[FF] The Snow and The Star part 1

Shin Hyun Rin mengambil gunting yang dia simpan di lacinya. Dia lalu menggenggam rambut panjangnya yang indah. Dia menatap ke arah kaca. Tatapannya tajam. Dia lalu menggunting rambut indahnya itu menjadi sebahu. Hyun Rin mengikatnya menjadi ikatan buntut kuda. Rambutnya berantakan sekarang tapi malah membuatnya terkesan keren dan sedikit tomboy.

Hyun Rin membuka lemari baju. Dia memasukkan beberapa baju ke dalam tas ranselnya. Dia sekarang memakai celana PDL berwarna hitam dan atasan kaus hitam panjang. Tak lupa dia memakai jaket yang berwarna hitam juga. Dia menyambar amplop berisi uang jutaan yang ia ambil dari brankas orang tuanya dan memasukkannya ke tas. Mata Hyun Rin menatap ke sekeliling. Mencari apa ada yang kurang. Dia lalu mengambil sebotol air mineral, beberapa makanan ringan dan dimasukkannya pula ke tasnya yang mulai penuh.

Hyun Rin tersenyum. Dia berjalan ke dekat jendela kamarnya yang berada di lantai satu dan menendangnya. Kaca jendela itu pecah dan Hyun Rin melompat keluar. Dia berlari menembus kegelapan malam. Terdengar teriakan-teriakan yang memanggil namanya namun Hyun Rin tidak peduli. Dia terus berlari dan berlari. Meskipun salju yang mulai turun menghalangi perjalanannya.

= = =

Hyun Rin membuka pintu rumah kecilnya. Dia membeli sebuah rumah kecil di atas bukit. Dia muak tinggal di rumah. Orang tuanya serakah dan tamak. Mereka tidak pernah peduli pada Hyun Rin, anak satu-satunya mereka. Mereka malah menjodohkan Hyun Rin dengan anak konglomerat. Hyun Rin benci peraturan di rumahnya. Dia berpikir, keluarganya sudah kaya, buat apa menikah dengan anak konglomerat lagi? Nikahkan saja dia dengan orang miskin agar dunia ini seimbang!

Rin, itu panggilannya. Gadis yang selama ini dikekang orang tuanya. Rin kesulitan untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya. Dia selalu disuruh ini itu, terikat peraturan begini dan begitu, pakai baju harus yang ini dan yang itu, makan begini jangan begitu. Rin muak. Itulah sebabnya ia kabur dari rumah. Ia ingin mencari jati dirinya yang sebenarnya.

Hyun Rin keluar memandang langit. Salju terus turun belakangan ini. Rin merapatkan jaketnya. Langit malam ini tampak cerah. Rin senang melihat langit. Rumahnya yang berada di atas bukit ini memudahkannya untuk melihat langit dari tempat yang lebih tinggi.

Rin berdiri di tepi bukit. Dia menatap ke bawah. Lampu-lampu perkotaan memperindah suasana malam ini. Rin mendongak. Dahan pohon dan daunnya yang lebar melindunginya dari hujan salju. Di sampingnya memang ada pohon besar. Rin suka tempat ini. Dia tidak ingin kembali.

Saat Rin asyik menikmati suasana hari itu, terdengar suara langkah kaki. Rin menegang. Di bukit ini hanya dia yang tinggal. Suara langkah kaki itu diikuti dengan suara batuk seorang laki-laki. Rin langsung berbalik. Dia menatap seorang laki-laki betubuh jangkung dan warna kulitnya putih pucat. Rambutnya cokelat setengkuk dan berponi. Lelaki itu menatap ke arah Rin dengan tatapan penuh pemintaan tolong sebelum ambruk ke tumpukan salju.

= = =

Lelaki itu menatap ke sekeliling. Dia sedang berada di atas kasur kecil di rumah yang kecil pula. Lelaki itu heran. Di bukit ini ternyata ada rumah.

“Kau sudah siuman rupanya.” Suara seorang perempuan. Rin masuk ke kamarnya dengan membawa segelas air dan sepiring makanan kecil yang ia dapat tadi siang. Lelaki itu menatap ke arah Rin heran.

“Aku..dimana?”

“Syukurlah kau tidak bertanya “Aku siapa” pada diriku.” Rin meletakkan gelas dan makanan ringan itu di samping tubuh lelaki itu. “Karena aku tidak tahu.” Rin mengangkat bahu.

“Jadi aku dimana?” tanya lelaki itu lagi.

“Kau dirumahku.” Lelaki itu langsung melihat ke sekeliling.

“Iya aku tahu rumahku kecil. Tapi masih muat untung dua orang.”

“Maksudmu?” Lelaki itu menatap ke arah Rin heran.

“Kau kenapa ada di sini? Rumahmu dimana? Tidak punya rumah atau kabur dari rumah?”

“Aku..” Lelaki itu berusaha mengingat-ingat. “Ah..aku pergi dari rumah. Aku muak dengan keluargaku sendiri. Banyak peraturan ini-itu. Aku kabur dan tidak punya tempat tinggal sekarang.”

“Bodoh. Kalau kabur kau seharusnya membawa uang.”

“Uangku habis untuk makan. Aku sudah luntang-lantung sekitar…satu minggu. Selama itu aku tidur di gang kecil di jalanan.” Rin mengangguk-angguk. Nasib lelaki ini sebenarnya tidak terlalu berbeda dengannya. Hanya saja Rin langsung bisa menemukan rumah karena sebelumnya ia pernah melihat rumah ini.

“Namamu siapa?” tanya Rin.

“Cho Kyuhyun. Kau?” Lelaki itu tidak menjulurkan tangan. Dia memegangi kepalanya yang terasa sakit.

“Shin Hyun Rin.” Rin menyambar tangan Kyuhyun dan menjabat tangannya. Kyuhyun tersentak sekejap. Tapi kemudian dia terdiam.

“Kau mau tinggal di rumahku? Sementara saja sampai kau punya banyak uang dan mencari rumah sendiri,” tawar Rin. Kyuhyun berpikir sejenak.

“Baik.” Kyuhyun mengangguk. Rin tersenyum setengah.

“Welcome to my life.”

= = =

“Kau butuh pekerjaan, kan? Bagaimana kalau kau menjadi petarung?”

“Tubuhku lemah, kau tahu?” Kyuhyun benci mengatakannya tapi memang itu kenyataannya. Di dadanya terdapat sebuah luka memanjang bekas kecelakaan. Kalau lawannya memukul le bagian itu, bisa-bisa Kyuhyun pingsan di tempat. Dia tidak mau merepotkan Rin.

“Lalu kau mau bekerja sebagai apa?” Rin mulai kesal. Mereka berdua sedang berjalan-jalan di pub malam. Masih daerah sekitar bukit. Tapi memang agak jauh dari rumah Rin. Kyuhyun sendiri tidak suka ke tempat seperti ini, begitu pula dengan Rin. Tapi di sini Rin mendapat pekerjaan. Dia bekerja sebagai DJ.

“Bagaimana kalau aku bekerja sebagai bartender?” tawar Kyuhyun. Setidaknya dia bisa melakukannya karena pernah diajari hyungnya. Tapi bedanya hyungnya tidak membuat minuman alkohol. Tapi toh apa bedanya, pikir Kyuhyun.

“Sebentar.” Rin menghampiri bartender. Bartender lelaki itu menatap ramah ke arah Rin.

“Hello, Rin. Bawa siapa?” Lelaki itu menunjuk Kyuhyun dengan dagunya.

“Teman. Ada lowongan kerja tidak?” Rin duduk di kursi depan meja bar. Kyuhyun berdiri di sebelahnya.

“Sebagai petarung, ada.”

“Bartender?” tanya Rin lagi.

“Bartender…” Lelaki itu berpikir sejenak. Tangannya terus memutar-mutar botol bir. “Kami sudah mempunyai dua bartender. Kalau tambah satu lagi…apa tidak terlalu banyak? Pub ini tidak terlalu ramai.” Lelaki itu mengangkat alis. Kyuhyun menatap ke arah Rin. Rin terdiam sejenak.

“Selain petarung, ada lagi tidak, Heechul?”

“Selain petarung… untuk dia ya?” Heechul lagi-lagi menunjuk Kyuhyun dengan dagunya. Rin mengangguk dengan cepat.

“Kalau untuk kau masih banyak.” Heechul memberikan tatapan mesumnya pada Rin. Rin mendengus.

“Serius, Kim Heechul. Aku butuh pekerjaan untuknya.”

“Jadikan saja dia DJ dan kau sebagai penghibur,” kata Heechul enteng. Rin berdiri dan menggebrak meja.

“Kim Heechul, aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu! Meskipun aku bekerja di pub ini, sekali pun aku tidak pernah meminum alkohol! Apalagi melakukan hal seperti itu!” Rin marah. Kyuhyun hanya terdiam.

“Hei, kau bisa menjadi operator? Mengurus siapa yang tampil, mengurus lampu-lampu itu. Bisa?” tanya Heechul pada Kyuhyun. Kyuhyun berpikir sejenak.

“Yah, Kim Heechul! Jangan tawari dia pekerjaan itu! Kemarin sudah ada yang melamar dan diterima,” celetuk seorang bernama Lee Sungmin, bartender yang lain. Heechul menoleh ke arah Sungmin.

“Benarkah? Ya sudah, kau jadi petarung saja. Tidak ada pekerjaan lagi.” Heechul menatap Kyuhyun. Rin juga melakukan hal yang sama. Kyuhyun menelan ludah.

“Sepertinya kau tidak lemah. Badanmu tegap,” komentar Sungmin. Heechul menatap Kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki. Penampilannya baik, tubuhnya memang tegap, tampan. Cocok. Heechul mengangguk-angguk.

“Kau coba saja dulu. Anak baru lawannya ringan,” ucap Heechul. Kyuhyun terdiam. Akhirnya dia mengangguk.

“Akan kucoba.”

“Tidak apa-apa?” tanya Rin cemas. Kyuhyun menatap ke mata Rin. Dia lalu mengangguk.

“Oke, welcome…siapa namamu?” tanya Heechul.

“Cho Kyuhyun.”

“Aku Kim Heechul dan dia Lee Sungmin. Nanti kau berkenalan lagi di sana.” Heechul tersenyum bersahabat. Sungmin juga.

“Ayo.” Rin menarik tangan Kyuhyun, pergi ke tempat pekerjaan barunya.

“Anak baru?” tanya Kangin, petarung yang sudah handal di sana. Kyuhyun mengangguk.

“Oke.. tes dulu. Lawanmu.. Yesung!” teriak Kangin.

“Kurang ajar.. tidak pernah memanggilku hyung,” gerutu Yesung.

“Di sini tidak ada sopan santun seperti itu. Kau, lawan dia,” kata Kangin. Yesung menatap Kyuhyun.

“Baiklah..”

Dua lelaki itu memulai pertandingannya. Yesung sengaja mengalah kali ini. Dia sekarang tahu kelemahan Kyuhyun, dadanya. Beberapa kali Kyuhyun terus terbatuk dan memegangi dadanya. Seperti sedang kesakitan. Rin berkali-kali menatap Kyuhyun cemas. Tapi akhirnya Kyuhyun menang. Kangin mengangguk-angguk.

“Ada apa denganmu? Sakit?” tanya Yesung pada Kyuhyun. Kyuhyun sudah diterima di pekerjaan itu dan mereka bertiga, bersama Rin, sedang duduk di pinggir arena pertarungan. Menonton Hankyung melawan penantang.

“Ada bekas luka. Tapi tidak apa-apa. Aku tidak punya penyakit.” Kyuhyun meminum air mineral. Yesung mengangguk-angguk. Dia serius menonton pertandingan. Yesung bersorak ketika Hankyung memenangkan pertandingan itu. Hankyung pun mendapatkan segepok uang hasil taruhan.

“Kau harus berhati-hati. Jangan sampai lawan menonjok dadamu itu.” Yesung menunjuk dada Kyuhyun dengan kepalan tangannya. Rin yang berada di samping Kyuhyun hanya diam. Bukan shiftnya untuk bekerja hari ini. Sekarang DJ Lee, yang bernama asli Lee Sunghee, yang bekerja.

“Sepertinya kau orang baik,” komentar Kyuhyun.

“Di sini semuanya baik. Kita senasib. Rasa kekeluargaan di sini besar kok. Contohnya Hankyung itu, setiap dia menang dan mendapat uang, dia pasti memesan makanan untuk semua pekerja dan mengajak makan bersama.” Yesung menunjuk Hankyung yang sedang menelepon.

“Keluarganya punya kerabat pemilik restauran. Dia bisa mendapat makanan dengan harga miring,” kata Yesung lagi. Kyuhyun dan Rin mengangguk-angguk bersamaan.

“Yesung ah! Kyuhyun ah! Rin ah! Makanannya datang!!” teriak Hankyung. Yesung langsung melompat turun, merangkul Hankyung dan mengacak-acak rambutnya sambil tertawa.

“Sunghee ah, kau sudah makan?” tanya Sungmin pada adiknya, Lee Sunghee. Sunghee menggeleng, masih tetap sibuk dengan DJ setnya.

“Kalian duluan saja. Aku menyusul.” Sunghee tersenyum. Sungmin mengangguk-angguk.

“Rin ah, ayo!” ajak Sungmin. Hyun Rin menatap Kyuhyun dan tersenyum. Dia lalu menarik tangan Kyuhyun dan bergabung dengan yang lain. Mereka memakan makanan yang dipesan Hankyung dengan perasaan bahagia. Kyuhyun cepat akrab dengan yang lain. Rin bahagia akan hal itu. Beberapa saat kemudian, Sunghee masuk ke ruangan.

“Hahh..akhirnya bisa makan juga. Rin ah, gantikan aku dong. Kangin, ada penantang. Dan Heechul! Jangan pernah menggodaku lagi!” kata Sunghee. Heechul menyeringai. Sunghee pun duduk diantara Sungmin dan Kyuhyun. Kangin, Hankyung, dan Yesung langsung keluar ruangan. Rin mengikuti mereka dibelakang.

“Kau tidak ikut keluar?” tanya Sunghee pada Kyuhyun. Kyuhyun menoleh.

“Oh ya..” Kyuhyun meminum airnya dan beranjak berdiri.

“Hei, kenalkan aku Lee Sunghee. Kita belum berkenalan. Kau mau panggil aku DJ Lee juga tak masalah.” Sunghee tersenyum sambil menjulurkan tangan.

“Cho Kyuhyun. Senang bertemu denganmu, Sunghee.” Kyuhyun menyambut uluran tangan gadis itu dan tersenyum. Dia lalu keluar ruangan.

“Kyuhyun itu tampan sekali…” komentar Sunghee.

“Yah, jangan menyukainya! Sepertinya Rin kekasih Kyuhyun,” kata Sungmin.

“Jinja? Wah…padahal aku tertarik dengan Kyuhyun.”

“Masih ada aku disini, honey.” Heechul mengedipkan matanya pada Sunghee. Tanpa ragu, Sunghee melemparkan sumpit bersih pada lelaki itu.

= = =

“Ah..capek sekali..” Rin menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Kyuhyun duduk di sebelahnya. Tubuhnya penuh keringat. Tapi dia bahagia. Dia mendapat banyak uang. Tapi masih belum cukup untuk membeli rumah.

“Bagaimana, menyenangkan bukan?” Rin terkekeh. Kyuhyun mengangguk.

“Ah aku melupakan sesuatu!” Rin melompat berdiri dan menyambar jaketnya. Kyuhyun ikut berdiri.

“Mau kemana?”

“Membagikan uangku. Di bawah sana masih banyak yang membutuhkan uang ini.” Kyuhyun terdiam.

“Aku ikut,” katanya kemudian. Rin tersenyum.

Setelah membagikan uangnya, Rin memasukkan sisa uangnya ke dala dompet. Kyuhyun sendiri jadi ikut membagikan uangnya.

“Nanti kau makin lama membeli rumahnya. Tidak keberatan?” tanya Rin saat melihat Kyuhyun memasukkan sisa uangnya ke dalam dompet.

“Sama sekali tidak. Aku senang. Atau malah kau yang keberatan aku tinggal di sini agak lama?” Kyuhyun tersenyum pada Rin. Rin terdiam. Jantungnya berdegup dua kali lebih kencang.

“Ehm..tidak. Aku capek. Kau mau tidur dimana? Tak ada tempat lain.” Kyuhyun melihat sekeliling. Memang tidak ada tempat lain.

“Kasur ini agak lebar. Aku tidur di sisi ini dan kau di sana. Bagaimana?” tanya Rin. Kyuhyun terdiam sejenak.

“Jadi…kita tidur satu kasur, begitu?” Kyuhyun ragu.

“Jangan berpikiran aneh-aneh. Lagipula kita tidak melakukan apapun kan?”

“Bagaimana tidak berpikiran aneh-aneh? Kau cewek, aku cowok, kita satu atap dan satu kasur. Kurang aneh apalagi?”

“Kenapa jadi protes? Sudahlah masa kau mau tidur diluar? Digerogoti dingin?”

“Aku tidak protes, Hyun Rin. Hanya saja…rasanya aneh.”

“Tidak usah dirasakan. Toh tidur tidak kerasa.”

“Tapi kalau nanti malam aku tiba-tiba jadi serigala bagaimana?” Rin menatap Kyuhyun kesal.

“Manusia itu serigala bagi manusia lainnya! Sudahlah aku tidur duluan. Kalau nanti aku tidak menemukanmu di ruangan ini, kau mati!” ancam Rin sebelum memejamkan mata. Kyuhyun terkekeh sebentar dan merebahkan tubuhnya. Meskipun kasur ini agak lebar, tetap saja tubuh Kyuhyun dan Rin hanya berjarak sekitar 20 cm. Kyuhyun mengambil tasnya dan meletakkannya di antara dirinya dan Rin. Rin sadar tapi dia tidak berkomentar. Rin sendiri merasa tertolong.

= = =

Kyuhyun berdiri di sebelah Yesung. Dia sedang menonton pertandingan Kangin dengan penantangnya. Lawannya lebih besar dibanding Kangin. Lawannya bernama Shindong. Tapi tetap saja Kangin lebih kuat dibanding Shindong. Kangin pun menang. Dia mendapat dua gepok uang.

“Aku menantang seorang bernama Cho Kyuhyun. Tapi petarungku yang akan melawannya,” kata seseorang dengan lantang. Semua yang ada di sana menatap ke arahnya. Seorang lelaki tinggi tegap berambut coklat tersenyum licik ke arah mereka. Di sampingnya berdiri seorang lelaki tinggi tegap juga. Rambutnya hitam setengkuk. Wajahnya tampan tapi menyiratkan keangkuhan.

“Petarungku yang bernama Kim Kibum ini akan berkelahi dengan Cho Kyuhyun. Taruhannya…” Lelaki bernama Lee Hyukjae itu menarik Rin ke sisinya. Kyuhyun tersentak. “gadis ini. Kalau Kyuhyun menang, dia mendapatkan 5 gepok uang ini. Beserta rumahku yang sudah kutinggalkan di kaki bukit.” Hyukjae mengacungkan uang di tangannya.

“Tapi kalau kalah…” Hyukjae menyeringai. “gadis ini harus menemaniku semalam saja. Bagaimana?” Hyukjae menatap mata Rin. Dia menyeringai. Rin memalingkan muka. Kyuhyun terpaku. Dia tidak akan membiarkan dirinya kalah. Dia harus menang!

“Kenapa taruhannya harus itu?” tanya Kyuhyun.

“Kenapa? Takut? Kekasihmu ini manis sekali. Tak apa kan kalau aku meminta dia menemaniku semalam saja?” Hyukjae membelai rambut Rin. Rin menjauh. Kyuhyun menepis tangan Hyukjae.

“Jangan sentuh dia!” bentak Kyuhyun. “Kau tidak berhak atasnya. Kau harus mengalahkanku dulu!”

“Bukan aku yang mengalahkanmu. Kibum ini yang akan mengalahkanmu.” Hyukjae menyeringai pada Kibum. Kibum tersenyum licik pada Kyuhyun. Kyuhyun membalasnya dengan tersenyum setengah.

“Baik. Aku pasti akan menang.” Kyuhyun menyeringai. Yesung menatapnya khawatir. Hyukjae menarik Rin ke dalam rangkulannya. Dia membisikkan sesuatu ke telinga Rin. Rin berkali-kali melepaskan tangan Hyukjae tapi lelaki itu terus merangkulnya.

“Pertandingan…dimulai.”

Kibum yang memulai serangan. Kyuhyun terus mengelak sampai matanya menangkap Rin. Hyukjae terus-terusan mendekatkan wajahnya ke rambut Rin dan menciuminya. Rin terus mengelak dan hampir menonjok Hyukjae kalau lelaki itu tidak menangkisnya. Karena perlawanannya, Hyukjae malah semakin mendekati Rin. Kyuhyun gerah melihatnya. Ada sebersit rasa cemburu di dadanya. Dia lalu memukul Kibum dengan keras. Mengenai ulu hatinya. Kibum tersungkur. Dia terbatuk-batuk. Kyuhyun menyeringai. Tubuhnya seakan dikuasai setan.

Kibum dengan cepat berdiri. Dia menerjang Kyuhyun yang sedang melirik ke arah Rin. Karena Kyuhyun sedang lengah, dia tidak sempat berkelit dari tendangan Kibum. Kibum menendang dada Kyuhyun. Tepat di bekas lukanya. Kyuhyun tersungkur. Dia terbatuk sambil memegangi dadanya.

“Pertandingan selesai. Dimenangkan oleh Kibum!” Hyukjae tertawa mendengarnya. Dia lalu menarik Rin. Rin ingin melepaskan diri tapi kekuatan Hyukjae lebih besar. Dia tidak bisa hanya menatap Kyuhyun terbaring lemah di arena. Meskipun Yesung langsung menghampiri Kyuhyun, tapi tetap saja dia merasa khawatir.

“Kyuhyun!!” teriak Rin parau. Hyukjae menutup bibir Rin dengan bibirnya. Dia terus membawa Rin menjauh.

“Rin…Hyun Rin…saranghae..” bisik Kyuhyun. Dia terbatuk lagi. Kibum berlalu pergi bersama Hyukjae dan Rin.

“Kibum ah, kau pulang saja. Hei, ada kamar kosong? Aku dan Rin akan bicara tentang bisnis.”

“Lantai dua,” kata pelayan bernama Lee Donghae sambil lalu. Dia membawa nampan dan botol bir.

“C’mon, honey.” Hyukjae menarik Rin ke lantai dua.

= = =

“Hei…kau..benar kan hanya bicara soal bisnis?” Rin merapat ke pintu. Di hadapannya Hyukjae sedang membuka kemejanya.

“Ya.. kita memang membicarakan bisnis.” Hyukjae melepaskan kemejanya. Dia memakai kaus berwarna hitam yang melekat di tubuh. Terlihat bentuk tubuhnya yang tegap dan berotot. Rin semakin gemetar. Apalagi ketika Hyukjae menghampirinya.

“Tapi membicarakan bisnis sambil duduk diam saja.. tidak menyenangkan, bukan?” Hyukjae memamerkan senyum mesumnya. Rin menahan napas. Hyukjae mengunci Rin di antara tangannya.

“Neo…neomu yeppeoda…” Hyukjae berbisik di telinga Rin. Rin menjauhkan wajahnya. Dia mencengkeram handle pintu dan berusaha membukanya namun tidak bisa. Pintu itu sudah dikunci oleh Hyukjae.

“Kau tidak bisa kabur, sayang..” Hyukjae mendekatkan bibirnya ke bibir Rin. Rin memejamkan mata, takut. Rin heran, kenapa di saat seperti ini kekuatannya malah hilang.

“JANGAN SENTUH GADISKU!!” Teriakan seseorang itu disusul dengan suara kaca pecah. Kyuhyun melompat masuk dan menarik Hyukjae. Rin tertegun, dia menatap Kyuhyun yang menonjok Hyukjae dengan pandangan kagum. Kekuatannya tidak keluar karena..Kyuhyun akan menolongnya.

Kyuhyun mendorong Hyukjae ke arah meja. Hyukjae terduduk kesakitan. Dia memegangi ulu hatinya yang tadi ditonjok Kyuhyun. Kyuhyun menarik kerah Hyukjae dan mendekatkan wajahnya ke wajah Hyukjae.

“Kau…jangan pernah menyentuhnya lagi..kalau tidak.. kau mati,” kata Kyuhyun sadis. Hyukjae mengangguk samar. Kyuhyun pun menghempaskan tubuh Hyukjae. Dia lalu menarik Rin.

“Aku turun duluan…” ucapan Kyuhyun terpotong rintihan Hyukjae. Kyuhyun menghampiri Hyukjae dan menbenturkan kepalanya ke ujung meja. Hyukjae pun pingsan. Rin memandangnya ngeri. “lalu kau melompat dan aku menangkapmu,” lanjut Kyuhyun. Dia pun melompat keluar. Rin melihat ke bawah. Kyuhyun sedang menengadahkan tangannya, bersiap menangkap tubuh Rin.

“Ayo lompatlah,” Kyuhyun berkata dengan pelan. Rin bisa menangkap gerakan bibir Kyuhyun. Dia pun melompat keluar. Kyuhyun menangkap tubuh Rin. Dia langsung menarik tangan Rin dan membawanya pergi.

To be continued

23 thoughts on “[FF] The Snow and The Star part 1

  1. Ami_cutie says:

    asli megap2 aku bacanya…
    love this ff, nis…
    btw hyun rin siapa? kenalan dong..(hoeks)
    deskripsinya bagus bgt, walaupun hyukjae n heechul ‘mesum’ aku suka karakternya coz kalau ga ada mereka, ceritanya ga bakal sebagus ini.hhe
    bias kedua kita (kita? hoeks) jadi main cast rupanya…

    (can’t wait for the next part)

    • sungheedaebak says:

      hihihi gomawo un. aku jg ga nyangka bisa bkin ff kyk gini. tiba2 kepikiran.
      hyun rin temen fbku. ntar jg orangnya muncul. gyahaha😄
      oh ya? gomawo..
      ahaha hyukjae kubiarin ga sama sunghee dulu deh. tpi jadinya malah heechul yg ngejer-ngejer sunghee. nyahahahaha
      next part dah ada noh

  2. haeny_elfishy says:

    waaa kyu. . .
    dirimu keren sangad d ff ini ! hohoho
    tumben sunghee ga sama hyuk ? malah nglirik” kyu , hyuknya jahat ! chul mesum! wkwkwk
    lanjoot nis. . .

    • sungheedaebak says:

      lagi marahan sama unyuk *pundung*
      kyu kan bias kedua. tpi hyuk ngalangin mulu. giliran aku lirik2 yong hwa cn. blue aja diem si unyuk. nyebeliin!! *hyuk bersin2*

      udah dilanjot kok. bkinnya ngebut tpi macet gara2 nontonin mas yong hwa

  3. haeny_elfishy says:

    @nisa : haha , knapa kalo ma younghwa ga marah tu orang ?
    hyuk bener” aneh. . .
    drtadi belom slse nntonnya ?

    • sungheedaebak says:

      skarang udahan. aku mau baikan ma hyuk soalnya udah malem *lha apa hubungannya?* besok lanjutin nonton yong hwa lagi.
      soalnya yong hwa disogok ma ami un sama gulali, dia lebih memilih gulali dibanding diriku… *nangis dipojokan. mas yong hwa langsung dateng meluk. hyuk cemburu*

  4. haeny_elfishy says:

    ami selingkuh dr umin ? habis manisan gulalinya drpd kamu nis, *dtabok nisa*
    ,
    jd udah baekan ni critanya ?
    tp hyuk pundung lagi tuh liat km ma younghwa … *peluk hyuk*

  5. kyukyu_YuRin says:

    saeng mksh ya . . .
    bagus bgt FF’a . .
    sumpeee keren .. . .
    hahaa . .
    . .
    jd seneng bgt ne . . . .
    hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s