[FF] Please Love Me and Her part 4 (End)

Aku meletakkan tasku di meja dan melepas kemejaku. Aku berganti baju dengan T-shirt longgar berwarna putih dan celana pendek 5 cm di atas lutut berwarna biru safir. Rambutku yang panjang sebahu lebih sedikit kugulung dan di sanggul dengan rapi di kepala. Poniku kusisir rapi ke depan. Aku tersenyum di depan cermin. Aku terlihat seperti remaja saja.

Aku lalu menuruni tangga dan menghampiri Hyosun yang masih diam. Aku lalu duduk di sampingnya dan ikut menonton TV. Hyosun menoleh padaku, sedikit terkejut, tapi kemudian dia menatap layar kaca kembali.

“Bagaimana rasanya bekerja, unnie? Asyik kah?” tanya Hyosun. Aku meliriknya sebentar lalu mengambil keripik yang ada di meja dan mulai memakannya.

“Lumayan. Tapi kau akan kecapekan. Tergantung bos dan kantor sih.”

“Ohh…” Hyosun mengangguk-angguk. Aku terdiam. Tidak tahu apa yang harus dibicarakan lagi.

= = =

“Kamu kenapa sih? Kalau kamu ingin mengantarkannya pulang ya antar saja. Tidak perlu menyuruh adikmu,” gerutu Hyukjae. Donghae hanya mendengus.

“Kau ini.. Bagaimana tanggapan Kibum kalau tahu istrinya diantar jemput, ditraktir, didampingi kemanapun olehku? Makanya aku menyuruh Sunghee.”

“Tapi acara kencanku dengannya gagal.” Hyukjae mendengus kesal. Donghae hanya terkekeh.

“Kau lupa sedang jalan dengan siapanya?” gurau Donghae. Hyukjae tersenyum. Mereka berdua tidak sedang berada di rumah sakit. Mereka sedang berjalan-jalan di mall besar di Seoul. Mereka pergi ke sana hanya untuk melihat-lihat. Kebetulan Hyukjae mau menservis jam tangan Sunghee.

“Kenapa ada di kamu?” tanya Donghae.

“Adikmu yang menitipkannya padaku.” Hyukjae menjawab acuh tak acuh dan menghampiri petugas di sana. Jam Sunghee pun diambil untuk diservis. Donghae melihat keluar pintu kaca sementara Hyukjae sibuk mengurus transaksi. Donghae melihat Raeki sedang berjalan santai sambil menenteng sebuah kantung kertas kecil. Di belakangnya dia melihat seorang laki-laki yang mengendap-endap mengikutinya. Donghae curiga, jangan-jangan itu stalker Raeki.

“Ayo, hae!” Hyukjae berjalan menghampirinya sambil menunduk menatap kuitansi. Dia terdiam dan berbalik ketika Donghae tidak mengikutinya dan malah memperhatikan stalker Raeki. Hyukjae menatap ke arah yang ditatap Donghae.

“Kenapa dengan cowok itu? Mata-mata?” tanya Hyukjae cuek sambil menarik pintu kaca. Donghae mengikuti di belakangnya.

“Bukan. Dia stalkernya Raeki,” kata Donghae enteng.

“Hah?” Hyukjae melongo.

= = =

“Menyewa detektif?” Kibum terperangah. Siwon mengangguk di hadapannya.

“Separah itukah kasusnya?” tanya Kibum.

“Yah…sangat parah. Ini sudah positif ada unsur persekongkolan. Detektif Yesung yang akan menyelidikinya,” jelas Siwon. Kibum hanya mengangguk-angguk. Dia melirik jam. Sudah jam 8 malam.

“Saya pulang dulu, sudah malam,” pamit Kibum. Siwon mengangguk mempersilakan. Kibum pun berjalan ke mobilnya dan mengemudikannya ke rumah.

= = =

Kyora’s POV

“Malam ini kau mau tidur dimana?” tanyaku padamu ketika kamu memasuki rumah. Hyosun berdiri di depan pintu kamar kalian, di seberang aku yang sedang berdiri di depan pintu kamarku sendiri. Kamu menatapku sebentar, kemudian beralih menatap Hyosun. Akhirnya kamu malah duduk di sofa panjang di antara dua kamar itu dan terdiam.

“Kau mau tidur di sana?” tanya Hyosun. Kamu mengangguk tanpa memandang aku dan Hyosun. Aku menatap Hyosun yang kebetulan sedang menatapku. Kami berdua masuk ke kamar dan keluar sambil membawa bantal dan selimut. Aku memberikan selimut sementara Hyosun memberikan bantal.

“Gomawo,” katamu singkat sambil menyimpan bantal. Kami mengangguk. Hyosun masuk kamar tanpa menutup pintu. Aku masuk ke dalam kamarku dan menutup pintu. Tapi aku menyisakan sedikit celah. Aku ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Benar saja, kamu bangkit dari dudukmu dan masuk ke kamar Hyosun. Aku memperhatikan dari celah pintu. Posisiku baik sekali. Terlihat jelas apa yang kau lakukan di sana. Kamu memakaikan selimut ke tubuh Hyosun dan tersenyum. Kamu menggenggam tangan kiri Hyosun dan menyingkirkan poninya dengan tangan kananmu. Kamu menunduk dan mengecup kening Hyosun agak lama. Ada sesuatu yang mengganggu di dadaku. Seperti ada lubang yang menganga. Sedikit demi sedikit mulai melebar dan mengeluarkan darah. Sangat sakit rasanya.

Aku menutup pintu dan berjalan ke tempat tidur. Aku lalu menghempaskan tubuhku ke atasnya. Air mataku ingin mengalir. Tapi kutahan sekuat tenaga. Aku sedikit tersentak ketika pintu terbuka dan kamu masuk. Kamu tertegun di ambang pintu sambil menatapku. Aku membalas tatapanmu. Kamu menghampiriku dengan tampang bersalah.

“Maafkan aku. Aku ingkar janji,” katamu pelan. Aku masih menatapmu dalam diam, masih posisi yang tadi.

“Gwaenchana,” ucapku pelan, nyaris berbisik. Kamu mendekatkan wajahmu ke wajahku. Kamu mengecup bibirku pelan. Lalu kau melepaskannya lagi.

“Kau berjanji untuk berada di sisiku selamanya kan?” tanyamu. Aku mengangguk.

“Aku berjanji.”

“Kupegang janjimu.” Kamu mengecup keningku dan berlalu keluar kamar.

“Jankamannyo Kibum ah!” panggilku cepat sambil mendudukkan diriku di atas tempat tidur. Kamu menoleh.

“Tidurlah di kamar Hyosun, temani dia.”

“Mwo? Tapi kau…”

“Aku sudah terlalu sering tidur denganmu,” ucapku sambil tersenyum. Tak ada maksud lain.

“Oh..baiklah.” Tapi sepertinya kamu salah sangka dengan ucapanku. Kamu keluar kamar dan menutup pintu. Kudengar kamu membuka pintu kamar lain dan menutupnya lagi. Sepertinya kau masuk ke kamar Hyosun. Aku tersenyum getir. Aku duduk di atas tempat tidur. Aku memeluk kedua kakiku. Aku tidak bisa tidur. Aku lalu memutuskan untuk mendengarkan lagu dari ponselku. Aku memutar lagu secara random dan terdengarlah lagu Blue – Breathe Easy. Aku tertegun. Aku seperti versi cewek dari lagu ini.

Cruel to the eye
I see the way he makes you smile
Cruel to the eye
Watching him hold what used to be mine

Tinggal “he” dan “him” diganti dengan “she” cocok sekali denganku.

Why did I lie
Why did I wander where to fly
Ooh why
Ooh why

Ah inilah bagian yang sedih. Bagian reffnya.

And I………can’t breathe easy
I cant sleep at night
Until you’re by my side
No I……..can’t breathe easy
I can’t dream you had another dream without you lying next to me
There’s no way

Lagu itu terus mengalun. Dan air mataku terus mengalir. Aku menggigit bibir bawahku untuk menahan isak tangis. Aku tidak ingin mereka tahu aku menangis di sini. Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Aku menoleh ke samping kiri, seharusnya ada kamu di situ. Aku meletakkan tangan kiriku ke sana. Hampa.

Crushed me inside
For every word that caused you to cry
Crushed me inside
I wont forget, no I wont baby I
Don’t know why
(Don’t know why)
I left the one I was looking to find

Tanpa sadar, mulutku bergerak, mengikuti lagu. Aku menyanyikannya dengan lirih. Dengan air mata yang membasahi tempat tidur. Kepalaku tetap menoleh ke kiri, membayangkan kamu ada di sana. Tanan kananku meremas seprai. Tangisku makin keras. Tolong hentikan air mata ini..tolong..kumohon.. hentikan..

Out of my mind
Nothing makes sense anymore
I want you back in my life
That’s all I’m breathing for
Ooh I………………….
Tell me why…………….
Ooh Tell me why
I cant dream you had another dream without you lying next to me, there’s no way

Lagu terus mengalun tanpa menghiraukan aku yang sedang berjuang menghentikan air mata. Aku merubah posisiku menjadi telentang. Kuharap air mataku bisa kutahan. Tapi tidak bisa. Aku terisak. Bodoh. Bodoh. Kenapa aku harus menangis? Tak terasa lagu berakhir..

There’s no way..

Lagu lain terus terputar. Tapi telingaku tidak mendengarkannya lagi. Aku menghapus air mataku. Aku menghela napas. Lubang di dadaku kian melebar. Seakan membentuk sebuah jurang, siap mengambil kebahagiaanku kapan pun ia mau. Aku menutup wajahku dengan kedua tangan. Tenang Kim Kyora. Tenang…jangan menangis..

= = =

Author’s POV

Di luar kamar Kyora, Kibum dan Hyosun sedang terdiam di kamar. Mereka mendengarkan isak tangis Kyora dan lagu yang mengalun dari ponselnya.

“Oppa, aku merasa bersalah pada Kyora unnie..” bisik Hyosun.

“Bukan salahmu.” Kibum memunggungi Hyosun dan memejamkan mata. Berusaha untuk tidur tapi tidak bisa. Sama seperti orang yang berada di seberang kamarnya, dia tidak bisa tidur sampai pagi.

= = =

“Kyora ah, Hyosun ah, perusahaanku tidak bangkrut! Detektif Yesung sudah menemukan penjahatnya!” Kibum bersorak dengan gembira ketika sampai di rumah. Hyosun dan Kyora menyambutnya dengan gembira.

“Syukurlah oppa…” kata Hyosun. Kibum tersenyum dan memeluknya.

“Oh ya bagaimana kabar anakku?” Kibum menunduk di hadapan Hyosun. Kyora terdiam melihat mereka. Mereka terlihat sangat bahagia. Kyora ingat, dia selalu setia menyemangati Kibum saat dia dilanda kesusahan, bahkan saat perusahaannya terancam bangkrut. Tapi sekarang Kibum sama sekali tidak menoleh padanya. Dia asyik dengan mereka berdua. Hyosun dan calon anaknya.

Kyora pun pergi dari ruangan itu menuju dapur. Dia ingin membuat teh hijau untuk menenangkan diri.

= = =

“Unnie..unnie tolong aku…” Hyosun meringis kesakitan. Kyora yang sedang duduk diam di depan TV langsung menghampiri Hyosun di kamarnya. Sepertinya Hyosun akan melahirkan. Kyora panik. Kibum belum pulang.

“Gwaenchana? Kau kenapa?”

“Perutku sakit sekali..” rintih Hyosun. Tanpa pikir panjang, Kyora menghubungi Donghae, mencoba mencari pertolongan. Donghae hanya bilang “Oke” dan langsung tancap gas ke rumah Kyora. Setelah sampai, Donghae langsung membantu Kyora membawa Hyosun ke dalam mobil. Dia pun langsung menginjak gas ke rumah sakit.

Di rumah sakit Hyosun segera ditangani.

“Kau temani dia. Kumohon,” kata Kyora sambil mendorong Donghae agar mengikuti Hyosun.

“Aku bukan suaminya…kau yang menemaninya..” ucap Donghae. Kyora terdiam.

“Tolong telepon Kibum! Aku akan ke sana!” Kyora segera berlari menyusul Hyosun, menemaninya. Donghae langsung menelepon Kibum.

= = =

Kibum datang dengan tergesa-gesa. Dia langsung mendapati Donghae duduk di lorong dengan wajah yang sedikit pucat. Dia seperti menahan tangis.

“Hyosun mana? Dia tidak apa-apa?” tanya Kibum langsung. “Dan Kyora?” lanjutnya.

“Mereka di dalam ruangan.”

“Apa aku boleh masuk?” tanya Kibum pada perawat yang baru keluar dari ruangan. Perawat itu terlihat sedih. Samar-samar Kibum mendengar suara tangis bayi dan… tangisan Kyora?

“Anda yang bernama Kim Kibum?” tanya perawat itu. Kibum mengangguk dengan cepat. Perawat itu menghela napas panjang.

“Ada apa?” desak Kibum panik.

“Anak anda selamat, anak perempuan. Tetapi ibunya.. tidak bisa di selamatkan. Maafkan kami, kami sudah berusaha.” Perawat itu menunduk dan berlalu pergi. Pintu terbuka dan Kibum diperbolehkan masuk. Di sana terlihat Kyora sedang menggendong anaknya sambil menangis. Di sebelahnya terdapat sebuah tempat tidur yang di atasnya terbujur sesosok tubuh kaku dan pucat. Tubuh itu ditutupi hingga kepala.

“Hyosun..?” Kibum tidak percaya. Kyora menatap suaminya.

“Kibum ah..Hyo..” Kyora tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia berusaha menenangkan bayi yang menangis. Kyora tidak tega. Dia sendiri sebenarnya merasa kehilangan. Biasanya di rumah dia sendiri, saat pulang Hyosun selalu menemaninya. Mereka akhir-akhir ini sering mengobrol dan bercanda. Rasanya Kyora tidak percaya kalau Hyosun sudah tiada. Meninggalkan anaknya di dalam gendongan Kyora.

Kibum menyibakkan kain yang menutupi wajah manis Hyosun. Dia menyingkirkan poni perempuan itu dan mengecup keningnya lama. Kyora tidak merasakan sakit yang sama. Lubang di hatinya perlahan tertutup.

“Saranghae..” ucap Kibum lirih di telinga Hyosun. Kyora tidak bisa membendung air matanya lagi. Sekarang Kibum menatap ke arahnya dan anak yang ada di gendongan Kyora. Perlahan dia menggendong bayi mungil itu.

“Namamu Kim Kyosun.” Kibum tersenyum. Kyora tersenyum tipis dan melihat ke arah Hyosun.

“Akan kujaga anakmu..” bisik Kyora lirih.

“Bukan anakmu, anak kita.” Kibum berbisik lirih. Kyora mengusap air matanya. Sekarang mungkin kehidupannya kembali. Hanya dia satu-satunya istri Kibum. Kibum tidak mengingkari janji. Memang sekarang hanya dia satu-satunya miliknya. Ditambah dengan kehadiran malaikat mungil bernama Kim Kyosun.

Kyora menutup wajah cantik Hyosun dengan kain. Para perawat pun membawa jasadnya keluar ruangan. Kini hanya mereka bertiga di ruangan itu. Kyora menatap Kibum. Kibum membalas tatapannya. Kibum mendekatkan bibirnya ke kening Kyora. Dia mengecupnya lembut.

“Saranghae yeongwonhi, my only wife.”

“Na ddo saranghae, my only love.” Mereka tersenyum. Meski air mata mereka masih belum terhapus semuanya, setidaknya bisa ditutupi dengan kebahagiaan hadirnya nyawa baru di sana.

Di luar ruangan, Donghae melihat adegan di dalam ruangan itu dengan senyum. Dia sudah merelakan Kyora. Dia tidak mau memiliki Kyora jika perempuan itu tidak bahagia dengannya. Dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Sunghee yah, cepatlah menikah dengan Hyukjae. Aku ingin memiliki keponakan yang imut!”

“MWO?!” Sunghee yang sedang makan sontak tersedak dan garpu yang dipegangnya jatuh ke lantai. Hyukjae langsung mengganti garpunya.

“Kau lah yang cepat menikah! Aku punya sahabat single. Kau mau?” tanya Sunghee setelah tersedaknya reda.

“Hmm..boleh.” Donghae tersenyum sambil berjalan menjauh. Meninggalkan keluarga Kibum di ruangan.

THE END

25 thoughts on “[FF] Please Love Me and Her part 4 (End)

  1. Ami_cutie says:

    i’m terribly truly madly like this!
    ternyata hyosun meninggal..hiks..sedihnya…

    bikin ff bagus lainnya ya..hhe

  2. mrschokyuhyun says:

    *peluk nisa*🙂 ahhaha~happy end―sukaa banget

    Aku nangis bagian kyora yang denger lagu itu🙂 kalau sabar pasti manis akhirnya.

    • sungheedaebak says:

      aku reply dua komen disini aja ya hoho
      *peluk un balik* iya bagian dgr lgu itu ak bkin.a penuh prasaan smbil berkaca-kaca hehe

      hahaha sengaja biar ada bodor bodornya dikit. kan jadi kyk film tuh. nyahaha *maksa* hae jg sih kerjaan ngagetin sunghee mulu pas lagi makan sama unyuk jadi aja..haha

      • mrschokyuhyun says:

        hhahaha:-P
        unyuk kurang kerjaan *digampar yang punya nama😛

        wkwk–itu berarti ada cowok ganteng nganggur XDDD mas ikaaan😛

  3. dhikae says:

    HALOOW
    aku bca ffmu lgi chingu..ckckkkk
    hufft *ngelap kringat bca ngebut*
    mian bru comment pas part akhir.. hehehe
    kcian hae oppa
    mnding ma aku jja.,,, *dicekek elfish*
    Hyosun mati… T.T
    hahaha nice ff…
    happy end… ^^b

  4. haeny_elfishy says:

    TAMAT. . .
    sedih baca bag kyora,.. tp untungnya happy end, cm hae aja yg ga dapet bini. . .
    hae ma q ja lah saeng. . .
    hahaha
    KEREN saeng !

  5. raekiyopta says:

    eh eh eh cinguuu~ donghae oppa akhirnya sama Raeki kah? Kan shbt sunghee d cerita tnggal Raeki yg jomblo. Wkwk
    apa ada tokoh baru = =a
    kapan keluar side story nya?
    Sedih banget yang pas ada lirik2 lagunya..
    Terus paling sedih klo ngebayangin org yg kta cntain dket ma org lain T_T
    kerenlah! Hwaiting~!

  6. rabbitpuding says:

    aku sedih pas kyora.a tapi yang si stalker raeki kemana?

    Lanjut sama ff yg bru ya ! Ada aku nya juga ya, please…

  7. Dinnanukyunie says:

    Huh, udh bca dr part 1. Critanya bagus, terharu. Ternyata tebakan ku bener, kibum ma kyora. Sbr bgt ya si kyora. Hehe
    D tnggu side story nya. Ntar ksh tau ak ya😀

  8. ♥ Tafunazasso ♥ says:

    *mangut mangut* Kyora tetep sama Ki bum kan ? kok , aku sedikit kecewa ya haha~ tapi..tapi ceritanya bagus kok b^_^d udah Donghae sama aku aja ya ?
    Donghae : ogah -__-
    Good FanFic chinguya , keep writting ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s