis keras nonjok-nonjok pohon-berlutut di depan ahra…

    Ah~gue ngga kuat juga ngebayangin perasaan kelinci gue *baca:wookie*
    ==
    Btw~tumben nis ngga sama unyuk wkwkwk

      • mrschokyuhyun says:

        Pantes~~wkwkwk si unyuk meraninnya agak rese😛
        *nyuk,jangan tampar gue ok?
        Hhahaha~~

        Nisaaa~baca ff-ku doong ini linknya

        wearesupelfjunior.wordpress.com/2010/07/24/maybe-in-love/

        Kalau bisa kritik yah~

  2. Ami_cutie says:

    keren…ternyata rin sama kyu juga ya akhirnya…
    aku suka pas bagian ‘star and snow’ itu…alasannya keren!
    apalagi ya? ga bisa komen apa2 lagi deh..

    tapi.tapi..tapi…
    ada yg kurang tepat tuh, kamu nulis ‘geunameul jeongmal saranghaeyo…’ harusnya ‘geunyeoreul jeongmal saranghaeyo’
    kayaknya ada miscommunication deh, maksudku ‘buat cowok=geunameul’ itu, kalo objeknya cowok, kalo objeknya cewek, ‘geunyeoreul’
    nam/namja = cowok, nyeo/yeoja=cewek

    hhe.mian kepanjangan…

  3. haeny_elfishy says:

    nis , kata”nya so sweeeet !
    tp,
    hiiii. . .
    ahra unnie ngeri bener yak ? beuh, wooknya baek bener *hug wook*
    happy end ^^

  4. kyukyu_YuRin says:

    keren bgt saeng . .
    terharu aku ma ending’a . . .
    so sweeetttt . .
    mksh bgt ya saeng . . .

    saeng klo ada tmn aku yg mau req FF ma kmu bsa ga ???

  5. Park Eunsoo says:

    Onn tw….!!
    Sunghee kyanya bikin ffni dgn perasaan ga rela…..
    Abis si unyuk…… Nyahahaha…….
    Wookie baik hati sekali….^^
    Like this……^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s