[FF] Stupid Game

“Kyora! Han Kyora!! Tolong hentikan, kau membunuh burung kecil itu!” Kim Hyunmi berusaha menghentikan Kyora yang masih memukuli seekor burung mungil dengan batu. Kepala burung kecil itu pecah. Hyunmi berteriak kaget.

“Kyora apa yang kau lakukan?! Kau membunuh burung itu!!” teriak Hyunmi. Kyora melemparkan batu yang sudah berceceran darah itu ke tanah begitu saja.

“Burung itu patah sayapnya. Kasihan dia kesakitan. Lebih baik kukirim dia ke surga saja. Dia akan bahagia di sana.” Han Kyora berlalu pergi. Dia memanjat tangga menuju rumah pohonnya. Hyunmi bisa melihat dari jendela, Kyora sedang ‘membedah’ boneka beruangnya. Hyunmi menghela nafas. Gadis kecil berumur 9 tahun itu memang sedikit terganggu mentalnya. Dia sangat terobsesi dengan kematian. Jika ada yang berani mengganggunya, dia akan membunuh orang tersebut. Termasuk jika pelakunya adalah sepupunya sendiri, Kim Hyunmi.

“Kau gila! Kyora kau sakit jiwa!!” teriak Hyunmi sebelum masuk ke rumahnya. Kyora yang mendengarnya mendengus. Dia lalu melanjutkan kegiatannya merobek-robek boneka beruang.

Waktu terus berlalu dan penyakit itu tak kunjung hilang. Kyora masih menyenangi kematian, kerusakan, kehancuran. Dia sekarang berumur 17 tahun. Sementara Hyunmi berumur 18. Hyunmi sudah lulus SMA jadi dia tidak bisa terus mengawasi Kyora seperti tahun-tahun sebelumnya. Kyora yang merasa bebas bisa leluasa mengerjai teman sekolahnya. Dia sering dimusuhi orang di sekitarnya karena perlakuannya.

Suatu hari, tak sengaja seorang cowok menabrak Kyora. Cowok yang sedang membawa susu stroberi itu terjatuh dan susu stroberi tersebut tumpah ke kepala Kyora. Cowok itu merasa bersalah.

“Ma..maafkan aku..” Cowok itu menunduk. Kyora menatapnya tajam.

“Dari kelas mana kamu? Siapa namamu?” tanya Kyora.

“A-aku dari kelas 2-1. Lee Hyukjae.” Hyukjae menangkupkan kedua tangannya sambil menunduk dalam.

“Kau. Akan. Mati.” Hyukjae merinding mendengar perkataan Kyora.

“Tapi semua manusia memang akan mati..”

“TAPI KAU AKAN MATI KARENA KUBUNUH!” Kyora berteriak. Hyukjae tersentak.

“Maafkan aku..aku tidak sengaja..” Hyukjae memelas.

“Aku tidak pernah memaafkan orang lain!!” bentak Kyora. Hyukjae semakin gemetaran. Kyora mengambil sesuatu dari balik punggungnya. Dia mengeluarkan botol berisi darah burung yang ia bunuh kemarin. Dia membuka tutupnya dan menumpahkan isinya ke kepala Hyukaje. Hyukjae tersentak tapi dia tidak bisa berkata apapun. Dia terpaku. Sekarang kepalanya penuh darah burung. Bahkan terkena baju seragamnya. Kyora tertawa mengerikan. Hyukjae tertunduk pasrah.

“Hey apa yang kau lakukan, hah?!” bentak seorang lelaki. Kyora melihat ke arah suara. Seorang cowok tinggi kurus, berambut hitam yang panjangnya mencapai tengkuknya, dan berkulit putih pucat berdiri menantangnya. Seragamnya agak berantakan dan headphone putih tergantung manis di lehernya. Dia menatap Kyora seakan-akan Kyora adalah bangkai yang menjijikkan. Kyora tidak terima. Dia berdiri dan menantang cowok itu. Salah satu teman Hyukjae segera menarik cowok itu pergi dan membersihkan darah yang menempel di rambut dan tubuhnya.

“Siapa kau? Berani menantangku?” tantang Kyora.

“Aku Cho Kyuhyun. Ya tentu saja. Kau menyiksa temanku, maka dari itu kau yang akan kusiksa.” Kyuhyun menantang sambil masih memandang Kyora rendah.

“Baiklah. Tapi belum sempat kau menyiksaku, aku sudah membunuhmu duluan, Cho Kyuhyun.”

“Tenang saja, Han Kyora, tidak semudah itu membunuhku.” Kyuhyun tersenyum setengah, senyum meremehkan. Kyora semakin tersulut amarahnya.

“Kau mau aku lempari darah, hah?”

“Silahkan. Aku suka darah.” Kyuhyun menyeringai. Kyora memandangnya garang.

“Kau serius menantangku.” Kyora mencibir.

“Ya. Aku tantang kau sebuah permainan. Kalau kau bukan pengecut, kau harus ikut permainan ini, kalau kau mundur, yah..selamat tinggal pengecut. Kau tidak boleh mengganggu orang lain lagi. Kalau kau yang menang, baiklah aku mengalah. Kau boleh lakukan apapun sesukamu.”

“Baiklah tidak usah cerewet begitu. Sebutkan saja permainannya.” Kyora berkata dengan tidak semangat. Kyuhyun tersenyum mendengarnya.

“Hyung,” kata Kyuhyun. Seketika, Hyukjae datang membawa sebuah borgol di tangannya. Kyora heran. Kyuhyun mengambil borgol dari tangan Hyukjae dan memasangkannya di tangan kanan Kyora dan tangan kirinya. Kyora tersentak. Kyuhyun mengacungkan kuncinya.

“Kuncinya,” Kyuhyun menatap Kyora, dia lalu memberikan kunci itu pada Hyukjae. “Biar hyung yang mengurusnya,” lanjutnya. Hyukjae tersenyum. Dia pun berlalu pergi. Kyora menatap wajah Kyuhyun dan punggung Hyukjae bergiliran. Setelah Hyukjae menghilang dari pandangan, Kyora menatap Kyuhyun ganas.

“Kau apa-apaan?!” bentaknya. Kyuhyun tersenyum.

“Permainannya, kau harus berusaha mencari kunci itu. Waktunya 4 hari. Kalau kau gagal, tadi itu akibatnya. Kau tidak boleh mengganggu orang lain lagi. Dan kemungkinan kau dikeluarkan dari sekolah. Kau tahu aku siapa kan?” Kyuhyun mengedipkan sebelah mata. Kyora menahan amarah. Dia meremas tangannya geram. Kyuhyun adalah putra pemilik yayasan sekolah tersebut. Dia bisa seenaknya mengeluarkan murid yang dirasa bermasalah.

“Kau tidak lebih dari sekedar cacing sombong!” geram Kyora. Kyuhyun tertawa. Dia mulai berjalan ke sana ke mari dengan santai. Kyora dengan terpaksa mengikutinya.

“Lepaskan tanganku! Kenapa harus diborgol sih?!” seru Kyora. Kyuhyun menatap gadis itu santai.

“Inilah tantangannya. Kalau kau tak kuborgol, kau akan dengan mudah menemukan kunci itu kan?” Kyora terdiam. Dia tidak bisa membayangkan selama 4 hari penuh harus selalu berada di sisi seorang cacing sombong, Cho Kyuhyun.

“Kalau aku mau ke kamar mandi bagaimana? Mau tidur bagaimana?” kata Kyora. Kali ini suaranya tidak sekeras sebelumnya.

“Kalau ke kamar mandi atau aku mau ke kamar mandi, kau harus dikalau oleh seseorang. Aku punya beberapa anak buah yang setia mengawasimu. Jadi jangan harap kau bisa kabur kapanpun. Untuk tidur, kau tidur bersamaku saja.”

“APA?! KAU GILA!” teriak Kyora. Kyuhyun tersenyum ringan.

“Tenang..kau tetap tidur di rumahmu. Permainan ini hanya berlaku di sekolah. Tapi jangan harap kau mencari kunci itu diluar jam sekolah. Akibatnya kau akan tahu nanti.” Kyora terdiam. Kyuhyun melanjutkan ucapannya.

“Kau harus bermain sportif. Tidak boleh ada kecurangan. Siapa pun yang curang, harus mati.” Kyora memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena kesal.

“Sekarang aku yang mengikutimu. Mau mulai mencari darimana?”

* * *

Hari pertama pencarian tidak semulus yang Kyora bayangkan. Kyuhyun selalu memperlakukannya dengan seenak hatinya sendiri. Saat Kyora berusaha mencari, Kyuhyun selalu menarik gadis itu ke tempat yang ia inginkan. Kyora tak kuasa melawan karena tenaga Kyuhyun jauh lebih besar daripada tenaganya.

“Cacing sombong, aku mau mencari kunci itu! Kau harus mengikutiku! Kau sendiri yang bilang..”

“Baiklah, tuan putri egois. Ups, maaf. Kau bahkan tidak pantas disebut tuan putri. Maksudku, iblis egois.” Kyuhyun tersenyum jahat. Kyora menggertakkan rahangnya kesal. Dia pun menarik tangannya menjauh. Tapi Kyuhyun tetap diam di tempat. Dia mengutak-atik PSPnya.

“Cacing sombong! Kau kan bilang kalau kau yang mengikutiku! Kenapa kau malah diam saja?!” Kyora berusaha melepaskan tangannya dari borgol itu.

“Dasar iblis egois! Kau tidak lihat aku sedang main game?! Pikirkan orang lain juga!” Kyuhyun kesal. Kyora mencibir.

“Yang egois itu siapa? KAU!” Kyora membentak.

“Kau pikir aku melakukan ini semua demi aku? Tidak. Aku melakukan ini semua untuk semua juga! Semua orang disini membencimu, Han Kyora. Kalau aku memenangkan permainan ini, kau dikeluarkan dari sekolah ini dan itu berarti sekolah ini damai. Oke? Aku tidak egois.” Kyora menatap Kyuhyun seakan menatap seekor cacing. Dia menatapnya jijik.

“Itu sama saja egois, Cho Kyuhyun,” desis Kyora. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.

“Yah..terserah kaulah.” Kyuhyun kembali menyibukkan diri dengan PSPnya. Kyora mendesah. Dia menghentakkan tangannya, berusaha melepaskan borgol tersebut. Namun malang nasibnya, yang terlepas malah PSP Kyuhyun. PSP itu jatuh ke lantai dan layarnya retak. Kyuhyun yang melihatnya langsung terdiam. Dia lalu mengambil PSP itu dan menatap Kyora tajam.

“Kau harus mengganti PSPku, iblis.” Kyuhyun menatap Kyora dengan tatapan membunuh.

“Baik. Tapi setengahnya saja karena hanya layarnya yang retak.”

“Terserah.” Kyuhyun yang sudah tak bersemangat lalu memasukkan PSPnya ke saku.

“Sekarang kau mau kemana?” tanyanya. Kyora berfikir sebentar.

“Lee Hyukjae.” Kyora menunggu.

“Apa? Mau cari hyung kan? Ya sudah sana cari,” ucap Kyuhyun ringan. Kyora berdecak kesal.

“Kau temannya, kau yang menunjukkanku dimana dia.”

“Yang sedang di dalam permainan itu kan kamu. Kamu cari sendiri.”

“Argh baiklah!” Kyora mengalah dan langsung menarik Kyuhyun.

“Tunggu sebentar! Aku mau ke toilet dulu.” Kyuhyun memanggil beberapa anak buahnya dan melepas borgol itu sementara. Borgol pun dikaitkan dengan besi. Kyuhyun pun masuk ke toilet sedangkan Kyora dijaga beberapa anak buahnya.

“Hei, berikan kuncinya!” desis Kyora pada salah seorang anak. Anak itu menoleh pada Kyora dengan tatapan meremehkan.

“Mau main curang? Kulaporkan pada Kyuhyun ya..” ucap anak itu ringan. Kyora mendesis kesal. Tak lama kemudian, Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Kyora menatap lelaki itu kesal.

“Lama sekali!” sembur Kyora. Kyuhyun melirik jam tangannya.

“Hanya 5 menit. Oh, 2 menit lagi bel pulang. Permainan dilanjutkan besok.” Kyora tercengang. Benar saja, 2 menit kemudian bel pulang berbunyi. Kyora diantarkan sampai di depan rumahnya, lalu borgolnya dilepas. Seorang anak buah Kyuhyun, yang mengaku sebagai teman baik Kyora di hadapan Hyunmi, langsung masuk ke rumah dengan membawa tas ransel di punggungnya. Hyunmi menyambutnya hangat.

“Annyeonghaseo. Joneun Lee Dongkyo imnida.” Dongkyo, anak buah Kyuhyun itu membungkuk. Kyora memutarkan bola matanya dengan kesal. Hyunmi membalas sapaan Dongkyo.

“Wah…senang sekali ada yang mau menginap disini. Ayo langsung ke kamar Kyora saja.” Hyunmi menarik tangan Dongkyo dengan semangat. Mereka bertiga, bersama Kyora, langsung masuk ke kamar Kyora yang gelap. Kamar itu luas, tetapi berkesan sempit karena dindingnya berwarna hitam legam. Di kamar itu hanya terdapat satu rak buku, satu lemari baju berwarna merah darah, kasur besar yang seprainya hitam, dan meja belajar hitam. Di atas meja belajar itu ada laptop yang sengaja dibuka berwarna hitam juga. Dongkyo sempat tercengang tapi dia langsung bisa menguasai keadaan.

“Oke, unnie siapkan makan malam dulu ya.” Hyunmi pun pergi ke lantai bawah. Dongkyo mengalihkan pandangan pada Kyora yang sedang mengambil baju dari lemari.

“Jangan anggap sebagai rumahmu sendiri. Anggap saja kau sedang masuk ke kandang harimau.” Kyora mendesis. Dongkyo meletakan tasnya di dekat meja belajar Kyora.

“Aku baru tahu kalau kandang harimau ternyata serba hitam begini.” Dongkyo melihat sekeliling. Kyora mendengus.

* * *

Hari Kedua

“Jadi bagaimana tidur di kamarnya, Dongkyo?” tanya Kyuhyun saat Dongkyo berdiri di hadapannya, bersama dengan Kyora yang kembali diborgol.

“Membosankan, dan serba hitam,” komentar Dongkyo. Kyuhyun terkekeh.

“Baiklah. Apa saja yang Kyora lakukan? Tidak ada yang mencurigakan?” Sebagai jawaban, Dongkyo menyerahkan sebuah handycam.

“Aku sudah merekam apa yang kami lakukan tadi malam. Kau bisa lihat sendiri,” kata Dongkyo seraya menyerahkan handycam tersebut pada Kyuhyun. Kyora terperanjat.

“Heh apa-apaan itu?!” sembur Kyora. Kyuhyun hanya melirik Kyora sebentar sebelum menatap handycam di tangannya.

“Wow…lain kali kalau ganti baju di kamar mandi.” Kyuhyun terkekeh. Kyora ingin sekali merebut handycam itu dari tangan Kyuhyun tapi selalu gagal.

“Calm down, baby. Aku harus memantau seluruh kegiatanmu. Ingat?” kata Kyuhyun santai. Kyora menggeram.

“Arrgh! Kemarikan handycam itu, cacing sombong!” Kyora terus menggapai-gapai tangan Kyuhyun. Namun ia kalah tinggi. Kyuhyun akhirnya melihat semua rekaman itu sampai habis. Dia lalu memberikan handycam tersebut pada Dongkyo. Dongkyo menerimanya dan segera pergi dari situ.

Kyuhyun menatap Kyora. Tanpa disangka-sangka, dia menepuk kepala Kyora dengan lembut.

“Anak baik.” Kyuhyun terkekeh. Kyora hanya terdiam. Kyuhyun lalu menyeret Kyora ke kelas mereka. Sejak kemarin, Kyuhyun bersikeras duduk dengan Kyora. Para guru sempat heran kenapa dia memborgol dirinya dengan Kyora, si anak bermasalah. Tapi karena status Kyuhyun sebagai anak pemilik yayasan, semua keinginannya dikabulkan. Kyuhyun duduk di bangkunya, dan dengan terpaksa, Kyora juga duduk di sampingnya. Kyuhyun meletakkan tangannya di aas meja, dengan terpaksa, Kyora melakukan hal yang sama.

“Cacing sombong, kali ini kau harus memberiku kesempatan untuk mencari kunci laknat itu.”

“Kenapa harus, iblis? Bukankah di sini letak serunya permainan ini? Kalau aku mempermudah, permainan tidak seru,” ucap Kyuhyun santai. Kyora ingin membalas ketika Lee songsaengnim memasuki ruangan. Kyora pun mengurungkan niatnya.

“Cacing sombong! Aku mau ke toilet!! Lepaskan borgolnya!” Kyora menarik tangannya tapi percuma. Kali ini sedang waktu istirahat. Kyora sebenarnya hanya beralasan. Dia ingin sekali menemukan kunci itu secepatnya.

“Tidak tidak. Kau yang harus usaha sendiri.” Kyuhyun tersenyum licik. Kyora mengambil sebuah tempat pensil logam milik temannya dan memukulkannya ke borgol itu. Tak sengaja, tempat pensil itu mengenai tangan Kyuhyun.

“Aww! Aish…kau ini kenapa sih?!” bentak Kyuhyun. Kyora melemparkan tempat pensil itu ke sembarang arah. Dia lalu menarik tangannya ke pinggiran meja dan mengetuk-etukkan borgol itu ke sana. Lagi-lagi mengenai tangan Kyuhyun. Tapi sayang, seperti melakukan usaha yang sia-sia, borgol itu tetap pada bentuknya yang semula.

“Aah baiklah-baiklah!” Kyuhyun pun berdiri. “Kau mau mencari kemana kunci itu?”

Sebagai jawaban, Kyora langsung menarik Kyuhyun pergi. Dia mencari Hyukjae. Beruntung, dia menemukan Hyukjae sedang makan siang bersama Donghae, sahabatnya. Kyora langsung menghampiri Hyukjae dan menarik kerah bajunya dengan tangannya yang bebas.

“Kemarikan kunci itu,” desis Kyora. Hyukjae sedikit pucat, namun Donghae segera membantunya.

“Kuncinya tidak ada di Hyukjae,” kata Donghae. Kyora menatap Donghae sadis.

“Kau tidak mendapat peran di dalam drama ini, jadi kau diam saja,” ucap Kyora dingin. Donghae mengedikkan bahunya.

“Tapi aku mendapat peran figuran. Dan aku harus melaksanakan peranku dengan baik.”

“Figuran hanya sebuah patung yang tidak berguna.”

“Oh ya? Aku tidak setuju.” Donghae menyeringai. Dia sengaja mengulur waktu.

“Ah aku hanya membuang-buang waktuku. Lee Hyukjae!” seru Kyora. Hyukjae menatap gadis itu. Kyora mendekatkan wajahnya ke wajah Hyukjae. Sekarang hidung mereka hampir bersentuhan.

“Beritahu aku dimana kunci itu, atau setelah ini kau mati.” Kyora mengancam. Kyuhyun hanya mengangkat alis melihat adegan di hadapannya.

“Tapi sebelum aku mati, kau sudah dikeluarkan dari sekolah ini.” Hyukjae membalas. Kyora mendesis.

“Tsk. Berani sekali.”

“Sebaiknya kau mencari di tempat lain,” ucap Kyuhyun malas. Kyora menggeleng.

“Aku yakin anak ingusan ini yang menyimpan kunci tersebut.” Kyora menjauhkan wajahnya dari wajah Hyukjae dan melepaskan genggamannya dari kerah cowok itu. Dia menarik tangan Kyuhyun.

“Berikan kunci itu!” bentak Kyora sebelum mengeluarkan pisau kecil dari sakunya. Dia menodongkan pisau itu ke wajah Hyukjae. Kyuhyun terkejut.

“Hei kau, jangan bawa benda tajam ke sekolah!” kata Kyuhyun. Dengan tangannya yang bebas, dia berusaha mengambil pisau kecil dari tangan Kyora. Tapi selalu gagal.

“Lepaskan aku, cacing sombong! Aku tokoh utama dalam permainan ini, kau jangan ganggu!”

“Permainan tidak akan seru jika tidak ada rintangan. Akulah rintangan itu!” Kyuhyun menarik tangan Kyora dengan sekali hentakan. Namun sayangnya Kyora malah kehilangan keseimbangan. Mereka terjatuh dengan posisi Kyora menindih tubuh Kyuhyun. Pisau masih berada di tangan Kyora. Pisau itu mengarah ke leher Kyuhyun, namun terhenti. Hyukjae dan Donghae yang melihatnya tidak bisa berkata-kata.

“Menyingkir dari tubuhku,” kata Kyuhyun pelan.

“Tidak bisa. Tanganku masih terborgol di tanganmu,” balas Kyora tak kalah pelan.

“Kalau begitu..” Kyuhyun tiba-tiba mendorong tubuh Kyora ke samping. Kali ini Kyuhyun yang ada di atas tubuh Kyora. Kyuhyun terkekeh. Wajah Kyora mendadak pucat. Kyuhyun pun mengambil pisau itu dari tangan Kyora dan memberikannya pada Donghae. Kyuhyun lalu berdiri. Kali ini ia membantu Kyora berdiri.

“Seharusnya kau berterima kasih,” komentar Donghae. Kyora hanya menatap Donghae tajam. Bel masuk pun berbunyi. Hari kedua sebentar lagi berakhir.

Seperti kemarin, ada yang mengawasi Kyora di rumahnya. Kali ini seorang siswi bernama Han Eunjae. Hyunmi sedikit curiga tapi rasa curiganya dikubur oleh perasaan gembira karena ada yang menginap di rumahnya. Apalagi teman Kyora. Hyunmi sangat senang mengetahui bahwa Kyora tidak hanya memiliki satu teman akrab, bahkan dua.

Kyora tidak melakukan hal aneh selama semalam. Hanya sedikit membaca-baca buku dan tidur. Tak perlu khawatir melihat rekaman nanti.

* * *

Hari ketiga

Kyora optimis dia bisa mengambil kunci itu sebelum waktunya berakhir. Meskipun selama ini usahanya selalu digagalkan oleh Kyuhyun. Pada jam istirahat, Kyora menarik Kyuhyun ke kebun sekolah. Dia mencari kunci tersebut, nihil. Dia mencari di lapangan, tetap tidak ada. Hampir semua sudut sekolah sudah didatanginya namun yang dicari tidak ketemu juga. Hari ketiga di sekolah hampir berakhir.

“Cacing sombong, aku tidak peduli siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tapi bukan berarti aku menyerah sekarang.”

“Iya terserah kau.” Kyuhyun acuh tak acuh. Kyora mendengus. Bel pulang pun berbunyi. Namun kali ini Kyuhyun tidak langsung melepaskan borgolnya. Dia membereskan barang-barangnya dan menarik Kyora ke mobil limosinnya. Kyora heran.

“Hei, kau mau apa? Aku mau dibawa kemana?” Kyora memberontak.

“Sudahlah kau ikut saja.” Kyora dimasukkan ke mobil limosin. Pintu pun ditutup dan mobil pun meluncur. Kyora kali ini diam saja. Dia beranggapan percuma saja memberontak, toh dia tidak akan lompat ke jalanan.

Mobil mewah ini pun berhenti. Kyora turun dari mobil, masih dengan Kyuhyun di sebelahnya. Ternyata Kyuhyun membawa Kyora ke sebuah boutique. Kyuhyun menarik Kyora masuk dan menyuruh beberapa pelayan untuk me-make overnya. Borgol pun di lepas. Kyora, dengan dipaksa, didandani secantik mungkin.

“Hei, kau ini apa-apaan? Cacing sombong!” bentak Kyora. Kyuhyun menggeleng pelan.

“Ini tempat umum, jagiya.” Kyuhyun menyeringai. Kyora terperangah. Dari kaca, dia bisa melihat senyum pelayan itu. Kyora menepis lengan pelayan yang sedang memotong rambutnya yang berantakan.

“Diamlah sayang.” Kyuhyun pun memegangi kedua tangan Kyora. Akhirnya Kyora menurut saja. Dia sendiri tidak peduli dengan penampilannya. Kyora pun selesai dirias. Dia memakai gaun berwana sapphire blue selutut dengan ornamen bunga mawar putih di pinggirannya, sepatu high heels berwana putih dihiasi permata biru, rambut yang dibuat ikal gelombang sebahu yang dijepit setengah dengan jepit rambut berwarna perak dengan permata biru, lalu tak lupa make up sederhana di wajahnya. Kyora tampak sangat cantik. Kyuhyun sampai tidak bisa berkata apa-apa. Pelayan itu pun memakaikan mantel putih pada Kyora. Mantel itu hanya sebatas pinggang namun tangannya menutupi setengah tangan Kyora. Kyuhyun sendiri sudah berganti baju menjadi baju yang formal dan tangan panjang juga. Dia memakai blazer berwarna biru tua dan celana berwarna hitam. Dia tampak sangat tampan.

Kyuhyun menarik Kyora keluar dari boutique. Di luar boutique, mobil limosin itu sudah tidak terlihat. Sepertinya diparkir di suatu tempat. Kyuhyun mengeluarkan borgol itu dan memasangkannya di tangan kirinya dan tangan kanan Kyora. Cowok itu lalu menggenggam tangan Kyora agar borgolnya tidak terlihat.

“Tak apa kan aku menggenggam tanganmu seharian penuh?” ucap Kyuhyun jahil. Kyora hanya mendengus. Kyuhyun mengartikannya sebagai “Ya.”

Kyuhyun pun berjalan ke suatu tempat. Masih dengan tangan menggenggam tangan Kyora. Beberapa orang yang memperhatikan mereka merasa iri. Yang perempuan selalu menatap ke arah Kyuhyun, sedangkan yang laki-laki selalu menatap Kyora. Kyuhyun menunduk dan berbisik di telinga Kyora.

“Sepertinya mereka iri pada kita,” bisiknya. Kyora hanya diam.

“Ayolah jagiya..jangan diam seperti itu..” goda Kyuhyun. Kyora menghentakkan kakinya kesal.

“Sudah sampai,” ucap Kyuhyun saat mereka berdiri di depan restauran mahal. Kyora menatap Kyuhyun heran.

“Ayo masuk.” Kyuhyun menarik Kyora ke dalam restauran. Mereka duduk di salah satu meja di pojok ruangan. Kyora memperhatikan sekeliling. Restauran ini sangat besar dan berkesan mewah. Dindingnya dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai kayu, lampu sengaja dibuat redup, menambah suasana romantis dan tenang di restauran ini. Di setiap meja terdapat sebuah lilin kecil dan vas bunga yang berisi dua tangkai mawar merah. Di pojok restauran terdapat sebuah panggung kecil. Kali ini ada sebuah band kecil yang sedang tampil, melantunkan musik jazz dengan indah. Restauran ini juga mempunyai mini bar. Sangat nyaman berada di dalam restauran ini.

“Kau mau pesan apa?” tanya Kyuhyun. “Jangan bilang kau mau pesan darah.” Kyora melotot menatap Kyuhyun. Dia lalu menginjak kaki Kyuhyun. Kyuhyun meringis. Mereka duduk berhadapan, jadi terpaksa tangan mereka harus terulur dan tetap menggenggam. Itu semua agar tidak ada orang yang curiga. Mana ada orang pacaran tapi diborgol?

“Terserah kau saja.” Kyora acuh tak acuh. Dia merasa risih dengan tangannya yang digenggam Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk dan memesan makanan dalam bahasa Prancis. Pelayan itu mengangguk dan pergi. Kyuhyun pun menatap Kyora yang masih menatap tangannya.

“Han Kyora..” panggil Kyuhyun lirih. Kyora masih diam.

“Kyora, besok hari terakhir, kan?” Kyuhyun masih berusaha mengajak Kyora mengobrol. Kyora mengangguk.

“Maka dari itu aku ingin membuat kenangan manis di jam-jam terakhir pertemuan kita. Kita damai ya? Hyukjae hyung juga sudah memaafkanmu.” Kyora diam. Kyuhyun menghela nafas. Dia memainkan tangan Kyora yang ada digenggamannya, kali ini Kyora tidak protes. Itu menunjukkan kemajuan bagi Kyuhyun.

“Kyora..” panggil Kyuhyun lagi. Kyora mengangguk.

“Jadi kita teman sekarang? Kita damai kan?” Kyuhyun memastikan. Kyora hanya mengangguk. Kyuhyun tersenyum puas. Pelayan pun datang membawakan makanan mereka.

“Kyuhyun ah…” kata Kyora.

“Ne?”

“Lepas dulu borgolnya. Aku tidak bisa makan kalau tangan kananku kau genggam.” Kyora menunduk. Kyuhyun tersenyum dan melepas borgol mereka. Mereka pun menghabiskan makanan dalam diam.

Seusai makan, Kyuhyun langsung memasangkan borgol itu pada Kyora lagi dan mengajaknya ke suatu tempat. Kali ini ke sungai Han. Udara sangat dingin karena matahari sudah terbenam.

“Mengapa kau mengajakku ke sini? Sekarang dingin sekali,” ucap Kyora. Kyuhyun tersenyum simpul.

“Karena aku mau menyatakan sesuatu di sini.”

“Cepatlah aku menggigil..kau tidak tahu kalau sekarang sudah memasuki musim dingin?” Suara Kyora berubah menjadi lembut, seperti suara perempuan kebanyakan. Meski masih ada sedikit nada dingin di dalam suaranya, tapi tetap saja suara Kyora terdengar sangat merdu di telinga Kyuhyun.

“Baiklah aku menyatakannya sambil memelukmu saja.” Belum sempat Kyora membalas, Kyuhyun sudah memeluknya. Tangan Kyuhyun yang bebas merangkul punggung Kyora sementara tangan kirinya menggenggam tangan Kyora erat. Kyora tidak membalas pelukannya tapi dia tidak berusaha melepaskannya. Dia sendiri merasa hangat.

“Saranghae.” Kyuhyun mengucapkannya dengan lirih namun bisa didengar dengan jelas oleh Kyora dikarenakan jarak mereka yang sangat berdekatan.

“Maksudmu?”

“Kau tidak mengerti? Aku mencintaimu, Han Kyora.”

“Kenapa..?”

“Molla. Tapi aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu, aku selalu ingin berada disisimu, aku ingin menolongmu, makanya aku berusaha menggagalkan usahamu untuk mencari kunci itu. Kau tahu kan beberapa hari terakhir ini kau tidak berbuat onar lagi? Semua orang senang akan hal itu.” Kyora diam.

“Aku sendiri tidak yakin ini cinta atau bukan tapi..mataku selalu mencari sosokmu, telingaku mencari suaramu, mulutku memanggil namamu, jantungku berdebar keras untukmu.” Kyuhyun melepaskan pelukannya. Dia menggapai tangan Kyora yang bebas dan meletakkannya di dadanya yang bidang. Kyora bisa merasakan detak jantung Kyuhyun yang tidak beraturan.

“Ya kan? Jantung ini..” Kyuhyun menggantung ucapannya.

“Ne, arrasseo,” ucap Kyora tiba-tiba.

“Sepertinya aku tidak menyukaimu, Cho Kyuhyun. Aku membencimu.” Kyuhyun kecewa mendengarnya.

“Tak apa.” Kyuhyun tersenyum. “Tak ada yang menyuruhmu untuk menerimaku.” Hening sesaat.

“Kau bilang ini jam-jam terakhir kita?” tanya Kyora, memecahkan keheningan. Kyuhyun mengangguk.

“Setelah ini kau bebas, bisa melakukan apa pun yang kau mau tanpa ada aku. Sepertinya aku tidak akan muncul di kehidupanmu lagi.” Kyora diam. Dia merencanakan sesuatu di otaknya.

* * *

Hari keempat

Kyora masih diborgol dengan Kyuhyun tapi dia tidak berusaha mencari kunci itu. Kyuhyun sendiri memberi peluang besar bagi Kyora untuk mencari kunci itu namun Kyora hanya diam. Sampai akhirnya bel pulang berbunyi dan Kyuhyun harus melepas Kyora.

Kyuhyun melepas borgolnya. Dia tersenyum samar. Kyora menatapnya.

“Kau yang menang,” kata Kyora. Kyuhyun menggeleng.

“Aku mengundurkan diri dari permainan ini. Aku game over. Kau yang menang.”

“Tidak bisa.” Kyora protes. “Bisa,” balas Kyuhyun. Kyora diam.

“Kau boleh melakukan apapun sesuka hatimu mulai sekarang.”

“Boleh aku meminta borgol itu?” Kyora menunjuk borgol di tangan Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk dan memberikan borgol itu pada Kyora. Kyuhyun pun berbalik.

“Aku pergi,” ucapnya. Sementara itu Kyora sedang memakai borgol itu di sebelah tangannya. Dalam sekali gerakan, Kyora menarik tangan Kyuhyun dan memborgolnya. Tangan mereka berdua kini terborgol kembali.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun heran.

“Kau bilang aku boleh melakukan apa saja sesuka hati kan?” Kyuhyun mengangguk. “Aku ingin kau selalu disisiku.” Kyora tersenyum. Kyuhyun terpana melihat senyum Kyora. Senyum yang sangat manis.

“Apa maksudmu? Kenapa?” Kyuhyun tidak percaya.

“Aku ingin kau selalu disisiku, kan aku yang menang. Kau bilang pemenangnya boleh melakukan apa saja? Selain itu, aku ingin menjadi anak yang baik. Aku tidak akan mengganggu orang lain lagi. Aku ingin bersikap ramah kepada semua orang. Dan…aku ingin belajar mencintaimu.” Kyuhyun tertegun. Kyora menggenggam tangan Kyuhyun yang diborgol.

“Kau mau kan membantu aku melakukan itu semua?” tanya Kyora. Kyuhyun terdiam sebentar lalu mengangguk. Dia tersenyum.

“Tentu saja.” Mereka berdua tersenyum.

* * *

“Appa, umma dulu seperti apa sih sifatnya?” tanya seorang gadis remaja yang berumur sekitar 13 tahun. Kyuhyun menatap putri sulungnya itu.

“Dulu umma orangnya tomboy, jahil, dan jahat.”

“Oh ya?”

“Iya, Kyura. Sampai ditakuti semua orang. Tapi untung saja appa berhasil menjinakkan ummamu.” Kyuhyun bangga. Kyura, gadis remaja itu mengangguk-angguk. Dia lalu terkekeh.

“Yeobo, kau membicarakanku ya?” tanya seseorang. Kyora pun muncul dari dalam kamar. Dia berkacak pinggang. Kyuhyun terkekeh.

“Aniya..Kyura yang ingin mengetahui tentang ummanya jaman dulu, jadi aku sebagai appa yang baik tentu saja memberitahu.” Kyora tertawa mendengarnya. Dia menghampiri Kyuhyun dan mengacak rambutnya.

“Kau ini narsis sekali.” Pintu depan pun terbuka dan sesosok anak berumur 9 tahun masuk.

“Appa, umma, noona!” Bocah lelaki itu masuk dan berlari mendekati keluarganya.

“Annyeong, Kyohyun.” Semua orang di ruangan itu menyapanya balik.

THE END

22 thoughts on “[FF] Stupid Game

  1. Ami_cutie says:

    ga nyangka endingnya kayak gitu…
    emm…kalo soal borgol2an..kayaknya aku pernah baca ya..di manga gitu..tapi apa ya? lupa…

    hhe..pokoknya nice!

  2. HyukCan~ says:

    kereeeen~~
    itu serem pas bagian mecahin kepala burung ==
    *ngebayangin kepala burung dipecahin, terus darahnya di masukin ke dalem botol* hiiiy~
    itu si kyuhyun sama si kyora akhirnya nikah yah ? terus udah punya 2 anak yah ? kekeke~ SELAMAAAAT~! (?)

  3. kyukyu_hayoung says:

    hahaha
    rame bgt saeng . .
    walopun kyora’x nyeremin . . .
    oh ea . .
    q jga mau tu brlku jahat d’skul trus dpt hukuman d’borgol ma kyu . .
    >.< huahaha
    nice . .
    trs b'krya saeng ya . .
    hehhehehe😀

  4. Rosari1695 says:

    Si kyoranya gak aneh lgi kan??
    Syukurlah…
    Akhirnya happy end,,punya anak 2 lgi,, wkwkwk..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s